Sejarah dari pergerakan organisasi
Pergerakan sebuah organisasi (Foto: ngelmu.co)

Sejarah Organisasi: Konsep, 5 Jenis, Hingga Komunikasi

Diposting pada

Sejarah organisasi, Bergabung dengan suatu organisasi dapat mempermudah seseorang untuk mencapai tujuan. Namun Masing-masing organisasi memiliki konsep, jenis, struktur, dan sejarahnya tersendiri. Maka, berikut ini penjelasannya.

Riska Putri – Organisasi.co.id

Seorang insan nampak sedang dilanda kebingungan. Hari-harinya terasa sulit untuk dilewatinya. Ia merasa bahwa segala sesuatu yang dilakukannya terasa sia-sia dan tidak berguna. Rupanya insan tersebut sedang mempertanyakan alasan mengapa ia hidup.

Suatu hari insan tersebut memutuskan pergi keluar untuk menenangkan pikirannya, sehingga Sejenak ia terhenti pada sebuah tempat yang penuh oleh banyak orang.

Semua orang di tempat itu terlihat penuh semangat, cerdas, dan bertekad kuat. Mereka saling melengkapi kekurangan satu sama lainnya.

Insan tersebut seketika tersadar bahwa setiap manusia membutuhkan manusia lain untuk mempertahankan hidup dan meraih kesuksesan.

Manusia perlu berhimpun dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain di sekitarnya. Semua hal itu, bisa kita peroleh dengan cara bergabung sebagai anggota organisasi. Namun, sudahkah Anda ketahui apa maksud dari organisasi?

Konsep Organisasi

Sejarah dari konsep organisasi
Konsep dari organisasi (Foto: harmony.co.id)

Menurut KBBI, organisasi adalah suatu kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Dan juga merupakan kelompok kerja sama antara orang-orang yang terlaksana untuk mencapai tujuan bersama.

Konsep Organisasi Menurut Para Ahli

  • Menurut Rogers. Organisasi adalah suatu struktur yang melangsungkan berbagai proses pencapaian tujuan yang telah berlaku. Yang mana operasi dan interaksi antara bagian yang satu dengan bagian yang lain serta manusia yang satu dengan yang lain berjalan harmonis dan pasti.
  • Menurut Kochler. Organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai  tujuan tertentu.
  • Menurut Wright. Organisasi merupakan suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang terkoodinasi dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Menurut Phillipe Senznick. Organisasi merupakan suatu sistem yang dinamis yang selalu berubah dengan tekanan internal dan eksternal.
  • Menurut Baldridge. Organisasi merupakan persatuan yang mencakup satu set kepentingan yang berbeda dari individu ke kelompok.

Dari konsep organisasi yang terpaparkan di atas, kita dapat melihat adanya kemiripan konsep. Para ahli tersebut mengatakan bahwa organisasi merupakan suatu system yang mencakup koordinasi aktivitas dan juga memiliki tujuan bersama yang ingin menjadi tujuan.

Sejarah Organisasi

Organisasi dan koordinasi (Foto: maxmanroe.com)

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup satu sama lainnya. Karena itulah, setiap ada sekelompok manusia, pasti menghasilkan interaksi di antara mereka. Hasil dari proses interaksi itu akan membentuk suatu budaya atau pola hidup pada sekelompok individu di suatu daerah.

Seiring berkembangnya waktu, semakin banyak individu yang berkelompok berdasarkan kesamaan latar belakangnya. Tanpa disadari, sekelompok individu tersebut telah membentuk sebuah organisasi yang bersifat informal.

Pada jaman dahulu, organisasi informal mendapat pandangan sebelah mata karena tidak penting, cenderung tidak memiliki tujuan, dan rentan terpapar informasi yang salah. Oleh karena itu, manusia mulai mendirikan organisasi formal guna menciptakan sebuah perkumpulan yang lebih terstruktur, rapi, dan dinamis.

Faktor terbentuknya organisasi ini juga terjadi karena munculnya banyak variasi barau pada bidang pekerjaan. Seorang individu yang bergabung pada suatu perusahaan atau lembaga, sangat dianjurkan untuk bergabung dan menjadi anggota organisasi pada perusahaan atau lembaga tersebut. Hal ini berguna agar para pekerja bisa memperjuangkan dan memperoleh hak-haknya.

Sejarah Bidang Dalam Kajian Organisasi

Bidang kajian organisasi (Foto: hot.liputan6.com)

Organisasi melibatkan bidang kajian berikut ini dalam catatan sejarah, antara lain.

  • Sosiologi. Bidang kajian ini merupakan sebuah ilmu yang berisi segala aspek dalam bermasyarakat yang akan mempengaruhi kehidupan manusia.
  • Ekonomi. Secara umum, bidang kajian ini mempelajari hubungan manusia dengan proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang serta jasa.
  • Ilmu politik. Bidang kajian ini mempelajari negara, politik, dan pemerintahan. Tujuan ilmu politik adalah tercapainya kehidupan yang baik dalam suatu negara.
  • Psikologi. Perilaku manusia menjadi objek utama dalam bidang kajian ini. Dalam konteks organisasi, psikologi berguna untuk mempelajari kepribadian, potensi, dan kekurangan para anggota kemudian mengarahkan semua itu untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Manajemen. Bidang kajian ini meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Keempat proses tersebut sangat penting untuk menjalankan roda organisasi sehingga bisa mencapai titik akhir yang ingin menjadi tujuan.

Kajian mengenai organisasi biasanya terkenal dengan studi organisasi, perilaku organisasi, dan analisis organisasi.

Jenis Organisasi

Jenis-jenis organisasi (Foto: cpryptoharian.com)

Klasifikasi jenis organisasi pada sejarah tersebut, dapat terbagi pada bidang, komposisi pimpinan, formalitas, tujuan maupun profesi. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Berdasarkan Bidang

Adapun beberapa jenis organisasi berdasarkan bidang, berikut listnya:

Organisasi Pemerintahan.

Peranan organisasi ini sebagai pedoman untuk mengatur sebuah negara dalam mencapai tujuannya.

Berdasarkan Politik.

Suatu pergerakan politik mencakup organisasi politik untuk mewadahi para anggota, juga menciptakan visi misi untuk tujuan politiknya.

Pada Bidang Ekonomi.

Peranan organisasi ekonomi adalah membantu tercukupinya perekonomian masyarakat, juga memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Bidang Sosial.

Organisasi ini menaungi bentuk kerjasama yang terlaksana oleh dua orang atau lebih yang tidak terkoordinir oleh siapapun. Dalam organisasinya, kedudukan dan juga fungsi antar anggota tampak kabur.Berdasarkan komposisi pimpinan

Bentuk Tunggal.

Kepemimpinan dalam organisasi ini berlaku hanya oleh satu orang saja, namun pemimpin tersebutlah yang akan mengatur segala tindakan dalam organisasi.

Organisasi Jamak.

Segala tindakan dalam organisasi ini berpusat pada beberapa pemimpin yang juga memegang teguh satu kesatuan organisasinya.

Organisasi Jalur.

Kewenangan pemimpin dalam organisasi ini melibatkan kumpulan organisasi bawahannya yang juga meliputi semua bidang pekerjaan.

Jenis Fungsional.

Konsep organisasi ini sama dengan organisasi jalur, namun membedakan adalah kumpulan organisasi bawahan yang terlibat hanya meliputi bidang pekerjaan tertentu.

Berdasarkan Formalitas

Untuk berdasarkan formalitas, juga terdapat listnya, antara lain:

Jenis Formal.

Pembentukan organisasi ini melibatkan sebuah asosiasi yang sengaja berdiri untuk mencapai tujuan yang rasional. Namun organisasi formal memegang teguh peraturan undang-undang yang berlaku mengenai organisasi.


Basis Informal.

Organisasi ini merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang juga melibatkan diri dalam aktivitas yang sama, dan bersifat tidak sadar atau tanpa rencana.

Adapun perbedaan antara organisasi formal dan informal di dalam sejarah, adalah:

  1. Hubungan interpersonal. Dalam organisasi formal, hubungannya sudah ditentukan. Sedangkan dalam organisasi informal, hubungannya berlaku oleh kepentingan antar anggota.
  2. Kepemimpinan. Dalam organisasi formal, seorang pemimpin ditentukan oleh pemilihan tugas. Sedangkan dalam organisasi informal, seorang pemimpin merupakan orang yang terpilih dari banyaknya anggota.
  3. Pengendalian perilaku. Dalam organisasi formal, kinerja antar anggota terpusat pada sistem hukuman dan ganjaran. Sedangkan dalam organisasi informl, pemenuhan kepentingan anggota menjadi hal yang terpenting.
  4. Ketergantungan. Dalam organisasi formal, anggota akan bergantung pada perintah yang diberikan oleh pemimpin. Sedangkan dalam organisasi informal, anggota dapat bebas melakukan tindakan tanpa bergantung pada pemimpin.

Berdasarkan Tujuan.

Berikut organisasi berdasarkan tujuan, antara lain:

Bentuk Nonprofit.

Masyarakat menjadi faktor pembentuk organisasi kemasyarakatan ini. Organisasi nonprofit juga biasa kita sebut dengan pranata sosial yang membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jenis komersial.

Menghasilkan profit atau laba menjadi faktor utama terbentuknya organisasi ini. Tujuannya pun bukan semena-mena, melainkan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam berbagai bidang.

Organisasi Berdasarkan Profesi

Berikut beberapa contoh sejarah organisasi profesi yang ada di Indonesia:

  1. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
  2. IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
  3. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)
  4. PII (Persatuan Insinyur Indonesia)
  5. IAPI (Ikatan Akuntan Publik Indonesia)
  6. IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)
  7. IAII (Ikatan Ahli Informatika Indonesia)
  8. IBI (Ikatan Bidan Indonesia)
  9. IDGI (Ikatan Dokter Gigi Indonesia)
  10. IDRI (Ikatan Dosen Republik Indonesia)

Struktur Organisasi

Sejarah dari struktur organisasi yang ada
Struktur dari organisasi (Foto: gramedia.com)

Adapun beberapa jenis struktur yang kita kenal, antara lain:

  1. Struktur Organisasi Fungsional. Kebanyakan organisasi, memberlakukan struktur ini dalam mencapai tujuannya. Struktur organisasi fungsional juga melakukan pembagian kerja pada anggotanya, berdasarkan fungsi manajemen. Para anggota yang memiliki keterampilan yang sama akan bergabung pada sebuah unit kerja. Dampak positif struktur ini dapat menekankan biaya operasional. Sedangkan dampat negatifnya adalah kurangnya komunikasi antar unit kerja pada prosesnya.
  2. Bagan Divisional. Struktur ini mengelompokan kesamaan produk, pasar, layanan, dan letak geografis. Biaya operasional pada struktut organisasi divisional lebih tinggi dibandingkan dengan struktur lainnya. Hal ini menyebabkan penggunaan struktur ini hanya dilakukan pada kalangan organisasi menengah keatas.
  3. Bentuk Organisasi Matriks. struktur ini merupakan kombinasi dari struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi divisional. Tujuan dari struktur organisasi matriks adalah untuk melengkapi kekurangan yang ada pada kedua struktur diatas.

Syarat Pendirian Organisasi

Syarat-syarat pendirian organisasi (Foto: kotakpintar.com)

Sejarah organisasi dapat terbentuk ketika syarat-syaratnya telah terpenuhi. Berikut beberapa syarat dalam pendirian organisasi.

  • Memiliki visi juga misi yang jelas.
  • Mempunyai tujuan yang selaras dengan kemampuan organisasi.
  • Memiliki struktur jabatan yang meliputi anggota organisasi tersebut.
  • Adanya pembagian kerja yang adil pada semua anggota

Sejarah Singkat Persidangan Organisasi

Proses persidangan organisasi (Foto: materitugaskampus.blogspot.com)

Persidangan sejarah organisasi adalah sebuah pertemuan formal yang digunakan untuk membahas masalah tertentu. Biasanya, masalah pada suatu organisasi berasal dari faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perubahan pada organisasi tersebut. Setiap keputusan dari persidangan ini, akan menjadi ketetapan bersama yang harus disetujui oleh semua anggota.

Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi (Foto: romeltea.com)

One can’t not communicate. Kalimat itu adalah prinsip penting yang selalu diingat setiap ilmuwan komunikasi. Artinya, setiap manusia tidak akan mampu menahan diri untuk tidak berkomunikasi. Bahkan sikap diam pun adalah bentuk komunikasi karena mengandung pesan tertentu.

Komunikasi merupakan kejadian sederhana yang bermakna. Semakin banyak kesamaan yang dilakukan oleh individu ketika sedang berkomunikasi, maka akan semakin efektif proses penerimaan dan penyampaian pesan tersebut.

Komunikasi organisasi dalam sejarah, merupakan proses penyampaian pesan yang berisikan ide, gagasan, opini, persepsi, atau pendapat. Yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan di dalam lingkup suatu organisasi.

Berikut beberapa pengertian komunikasi organisasi menurut para ahli:

  • Menurut Kahn & Katz. Komunikasi organisasi merupakan arus informasi dan juga pemindahan arti di dalam suatu organisasi.
  • Menurut Thayer. Komunikasi organisasi merupakan arus data yang melayani komunikasi organisasi dan proses interkomunikasi dalam beberapa cara.
  • Menurut Wayne Pace. Komunikasi organisasi merupakan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi bagian suatu organisasi.
  • Menurut Devito. Komunikasi organisasi merupakan pengiriman dan juga penerimaan pesan di dalam organisasi.
  • Menurut Zelko & Dance. Komunikasi merupakan suatu sistem hingga saling tergantung yang mencakup komunikasi internal dan eksternal.

Daftar Pustaka

  1. https://organisasi.co.id
  2. https://www.pustaka.ut.ac.id
  3. https://ilmumanajemenindustri.com
  4. https://www.kaskus.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *