Struktur Organum, Wibawa Institusi Dan Alur Pengambilan Keputusan Lembaga

Struktur Organum
Salah Satu Kegiatan Organisasi, Dengan Kegiatan Rapat (Foto: Tobasatu.com)

Hubungan antara anggota dalam organum, pada pengambilan keputsan secara kosntitusi diatur oleh struktur kelembagaan, sebagai gambaran pelayanan, Walid, Struktur, Organisasi.co.id

Nabi Adam AS, sekalipun. Tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Semua keindahan syurga adalah kehampaan, sebab hanya Nabi Adam AS yang tidak memiliki relasi dan pasangan sesama manusia.

Bacaan Lainnya

Apa yang terjadi padanya (Nabi Adam AS) Bermakna bahwa dalam diri manusia memiliki nilai sosialistik. Dan ini merupakan kodrati yang tidak akan kita bisa tipe x.

Nilai sosialis yang mengarahkannya untuk membangun management value. Diatur atau mengatur untuk hidup teratur (manajemen).

Korelasi dengan orang lain adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Dalam konteks jiwa dan raga keutuhan manusia yang unik ini.

Dalam perkembangannya, seiring dengan kemajuan peradaban dan keilmuan. Manusia berafiliasi dengan lingkungan (orang lain). Memanfaatkan lingkungan.

Membentuk sebuah organisasi demi mencapai suatu tujuan. Dan dalam pencapaiannya juga membutuhkan keseragaman konsep dan cara pandang terhadap organisasi. Untuk hal tersebut maka dibuat visi dan misi organisasi dengan penjabaran program kerja, yang pada alurnya berbentuk bagan organisasi.

Penggabungan 2 orang minimal, membentuk wadah atau institusi atau organon dan ataupun organum.

Definisi Struktur Organum

Sebelum lanjut, maka penyebutan kata Organum, Organon (bahasa Yunani) sama dengan “kata serta makna” dari Organisasi.

Untuk awal, maka yang akan dibahas adalah pengertian struktur dan Organum.

Arti Struktur

Struktur (structure) adalah susunan yang menggambarkan atau menghubungkan bagian-bagian, membentuk suatu bangunan yang memiliki konsistensi secara sistematis.

Dalam pengertian lain, struktur adalah pola yang menggambarkan korelasi, antara unsur satu dengan yang lain.

Struktur yang memiliki persamaan kata dengan pola, susunan, bentuk, tekstur, tata sistem dan ataupun rupa.

Menurut KBBI, (1) struktur adalah cara sesuatu itu dibentuk dan dibangun: susunan, bangunan. (2) Yang tersusun dengan pola tertentu. (3) pengaturan unsur atau bagian dari suatu benda. (4) ketetapan unsur-unsur suatu benda.

Ada pakar lain yang memberikan penjabaran berbenda mengenai struktur, yakni:

Definisi Struktur Menurut George Simmel

Menurut George Simmel, arti struktur adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial secara individu dengan pola prilakunya.

S George meneliti tentang prilaku manusia (individu) yang secara terus menerus melakukan interaksi dengan lingkungan sosialnya. Dan dalam interaksi tersebut terjadi adaptasi satu sama lain yang menybebakan keterikatan satu sama lain.

Definisi Struktur Menurut Vocabulary

Dalam vocabulary.com menjelaskan bahwa arti dari struktur, dengan bahasa latin structura yang bermakna “membangun secara bersama-sama”, meski penggunaan awal dari kata structura ini adalah untuk bangunan, namun perkembangannya menyebabkan bahwa penggunaan kata struktur bisa untuk hal lain.

Struktur anggota tubuh akan mengarah kepada seluruh organ yang terdapat dalam tubuh, atau struktur kalimat, merupakan bentuk susunan antara satu kata dengan kata lain, hingga berbentuk.

Sebuah rangkaian yang “seperti melekat” satu dengan yang lain. Dengan ciri dan karakter masing-masing, struktur akan berguna terutama pada organum.

Pengertian Struktur Oleh Semantic Scholar

Struktur adalah proses penseragaman, suatu bentuk dengan cara identifikasi, deskripsi atribut, relasi hingga konsep, dalam sebuah susunan yang menyatu dan terhubung satu sama lain. Ini merupakan definisi menurut Semantic Scholar.

Semantic Scholar menjabar bahwa pada hakikatnya manusia memiliki perbedaan satu sama lain. Termasuk anggota (karyawan) dalam sebuah perusahaan. Namun dengan ada struktur, sehingga mereka harus seragam dengan pola yang ada dalam bentuk struktur.

Pengertian Organum

Organum merupakan Bahasa latin. Yang secara umum, organum dapat kita artikan sebagai gabungan 2 orang atau lebih. Yang melakukan aktifitas untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam lingkup sosial maupun aktiftas pekerjaan, semua individu terikat secara sosial dan juga tidak bisa melepaskan diri dari ikatan organum tersebut.

Sebab semua kehidupan terancang secara terorganisir, teratur dan tertata dengan baik.

Struktur organum dapat kita simpulkan sebagai suatu bentuk dalam sebuah wadah, yang menggambarkan alur pengambilan keputusan, serta alur pelayanan baik secara internal maupun eksternal.

Organisasi Menurut James D Mooney

James D Mooney tahun 1931 menulis buku berjudul “Onward Industry” menjelaskan bahwa koordinasi merupakan faktor penting dalam sebuah perencanaan organisasi.

Menurutnya ada 3 prinsip yang haruys diterapkan dalam organisasi:
a. Prinsip Koordinasi
b. Prinsip Skalar & Hirarkis
c. Prinsip Fungsional

Organisasi Definisi Louis Allen

Louis Allen seorang ahli asal Amerika menjelaskan Orgazitaion adalah sebuah proses identifikasi, pengelompokan pekerjaan yang terprogram, serta penyerahan tugas kepada orang lain. Dengan memberikan tanggung jawab dan wewenang kepada anggota lain dan memungkinkan mereka bekerja sama. Dengan efektifitas mencapai tujuan secara bersama.

Sebuah proses pengorganisasi harus mencapai tujuan, dengan sumber daya yang ada, menggunakan modal yang kecil untuk sebuah keuntungan yang banyak. Dan hal itu sangat berberan dengan kejujuran dan kinerja karyawan dalam menjalankan masing-masing tugas mereka.

Organisasi Menurut Wheeler

Menurut pakar yang satu ini bernama Wheeler, organisasi adalah proses penetapan tugas dan tanggung jawab orang-orang atau personil dalam suatu perusahaan untuk tujuan pencapaian tujuan dari usaha.

Semua bawahan harus memiliki tugas sesuai dengan ketetapan yang ada dalam rangka mencapai visi misi sebuah perusahaan.

Organisasi Menurut Koontz & O’Donnell

Organisasi merupakan suatu proses membentuk otoritas dengan alur koordinasi diantara mereka (para anggota) dalam bentuk hubungan secara sejajar, maupun secara hierarki. Pengertian menurut KoontZ & O’Donnell.

Kewenangan secara otonomi merupakan sebuah keharusan dalam menjalankan organisasi, yang melibatkan koordinasi antara anggota yang satu dengan yang lainnya.

Pada Hierarki (atas kebawah) atau sejajar (horizontal), kondisi yang memungkinkan mereka bertukar pendapat dan pikiran. Untuk menjalankan pekerjaan secara bersama (kerja sama).

Pemberian kewenangan adalah hal yang paling penting kepada anggota. Untuk memberikan mereka tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas sesuai dengan tupoksi.

Struktur Organisasi

Kita harus memahami bahwa terdapat konsep struktur sebuah organisasi, yang memiliki tujuan efisiensi dan efektifitas kerja.

Indeed memberikan penjelasan penting, mengenai definisi struktur organisasi adalah sebuah arul proses pendelegasian tugas kepada karyawan atau anggota.

Dalam menjalankan aktifitas tertentu. Dengan menguraikan peran karyawan dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan atau organisasi.

Semakin terorganisir sebuah lembaga atau perusahaan, maka akan semakin terkontrol kinerja, serta efektfi dalam memberikan layanan.

Pada akhirnya kita sampai pada sebuah konklusi sementara, bahwa struktur organumm merupakan titik pusat yang memberikan penjabaran koordinasi antara bagian-bagian.

Penjelasan lengkap dapat kita baca pada tulisan mengenai struktur organisasi dengan kelebihan dan kekurangan.

Pada realitasnya, terdapat beberapa jenis bentuk bagan organisasi:

  1. Lini dan staff atau garis,
  2. Struktur Fungsional atau fungsi
  3. Divisi,
  4. Matrix
  5. Flatarki

Organisasi kecil biasanya menggunakan struktur lini dan staff hingga fungsional. Karena jumlah anggota terbatas, dan kegiatan yang belum terlalu padat.

Sementara pada organisasi yang memiliki anggota sedang antara 20 hingga 100 orang. Maka organum menyusun struktur berbentuk divisi. Sebab pengawasan yang lebih mudah.

Sementara untuk organisasi besar, memilih bentuk organisasi matrix, dengan melibatkan banyak pakar dan karyawan, sebagaimana ahli memiliki kewenangan melakukan koordinasi silang antara bagian. Dalam menyelesaikan sebuah proyek kerja.

Wibawa Institusi Tergambar Pada Struktur Organ

Kepemimpinan dengan magnet daya tarik, yang melekat pada kepribadian. Seperti itu wibawa ditempatkan.

Wibawa berhubungan dengan kredibilitas, yang bersumber pada keahlian dan kepercayaan.

Wibawa bukan narasi permintaan untuk mendapatkan penghargaan. Tapi sebuah proses untuk mendapatkan apresiasi yang berhubungan dengan kepuasan dan kekaguman.

Wibawa Institusi bertumpu pada seluruh anggota institusi menempatkan struktur organon, dalam melaksanakan program kerja. Menjadikan pola relasi antar bagian sebagai otonomi personal yang harus dihargai.

Struktur organon juga memberikan gambaran bentuk pengambilan keputusan tertinggi. Apakah berbentuk komite atau kepemimpinan tunggal.

Proses pengambilan kebijakan adalah absolut, terlepas pada proses demokratis atau hierarki, maupun otokratik monarki.

Absolut keputusan bermakna kebijakan organum yang di laksanakan oleh semua bagian yang berada dalam satu organon tersebut.

Penyebutan Wibawa Institusi adalah:

  1. Kebijakan pimpinan atau organum diakui (baik terpaksa ataupun tidak).
  2. Semua (secara mayoritas) staff dan anggota melaksanakan kebijakan yang ada.

Alur Pengambilan Keputusan

Semua keputusan diambil oleh pimpinan, sebagai pemilik tandatangan berstempel dalam sebuah konsideran.

Meski alurnya bisa berbentuk Bottom Up ataupun Top Down atau Horisontal.

Proses alur ini tergambar dalam struktur yang ada. Sebagai batasan dalam penetapan sebuah kebijakan.

Teori Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan organisasi, dengan gaya kepemimpian organisasi, tentu style tersebut menjadi ciri sebuah kemanajeran.

Namun secara teori, dalam hal pengambilan keputusan. Kita uraikan terlebih dulu, mengenai proses decision making dari para expert.

Pengambil Keputusan Menurut Herbert Simon

Herbert Simon adalah Expertise dalam kajian organisasi khususnya administrasi. Dengan kerangka banguan teori yang dikembangkannya. Administrative Behavior, a study of decision making process in administrative, published 1948.

Dalam kerangka teori tersebut Herbert Simon memberikan penjelasan bahwa pengambilan keputusan memiliki dua hal penting:

  1. Keputusan, yakni proses mengambil sebuah kesimpulan dalam bentuk kebijakan
  2. Tindakan, yakni suatu langkah untuk melaksanakan kebijakan.

Sebab menurutnya, sebuah keputusan tanpa pelaksanaan adalah sebuah kekeliruan.

Dalam istilah lanjut, S. Herbert, memperinci secara tegas bahwa pengambilan keputusan merupakan urutan proses dengan tahapan:

  1. Pengenalan masalah,
  2. Pencarian informasi,
  3. Definisi alternatif,
  4. Pemilihan personil untuk melaksanakan secara konsisten dan terpercaya.

Teori Pengambilan Keputusan Robert Dahl

Sebagai seorang politisi maka Robert Dahl memahami pengambilan keputusan merupakan secara teori politik adalah ilmu politik murni.

Yang memberikan penekanan pendekatan sebagai suatu analisa dan evaluasi secara normatif, dengan mengambil suatu keputusan seperti menjawab sebuah ujian (examination).

Dalam kajian secara mendalam bahwa ilmu pengetahuan adalah bagian empiris sebuah ilmu politik.

Organisasi lain: Teori Organisasi Dasar, Dalam Kajian Klasik, Modern dan Perspektif Rasional

Sumber:

  1. Definisi organisasi, Ireappos
  2. Organization Meaning And Definition.
  3. Decision Making Theory

Pos terkait