Organisasi tradisional dan modern
Organisasi tradisional dan modern (Foto: intipesan.com)

Organisasi Tradisional dan Modern: Pengertian dan Jenis

Diposting pada

Organisasi tradisional dan modern, dua jenis yang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, bagaimana penjelasan dan jenisnya?

Luluk Fadiyah – Organisasi.co.id

Masih membahas seputar organisasi, jadi organisasi itu terbagi menjadi dua, yaitu organisasi tradisional dan organisasi modern. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurang masing-masing. Sebelum membahasnya terlalu jauh masih ingat tidak organisasi itu apa?

Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat untuk berkumpulnya seseorang atau kelompok dengan tujuan yang sama dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.

Menurut Boone dan Katz, organisasi adalah suatu proses yang tersusun dari orang-orang atau kelompok-kelompok yang saling berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan.

Organisasi mempunyai 3 elemen pokok, yaitu :

  1. Adanya interaksi antar manusia
  2. Suatu kegiatan yang memiliki tujuan
  3. Adanya struktur organisasi yang jelas

Sebuah organisasi harus memiliki kejelasan terhadap visi dan misi yang akan tertarget, sehingga masing-masing anggota dapat dengan mudah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, selain harus memiliki visi misi yang jelas juga harus memiliki struktur jabatan yang jelas, sehingga pembagian tugas dapat dilakukan dengan baik berdasarkan jabatan yang dimiliki.

Teori Organisasi Tradisional dan Modern

Organsasi tradisional dan modern memiliki perbedaan masing-masing
Contoh organisasi modern (Foto: pendidikanekonomi.com)

Adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi dan aturan yang saling berhubungan untuk menghadirkan sebuah pandangan nyata terhadap suatu kejadian nyata. Teori organisasi tradisional terkenal juga dengan teori organisasi klasik atau teori mesin.

Atau teori klasik mulai berkembang dari abad ke-19, teori ini menjelaskan bahwa dalam sebuah organisasi yang terpusat dengan tugasnya yang terspesialisasi.

Serta memberikan petunjuk yang sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku dan tidak mengandung kreatifitas.

Menurut teori organisasi tradisional, organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain pada saat orang bekerja sama.

Organisasi tradisional mempunyai unsur-unsur pokok yang akan selalu muncul dalam organisasi formal antara lain :

  • Sistem kegiatan yang terkoordinasi, termasuk pembagian  kerja
  • Kerjasama
  • Saling melayani
  • kedisiplinan
  • Kekuasaan dan kepemimpinan
  • Kelompok orang

Sedangkan teori modern mulai berkembang pada tahun 1950 akibat dari adanya ketidaksesuaian dan dipandang sudah kunonya organisasi tradisional sebelumnya. Teori modern juga terkenal dengan teori terbuka atau teori analisa sistem, yang mana teori ini muncul dari perkembangann teori tradisional.

Teori modern menggambarkan bahwa semua unsur organisasi merupakan satu kesatuan yang saling bergantung satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Organisasi modern bukan lagi organisasi yang eksklusif atau organisasi yang tertutup, organisasi modern sudah menjadi organisasi yang terbuka dan bersifat fleksibel.

Organisasi modern saling berkaitan dengan lingkungan, oleh sebab itu manusia yang ingin bertahan hidup harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Dapat kita lihat saat ini banyak organisasi-organisasi modern yang keberadaannya sukses mendapat penerimaan dari masyarakat dan memberi imbal positif terhadap lingkungan.

Karena adanya penyesuaian yang berlaku seiring dengan perkembangan zaman.

Sejarah Adanya Organisasi Formal (not related)

Teori organisasi modern dan tradisional (Foto: duniamanjemen.com)

Adalah organisasi yang memiliki struktur jabatan dan tugas yang jelas serta mempunyai visi misi yang jelas. Organisasi formal menggambarkan serangkaian pola hubungan antara tugas dan tanggung jawab dari masing-masing anggota.

Organisasi formal harus mempunyai tujuan yang jelas atau sasaran yang jelas, hal ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan terkonsep.

Contoh dari organisasi formal yaitu Perseroan Terbatas (PT), lembaga milik negara, lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, lembaga perekonomian, dan masih banyak lainnya. Organisasi formal mempunyai tiga unsur pokok :

  1. Sistem kegiatan yang terkoordinir
  2. Kerjasama dalam mencapai tujuan
  3. Sekelompok orang atau anggota

Adapun ciri-ciri dari organisasi formal yaitu :

  1. Tujuan atau rencana yang jelas dengan pembagian tugas untuk masing-masing anggota secara menyeluruh dan merata.
  2. Adanya pengelompokan anggota berdasarkan jabatan, sedangkan kenaikan jabatan menggunakan sistem senioritas. Yang mana posisi atas akan menjadi tanggungjawab melalui tahap yang ada di bawahnya terlebih dahulu (merangkak).
  3. Adanya aturan yang membatasi perilaku dan cara kerja anggota, sehingga setiap tugas yang menjadi mandat kepada anggota akan mudah dalam kontrolisasinya.

Ciri-Ciri Konsep Organisasi

Ciri dari organisasi tradisional dan modern
Ciri konsep organisasi (Foto: ilmu-ekonomi-id.com)

Setiap organisasi mempunyai keunikan antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lainnya, keunikan tersebut terkenal dengan ciri suatu organisasi.

Ciri-ciri dari suatu organisasi biasanya terpengaruh oleh keadaan lingkungan dan keadaan sosial dari keberadaan organisasi tersebut. Terlepas dari ciri-ciri yang ada oleh masing-masing organisasi, setidaknya organisasi yang baik akan memiliki ciri-ciri umum seperti :

Memiliki Anggota

Ciri umum suatu organisasi yang pertama adalah memiliki anggota, anggta suatu organisasi dapat terdiri dari sekelompok orang atau bahkan sekelompok organisasi. Masing-masing anggota yang berada dalam sebuah organisasi memiliki jabatannya tersendiri.

Masing-masing organisasi mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan anggota, antara organisasi yang satu dengan yang lain juga tidak dapat menyamaratakan dalam pemilihan anggota.


Memiliki Visi dan Misi

Memiliki visi dan misi yang jelas juga merupakan ciri-ciri organisasi yang baik, dengan adanya visi dan misi maka tujuan yang hendak menjadi target oleh organisasi akan ada kejelasan.

Upaya yang hendak terlaksana dalam meraih tujuan tersebut juga jelas sehingga dalam pelaksanaannya akan lebih efisien.

Visi sebuah organisasi harus digencarkan agar setiap anggota yang ada di dalamnya ikut serta dalam proses mewujudkannya. Begitu juga dengan misi, berlaku dalam sebuah organisasi agar upaya-upaya yang akan berlangsung oleh organisasi memiliki kejelasan dan dapat terlaksana dengan efisien.

Adanya Kerjasama yang Baik

Masing-masing anggota dalam organisasi hendaknya memiliki rasa sadar yang tinggi terhadap tanggung jawabnya dalam suatu jabatan yang mereka miliki.

Antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya saling memiliki ketergantungan dan dengan tujuan akhir yang sama, untuk itu butuh kerjasama yang baik antar anggota agar tujuan yang hendak tercapai dapat segera terealisasikan dan tanpa mendapat suatu kendala yang berarti.

Memiliki Aturan yang Berlaku

Suatu organisasi yang baik juga harus memiliki kekuatan hukum dalam mengatur dan mengontrol seluruh anggota di dalamnya termasuk semua kegiatan-kegiatan yan ada di dalamnya.

Kekuatan hukum yang dimaksud adalah kekuatan yang dapat diakui secara sah oleh undang-undang yang berlaku dan memiliki kekuatan penuh dalam mengatur segala kegiatan yang ada dalam organisasi.

Rancangan aturan berlaku untuk seluruh anggota dalam organisasi, apabila menemukan adanya anggota yang melanggar atau tidak mengindahkan aturan tersebut maka pihak yang berwajib dapat mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan yang telah berlaku dalam organisasi tersebut.

Pembuatan aturan tidak boleh hanya berlandaskan suka atau tidak suka, melainkan harus mengacu pada melindungi organisasi dan tetap menjamin anggota serta bersumber dari aturan perundang-undangan yang berlaku.

Perbedaan Organisasi Tradisional dan Modern

Perbedaan organisasi tradisional dan modern Foto: (samahitawirotama.com)

Organisasi tradisional dapat berarti sebagai sebuah sistem tertutup yang menempatkan para anggota di bawah kendali penuh manajemen, artinya anggota tidak memiliki kekuatan apapun dalam sebuah organisasi.

Keputusan selalu atas persetujuan dari manajemen saja, lebih berorientasi pada hasil dan tidap terlalu perduli dengan anggota yang terlibat di dalamnya.

Sedangkan organisasi modern adalah sebuah kumpulan orang atau kelompok yang melakukan sebuah kegiatan dengan sadar dan di bawah koordinasi dari organisai untuk mencapai sebah tujuan utama dari organisasi. Dalam hal ini anggota ikut terlibat dalam pengambilan kebijakan suatu organisasi.

Sehingga tidak lagi bersifat kaku dan lebih fleksibel dengan kondisi yang terjadi saat itu. Kedua organisasi tersebut memiliki beberapa perbedaan yang cukup jellas, perbedaan-perbedaan tersebut adalah :

Organisasi TradisionalOrganisasi Modern
Bersifat stabilBersifat dinamis
Tidak fleksibel dalam suatu kondisi dan lingkungan sekitarBersifat fleksibel terhadap kondisi yang terjadi dan dalam lingkungan dimana organisasi tersebut berada
Orientasi utama terhadap individuSuatu pekerjaan akan didefinisikan sebagai tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pihak yang berwewenang
Berorientasi terhadap pekerjaanKeterampilan lebih diutamakan dalam mengerjakan sebuah pekerjaan
Lebih terhadap memerintah kepada anggotaPengelolaan terhadap tim lebih diutamakan
Hanya manajer yang dapat membuat keputusanSeluruh anggota ikut terlibat dalam kegiatan pengambilan keputusan
Pelaksanaan pekerjaan hanya dilakukan pada jam operasional yang telah ditentukanPekerjaan dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun
Hubungan bersifat hirarkisHubungan bersifat dua arah dan terarah
Lingkungan kerja yang bersifat homogenLingkungan kerja yang bersifat heterogen
Memusatkan pandangan terhadap analisa dan deskripsi organisasiLebih menekankan pada perpaduan dan perancangan, sehingga bersifat menyeluruh
Konsep yang dibahas adalah koordinasi, scalar dan vertikalBersifat dinamis, sangat kompleks, multilevel, multidimensi dan banyak yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan

Penjelasan Tentang Perbedaan Organisasi Tradisional dan Modern

Beberapa perbedaan organisasi modern dan tradisional (Foto: berbagaistruktur.blogspot.com)

Berdasarkan beberapa perbedaan yang telah terpaparkan, sebenarnya perbedaan yang paling mendasar dari organisasi tradisional dengan organisasi modern terletak pada kekuatan organisasi mengatur segala kegiatan yang akan terkoordinasi.

Untuk saat ini, organisasi modern lebih cocok berlaku dari pada organisasi tradisional, sebab organisasi tradisional dianggap kaku dan kuno. Organisasi modern mudah mendapat penerimaan dari masyarakat, terutama generasi milenial.

Generasi milenial cendenrung tidak terlalu suka mendapat kekangan dan menyukai kebebasan, sehingga organisasi modern akan lebih cocok.

Sebab organisasi modern akan melibatkan anggotanya dalam mengambil sebuah keputusan, hal tersebut tentu saja sangat mendukung dengan kondisi generasi saat ini yang umumnya menyukai tantangan kebebasan.

Namun untuk tetap menjaga suatu organisasi, meskipun anggota ikut terlibat dalam pengambilan sebuah keputusan harus tetap memperhatika aturan-aturan yang berlau.

Fungsi dari hal tersebut agar seluruh saran dan masukan yang terlontarkan oleh anggota tidak langsung berlaku sebagai pengambilan keputusan, melainkan harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku dan tujuan apa yang hendak terwujud oleh organisasi.

Organisasi menurut jamannya memiliki pertumbuhan yang cukup signifikan sesuai dengan kondisi yang ada, hal tersebut sangat menarik untuk dibahas.

Pada suatu masa pasti memiliki keberagaman pola pikir dan kondisi masyarakatnya pada umumnya akan mengalami peningkatan, untuk itu suatu organisasi jika ingin bertahan harus ikut menyesuaikan dengan berkembangnya jaman.

Hal tersebut akan memberi kemudahan pada organisasi untuk tetap bertahan dari suatu masa ke masa yang berikutnya.

Demikian sedikit penjelasan seputar Organisasi Tradisional dan Organisasi Modern berdasarkan pengertiannya dan beberapa contohnya.

Pada dasarnya sebuah organisasi akan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan jaman. Sebab organisasi yang baik harus dapat menjaga keberlangsungan organisasi untuk jangka yang panjang, sehingga penyesuaian terhadap lingkungan sangat perlu agar tidak bersifat kaku dan mengikat.

Daftar Pustaka:

  1. https://brainly.co.id
  2. https://organisasi.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *