Definisi Organisasi Formal dan Non formal
Organisasi formal (Foto: triharyono.com)

Organisasi Formal dan Non Formal, Dengan 3 Ciri

Diposting pada

Tidak ada manusia yang terlepas dari kehidupan organisasi, baik formal maupun informal. Sebab hidup terorganisir sedemikian rupa.

Oleh: Riska Putri, Konsep – Organisasi.co.id

Pengertian organisasi, tujuan dan ciri dapat ditonton pada link berikut ini

Di masa pra sejarah, manusia berorganisasi untuk mempertahankan kehidupan.

Dengan bergerak dan bekerja sama, maka manusia bisa mendapatkan buruan, bercocok tanam, membangun tempat tinggal, dan membuat pakaian dapat terpenuhi. 

Kebutuhan manusia untuk membentuk organisasi besar, mulai muncul ketika diverensiasi pekerjaan meningkat.

Menurut Karl Wittfogel, proyek pembangunan irigasi di wilayah Mesopotamia dan Mesir yang melibatkan buruh dalam jumlah besar.

Menuntut adanya struktur kerja yang rapi.

Para petani akhirnya berserikat dan sepakat untuk membagi pekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang berbeda-beda. K

ota-kota di masa kuno kemudian memiliki divisi-divisi yang membagi pekerjaan buruh.

Hal ini yang menjadi cikal bakal terbentuknya ide tentang organisasi yang teratur dan stabil.

Alasan yang mendorong manusia modern untuk menciptakan dan bergabung dalam organisasi pun kian beragam.

Dari mulai mengangkat citra dan gengsi pribadi, memperluas jaringan pertemanan, mencari pekerjaan, hingga mencari jodoh. 

Perkembangan teknologi, budaya, politik, dan ekonomi dalam peradaban manusia, sangat mempengaruhi perubahan bentuk, tujuan, serta peran organisasi.

Baca juga organisasi: Pengertian Organisasi, Berorganisasi Dan Manfaat

Kemudian muncullah pembagian antara organisasi formal dan non formal. Apa perbedaannya? Mari kita bahas.

Pengertian Organisasi Formal

Menurut Louis Allen, organisasi adalah proses mengidentifikasi dan mengelompokkan pekerjaan untuk dikerjakan.

Di dalam organisasi terdapat juga pendelegasian tanggung jawab dan wewenang.

Organisasi menentukan hubungan antara anggota yang satu dan lainnya untuk mencapai efektifitas kerja yang tinggi.

Organisasi dengan status formal di tandai dengan adanya unsur-unsur yang menunjang jalannya organisasi.

Unsur tersebut di tetapkan dengan jelas dan tegas guna memastikan organisasi berjalan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya.

Organisasi Resmi
Organisasi Resmi Pemerintah Daerah (Foto: Prezi)

Organisasi dengan platform formal terdiri dari, yakni:

  1. Struktur organisasi
  2. Pembagian wewenang dan tanggung jawab
  3. Tujuan organisasi
  4. Pembagian tugas
  5. Kebijakan dan prosedur
  6. Memiliki saluran komunikasi
  7. Output atau produk/jasa yang di hasilkan

Organisasi jenis ini mulai muncul di era Revolusi Industri.

Di masa itu, baru segelintir orang saja yang memiliki mesin-mesin produksi karena harganya yang fantastis.

Akibatnya, muncullah strata sosial antara pemberi kerja (terdiri dari pemodal yang mampu membeli mesin) dan pekerja (yang mengoperasikan mesin).

Masalah muncul saat para pemberi kerja mulai berlaku sewenang-wenang.

Pekerja yang mayoritas terdiri dari wanita dan anak-anak, di pekerjakan selama 14-16 jam per hari di pabrik yang kotor, berisik, dan berbau busuk.


Keadaan miris ini mendorong munculnya ide agar para pekerja bersatu untuk menuntut kenaikan gaji serta perbaikan kondisi lingkungan kerja.

Organisasi buruh terus menjamur di berbagai penjuru Eropa dan teradopsi oleh para pekerja di negeri Paman Sam.

Meski bentuk dan struktur organisasi pada waktu itu belum sekompleks saat ini, tapi kemunculannya berhasil mengubah dunia.

Akibat tekanan organisasi buruh di berbagai daerah, akhirnya pemerintah di kedua benua tersebut menetapkan undang-undang perburuhan dan aturan keselamatan di tempat kerja.

Revolusi ini menjadi momentum dalam sejarah peradaban manusia dan mempengaruhi berbagai sisi kehidupan.

Hal ini membuktikan bahwa meski suara satu orang sangat berarti, suara persatuan dapat mengubah arah roda kehidupan.

Kelebihan Dan Kekurangan Organisasi Resmi

Di era modern, organisasi resmi di anggap paling efektif untuk mencapai tujuan bersama. Kelebihan dari organisasi ini, yakni:

  1. Pekerjaan yang sistematis membuat setiap sub organisasi dapat berfungsi dengan rapi dan lancar.
    Hal ini berefek pada meningkatkan kualitas pekerjaan yang di hasilkan
  2. Tercapainya tujuan organisasi
  3. Pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas kepada masing-masing anggota, meminimalisir terjadinya tumpang tindih (overlapping)
  4. Pekerjaan yang sama tidak akan dikerjakan dua kali
  5. Garis komando dan garis koordinasi antaranggota organisasi, menjadikan pengerjaan tugas lebih efektif dan terarah

Ibarat dua sisi mata uang, organisasi formil juga memiliki kekurangan.

Pada kondisi tertentu, bentuk organisasi jenis ini justru akan menghambat tercapainya tujuan.
Apa saja kekurangan organisasi formal? Berikut ini jawabannya:

  1. Garis komando dan koordinasi yang rumit dapat menghambat pengerjaan dan penyelesaian tugas
  2. Organisasi berbentuk formal seringkali terlalu fokus untuk mencapai tujuan sehingga mengabaikan kemampuan anggotanya dalam menanggung beban kerja dan beban psikologis.
    Hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan anggota dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan.
  3. Pada organisasi formal yang mendewakan hubungan top-down (bawahan hanya menunggu perintah dan arahan dari atasan), anggota tidak mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreatifitas dan bakat mereka

Definisi Organisasi Non Formal (Tidak Resmi)

Organisasi non formal dapat berarti sebagai perkumpulan yang terbentuk secara spontan antara beberapa orang.
Hubungan di antara anggotanya bersifat personal. Nilai dan minat yang sama adalah unsur yang menyatukan para anggota dalam organisasi ini.

Munculnya organisasi non formal terdorong oleh kebutuhan sosial dari masing-masing individu yang tidak puas dengan apa yang mereka dapatkan di dalam organisasi resmi.

Karena itulah, kedua jenis organisasi ini selalu hidup berdampingan.

Organisasi ini ibarat semen yang menyatukan batu bata dalam bangunan rumah.

Organisasi Arisan Ibu Cantik Dan Seksi
Bentuk wadah non formal, berupa Arisan Para Artis (Foto:INDTimes)

Ia mengisi celah yang tidak dapat terpenuhi oleh organisasi yang ormal sekaligus menyempurnakan organisasi itu.

Keberadaan organisasi tidak resmi juga berdampak positif terhadap meningkatnya efektifitas dan kepuasan para anggota organisasi resmi.

Para anggota organisasi non formal memiliki pemikiran, perasaan, dan minat yang sama lalu menjadikannya sebagai tujuan bersama. 

Namun mereka tidak di bebani tugas, tanggung jawab, dan konsekuensi yang berat maupun ketat.

Ciri Organisasi Tidak Resmi

Organisasi non formal memiliki ciri istimewa yang membedakannya dengan organisasi formal, antara lain:

Struktur Tidak Terencana, Tidak Tetap

Tidak ada struktur yang tetap dan tegas di dalam organisasi. Jika pun ada, struktur ini bersifat dinamis. Artinya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kesepakatan anggota.

Dijiwai Kebutuhan Sosial

Tujuan utama dari organisasi ini adalah memenuhi kebutuhan sosial dan personal para anggotanya. Mereka akan mendapatakan pertemanan, rasa cinta, dan dukungan moril di sini.

Arus Informasi dan Koordinasi Berjalan Bebas

Setiap anggota dapat menyampaikan informasi kepada anggota lainnya secara bebas tanpa harus mengikuti birokrasi yang rumit.

Antar bagian dapat bekerja sama tanpa harus menunggu arahan atau perintah dari atasan.

Organisasi ini cocok bagi kelompok individu yang menyukai dinamika dan fleksibilitas.

Selain itu, organisasi non formal juga memiliki kelebihan-kelebihan berikut ini:

  1. Informasi dapat tersebar dengan mudah di antara para anggota
  2. Para anggota dapat memenuhi kebutuhan sosial dan meningkatkan kesehatan psikologis
  3. Setiap anggota dapat menyampaikan kritik dan saran dengan bebas

Di sisi lain, fleksibilitas organisasi non formal melahirkan pula beberapa tantangan:

  1. Akibat arus informasi yang terlalu bebas, seringkali tersebar rumor atau gosip yang tidak pasti kebenarannya.
    Hal ini berpotensi besar menciptakan kebingungan dan merusakan kesatuan antaranggota.
  2. Struktur yang tidak tetap berpotensi menyebabkan tumpang tindih peran.
    Ketika datang waktunya untuk bekerja sama menjalankan suatu program, tidak ada orang yang mengarahkan atau bahkan terlalu banyak orang yang menjadi bos.
  3. Pada organisasi yang memegang nilai dan normanya secara ekstrim, para anggota akan sulit menolak perubahan
  4. Tingginya tingkat konformitas. Artinya, anggota yang minoritas (baik memiliki gagasan yang berbeda, gender berbeda, dan lainnya), tidak akan berani bersikap vokal.
    Para anggota menerima tuntutan sosial untuk menerima ketetapan mayoritas.

Contoh Organisasi Resmi

Hubungan Komunikasi Organisasi Formal
Salah Satu Bentuk Komunikasi dalam Organisasi (Foto: Istimewa)

Salah satu contoh sederhana dari organisasi resmi adalah sekolah.

Tujuan organisasi pendidikan ini adalah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak didik dan menjadikan mereka pribadi yang terpuji.

Untuk mencapai tujuan itu secara efektif, sekolah memiliki struktur yang jelas, yaitu terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staff, guru, dan murid.

Setiap anggota memiliki peran, fungsi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.

Kesemuanya itu tercantum dalam dokumen resmi dan harus dipenuhi oleh anggota.

Agar organisasi berjalan baik, sekolah menetapkan tata tertib yang tegas dan memiliki konsekuensi apabila anggota melanggarnya.

Contohnya apabila seorang siswa dating terlambat, maka ia harus menerima hukuman berupa keliling lapangan sambil bermandi keringat.

Contoh lain adalah pemotongan gaji bagi guru atau staff yang tidak berhasil memenuhi tugasnya.

Saluran komunikasi dapat berupa mading, surat, dan pengumuman lisan yang di sampaikan setiap upacara Senin.

Sementara output dari organisasi ini adalah lulusan yang memiliki pengetahuan dan kualifikasi yang mumpuni.

Selain sekolah, organisasi formal juga dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kita.

Kantor, bisnis, yayasan, dan lembaga swadaya masyarakat, adalah contoh lain organisasi resmi.

Organisasi formal yang terbesar dalam sejarah peradaban manusia adalah Negara.

Contoh Organisasi Non Formal

Satuan organisasi non formal terkecil dan paling awal di kenal manusia adalah keluarga.

Kelompok ini memenuhi syarat sebagai sebuah organisasi karena memiliki anggota, tiap anggota memiliki hubungan, memiliki aturan, dan tujuan yang dinamis.

Organisasi non formal juga selalu muncul di dalam organisasi formal. Contohnya grup arisan, tim futsal, atau tim senam di kantor.

Antardepartemen dalam suatu kantor juga biasanya memiliki perkumpulan khusus yang eksklusif dan bersifat personal.   

Paguyuban yang muncul di tengah masyarakat seperti remaja masjid, kelompok ibu-ibu pengajian, dan geng motor adalah contoh lain organisasi non formal.

Seiring perkembangan teknologi dan semakin banyaknya masyarakat yang terpapar internet, organisasi non formal pun semakin beragam.

Kita dapat menemukan dengan mudah kelompok-kelompok pemain game online, persatuan perantau Jawa di tanah Kalimantan yang muncul di Facebook, dan paguyuban lain yang di landasi kesamaan minat, latar belakang, serta nilai.

Baca juga: Organisasi Profesi, Definisi, Ciri Dan Daftar Yang Formal

Meski teknologi internet mengurangi intensitas manusia untuk berkomunikasi langsung dan menjalin hubungan personal di dunia nyata, manusia masih tetap berorganisasi di dunia maya. 

Hal ini membuktikan, tak peduli seberapa panjang umur peradaban manusia, makhluk sosial ini akan selalu memiliki kebutuhan untuk berorganisasi.

Hal ini di sebabkan kesadaran purba yang tertanam dalam otak manusia bahwa ia tidak dapat bertahan hidup seorang diri.

Daftar Pustaka

  1. Shinohara, Shugo. 2016. History of Organizations. America: Global Encyclopedia of Public Administration, Public Policy, and Governance, 1–5.
  2. Mescon, Michael H. 1959. Comments on Organization. The Journal of Educational Sociology, Vol. 33, No. 1
  3. Beritaku.Id
  4. Jurnal Manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *