Profesi Akuntan
profesi akuntan (Foto: bisnismuda.id)

Profesi Akuntan: Definisi, Syarat dan 6 Pembagian

Diposting pada

Profesi akuntan, menjadi satu pekerjaan yang begitu menjanjikan di dunia kerja sekarang, namun juga menjadi satu persaingan sengit bagi mereka yang ingin mendapatkan suatu kesempatan. Berikut ulasan tentang definisi, syarat, hingga pembagian kerjanya.

Ayu Maesaroh, Profesi – Organisasi.co.id

Dalam beragam profesi, pastinya sebuah persyaratan, pengertian, hingga pada ranah kode etik, perlu adanya perhatian lebih agar nantinya saat seseorang berkecimpung dalam bidang tersebut.

Mereka akan lebih siap dengan beragam aturan yang ada, serta pemahaman mengenai profesi yang mereka jadikan sebagai pekerjaan utama mereka.

Termasuk dengan menjadi seorang akuntan. Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan, dan hal tersebut terangkum dalam kode etik yang ada.

Serta pemahaman lebih, ketika kemudian seseorang tersebut, ingin terjun dalam dunia profesionalisme akuntan.

Mengingat sebuah keseriusan adalah modal utama seseorang dapat menemukan apa yang mereka mau. Termasuk dengan kegigihan, kesungguhan, serta komitmen yang mulai harus tumbuh.

Jika tidak, maka jangan pernah menyalahkan hal yang seharusnya di dapat, namun dalam kenyataan hanya lalu lalang seperti kendaraan yang lewat, melaju dan tidak memperhatikan kanan dan kirinya.

Organisatoris lain baca ini: Syarat, Pengertian dan Tingkatan Badan Usaha

Jadi, berikut beberapa ulasan selengkapnya mengenai profesi seorang akuntan.

Pengertian Profesi Akuntasi

Dalam beberapa literatur, mengatakan bahwa pengertian profesi akuntansi, terbagi atas dua pembagian pengertian.

Yang pertama adalah definisi secara umum atau luas. Mendefinisikan bahwasannya profesi akuntansi, adalah sebuah pekerjaan dengan mengandalkan skill di bidang akuntansi.

Baik pada bidang akuntansi publik, serta internal yang berkaitan dengan sebuah perusahaan, kemudian di bidang perdagangan, dan sebagainya.

Sedangkan secara sempit, profesi sebagai akuntan, adalah sebuah hal yang dianggap sebagai ruang lingkup dari seseorang tersebut, yang berada dalam jabatan sebagai seorang akuntan.

Ruang lingkup pekerjaan tersebut antara lain: pekerjaan audit, akuntansi di bidang perpajakan, bidang manajemen, dan sebagainya.

Sejalan dengan hal tersebut, ada beberapa pengertian lain mengenai profesi dari akuntan tersebut menurut para ahli, antara lain:

Menurut Werren dkk

Weren dkk, mendefinisikan profesi sebagai seorang akuntansi atau accounting, adalah bentuk daripada sebuah sistem.

Yang mana sistem tersebut menghasilkan sebuah laporan, terkait dengan keuangan, serta keadaan atau posisi daripada perusahaan yang terkait.

Suparwoto L

Berbeda lagi dengan Suparwoto L, mengemukakan dari segi kata yakni “akuntansi”. Dimana beliau berpendapat bahwasannya hal tersebut merupakan sebuah sistem.

Atau pun sebuah teknik, dengan cara kerja mengelola hingga pada menghasilkan sebuah laporan terkait dengan keuangan.

Kemudian mereka mempunyai kewajiban untuk melaporkan hasil daripada pengolahan laporan tersebut kepada pihak yang terkait, seperti eksternal dan internal perusahaan.

Soemarsono S.R

Menurut beliau, mengatakan bahwasannya profesi akuntan atau bidang akuntansi, adalah sebuah proses, dimana seseorang tersebut bertugas untuk mengidentifikasikan.

Kemudian mengukur hingga melaporkan terkait dengan informasi ekonomi atau pun keuangan. Hal tersebut merujuk kepada adanya penilaian untuk mereka yang berkaitan atau pun berkepentingan terhadap laporan tersebut.

Jadi, jika kita simpulkan, maka profesi di bidang akuntasi, adalah salah satu bidang dimana mereka sangat bersentuhan dengan tugas mengolah, serta melaporkan data.

Terkait dengan informasi keuangan kepada mereka yang berkepentingan, berkebutuhan, berkaitan, dengan urusan tersebut. Baik di internal maupun eksternal perusahaan

Maka tidak heran jika kemudian hal tersebut, perlu adanya keseriusan ketika akan berkecimpung di bidang demikian. Termasuk dengan syarat yang harus terpenuhi.

Syarat Pendidikan Profesi Akuntan

Syarat menjadi akuntan (Foto: harmony.co.id)

Beberapa syarat tersebut, sebenarnya sudah tertuang dalam beragam bentuk peraturan. Yang kemudian peraturan tersebut terlampir, guna sebagai acuan daripada seseorang, yang mau bekerja sebagai seorang akuntan yang profesionalitas.

Seperti melansir dari iaiglobal.co.id sebagai website resmi daripada Ikatan Profesi Akuntansi di Indonesia. Menyematkan peraturan demikian, yakni:

Mereka yang ingin menjadi seorang profesional / calon peserta pendidikan profesi akuntansi. Minimal lulusan diploma empat (D-IV) atau pun sarjana (S-1) bidang akuntansi atau pun non akuntansi.

Kemudian lulusan tersebut memang benar-benar mereka lulus berada pada universitas atau pun perguruan tinggi Indonesia, atau luar negeri yang sudah disetarakan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan RI.

Jadi, dari hal tersebut sudah jelas, bahwasannya bagi yang ingin berkecimpung di bidang tersebut, harus memenuhi persyaratan yang ada.

Dan berbicara masalah calon peserta pendidik profesi dari seorang akuntansi, ada cara tersendiri ketika akan melaksanakan pelatihan daripada hal tersebut.

Organisatoris lain baca ini: Dunia NGO Thailand adalah Pemberdayaan Petani, Apa bedanya Indonesia

Masih melansir dari website resmi Organisasi Profesi Akuntansi Indonesia yakni iaiglobal.co.id, ada beberapa persyaratan untuk dapat melaksanakan pelatihan profesi tersebut, terutama dalam sisi akademisi, yakni perguruan tinggi yang akan mengadakan prodi tersebut, antara lain:

  1. Prodi atau pun jurusan yang berkaitan dengan ilmu akuntansi, harus sudah mendapatkan akreditasi A.
  2. Dosen yang mengampu harus mengajar PPak, yang mana persyaratan bagi dosen pengampu sendiri, adalah mereka yang sudah mempunyai Chartered Accountant Indonesia, yang mana meliputi beberapa bidang, seperti pelaporan korporat, etika profesi, serta beberapa persyaratan lain yang tercantum.
  3. Dosen yang mengampu dalam universitas tersebut, adalah mereka yang 40% kompetisinya adalah praktisi.

Jadi, perlu diperhatikan untuk hal tersebut, terutama kepada pihak yang ingin mengadakan adanya jurusan bidang demikian di perguruan tinggi tertentu.

Pembagian Pekerjaan Akuntan

Lalu, bagaimana pembagian kerja untuk para akuntan? Apakah sama antara satu dengan yang lain? Atau ada perbedaan?

Secara umum memang sudah jelas bahwasannya seorang akuntan adalah mereka yang mempunyai jobdesc bidang pengolahan datan, hingga membuatnya menjadi sebuah laporan dalam bidang keuangan.

Guna memberikan gambaran terkait dengan situasi dan kondisi keuangan perusahaan, kepada mereka yang terkait seperti eksternal perusahaan atau pun internal.

Namun, sebenarnya jobdesc dari seorang akuntan, terbagi atas beberapa hal sesuai dengan fokus mereka, antara lain:

Akuntansi Publik

Biasanya untuk jenis profesi dari akuntansi tersebut, adalah mereka bersifat independen. Yang kemudian imbasnya adalah mereka akan menawarkan sebuah jasa kepada masyarakat.

Contoh yang paling konkret adalah jasa asuransi jiwa dengan basis swasta atau pun independen, kepada masyarakat. Atau pun jasa pelaporan keuangan bagi para pengusaha, dengan tarif yang sesuai dengan kapasitas mereka.

Akuntansi Pemerintah

Seperti namanya, untuk mereka yang berada dalam ranah ini, akan bekerja pada pengawasan serta pemeriksaan terkait aliran dana pemerintah, serta merancang pelaporan akan keuangan pemerintah secara keseluruhan.

Juga membuat sistem akuntansi untuk pemerintah, guna mempermudah dalam mengidentifikasi terkait aliran dana yang digunakan, serta yang dikeluarkan untuk keperluan tertentu.

Akuntan Bidang Pendidikan

Untuk akuntansi yang fokusya pada bidang pendidikan, mereka mendapatkan tuntutan untuk mengajar mengenai beragam ilmu akuntansi, baik di ranah sekolah tingkat Menengah, atau pun perguruan tinggi.

Seorang pendidik yang bergelut di bidang akuntansi, mereka juga mempunyai jobdesc untuk mengembangkan penelitian terkait dengan bidang akuntansi.

Bidang Internal

Maksudnya adalah, mereka yang berada di internal sebuah perusahaan. Dengan jobdesc mengolah serta melaporkan hasil daripada keuangan perusahaan tersebut.

Kepada pihak terkait di perusahaan yang menjadi tempat mereka bekerja. Tujuannya adalah agar pihak-pihak tersebut dapat mengerti apa yang menjadi keputusan selanjutnya ketika dalam keadaan baik atau pun hasil yang buruk.

Bidang Syari’ah

Untuk bidang atau pun pekerjaan ini, masih jarang ditemukan memang di Indonesia. Pasalnya untuk pekerjaan tersebut.

Jobdesc-nya adalah melaporkan hasil laporan keuangan, yang berbasis secara hukum islam, serta berpegang juga pada keputusan dari lembaga yang menaungi hal tersebut, seperti MUI misalnya.

Perpajakan

Untuk hal ini, biasanya mereka mempunyai jobdesc mengolah serta melaporkan hasil daripada pembukuan pajak pada Direktorat Pajak.

Mereka juga mengatur bagaimana perpajakan tersebut berjalan, terutama dalam permasalahan keuangan perpajakan yang ada.

Itulah beberapa pembagian pekerjaan di bidang akuntan yang dapat menjadi pilihan berkarir kamu. Meski begitu, harus memperhatikan satu hal kembali.

Peluang Kerja

Yakni permasalahan peluang di masa depan mengenai pekerjaan bidang akuntansi. Dari beberapa pembagian pekerjaan yang ada.

Sebenarnya sudah bisa kita prediksi bagaimana peluang tersebut sangat lebar dan luas bagi kamu yang mungkin sekarang sedang berkecimpung di bidang akuntansi.

Apalagi dengan kisaran gaji bulanan yang ditawarkan dalam bidang tersebut, yakni berkisar antara 4 s/d 6 juta perbulan. Belum lagi jika bagi mereka yang berada pada perusahaan, dengan menjamin tunjangan.

Bukankah sangat menggiurkan peluang tersebut. Namun, tidak serta merta sebuah peluang akan datang dan dapat ditangkap dengan mudah, layaknya mendapatkan sebuah daun.

Kesempatan itu seperti kupu-kupu, yang mana kita mendapatkan beragam ujian untuk bisa mendapatkan kupu-kupu tersebut dengan sempurna, tanpa harus menyakiti atau pun mengorbankan orang lain demi mendapatkan kupu-kupu tersebut.

Begitu juga dengan mendapatkan peluang di bidang akuntansi, atau pun lainnya, yang direncanakan sebagai salah satu profesi utama mereka.

Jadi, usaha, ikhtiar, dan berdoa, tetap perlu walaupun di depan mata sudah ada begitu banyak kesempatan yang dapat diraih dengan mudah.

Organisasi Profesi Akuntan

IAI logo (Foto: seeklogo.com)

Terlepas dari hal tersebut, kemudian menyinggung tentang apa organisasi resmi yang berperan sebagai wadah para penggiat profesi akuntansi di Indonesia?

Mengingat dari non profesi saja ada perkumpulan secara resmi, yang mana mereka mempunyai anggaran untuk kegiatan, dalam memajukan bidang yang mereka geluti.

Dan jawabannya adalah IAI, atau singkatan dari Ikatan Akuntansi Indonesia. Yang lahir dan resmi berdiri pada tahun 1957, tepatnya tanggal 23 Desember.

Pada waktu tersebut, ada 5 pendiri yang merupakan lulusan dari bidang akuntansi, yakni Prof. Soemardjo, Basuki Siddartha, Hendra Dermawan, Tan Tong Djoe, serta Go Tle Siem.

Mereka adalah warganegara Indonesia asli yang menjadi angkatan pertama dari lulusan bidang akuntansi, kemudian memprakarsai ide untuk membuat sebuah wadah bagi para penggiat bidang tersebut di Indonesia.

Organisatoris lain baca ini: KNIP, Sejarah, Dasar Hukum Dan Pleno Hingga Thn 1950

Sekaligus mengembangkan bidang akuntansi di Indonesia. Mengingat permasalahan pengembangan bidang akuntansi, akan terus berlanjut, apalagi melihat peluang yang ada.

Sampai dengan detik ini, IAI sudah melaksanakan kongres hingga ke-XI, dengan tema Peran Akuntan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Perekonomian Secara Nasional Maupun Global, yang diketuai oleh Mardiasmo.

Kelebihan Kekurangan

Meski begitu banyak peluang serta wadah yang sudah siap untuk menjadi satu tempat dalam mengasah kompetensi yang ada. Lantas tidak luput dari adanya penilaian beragam sisi, yang berujung penyimpulan pada kelebihan dan kekurangan dari sebuah profesi.

Termasuk dengan profesi akuntan. Yang mana profesi tersebut di sisi kelebihan, mendapatkan begitu banyak peluang, serta jaminan karir yang sudah jelas di depan mata.

Apalagi dilihat dari segi gaji perbulan, belum dengan tunjangan yang di dapat. Siapa yang tidak akan tergiur dengan hal tersebut?

Meski demikian, hal yang terlihat begitu besar ketika terlihat di depan, di belakangnya ada begitu banyak resiko lebih besar, yang akan mengancam dan datang sewaktu-waktu, terutama jalan karirnya.

Hal tersebut, menjadi satu sisi keburukan daripada pekerjaan bidang akuntansi. Seseorang harus benar-benar dapat memforsir diri mereka, melakukan under pressure yang sangat rendah.

Serta ketelitian yang begitu detail. Guna mendapatkan hasil laporan yang sempurna, tidak ada kata “cacat” atau pun “berkurang”.

Karena ketika ada satu titik penempatan yang salah dalam mengolah hingga menghasilkan laporan keuangan, maka hal tersebut bisa membuat diri kamu harus mengoreksinya lagi, meneliti lagi, dan sebagainya.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai profesi akuntan, yang mana dapat menjadi satu referensi bagi kamu, yang memang sudah ada niatan untuk menggelutinya.

Dan sudah siap terhadap beragam konsekuensi, yang menuntut kamu agar menjadi orang yang benar-benar detail, perfeksionis, serta mempunyai kinerja bagus, terutama dalam mengolah data menjadi laporan yang sempurna.

Sekian, dan terimakasih.

Daftar Pustaka:

  1. IAIglobal
  2. jurnal.id
  3. bocahkampus.com
  4. IAIglobal
  5. jurnal.id