Kode etik akuntan
Akuntan (Foto: superprof.co.id)

Kode Etik Akuntan: Definisi, Hingga 3 Pelanggaran

Diposting pada

Kode etik akuntan, adalah salah satu pedoman bagi para profesional di bidang tersebut. Untuk bisa memulai karirnya, dan juga mendapatkan prospek lebih baik di bidang yang diinginkan. Berikut penjelasan tentang definisi, hingga pelanggaran yang pernah terjadi.

Ayu Maesaroh, Profesi – organisasi.co.id

Peraturan yang ada di dunia ini, pada dasarnya mempunyai tujuan penting, agar beragam komponen yang ada di bumi, terorganisir dengan baik, serta seimbang antara satu dan lainnya.

Seperti contohnya pada ranah profesional. Yang mana memiliki beragam pedoman berupa kode etik atau pun jenis peraturan lain.

Bertujuan untuk menyeimbangkan beragam komponen yang ada di dalamnya, agar menimbulkan suatu kerjasama yang baik, beriringan, serta berada dalam satu tujuan, satu visi misi, dan sebagainya.

Termasuk dengan pekerjaan sebagai akuntan. Yang mana sebagai seorang akuntan, perlu adanya ketelitian, serta beberapa kompetensi lain untuk pendukung atas pekerjaan tersebut.

Tapi, apa saja kode etik dari profesi tersebut, lalu bagaimana konsekuensi untuk mereka para pelanggar dari kode etik, ketika beberapa pihak menyadari hal itu di diri mereka? Berikut beberapa ulasannya.

Pengertian Kode Etik Akuntan

Beberapa literatur mengatakan, bahwasannya kode etik dari profesi akuntan, adalah sebuah pedoman atau pun aturan untuk profesi tersebut.

Baik di ranah publik, usaha, pemerintahan, atau pun sejenisnya. Hal tersebut terbentuk dan ada, bertujuan agar setiap ranah daripada profesi akuntan, dapat bertanggungjawab sesuai dengan porsinya.

Mengingat pasalnya, “kode etik” sendiri adalah kata yang secara etimologis, terdiri atas dua suku kata. Yakni “kode” yang berarti sebuah tanda-tanda, dengan atas persetujuan atas perkumpulan beberapa orang, guna berlaku di beberapa bidang.

Sedangkan “etika” berasal dari bahasa Yunani, ialah “ethos”, dengan makna watak, sifat, cara hidup, dan sebagainya. Jika disimpulkan, maka “kode etik”.

Adalah sebuah tanda daripada beberapa watak, sifat, atau pun cara hidup yang mendapatkan persetujuan atas beberapa perkumpulan, lalu mendapatkan persetujuan secara bersama, untuk berlaku di perkumpulan tersebut.

Berbeda jika kita melirik ke pendapat dari para ahli, yang mempunyai pandangan sendiri mengenai arti dari “kode etik”. Yakni:

Menurut Sonny Keraf

Beliau mengatakan bahwasannya kode etik, adalah suatu kaidah mengenai moral yang ada. Berlaku untuk mereka yang bekerja pada bidang tertentu.

Prof. Dr. R. Soebekti, S.H.

Dalam buku yang berjudul “Etika Bantuan Hukum”, beliau menjabarkan mengenai kode etik, adala bentuk daripada norma-norma, yang harus ada tindakan pengindahan, dari para mereka yang ada berada di bidang profesional tertentu.

Organisatoris lain baca ini: Profesi Akuntan, Syarat dan 6 Pembagian

Dapat kita simpulkan bahwasannya kode etik adalah sekumpulan dari beragam norma dan perilaku yang harus harus ada tindakan pengindahan, dari beberapa orang dalam suatu pekerjaan profesional tertentu.

Entah dalam bentuk tertulis, atau pun berbentuk lisan sekalipun. Lalu, bagaimana kode etik dalam dan luar negeri mengenai profesi dari akuntan tersebut?


Kode Etik Profesi akuntan Dunia dan Indonesia

Kode etik akuntan (Foto: mas-software.com)

Mengingat kita sudah membahas mengenai beberapa hal mengenai kode etik, tidak heran kemudian beberapa belahan wilayah di dunia termasuk Indonesia, memberikan gambaran atas beragam kode etik yang mereka buat untuk bidang yang profesional, seperti akuntan.

Kode etik akuntan di Indonesia sendiri, terdiri atas 3 hal, yang mana perlu adanya perhatian khusus bagi beberapa pekerja di bidang akuntan.

Entah mereka yang berada di ranah pemerintahan, publik, perusahaan, atau pun ranah lain yang masih termasuk dalam profesi akuntan.

Beberapa poin dari kode etik tersebut antara lain:

Prinsip Etika

Adalah beberapa poin yang terancang dan diberlakukan hanya untuk ranah Kongres saja. Dalam prinsip etika, terdiri atas integritas, objektivitas, kerahasiaan, kehati-hatian secara profesional, hingga kepada perilaku profesional dalam bidang akuntansi.

Hal tersebut secara tidak langsung, konsep daripada prinsip dasar etika, adalah untuk melindungi, mengidentifikasi, sampai mengevaluasi akan sebuah ancama yang dapat mengganggu prinsip dasar etika dari profesi akuntan.

Akuntansi Profesional di Bagian Publik

Untuk ranah ini, adalah terdiri atas beberapa dasar sebelumnya. Hanya saja lebih mengarah kepada bidang akuntan publik, dengan segala jobdesc-nya.

Akuntan publik harus bisa bertanggungjawab atas jobdesc yang berlaku untuk mereka, kemudian harus menjunjung tinggi integritas, mementingkan kepentingan publik, dan sebagainya.

Akuntan Bagian Bisnis

Dalam ranah bisnis, seorang akuntan bertanggungjawab dalam pelaporan keuangan penting bagi perusahaan tempat mereka bekerja.

Selain itu, mereka juga bertanggungjawab secara penuh mengenai managemen keuangan dari perusahaan. Kemudian bentuk daripada hukum antara seorang profesional akuntan bidang bisnis dengan organisasi atau perkumpulan tempat mereka bekerja.

Tidak ada pengaruh berarti, kepada kode etik yang menjadi tanggungjawab utama dari seorang akuntan di bidang bisnis.

Itulah sedikit dari pembagian kode etik yang sampai detik ini masih terpakai. Seiring berjalannya waktu, perubahan daripada sebuah aturan, akan terjadi sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.

Perubahan Aturan Kode Etik

Hal tersebut juga terjadi dalam perubahan kode etik untuk para akuntan profesional. Yang dirasa memang perlu adanya perubahan sedikit.

Tujuan dari perubahan tersebut, adalah memberikan penjelasan lebih gamblang, mengenai beragam jobdesc serta tanggungjawab mereka.

Pun dengan kode etik yang perlu mereka utamakan saat bekerja dalam bidang publik, bisnis, pemerintahan, dan sebagainya. Beberapa perubahan tersebut, antara lain:

Bagian Pendahuluan

Untuk bagian ini, ada beberapa perubahan yang perlu adanya perhatian khusus dari para profesional akuntan. Seperti di poin 100.1, dimana dalam bertanggungjawab di ranah publik.

Mereka bertanggungjawab untuk bertindak dalam ranah kepentingan publik. Dalam poin ini, tidak tercantum spesifikasi apa saja yang boleh ke dalam ranah kepentingan publik untuk para akuntan.

Kemudian dalam poin P100.63, ada perubahan bahwasannya semua yang bekerja dalam bidang akuntan secara profesional. Harus mematuhi kode etik yang ada, tanpa pengecualian.

Dimana jika sebelumnya, terdapat beberapa penjelasan, yang hampir sama intinya. Oleh karenanya untuk menyingkat, maka perubahan poin tersebut demikian.

Setelah itu bagian pendahuluan dasar daripada kode etik, di poin 100.3. A2, dihilangkan. Poin tersebut menjelaskan tentang penyaranan seorang akuntan kepada asosiasi profesi.

Jika seorang akuntan tersebut berada dalam keadaan yang tidak biasa. Ini berarti, beberapa keadaan tidak biasa tersebut, harus akuntan yang menanggung itu sendiri, entah bagaimanapun caranya.

Kerangka Kerja Konseptual

Adapun bagian lainnya yang dirubah, menurut organisasi resmi untuk para profesi akuntan. Ialah pada poin Kerangka Kerja Konseptual.

Dalam poin Persyaratan serta Materi Aplikasi, terdapat beberapa poin yang mengaturnya. Salah satu yang kemudian mendapati perubahan, adalah poin P120.5, tentang hal yang perlu seorang akuntan lakukan, ketika akan merancang kerja yang konseptual.

Poin yang berubah, adalah elemen B dalam poin P120.5, yang lebih prefer kepada seorang akuntan harus mempunyai sikap yang lebih profesional.

Kemudian masih dalam hal yang sama, di poin 120.5 – A3, berubah dan tergabung dengan poin sebelumnya, yakni 120.5-A5. Beberapa dari poin sebelumnya, terhapus juga menjadi beberapa bagian.

Perlu kita ketahui sebelumnya, bahwa poin tersebut, lebih mengarah kepada seorang profesional akuntan, dapat melakukan pertimbangan atas penerapan kerja yang konseptual. Dengan pertimbangan antara lain:

  1. Kemampuan serta keahlian seorang akuntan dalam pengambilan keputusan
  2. Adanya kebutuhan untuk berkonsultasi, mengenai keahlian serta pengalaman yang hampir relevan dari pihak lain.
  3. Konsep awal atau pun bias dari seorang profesional akuntan, bisa menjadi pertimbangan daripada sebuah pengambilan kesimpulan.

Itulah beberapa poin yang mendapat perubahan, dengan tujuan agar lebih simpel, serta dapat tercerna oleh para pekerja akuntan profesional, baik untuk akuntan publik, atau pun bisnis.

Isi Kode Etik Pekerja Bidang Akuntansi

Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa isi daripada kode etik yang perlu diperhatikan dari para profesional akuntansi. Hal tersebut bersifat wajib.

Dan perlu dihafalkan dalam setiap akan melaksanakan beberapa pekerjaan, terkait profesi akuntansi. Ini juga menjadi satu pembelajaran pertama kamu, yang mungkin ingin menjadi seorang akuntan. Entah melihat dari prospek kerja, atau pun sebagainya. Berikut isi kode etik:

Integritas

Untuk poin ini, lebih merujuk kepada seorang akuntan harus berperilaku jujur, adil, serta terus terang, mengenai hasil laporan keuangan kepada pihak yang terrkait, entah perusahaan, atau pihak ketiga yang berkaitan.

Seorang akuntan juga harus membatasi diri dari keinginan untuk lebih mementingkan keuntungan diri sendiri, ketimbang secara umum atau pun publik.

Intinya adalah, seorang akuntan harus melaporkan laporan keuangan secara jujur dan tidak boleh ada yang menutupi dari pihaknya. Membicarakan hal yang sesuai dengan fakta lapangan, dll.

Objektivitas dan Independen

Seorang akuntan tidak boleh berada pihak yang subjektifitas, yang kemudian akan menimbulkan keputusan dalam pelaporan keuangan, menjadi subjektifitas juga.

Pun seorang akuntan, tidak boleh terbentur akan beberapa kepentingan orang lain, terkait dengan laporan keuangan yang akan mereka laporkan kepada pihak yang berwenang, dan sebagainya.

Kompetensi serta Kehati-hatian

Untuk ranah ini, lebih kepada kemampuan daripada seorang akuntan, dalam menyusun beberapa laporan keuangan dengan memperhatikan beberapa poin secara detail.

Objektif, apa adanya, tanpa ada campur tangan dari seorang akuntan itu sendiri untuk bisa menyembunyikan hal negatif atau pun positif terkait laporan keuangan.

Agar dapat meninjau ada atau tidaknya kemampuan tersebut, biasanya para pelaku usaha akan meninjau dari latar belakangnya, serta pengalaman kerja pada bidang tersebut.

Poin Kerahasiaan

Kerahasiaan sangat penting untuk para akuntan dalam bidang mereka. Terutama dalam hal ini, adalah masalah informasi keuangan.

Maka, beberapa poin seperti menjaga kerahasiaan tentang informasi keuangan di tempat kerja, lalu menjaga kerahasiaan dari informasi yang ada oleh klien atau pihak perusahaan, dan lainnya.

Harus menjadi satu pedoman yang harus dipegang teguh oleh para pekerja profesional bidang akuntansi.

Perilaku yang Profesional

Dalam hal ini, seorang akuntan harus mematuhi kode etik serta peraturan dalam undang-undang mengenai pofesi tersebut.

Pun seorang akuntan tidak boleh melibatkan diri dalam sebuah bisnis tertentu, atau beberapa aktivitas bisnis yang berimbas pada nasib dari karir akutansinya.

Itulah beberapa pembahasan mengenai isi dari kode etik, yang sekiranya dapat menjadi satu pemahaman khusus untuk kalian yang berniat menjadi seorang akuntan.

Pelanggaran Kode Etik Yang Sering Terjadi

Pelanggaran kode etik (Foto: seputarilmu.com)

Mengingat dalam industri bidang akuntan adalah suatu ladang yang penuh dengan jaring serta rute jalan yang sangat beragam. Seseorang dapat melakukan hal yang menjadi satu “keuntungan” bagi mereka dengan mudahnya.

Tanpa melihat bagaimana imbas dari hasil yang mereka perbuat. Dan rasanya seperti sudah terbiasa dengan hal tersebut. Indonesia, bahkan dunia mempunyai kasus mengenai bidang akuntansi, hingga berujung menuntut sebuah pertanggungjawaban yang serius.

Seperti melansir dari cnbcindonesia, berikut beberapa pelanggaran yang sering terjadi

Menyajikan Laporan yang Tidak Sesuai

Hal tersebut tergambar dengan kasus daripada PT KAI Indonesia. Dimana pihak dari akuntan mereka, salah dalam mencatat kemudian menyajikan laporan keuangan.

Yang harusnya menjadi suatu kerugian, berubah menjadi suatu laba. PT KAI (Persero) tersebut, harusnya mendapatkan kerugian sampai dengan 63 miliar, namun dalam penyajian data, mereka mendapatkan keuntungan 6,9 miliar.

Laporan Keuangan yang Bermasalah

Kesalahan ini terjadi kepada PT Garuda Indonesia (Persero) yang beberapa waktu lalu pernah menjadi kisruh nasional, karena dua komisarisnya tidak mau menandatangani laporan keuangan.

Organisatoris lain baca ini: Persatuan Dokter Indonesia: Arti Hingga 9 Cara Daftar

Hal tersebut kemudian menjadi tanda tanya besar bagi beberapa pihak termasu Badan OJK. Hingga akhirnya menemukan, bahwasannya PT Garuda Indonesia (Persero) mempunyai permasalahan dalam pencatatan laporan keuangan di tahun 2018.

Yang kemudian harus adanya perbaikan segera, serta lakukan public expose agar beberapa pihak paham dengan permasalahan yang menjadi titik temu daripada PT Garuda Indonesia, dengan beberapa pihak keuangan lain.

Korupsi dan Manupulasi Data

Dimana kejadian ini menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Beberapa pihak terutama OJK, mengendus adanya ketidakberesan daripada laporan keuangan perusahaan tersebut.

Hingga kemudian pada tahun 2015 (kejadiannya tahun 2006) terbukti bahwasannya ada beberapa laporan keuangan yang dimanipulatif, terutama di bagian laba yang diperoleh.

Penutup

Itulah beberapa hal mengenai kode etik dari seorang akuntan, hingga kepada beberapa kasus di bidang tersebut yang pernah terjadi.

Dengan adanya beberapa poin tersebut, dapat menjadi satu kehati-hatian dalam diri, ketika akan menjadi seorang akuntan.

Terlihat mudah memang pekerjaannya, tapi, godaan jauh lebih menggiurkan dari yang dibayangkan. Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka:

  1. iaijabar.or.id
  2. iaiglobal.or.id
  3. iaiglobal.or.id/ file
  4. accurate.id
  5. repository.unikom.ac.id
  6. dosenpendidikan.co.id
  7. ubico.id
  8. cnbcindonesia