Organisatoris
Definisi aktivis (Foto: arahjaya.com)

Organisatoris dan Aktifis: Definisi, 2 Aspek

Diposting pada

Organisatoris dan aktivis, adalah dua hal yang mempunyai peran penting di dalamnya. Mereka bergerak, dan mementingkan orang banyak ketimbang diri mereka sendiri. Berikut tentang persamaan dan perbedaan keduanya.

Ayu Maesaroh, Konsep Organisasi – organisasi.co.id

Menjadi seorang aktifis, siapa yang tidak ingin menjadi orang atau posisi tersebut? Orang yang begitu intelek. Dengan segala pengalaman kepemimpinan yang mereka miliki.

Mereka bahkan tidak segan untuk turun ke lapangan, mencari keadilan. Dengan berdasarkan atas gaungan dan rintihan para pencari keadilan dalam segala fenomena yang terjadi di wilayah tercinta.

Atas nama bangsa dan negara. Para aktifis rasanya mengemban amanah begitu besar. Ada begitu banyak orang dan ukuran tangan, meminta untuk bantuan.

Mencari keadilan untuk mereka. Tapi di sisi lain, seorang aktifis juga dituntut untuk berfikir kritis, menanggapi berbagai ilmu yang menjadi santapan sehari-hari di bangku perkuliahan.

Melihat dari berbagai sisi, mendengar dari sana-sini, untuk mendapatkan ilmu yang seutuhnya. Itu, adalah seorang aktifis, yang memang, mereka benar adanya demikian.

Tapi, tidak sediki dari kalangan mereka, hanya menginginkan sebuah relasi. Di masa depan, agar nantinya mereka terbantu, dari tangan-tangan sang kuasa.

Agar nantinya mereka dapat hidup dengan melenggangkan langkah, dan terbalut dalam sebuah nama previllage, atau keberuntungan.

Namun, bukan hanya istilah itu saja yang kemudian eksis di lingkungan para kritikus, yang berorganisasi. Ialah menjadi seorang organisatoris.

Mereka juga mempunyai peran penting dalam memajukan organisasi yang mereka bangun. Dengan beragam diskusi yang ada.

Melahirkan sudut pandang lain, mengenai berbagai fenomena yang ada di dalam hidup kita. Dan secara tidak sadar. Alam bawah sadar pun akhirnya bergerak.

Berkata, bahwa mereka adalah seorang organisatoris, aktivis, yang kemudian mempunyai tanggungjawab masing-masing dalam bidang.

Tapi, apa perbedaan dari kedua istilah tersebut? Berikut beberapa pembahasannya.

pengertian Organisatoris dan Aktifis: Persamaan dan Perbedaan

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa kedua istilah tersebut, sebenarnya mempunyai pengertian yang hampir sama. Yang membedakan adalah cakupan wilayah atau ranah yang bisa mereka jamah.

Pun jika kita pahami kembali, untuk aktivis sendiri ranahnya bisa lebih luas, ketimbang dari seorang organisatoris tersebut.

Yang mana beberapa ranahnya memang tidak bisa terjamah, selain oleh para aktivis yang ada. Tapi, hal tersebut pun kadang menjadi rancu. Membuat bingung bagi beberapa orang.

Organisatoris lain baca ini: Membuat Struktur Organisasi Excel dan Word: 8 Cara

Menurut KBBI sendiri, kata “aktivis” memiliki arti yakni sebagai orang, entah wanita, pria, muda, tua, dan sebagainya. Yang aktif dalam menjalankan berbagai hal yang menyangkut dengan organisasi mereka.

Pun ada arti lainnya, yakni seseorang yang bergerak. Contohnya seperti para demonstran, dan sejenisnya. Berbeda halnya dengan kata “organisatoris” ini.

Yang mana lebih mengartikan kepada orang yang memang ahli dalam berorganisasi. Dalam hal ini adalah mengenai beberapa hal tentang organisasi yang mereka ikuti.

Dan ranahnya pun berada pada cakupan di organisasi tersebut saja. Jadi, keduanya hampir sama, yang membedakan hanya ranah, dan job desc mereka saja.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa pembahasan mengenai kedua istilah tersebut.

Pengertian Organisatoris dan Aktifis

Definisi organisatoris
Aktivis dan organisatoris (Foto: m.kaskus.co.id)

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwasannya antara kedua istilah tersebut, merupakan gelar bagi mereka, yang aktif dalam organisasi, dan juga berkontribusi bagi orang-orang di sekitar mereka.

Melalui organisasi yang mereka buat atau ikuti. Namun, untuk aktivis sendiri, mereka mendapatkan crush yang lebih dari berbagai pihak.

Mengingat bukan hanya pada organisasinya saja yang mereka harus aktif, pun di masyarakat secara luas. Bahasa kerennya adalah, mereka merupakan agent of change.

Yang mana bisa memposisikan diri sebagai orang yang haus akan keadilan. Mencari kebenaran atas semua fenomena di negeri.


Tidak heran jika mereka para aktivis akan dengan tidak segan untuk turun ke lapangan, ke jalan, membentuk para demonstran untuk menuntut keadilan.

Mereka layaknya sedang berjuang untuk menghentikan para wakil rakyat yang tingkahnya sudah kelewatan. Sudah mendapat peringatan, namun tidak mau berhenti, melangkah mundur sejenak.

Agar bisa lebih mengerti, dimana titik kesalahan yang telah mereka perbuat.

Berbeda dengan organisatoris. Yang mana mereka hanya pada satu lingkup organisasi saja. Berada pada titik managemen dan keahlian yang dibutuhkan.

Sehingga dapat memajukan kesejahteraan dari organisasi tersebut. Untuk hal ini, biasanya lebih kepada mereka yang berada dalam satu perusahaan, atau organisasi besar yang memang mempunyai bidang mereka masing-masing.

Ciri-ciri Seorang Organisasitoris

Sejalan dengan hal tersebut, ada beberapa ciri yang menjadi patokan untuk kita, bisa melihat mana yang seorang aktivis, dan mana yang seorang organisatoris.

Yang pasti, seorang organisatoris, mereka mempunyai keahlian tersendiri dalam suatu bidang pada organisasi tertentu. Kemudian mereka bisa mengembangkan diri sendiri, sesuai dengan keahlian pada bidang tersebut, secara maksimal.

Mereka juga turut ikut berkontribusi, dalam memajukan kesejahteraan organisasi yang mereka ikuti. Dengan cara mereka menyumbangkan keahlian mereka, agar dapat menjamin kesejahteraan dari para anggota.

Jika kita bsia tarik kesimpulan, maka mereka yang pada kategori ini, adalah orang-orang yang sangat ahli dalam bidang mereka, hanya saja terbalut dalam sebuah organisasi.

Yang kemudian keahlian tersebut akan berdampak bagi banyak orang.

Ciri-Ciri Seorang Aktifis

Berbeda dengan ciri dari seorang aktivis. Mereka adalah orang-orang yang berangkat dari sebuah asa untuk bisa menyarakan keadilan bagi orang-orang yang haus akan ha tersebut.

Seorang aktivis bak orang yang menjadi ujung tombak dari orang-orang yang merasakan penindasan tidak wajar. dan hal tersebut terus berlangsung, menjadi isu publik yang memang harus mendapatkan penanganan.

Tak hanya itu. Para aktivis juga merancang berbagai kegiatan, yang dapat membantu orang-orang dalam sisi sosial mereka.

Entah dalam bentuk keadilan, sampai dengan kebutuhan sehari-hari mereka. Menjadi bukti tanda mengabdi kepada bangsa dan negara.

memperlihatkan betapa kejam dan tidak adilnya seseorang yang berada pada jabatan penting, namun tidak mau melihat sekitar, bagaimana orang lain berjuang mati-matian, demi sebuah keadilan yang sudah terjanjikan.

Itulah beberapa ciri dari seorang aktivis dan organisatoris. Keduanya sama penting, apalagi demi kemaslahatan orang banyak.

Ada amanah yang harus mereka tunaikan, sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing, di bidang yang digeluti.

Mengenal Wanita Aktifis Indonesia

Wanita aktivis (Foto: dunia.tempo.co)

Yang kemudian dari para aktivis tersebut, lahirlah beberapa orang yang kemudian maju, memberanikan diri untuk bisa mendapatkan keadilan, entah di mata hukum, ataupun masyarakat secara sosial.

Memperlihatkan bagaimana kejamnya dunia, yang tidak semua orang dapat tergerak hatinya, kemudian mereka dengan mudahnya, mengolok, membiarkan, hingga menganggap tidak penting, akan suatu hal yang memang perlu adanya keadilan.

Dari para orang-orang berdasi, berpakaian rapih, serta tekah bersumpah atas Tuhan dan orang-orang yang telah mempercayainya sebagai penegak keadilan.

Namun, sayang seribu sayang. Tidak sedikit dari mereka, yang kemudian berdalih, bersilat lidah, pura-pura lupa, ketika semua berada pada jalur yang salah.

Gelimang harta kemudian menutup mata mereka, menganggap hal yang sebenarnya fatal, menjadi sebuah kewajaran. Tidak perlu adanya tindakan serius, dalam memberantas permasalahan tersebut.

Jadi, berikut para wanita aktivis yang sampai sekarang, masih berpengaruh atas aksinya:

Suciwati

Pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Ia adalah seorang istri dari Alm Munir, yang sampai sekarang kasus kematian misteriusnya masih tidak ada titik terang sampai sekarang.

Bahkan, mungkin sudah dilupa oleh orang-orang berdasi sana. Menganggap hal tersebut menjadi angin lalu bagi mereka. Atau mungkin suatu hal yang memekikkan telinga mereka.

Wanita kelahiran Malang tahun 1968 ini, terus berjuang demi keadilan tersebut. Kasus dari Munir ini, terjadi pada tahun 2004 silam.

Sumarsih

Atau nama aslinya adalah Marina Catrina Sumarsih. Beliau adalah seorang aktivis yang memperjuangkan HAM untuk anak pertamanya.

Yang mana menjadi korban dari peristiwa 1998, saat itu Indonesia pada krisis moneter. Dalam aksinya, beliau dikenal sebagai aktivis yang sangat pemberani.

Bahkan beliau pernah menjadi sorotan media Indonesia, tentang aksi beraninya, yang beliau melempar telur ke tempat duduk dari salah satu fraksi menteri saat itu, pada tahun 2001.

Yang mana memutuskan bahwa pelanggaran HAM tersebut, bukanlah tindakan yang termasuk dalam pelanggaran HAM berat.

Veronica Kuman

Adalah salah satu perempuan yang juga memperjuangkan HAM untuk Papua. Yang kemudian pada waktu itu, ia mendapatkan berbagai penghargaan atas perjuangannya untuk Papua.

Organisatoris lain baca ini: Teori Manajemen Ilmiah: 3 Definisi, dan Aspeknya

Seperti dari organisasi Australia yakni ACFID, yang mana penghargaan tersebut bernama Sir Ronald Wilson Award. Namun, beberapa berita pun akhirnya menyoroti Veronica.

Yang mana menjadi salah satu penyebab kerusuhan dalam Papua pada tahun 2019. Dan sekarang masih menjadi buronan atau orang yang dicari.

Anis Hidayah

Namanya sudah melalang buana dan terkenal sebagai seorang aktivis sejati, ketika ia masih berada di bangku perkuliahan.

Pun sampai sekarang ia masih menjadi seorang aktivis, memperjuangkan HAM untuk orang-orang yang memang berada pada kasus tersebut.

Termasuk keadilan HAM untuk para perempuan, yang sampai sekarang masih merasakan ketimpangan dalam keadilan HAM di Indonesia.

Yuyun Wahyuningrum

Selanjutnya ada Yuyun Wahyuningrum, yang juga seorang aktivis HAM, namun beruntungnya, ia berada pada tingkat ASEAN.

Ia pun berkontrobusi di bidang tersebut, dan menjabat sebagai Human Right Working Room atau HRWR tingkat ASEAN, di awal 2010 sampai sekarang.

Ia pun menjadi orang yang berpengaruh dalam menegakkan HAM di tingkat ASEAN, dan salah satu keadilan yang sedang ia perjuangkan, ialah masyarakat Rohingya dari Myanmar.

Penutup

Itulan beberapa pembahasan mengenai organisatoris dan aktivis. Keduanya mempunyai peran penting dalam bidang masing-masing.

Mengutamakan kemaslahatan orang banyak, walaupun cakupannya berbeda. Pun dengan amanah yang mereka emban juga berbeda.

YAng satu hanya pada tingkat organisasi, dan yang lain ada pada orang-orang yang menggaungkan keadilan, atas sebuah peristiwa yang menimpa mereka.

Memang seorang aktivis bukanlah seorang jaksa, ataupun seorang hakim. Hanya saja, suara mereka lebih keras, dan akan dengan mudah mendapatkan perhatian dari sang pejabat.

Yang terus berlindung pada gedung emas, tidak mau keluar, bahkan mengurung mereka sendiri di gedung tersebut. Lalu, siapa yang harusnya kita tuntut?

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. Arti kata organisatoris
  2. Arti kata aktivis
  3. para aktivis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *