Pelantikan organisasi pemuda partai sayap
Pelantikan sebuah pengurus baru (Foto: beritasatu.com)

Organisasi Pemuda Sayap Partai: Daftar Partai

Diposting pada

Organisasi pemuda sayap partai, merupakan salah satu organisasi bagian dari partai, politik, yang mana terdapat beberapa daftar, dari orde baru sampai dengan reformasi. Jadi, bagaimana jelasnya?

Diana Raharjanti Asih Pratiwi – Organisasi.co.id

Secara umum partai politik terdiri dari gabungan berbagai organisasi yang memiliki organisasi sayap atau laskar dan organisasi masyarakat (ormas) partai. Pembentukan organisasi sayap politik berdasarkan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga masing-masing partai politik ada dua cara antara lain:

  • Pembentukannya langsung oleh partai politik, organisasi sayap politik berada langsung dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga suatu partai politik..
  • Pembentukannya tidak langsung oleh partai politik, organisasi sayap politik yang terbentuk sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan partai di luar ART.

Organisasi sayap politik berperan aktif sebagai jembatan partai politik dan sumber massa bagi partai politik dalam menjangkau seluruh golongan masyarakat. Sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, organisasi sayap politik sebagai wadah dalam membina, mengembangkan dan memberdayakan komunitas partai politik.

Organisasi sayap partai politik harus bersama penyelenggara partai politik menyampaikan informasi benar kepada masyarakat terkait isu hoak yang beredar.

Mengklarifikasi kebenaran berita tentang tahapan pemilu, anggaran pemilu, pengadaan alat pemilu dan segala hal terkait persiapan penyelenggaraan pemilu. Isu hoak yang beredar meneror penyelenggara pemilu agar masyarakat tidak percaya terhadap kinerja yang telah terlaksana oleh para penyelenggara pemilu.

Sehingga pemilu dapat berjalan kondusif, jujur dan adil menjadikan hasil pemilu terselenggara dengan legitimasi kuat dari rakyat melalui tindakan preventif.

Organisasi Pemuda Sayap Partai (PPP, Golkar Dan PDIP)

Organisasi pemuda sayap partai untuk Indonesia
Organisasi kepemudaan untuk Indonesia (Foto: goodnewsfromindonesia.id)

Jenis sayap partai di luar ART partai Golkar antara lain:

  • Sentra Organisasi Karyawan Seluruh Indonesia (SOKSI),
  • Gerakan Karyawan Republik Indonesia (GAKARI),
  • Badan Pembina Potensi Karya (BPPK),
  • Koperasi Simpan Gotong Royong (KASGORO), dan
  • Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Sekretariat Bersama Golkar (Sekber Golkar) mula pertama sebutan partai Golkar. Organisasi sayap pemuda pada masa Orde Baru antara lain:

  • Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI),
  • Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI),
  • Pemuda Pancasila (PP), dan
  • Ikatan Pemuda Karya (IPK).

Organisasi pemuda keagamaan membantu berdirinya partai Golkar yaitu Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (AMMDI) menjadi salah satu organisasi massa dakwah. Kumpulan pemuda menjadi kader pemahaman dan konsentrasi pada keagamaan, memiliki kemampuan keislaman, kenegarawan dan menjadi politisi Golkar religius nasionalis.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga memiliki organisasi sayap atau organisasi massa di berbagai daerah.  Organisasi sayap partai politik pada dasarnya mempunyai nilai positif dalam aksi kemanusiaan, seperti donor darah, bakti soaial dan lain sebagainya.

Organisasi sayap partai dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yaitu:

  • Gerakan Pemuda Ka’bah (AMK),
  • Himpunan Muda Ka’bah (HMK),
  • Hamka Darwis,
  • Laskar Hizbullah, dan
  • Barisan Muda Ka’bah (BMK)

Organisasi sayap partai politik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang termasuk salah satu militan yaitu organisasi massa Tentara Langit.

Muncul premanisme politik pasca runtuhnya kekuasaan orde baru karena keanggotaan legislatif dari preman yang hanya memiliki basis massa kuat. Premanisme politik berupaya menekan masyarakat umum dengan ancaman dan sogokan tanpa adanya kemampuan dalam berpolitik yang dapat merusak tatanan kehidupan.

Pemuda sebagai penerus potensial dan sumber insani pembangunan bangsa menjadi harapan dalam melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa mengikuti perkembangan jaman. Persoalan yang terjadi kenakalan remaja, ketidakpatuhan pada orang tua atau guru, kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram pada kalangan pemuda.

Nilai-nilai dalam masyarakat berbenturan dengan masalah kepemudaan yang terjadi, karena faktor pendewasaan dan psikologis serta kemandirian dalam hal ekonomi.

Suatu proses perkembangan manusia secara biologis yang mana muncul persoalan menyangkut tidak satu pikiran antara aspirasi pemuda bertentangan dengan generasi tua. Hal ini akan memunculkan konflik antar manusia adanya asumsi pokok kepemudaan beranggapan fragmentasi dan pola pemikiran generasi tua dibalik tradisi.

Organisasi Pemuda Sayap Partai

Organisasi pemuda sayap partai (Foto: pantaugambut.id)

Jenis ini tidak dapat terlepas dari fungsi membangun hubungan interaksi dan komunikasi dengan mentransfer ideologi dan gagasan partai. Peran strategis organisasi sayap partai politik yaitu:

  1. Penghubung partai politik dengan kelompok pemilih dapat berbentuk organisasi perempuan, pemuda, serikat buruh, keagamaan dan sosial lainnya.
  2. Melaksanakan program kerja partai politik secara umum tidak terjangkau melalui struktur inti partai politik, dan
  3. Membangun komunikasi politik.

Hubungan antara organisasi sayap partai dengan partai politik mempunyai peran penting dalam mensukseskan agenda partai politik, sehingga terbangun hubungan baik. Metode top down berlaku bagi partai politik di Indonesia menjadikan organisasi sayap partai sebagai obyek bukan subyek dalam mendukung kepentingan partai.

Peran organisasi sayap partai sebagai instrumen penting menarik simpati dan dukungan upaya implementasi, sosialisasi maupun diseminasi program dan kebijakan partai.

Partai politik dalam pengambilan kebijakan terlebuh dahulu dengan memberikan kesempatan urun rembug berperan aktif menyerap aspirasi anggota organisasi sayap partai. Cara ini sebagai perwujudan partai politik telah membangun komunikasi dan hubungan baik dengan organisasi sayap sebagai subyek kepentingan partai politik.

Pembangunan militansi partai menjalin hubungan atau kemitraan baik dengan organisasi sayap partai melalui kaderisasi, melakukan transfer informasi arah kebijakan partai. Pendidikan intelek, melatih ketrampilan usaha lebih pas dalam organisasi kepemudaan daripada barikade militeristik mendisiplinkan ketentaraan dapat menebar konflik antar kelompok.

Secara konstituen, organisasi sayap partai memiliki hubungan dan bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat dalam rangka memperkuat demokrasi berdasarkan hukum. Fenomena yang terjadi mundurnya sejumlah anggota organisasi sayap partai karena pemikiran yang berseberangan dengan partainya membuat ketidakharmonisan hubungan antar keduanya.

Fungsi dari Organisasi Sayap

Organisasi sayap partai fungsinya membangun hubungan interaksi dan komunikasi dengan partai politik mentransfer ideologi dan gagasan dalam sistem politik demokrasi. Kaderisasi partai politik di Indonesia mengedepankan prinsip transparansi, partisipasi dan pembangunan militansi dalam hubungan baik organisasi sayap dan partai politik.

Keberadaan partai politik untuk mewujudkan tatanan kehidupan negara dari sekumpulan orang sebagai wadah melakukan aktivitas memperjuangkan dan membela kepentingan politik. Peran partai politik perlu membentuk kelembagaan sebagai tempat atau wadah aspirasi dan rekruitmen  politik memiliki kader berkualitas dalam kompetisi politik.

Penguatan partai politik baik secara internal maupun eksternal melakukan ekspansi melalui organisasi sayap dalam penguatan proses kaderisasi dan struktur partai. Organisasi sayap ini sebagai jembatan menjangkau seluruh golongan masyarakat seperti pemuda, buruh, perempuan dan petani yang merupakan sumber massa organisasi.

Jenis ini berperan aktif membina, mengembangkan dan memberdayakan komunitas sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi, merumuskan solusi dan langkah efektif. Organisasi pemuda harus mampu memetakan potensi berkaitan dengan pemenangan pemilu, dimana kelompok pemilih muda menjadi lumbung suara oleh partai politik.


Hal tersebut menjadi sumber penting melakukan rekruitmen dan kaderisasi partai politik upaya implementasi, sosialisasi dan deseminasi program dan kebijakan partai. Sebuah organisasi sayap penting untuk menarik simpati dan dukungan massa pemenangan pemilu dan sosialisasi kebijakan partai, relasi dengan organisasi massa.

Organisasi sayap juga bisa membangun komunitas cendekiawan sesuai keilmuan bergabung dengan satu kekuatan politik tertentu dapat transformirkan kepada kader partai.

Dengan demikian dapat tercipta kader partai politik berkarakter, berwawasan, cerdas, integritas dan bersih dari tindak korupsi serta memiliki sikap negarawan. Seorang negarawan lebih mendahulukan kepentingan nasional atau rakyat, berbeda dengan seorang penguasa yang lebih mementingkan diri sendiri, keluarga dan golongan.

Nasdem, PKB, PKS, Gerindra, Demokrat, PAN, Hanura, PBB dan PKPI

Contoh logo beberapa partai (Foto: lipi.go.id)

Mobilisasi organisasi sayap dilakukan oleh partai politik, lingkungan DPR juga menjadi ajang gerilya organisasi sayap pemuda partai politik di Indonesia. Organisasi pemuda sayap partai politik seperti antara lain:

  • Forum Pemuda Partai (FPP),
  • Barisan Muda PAN,
  • Pemuda Bulan Bintang,
  • Barisan Muda Damai Sejahtera,
  • Pemuda Demokrasi Kebangsaan,
  • GMPI serta Taruna Merah Putih, dan
  • Gema Keadilan.

Konflik organisasi sayap partai, banyak tidaknya atau kuat tidaknya tidak berpengaruh pada besar kecilnya perolehan suara partai politik saat pemilu. Dengan demikian kinerja organisasi sayap partai politik relatif tumpul menjadi pajangan tanpa struktur kerja yang jelas melainkan kepentingan partai politik.

Kelemahan partai politik di Indonesia belum berhasil menjalankan fungsi esensial dengan baik diantaranya sosisalisasi (pendidikan) politik, partisipasi politik dan rekruitmen. Peran partai politik dalam rekruitmen dapat terlihat dari pemerintahan, yang mana semua jabatan politik yang berasal dari partai politik pemenang pemilu.

Partai politik yang mendesain, mengelola dan mengembangkan organisasi sayap supaya memberikan dukungan suara ke partai politik dengan memposisikan kinerja kader.

Menuntut kemampuan kinerja kader partai politik agar mampu membangun kepercayaan publik dalam kancah politik dan mendukung partai politik yang dibawanya. Maka dari itu partai politik dan organisasi sayap tidak perlu bekerja keras menarik dukungan suara meraih kemenangan dalam pemilu selanjutnya.

Pembentukan organisasi sayap sebagai kepanjangan tangan partai politik dalam menyentuh kepentingan masyarakat sesuai dengan segmen pemilih. Organisasi sayap dijadikan pijakan atau tolok ukur oleh kader partai pada saat ingin meniti karier dalam dunia politik lebih tinggi.

Peran Penting Organisasi Sayap Partai

Menjadi bagian dari partai politik menjadikan organisasi sayap tidak terpisahkan dalam melaksanakan fungsinya, maka relasi partai politik dan organisasi sayap. Oleh karena itu organisasi sayap partai dan pertai politik memiliki peranan seperti induk dan anak dalam dunia politik di Indonesia.

Eksistensi organisasi sayap tergantung dari desain dan pengelolaan sumber daya yang ada dalam partai politik agar berimplementasi tujuan partai politik.

Dalam rangka penguatan partai Gerindra turut membentuk organisasi sayap terutama kebutuhan partai terhadap kaderisasi sebagai sarana rekrutmen dan pendidikan politik.

Pelaksanaan peran dan fungsi organisasi sayap partai Gerindra masih bersifat parsial, tidak intensif dan sistematis, sehingga belum efektif terhadap kaderisasi politik Kaderisasi politik perlu mempersiapkan kurikulum kaderisasi politik yang jelas dan sistematis.

Partai NasDem memiliki organisasi sayap bernama Garda Pemuda NasDem beranggotakan generasi muda seluruh pelosok Indonesia dengan bekal berbagai kebutuhan. Pelantikan struktur Garda Pemuda NasDem dengan nama Barisan Reaksi Cepat (Baret) pada tanggal 25 Oktober 2018 di Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara. 

Hampir setiap partai politik membentuk organisasi sayap partai pasca reformasi menjadi alasan untuk mempertahankan eksistensi mendapatkan kekuasaaan melalui mekanisme pemilu. Terbentuknya organisasi sayap partai sebagai bentuk eksistensi berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan tujuan.

Daftar Pustaka

  1. https://id.wikipedia.org
  2. https://translate.google.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *