Aliran Organisasi Dan Berbagai teori
Beberapa Macam Aliran Organisasi (Foto: Blograngga)

Aliran Organisasi Ada 5: Klasik, NeoKlasik, Modern, Post & Milenial

Diposting pada

Aliran organisasi. Bagi para organisastori, Jangan membenci mereka, sebab organisasi teratur yang membuat alam tetap seimbang, akan tetapi secara teori hal itu menjadi kekuasaan yang pemilik alam semesta.

Israwati – Konsep, Organisasi.co.id

Dalam sebuah wadah, yang terbentuk memiliki beberapa aliran, yang menjadi potret sebuah lembaga, dalam melaksanakan aktifitas, memandu dan mengontrol semua personil maupun anggota organisasi dalam aplikasi dan realisasi program kerja terukur.

Semua harus terukur secara akurat, maka proporsi wadah harus sesuai dengan platform. Untuk hal tersebut, maka setiap organisasi harus memahami aliran-aliran organisasi untuk menyesuaikan atau adaptasi.

Pembagian Aliran Dan Paham Organisasi

Dalam memberikan terjemahan kepada wujud sebuah organisasi. Maka diperlukan banyak sumber untuk menjabarkan, sehingga Organisasi memiliki beberapa aliran, diantaranya:

Aliran Klasik

Dalam Aliran klasik terdapat beberapa kajian mengenai organisasi, namun secara umum, ada 3 kajian klasik:

  1. Birokrasi,
  2. Administasi
  3. Kajian Ilmiah

Aliran Birokrasi Max Weber

Sebuah karya dan tulisan berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan juga “The Theory of Social and Economic Organization”.

Asal Kata birokrasi adalah Bureau dan cratia (cratein). Bureau adalah meja atau kantor, sementara cratia (cratein) adalah pemerintah. Pada akhirnya, Bureaucratia memiliki pengertian sebagai suatu bentuk pelayanan dikantor berbentuk pemerintahan.

Teori Manajemen Organisasi
Teori Manajemen Organisasi Menurut Max Weber (Medium.com)

Birokrasi menurut Max Weber (1947: 328) merupakan suatu organisasi besar serta memiliki otoritas legal rasional, legitimasi, ada pembagian kerja dan juga bersifat imperasional.

Dalam penajabarannya, Aliran Birokrasi Max Weber menjadi tida, yaitu:

  1. Rational-legal authority (Otoritas Legal Rasional)
  2. Traditonal authotiy (Otoritas Tradisional)
  3. Charismatic type (Otoritas Kharismatik)
Rational Legal Authority (Otoritas Legal Rasional)

Tidak hanya Pimpinan, melainkan Bawahan juga dalam hubungan kerja memiliki Otoritas Legal Rasional. Undang-undang telah mengatur seperangkat kewenangan dari atasan.

Bawahan akan tunduk kepada atasan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, tersebut.

Contoh: Seorang Calon Kepala Desa yang terpilih meski umurnya masih muda. Maka ketika ia menjabat, seluruh warga tunduk kepada arahannya berdasarkan undang-undang atau aturan.

Otoritas Legal Rasional menempatkan pimpinan terpilih atau terpilih sebagai atasan yang mengendalikan sistem. Oleh karenanya Pimpinan yang memiliki Sikap “otoriter” tegas berdasarkan aturan.

Bawahan akan tunduk pada atasan, baik terpaksa maupun tidak. Sesuai dengan aturan yang berlaku, maka bawahan yang patuh, dibenarkan oleh undang-undang.

Traditonal authotiy (Otoritas Tradisional)

Didalam aliran birokrasi terdapat Traditional authotiy, hal ini merupakan konsep organisasi birokrasi.

Otoritas Tradisional adalah otoritas atau kewenangan dengan legitimasi yang bertumpu pada sebuah kepercayaan. Tidak hanya itu tetapi juga rasa hormat pada suatu tradisi oleh pencipta dan pengemban tradisi.

Weber. Memberikan penjelasan bahwa otoritas menggunakan pola ketidaksetaraan yang diciptakan secara tradisi, sehingga konsep ini disebut tradisional.

Tradisional. Namun jika pola ini diperdebatkan atau ditentang. Maka pimpinan atau pemiliki tradisi tetap menjadi dominan dalam perdebatan.

Charismatic Type (Otoritas Kharismatik)

Model kharismatik adalah seorang pemimpin yang dikagumi bawahan karena kharisma yang melekat dalam dirinya.

Aliran birokrasi pada kenyataannya menjadi suatu organisasi ideal, rasional. Selanjutnya lebih mengedepankan efisiensi kerja secara maksimal.

Max Weber. Menjelaskan karakteristik birokrasi, dari 3 tipe diatas, yaitu:

  1. Pembagian tugas yang jelas,
  2. Hirarki kewenangan,
  3. Program kerja yang rasional,
  4. Sistem Prosedural komunikasi,
  5. Pemisahan hak kewajiban bawahan,
  6. Hubungan pribadi yang impersonal.

Pada kenyataannya Pemerintah menggunakan Organisasi birokrasi. Tetapi juga konsep birokrasi banyak pula diterapkan pada organisasi bisnis.

Sebab pola pengawasan yang lebih kuat dari pimpinan, serta sistem kontrol yang lebih terarah. Maka aliran ini dipandang sangar efektif.

Aliran Administrasi Hendry Fayol Dkk

Beberapa pakar yang intens dalam aliran Adminisitrasi. Diantaranya Hendry Fayol, disamping itu ada Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily yang berasal dari Amerika.

Kata administrasi berasal dari bahasa belanda “administratie” berarti segala kegiatan, yaitu:

  1. Tulis menulis,
  2. Ketik mengetik,
  3. Komputerisasi,
  4. Surat menyurat (korespondensi),
  5. Kearsipan,
  6. Agenda (pekerjaan pekerjaan Tata Usaha kantor)

Kata Administrasi juga berasa dari bahasa Yunani, “Ad ministrare” yang memiliki arti: Ad = pada, ministrare=melayani. Maka kata administrasi berarti fokus dalam hal pelayanan.


Tahun 1916, Hendry Fayol (1841 – 1925). Demikian dia merupakan pakar yang berasal dari Prancis, industrialis yang menulis “Admistration industrtrielle et Generale”.

Kaidah Managemen Administrasi

Hendry Fayol akhirnya membagi kaidah manajemen dalam aliran Administrasi pada organisasi, menjadi 14 bagian:

  1. Pembagian kerja anggota atau staff,
  2. Pembagian Wewenang & tanggung jawab,
  3. Pengaturan Disiplin,
  4. Kesatuan perintah,
  5. Kesatuan pengarahan,
  6. Mendahulukan kepentingan utama/umum,
  7. Pemberian reward,
  8. Terpusat,
  9. Terhubung,
  10. Aturan,
  11. Keadilan,
  12. Loyalitas personalia,
  13. Inisiatif, dan
  14. Solidaritas.
Fungsi Organisasi Hendry Fayol

Hendry Fayol menilai, beberapa fungsi organisasi, yaitu:

  1. Perencanaan,
  2. Pengorganisasian,
  3. Pemberian perintah,
  4. Pengkoordinasian, dan
  5. Pengawasan.

Perencanaan merupakan serangkaian pembentukan ide dan gagasan sebuah kegiatan. Selanjutnya semua ide, person dan tujuan yang akan terlibat terorganisasi dalam satu sistem kerja.

Setelah terbentuk secara terorganisir maka pembagian perintah kepada para bawahan. Serta membuat alur komunikasi untuk melakukan koordinasi satu sama lain dalam menjalankan perintah tersebut. Dan terakhir adalah melakukan pengawasan agas tetap berjalan pada alur koordinasi yang dimaksud.

Aliran Manajemen Ilmiah Taylor

Akhirnya, Frederick Winslow Taylor mengembangkan aliran organisasi manajemen ilmiah.

Manajemen Ilmiah menerapkan prinsip ilmiah pada study, analisa dan akhirnya mendapatkan pemecahan masalah dalam organisasi.

F.W. Taylor menyusun 3 ide dalam hal manajemen ilmiah, yakni:

  1. Shop Management,
  2. The Principle Of Scientific Management dan
  3. Testimony before the Special House Comitte.

FW Taylor menjadikan Makalah tersebut diatas. Menjadi asal mula buku “Scientific Management”.

Aliran ini memberikan penekanan bahwa aktifitas manager dalam menggerakkan organisasi harus mengikuti prinsip ilmiah, sehingga Ilmu melekat pada kajiannya.

Pembagian Lembaga Dengan Manajemen Ilmiah

Pada akhirnya, terdapat dua pendapat penting tentang manajemen ilmiah:

  1. Pertama manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
  2. Kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of trick” untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi.

Sehingga memandang sebuah lembaga, maka manajemen ilmial berperan pada pananganan masalah.

FW Taylor Selanjutnya menginspirasi managamen ilmiah diterapkan untuk peningkatan produktifitas.

Kaidah manajemen Ilmiah

FW Taylor membagi 4 kaidah dalam manajemen Ilmiah, yaitu:

  1. Menekankan prektek kerja dengan metode ilmu pengetahuan.
  2. Seleksi, latihan dan pengembangan karyawan,
  3. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan. Mengembangkan secara ilmiah terintegrasi.
  4. Peningkatan spirit dan mental karyawan.

Prinsip kerja wadah dengan manajemen ilmiah mengembangkan koneksi karyawan dan perencanaan secara ilmiah, sehingga semua kontrol dan evaluasi terukur.

Aliran Neoklasik

Organisasi dengan aliran Neoklasik menekankan hubungan manusiawi. Selanjutnya, Teori ini lahir pada Abad ke XIX (19), merupakan bentuk ketidak puasan pada Aliran klasik.

Aliran organisasi ini menekankan perhatian pada psikologi staff dan juga kelompok kerja. Memberikan fokus kerja secara bersama dalam pencapaian tujuan.

Pencetus. Beberapa pakar yang memiliki aliran Neo Klasik, diantaranya :

  1. Elton Mayo dengan dengan konsep “Howthorne Study“
  2. Hugo Musnterberg pada karya “Psikologi Industri“
  3. Maslow menjabarkan “Teori Hirarki Kebutuhan“ (Basic Need)
  4. Herzberg menuliskan “Motivasi Dua Faktor“
  5. Chester Bernard menemukan teori “Sistem Kerjasama“
  6. Douglas Mc. Gregor dengan metode “Teori X dan Y”

Pada prinsipnya. Aliran neoklasik lebih mengedepankan kerjasama. Antara karyawan untuk mencapai sebuah tujuan. Sehingga korelasi dan hubungan antar karyawan dangat ditekankan.

Aliran Organisasi Modern

Dalam perkembangannya. Aliran organisasi Modern lebih mengedepankan pendekatan kontingensi, maka Aliran ini menekankan bahwa organisasi lebih bersifat terbuka atau berhubungan langsung dengan lingkungan.

Memandang bahwa Organisasi efektif jika struktur organisasinya mampu menyesuaikan dengan karakteristik lingkungannya. Organisasi lebih ditekankan untuk memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi. Sehingga kerjasama merupakan kebutuhan utama.

Pakar yang berpengaruh dalam aliran teori modern, yaitu:

  1. Joan Woodward dengan “Pengaruh Teknologi terhadap Organisasi“
  2. James D. Thompson “hubungan teknologi, lingkungan dan struktur”
  3. Jay W Lorsch dan Paul R Lawrence. “Diferensiasi dan integrasi”
  4. Daniel Katz dan Robert Kahn “Perspektif Lingkungan”
  5. Kelompok Aston dengan “Besaran Organisasi“

Adapun Karakteristik Teori Modern, yakni:

  1. Analisis sistem organisasi,
  2. Mempertimbangkan semua elemen, organisasi,
  3. Memandang organisasi sebagai suatu sistem,
  4. Adaptasi dengan lingkungan.

Faktanya, organisasi modern memandang organisasi dan lingkungan memiliki keterkaitan erat dan Multidisiplin.

Kontributor Teori Organisasi aliran Modern:

Alfred Korzybski, 1993
General Sementics manusia hidup dalam tiga dunia yang berbeda, yaitu Dunia:

  1. Peristiwa,
  2. Dunia objek dan
  3. Dunia simbol, yang menitik beratkan masalah bahasa dan komunikasi, Sehingga topik: ringkasan, penyimpulan, kekakuan bahasa, lingkungan komunikasi, sifat kata-kata, dan pentingnya tanggapan.

Chester I. Barnard, 1938
Organisasi adalah suatu sistem sosial yang dinamis, dengan komposisi sebagai berikut;

  1. Individu,
  2. Organisasi,
  3. Penyalur, dan
  4. Konsumen merupakan bagian dari lingkungan organisasi; aspek organisasi formal dan informal.

Norbert Wiener, 1948
Menemukan sibernetika identik dengan orang, dan juga sebagai pengemudi.

Aliran Organisasi Post Modern

Aliran organisasi Post Modern lebih kepada sifat politis organisasi. Mengemukakan bahwa organisasi tidak mengikuti struktur baku, melainkan kebutuhan politis bagi para pemenang sebuah organisasi.

Mengandung prinsip bahwa struktur organisasi tidak baku, dari sistem periodik dengan periode berikutnya. Melainkan kebutuhan politik dari pimpinan sebuah organisasi.

Aliran ini berkembang sejak tahun 1975 hingga saat ini dengan menganggap, bahwa:

  1. Organisasi merupakan gabungan entitas yang variatif/heterogen,
  2. Koordinasi untuk kebutuhan pekerjaan,
  3. Continous improvement.

Karena realisasi program kerja organisasi. Maka Setiap Anggota sebagai Entitas mengatur diri sendiri. Dan mengkoordinasikan secara multidisiplin.

Jefrey Pfeffer “Organisasi sebagai Arena Politik“

Dalam pandangan Jeffrey Pfeffer menciptakan model teori organisasi yang mencakup koalisi kekuasaan, konflik inherent atas tujuan serta keputusan desain organisasi yang mendukung kepentingan pribadi dari orang yang berkuasa.

Pfeffer mengusulkan agar kendali dalam organisasi menjadi tujuan. Ketimbang hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang rasional, seperti produksi output yang efisien.

Organisasi merupakan koalisi terdiri dari berbagai kelompok dan individu pada tuntutan yang berbeda-beda.

Desain organisasi merupakan hasil dari pertarungan kekuasaan berbagai koalisi tersebut.

Aliran Organisasi Milenial

Merupakan sebuah bentuk organisasi pada gempuran dunia teknologi yang terjadi saat ini. Sehingga arah komunikasi dari klasik hingga post modern mengalami sebuah perubahan bentuk dan metode.

Sebab prilaku anggota organisasi Milenial berbeda dengan model sebelumnya. Meski demikian, organisasi Milenial tetap mengadopsi beberapa konsep organisasi Klasik, Neo Klasik, Modern dan Post Modern.

Organisasi lain: Teori Organisasi Dasar, Arti, Struktur, Persidangan Dan Periode Kepengurusan

DAFTAR PUSTAKA

  1. Evolusi teori organisasi, www.anneahira.com
  2. Teori Organisasi, www.wikipedia.com
  3. Stephen P. Robbins,1994, Teori Organisasi, Desain, Struktur dan Aplikasi
  4. Prof . Dr. J.Winardi,2001, Teori Organisasi dan Pengorganisasian
  5. Prof. Dr. Yeremias Keban, 2007, Enam Dimensi Strategis Ilmu Administrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *