Sejarah perkembangan organisasi dengan beberapa jenis
Bentuk organisasi zaman Soekarno (Foto: lpmhayamwuruk.org)

Sejarah Perkembangan Organisasi: 4 Syarat Dan Bentuk

Diposting pada

Sejarah perkembangan organisasi, satu cikal bakal manusia yang berinisiatif untuk mengadakan sebuah wadah aspirasi masyarakat dalam suat fenomena dalam berkehidupan. Jadi, bagaimana jelasnya?Luluk Fadiyah – Organisasi.co.id

Organisasi, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut? Atau bahkan saat ini kalian sedang aktif dalam sebuah organisasi. Organisasi apa yang saat ini kalian ikuti? Wah… seru ya bergabung dalam sebuah organisasi, memang pasti ada suka dan dukanya.

Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya, yah… namanya juga berkumpul dengan banyak orang pasti menjumpai banyak perbedaan antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.

Selagi perbedaan itu dapat kita sikapi dengan baik saya rasa it’s okay lah ya… tapi bagaimana kalau perbedaan itu justru berkembang menjadi sebuah masalah yang serius. Tentu saja kita harus mencari jalan keluar untuk masalah tersebut ya, jangan biarkan masalah terlalu lama menetap dan terabaikan saja.

Bagaimanapun keadaannya sesegeralah untuk menyelesaikan masalah tersebut secara profesional. Ingat, masalah yang kita hadapi jangan sampai mengancam keberlangsungan sebuah organisasi. Bersikaplah secara profesional.

Pada dasarnya sejarah dari perkembangan organisasi mempunyai makna sebagai sekumpulan orang atau sekelompok orang yang berada dalam suatu wadah dengan tujuan yang sama. Sebuah organisasi terbentuk karena adanya penggaruh dari berbagai aspek, termasuk visi dan misi dari organisasi tersebut.

Organisasi yang baik adalah organisasi yang keberadaanya diakui oleh orang lain atau organisasi lain. Sudah banyak sekali organisasi-organisasi yang ada di Indonesia yang keberadaannya telah juga mendapat pengakuan dari masyarakat dan pemerintah.

Organisatoris lain baca ini: Induk Organisasi Berkuda Indonesia: Teknik,dan Manfaat

Meskipun demikian, organisasi-organisasi tersebut tidak terjamin kelanggengan serta keberlangsungannya, jika suatu saat mendapati adanya indikasi yang membahayakkan orang lain atau pemerintahan.

Maka organisasi tersebut akan mendapat tindakan pembubaran secara paksa.

Untuk itu adanya sebuah organisasi juga perlu adanya aturan dalam perundang-undangan, agar setiap kepentingan yang berlaku tetap seiring dengan peraturan pemerintah yang berlaku dan tidak mengganggu kepentingan negara.

Syarat Penting Berdirinya Organisasi

Sejarah perkembangan organisasi dengan segala persyaratannya
Syarat mendirikan organisasi (Foto: siregarsiti.wordpress.com)

Berdirinya suatu organisasi juga mempunyai beberapa syarat, agar lebih efektif dalam berlangsungnya sebuah organisasi maka harus memiliki setidaknya beberapa syarat seperti

Memiliki Visi dan Misi

Jelas, agar organisasi dapat berlangsung dengan baik harus mempunyai visi misi yang setiap anggotanya harus mengetahui dan memahami. Dengan demikian semua yang terlibat dalam suatu organisasi dapat menempatkan diri sesuai dengan visi dan misi yang hendak terwujud.

Visi adalah tujuan, cita-cita yang hendak terwujud oleh organisasi tersebut di masa yang akan datang. Sedangkan misi adalah langkah-langkah yang hendak dilakukan untuk mencapai suatu cita-cita atau tujuan dari sebuah organisasi.

Dengan adanya visi dan misi, semua yang berjalan dalam organisasi akah tertata dengan baik dan memiliki kontrol terhadap segala perilaku anggota di dalamnya.

Memiliki Struktur Jabatan Yang Jelas

Salah satu syarat dari suatu organisasi adalah adanya struktur jabatan yang jelas, untuk itu stuktur jabatan sangat penting bagi sebuah organisasi.

Struktur dalam organisasi terancang sedemikian rupa untuk menjalankan organisasi sesuai dengan fungsi dan tugasnya dari masing-masing jabatan. Dengan adanya struktur organisasi, maka tanggung jawab dan wewenang masing-asing anggota akan lebih jelas.

Jika organisasi tidak memiliki struktur organisasi yang jelas maka akan menjumpai gangguan dimasa yang akan datang. Karena kedudukan anggota tidak jelas dan tidak terkoordinasi.

lalu tanggung jawab masing-masing anggota juga tidak terkontrol, tidak kuatnya pengawasan terhadap kinerja pada masing-masing anggota.

Adanya Pembagian Kerja Yang Jelas

Organisasi yang baik mempunyai pembagian kerja (job desk) yang baik dan jelas, sehingga masing-masing anggota memiliki tanggung jawab tersendiri dengan pembagian kerjanya masing-masing. Hal tersebut memudahkan pimpinan atau atasan dalam mengelola suatu tugas, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas juga lebih efisien.

Memiliki Aturan

Aturan sangat penting dalam suatu organisasi dalam mengontrol seluruh perilaku dan tindakan masing-masing anggota, sehingga masing-masing anggota tidak dapat bertindak sesuka hati dan harus melaksanakan kebijakan organisasi yang berlaku.

Dalam organisasi, aturan sangat penting, yang mana memberikan sebuah kejelasan hukum, serta pihak mana yang berbuat salah dan perlu adanya tindakan sanksi, atau sebaliknya.

Suatu aturan untuk tiap organisasi akan berbeda menyesuaikan kebutuhan dan keadaan yang ada di dalamnya, aturan suatu organisasi belum tentu dapat berlaku dalam organisasi yang lainnya.

Pembuatan aturan dalam suatu organisasi harus dilakukan secara menyeluruh dan terukur, tujuannya untuk melindungi organisasi dan anggota yang ada di dalamnya.

Bentuk Organisasi Zaman Prasejarah

Organisasi prasejarah (Foto: organisasi.co.id)

Zaman prasejarah adalah zaman terbentuknya alam semesta beserta isinya, pada zaman ini hindu dan budha mulai masuk di Indonesia.

Sejak masuknya kedua agama tersebut, Indonesia mulai mengenal tulisan. Yang sebelumnya hanya menggunakan sistem kesukuan dengan kepala suku sebagai penguasa.

Berubah menjadi sistem pemerintahan kerajaan, yang mana raja sebagai seorang pemimpin yang mempunyai kekuasaan penuh dalam mengatur seluruh umatnya.

Organisatoris lain baca ini: Menembak dan Berburu: Sejarah, Induk Organisasi

Sejarah pembentukan serta perkembangan dari organisasi yang banyak bermunculan pada masa ini adalah kerajaan-kerajaan, yang saat itu berdiri dan berkuasa adalah kerajaan Hindu-Budha pada sekitar abad ke-4.

Kemudian berlanjut oleh kerajaan Tarumanegara pada abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya di abad ke-7, lalu berlanjut dengan Kerajaan Mataram Kuno di abad ke-8 dan disusul dengan kerajaan-kerajaan lain seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan SIngasari, Kerajaan Majapahit.

Bentuk Organisasi Zaman Agama

Sarekat Islam (Foto: dosenpendidikan.co.id)

Di Indonesia, agama merupakan salah satu faktor utama dalam kehidupan, masyarakat mempunyai keyakinan masing-masing dalam memeluk agama. Namun sebagian dari masyarakat Indonesia pada umumnya memeluk agama islam, pada zaman agama muncul banyak organisasi-organisasi kemasyarakatan .

Keberadaan organisasi di Indonesia tidak lepas dari peran masyarakat dalam perjuangan mengusir penjajah. Sebagian besar dari tokoh pejuang pun memeluk agama islam, yang mana pada saat itu organisasi agama terbentuk dalam rangka ikut memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam catatan sejarah, perkembangan organisasi pada zaman itu tidaklah mudah, banyak pihak-pihak yang tidak setuju dan menentang adanya organisasi tersebut.

Dianggap sebagai gerakan tersendiri yang tidak diakui oleh pemerintahan, sebab saat itu informasi di Indonesia mudah tercampur dengan isu-isu dari luar yang tidak pasti kebenarnnya dengan tujuan untuk memecah belah kesatuan bangsa.

Pada tahun 1905, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1905 muncul organisasi Jam’iyatul Khair yang bergerak pada bidang pendidikan dasar. Kegiatan organisasi saat itu adalah mengirim para pelajar Indonesi ke Turki.

Dalam sejarah itu muncullah perkembangan organisasi Syarekat Islam pada tahun 1905 yang berdiri, oleh KH Samanhudi di Solo. Tujuan awal dari organisasi ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup bangsa dalam hal perniagaan.

Selanjutnya di tahun 1937 pada tanggal 21 September membentuk Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang beranggotakan organisasi masyarakat islam Persyarikatan Ulama Indonesia (PAI), Al Hidayatul Islamiyah, Persatuan Islam Indonesia (PSII), Al Khoiriyah.

Lalu Persyarikatan Ulama Indonesia (PUI), Nahdatul Ulama (NU), dan masih banyak organisasi masyarakat islam lainnya yang ikut menjadi anggota dari organisasi Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).

Bentuk Organisasi Zaman Modern

Sejarah p[erkembangan organisasi era modern
Organisasi era modern (Foto: literasipetra.org)

Di zaman moderen, organisai bukan lagi sebuah sistem yang tertutup, namun organisasi merupakan sebuah sistem yang harus dalam melangsungkan kehidupan dengan umat lainnya. Banyak faktor yang ikut mempenggaruhi lahirnya organisasi di zaman moderen, antara lain lingkungan dan kondisi sosial.

Perkembangan Organisasi di sejarah era modern menentang adanya sifat kaku, yang artinya organisasi tersebut berkuasa penuh terhadap anggota-anggota sehingga setiap anggota tidak memilik perah di dalamnya sedikitpun.

Sebaliknya, di zaman modern justru kebebasan kepada setiap anggota berlaku, maksdunya kebebasan yang terarah dan tetap mengikuti aturan yang ada dalam organisasi tersebut.

Organisasi umumnya bersifat terbuka, yaitu mengutamakan adanya interaksi atau hubungan yang berkerkesinambungan terhadap lingkungannya.

Organisatoris lain baca ini: Voli Dan Basket, Pencipta Atlet cantik Nasional dan Dunia

Dengan demikian, sistem ini telah mencapai satu tingkat dinamika tertentu atau suatu perkembangan yang dinamis. Masukan-masukan yang berasal dari lingkungan akan tertampung oleh organisasi. Selanjutnya organisasi tersebut akan meresponnya sebagai salah satu kegiatan dalam upaya pencapaian dari tujuan organisasi.

Hasil pemrosesan akan tersampaikan kepada masyarakat berupa barang atau jasa yang dapat bisa bermanfaat. Organisasi zaman modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Adanya tugas yang tidak rutin dalam kondisi yang tidak stabbil
  2. Terjadinya konflik terselesaikan dengan komunikasi yang baik
  3. Tanggung jawab akan lebih fokus sesuai dengan jabatannya masing-masing
  4. Tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi merupakan keharusan bagi setiap anggota
  5. Organisasi dipandang sebagai network yang sumber informasinya didapat dari berbagai sumber terpercaya
  6. Interaksi yang terjadi di dalam organisasi bersifat horizontal

Bentuk Organisasi 3 Generasi Zaman Milenial

Organisasi 3 generasi (Foto: milenialis.id)

Generasi milenial atau bisa juga terkenal sebagai generasi Y adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 sampai dengan tahun 2000. Generasi ini cenderung lebih fleksibel dan menyukai kebebasan serta tantangan. Hal tersebut juga berlaku untuk perkembangan organisasi pada catatan sejarah.

Sika yang mereka miliki sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, mereka memiliki ketertarikan yang cukup kuat dengan sesuatu yang baru dan sistem organisasi yang mendukung. Pada generasi milenial terdapat 3 bentuk organisasi, yaitu :

Organisasi Formal

Adalah organisasi yang memiliki struktur jabatan dan tugas yang jelas serta mempunyai visi misi yang jelas. Organisasi formal menggambarkan serangkaian pola hubungan antara tugas dan tanggung jawab dari masing-masing anggota.

Contoh dari organisasi formal yaitu Perseroan Terbatas (PT), lembaga milik negara, lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, lembaga perekonomian, dan masih banyak lainnya.

Organisasi Informal

Organisasi informal merupakan sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan dan asas yang sama namun tanpa mereka sadari.

Pada umumnya organisasi ini sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat seperti sekumpulan pemuda dalam sebuah desa, perkumpulan ibu-ibu arisan.

Lalu sekumpulan anggota klub basket, sekumpulan atlet sepakbola dan masih banyak contoh-contoh lainnya dari organisasi informal yang ada pada lingkup hidup kita.

Organisasi Non Formal

Organisasi non formal adalah organisasi yang terdiri dari sekumpulan orang atau kelompok yang bertujuan sama dengan kesadaran yang tidak mereka sadari.

Contoh dari organisasi non formal yaitu perkumpulan ibu-ibu PKK, sekumpulan penari daerah, sekumpulan pelajar berprestasi dan sebagainya. Di atas adalah sedikit penjelasan tentang Sejarah Perkembangan Organisasi dari masa ke masa, semoga apa yang penulis sampaikan dapat membantu.

Oiya, jangan lupa bangun jiwa sosialmu dengan mengikuti organisasi-organisasi yang sesuai dengan minat dan bakat yang kamu miliki.

Jadikan organisasi tersebut sebagai sarana untuk membentuk dan menumbuhkan karakteristik diri yang lebih baiik, sebab perjuangan selanjutnya ada di tangan kita. Tetap semngat dan salam.

Daftar Pustaka:

  1. Sejarah Perkembangan organisasi
  2. https://www.coursehero.com

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *