Apa itu Retorika Politik | 5 Poin Penting Bagi Pejabat Negara

Pengertian apa itu retorika politik
Sumber: VOI

Sering dengar kata retorika politik? Sebenarnya apa itu retorika politik? Apa kaitannya dengan pejabat Indonesia? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini ~ Komunikasi

Izza Faizah

Bacaan Lainnya

Terlalu penasaran dengan apa itu retorika politik? Mengingat baru-baru ini di indonesia sedang ramai isu sosial, yaitu banyaknya demo yang menentang kebijakan pemerintah.

Masyarakat seolah mempertanyakan kinerja wakil rakyat yang kurang kompeten.

Bahkan untuk komunikasi saja mereka dinilai belum cukup mumpuni. Pemimpin di indonesia harusnya memiliki skill komunikasi politik yang tinggi.

Salah satunya memahami betul apa yang dinamakan retorika. Kenyataannya, retorika politik bukan hanya soal apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana, kapan, di mana, dan kepada siapa kata-kata itu ditujukan.

Arti Dari Retorika

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya ketahui dulu tentang apa itu retorika. Beberapa penjelasan di bawah ini mungkin bisa sedikit membantu memberikan pencerahan:

Definisi Umum

Definisi kata itu bisa berarti seni berbicara atau bagaimana cara penyampaian pesan supaya orang gampang memahami, menarik, dan bisa mempengaruhi.

Retorika ini sebetulnya bahasa yunani rhetorike yang artinya seni orator dapat juga suatu skill berbicara.

Retorika berbeda dengan berbicara biasa yang hanya sekedar menyampaikan informasi. Di dalam retorika terdapat:

  • Pilihan kata yang tepat (supaya tidak menyinggung dan enak didengar)
  • Cara penyampaian (dengan intonasi suara mimik atau gerakan tangan)
  • Tujuan tertentu (hanya meyakinkan ingin menghibur memberi semangat atau sekadar menjelaskan)

Contohnya saat seorang guru bilang “belajar itu penting” yang ini hanya kalimat biasa.

Kalau retorika yaitu “dengan belajar, dapat membuka pintu masa depan. Ilmu hari ini adalah bekal untuk masa depan kalian”.

Penggunaan kalimat pada retorika lebih menyentuh hati dan memotivasi siapa saja yang mendengarnya.

Retorika bukan hanya jelas, namun juga dapat mempengaruhi pikiran sekaligus perasaan mereka yang mendengar.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Organisasi Politik Dan Kerajaan

Arti Secara Luas Dan Sempit

Dalam arti sempit, retorika berkaitan dengan pidato, orasi, maupun ceramah, yaitu penggunaan bahasa dalam situasi publik (satu orang sebagai pembicara dengan beberapa pendengar).

Sedangkan dalam arti lebih luas, retorika mencakup semua penggunaan bahasa persuasif.

Baik verbal maupun non verbal, tertulis atau lisan, bahkan media massa hingga komunikasi digital yang populer di jaman sekarang.

Retorika Dalam Konteks Politik

Lalu bagaimana dengan retorika dalam konteks politik? Sebelum membahas apa itu sebenarnya tentang retorika politik, mari kembali lagi di penjelasan awal.

Retorika adalah seni berbicara agar orang lain yang mendengarkan bisa makin paham, dan terpengaruh oleh apa yang kita sampaikan.

Jadi tak cuma asal bicara, tapi cara memilih kata, nada suara, gaya, sampai logika dan emosi, supaya pesan kita tersampaikan dengan baik ke orang lain.

Apa itu sebenarnya retorika politik? Nah, para pejabat atau tokoh politik, umumnya menggunakan retorika yang bertujuan untuk:

  • Meyakinkan rakyat mengenai ide, rencana, atau janji kampanye.
  • Membentuk citra diri menjadi pemimpin yang kuat, arif, dekat dengan rakyat.
  • Menggerakkan orang bertindak (untuk memilih di pemilu, menyokong aturan, atau mengikuti kegiatan sosial).
  • Mengendalikan suasana (kadang memakai kata-kata menenangkan ketika ada krisis, atau membangkitkan semangat saat sangat mereka justry butuh dukungan).

Jenis dan Penggunaan Retorika

Jenis retorika politik
Sumber: INSPIRING MODELS OF EDUCATION

Sebelumnya sempat dibahas apa itu arti retorika politik. Sekarang saatnya pembahasan mengenahi jenis dan penggunaan retorika itu sendiri, yaitu sebagai berikut:

Jenis-jenis Retorika

Apa itu arti dari retorika politik sudah sedikit disinggung sebelumnya. Namun sebetulnya apa saja sih jenis-jenis retorika itu? Seorang filsuf Yunani, membagi retorika menjadi 3 jenis utama yaitu:

1. Ethos (Retorika Membangun Kredibilitas)

Ilmu ini membahas tentang seni berbicara yang meyakinkan orang lain melalui karakter, skill, serta reputasi.

Penggunaan retorika ethos adalah bisa oleh guru, dokter, atau pejabat yang ingin pendengar yakin pada segala perkataannya.

Contohnya, dokter menjelaskan mengenai pentingnya vaksinasi. Orang tentu percaya sebab mereka memang ahli dalam bidang tersebut.

2. Pathos (Retorika Dengan Emosi)

Ilmu ini membahas cara bicara yang mampu membujuk orang lewat perasaan/ sentuhan hati dan emosi mereka.

Penggunaan retorika Pathos ini biasanya saat kampanye sosial atau juga dalam pidato penyemangat.

Contoh nyata seperti ajakan berdonasi bagi korban bencana alam dengan menampilkan kisah sedih dan pilu keluarga yang terkena.

3. Logos (Retorika Dengan Logika/Bukti)

Teknik berbicara untuk meyakinkan orang menggunakan data, alasan logis, atau bukti-bukti nyata.

Penggunaan retorika logos biasanya untuk presentasi ilmiah, debat atau rapat kerja.

Contohnya seperti mahasiswa yang sedang sidang skripsi. Mereka akan menyajikan beberapa data statistik untuk mendukung argumennya.

Organisatoris lain baca ini: PPNI Makassar Terjebak Politik Praktis Tahun Pilkada 2020

Penggunaan Retorika

Apa itu penggunaan retorika baik untuk politik maupun kehidupan sehari-hari? Penggunaannya memang ada banyak, namun yang paling sering adalah sebagai berikut:

1.Pendidikan

Retorika di lingkungan pendidikan seperti kampus atau sekolah biasanya dalam hal penyampaian materi.

Jenis retorika logos akan banyak digunakan yaitu memberikan contoh nyata atau bukti agar audience lebih mudah mengerti.

2. Lingkungan Keluarga

Para orang tua sering menggunakan jenis retorika ethos ketika menasehati anak. Hal ini karena orang tua jelas lebih berpengalaman. Anak-anak melihat pengalaman orang tuanya untuk kehidupan lebih baik.

3. Untuk Menghibur dan Memotivasi

Retorika kadang juga untuk menghibur sekaligus memberikan semangat. Contoh saat orasi motivasi atau khutbah.

Namun, penggunaan retorika memotivasi orang lain tidak hanya itu saja. Dapat terjadi pada para pemimpin tim untuk meyakinkan anggotanya agar semangat bekerja sama.

4. Meyakinkan Orang Lain

Ada hubungannya dengan politik. Di sini, penggunaan retorika adalah untuk meyakinkan orang lain seperti saat kampanye.

Mudahnya adalah seorang calon pemimpinpejabat akan berusaha membuat rakyat percaya pada programnya

5. Membangun Citra Diri

Masih berhubungan dengan politik, retorika banyak dipergunakan para calon pejabat untuk membangun citra diri.

Mereka menggunakan retorika panthos dengan cerita personal agar masyarakat merasa terhubung secara emosional.

Apakah Retorika Masuk Ilmu Komunikasi?

Retorika masuk dalam komunikasi
Sumber: facebook

Seperti pembahasan sebelumnya, retorika merupakan seni berbicara supaya orang-orang makin mudah memahami.

Dengan retorika, orang juga makin percaya dan akhirnya terpengaruhi dengan apa yang pembicara katakan.

Singkatnya, retorika masuk dalam ranah ilmu komunikasi, khususnya komunikasi persuasif dan publik speaking.

Dalam komunikasi persuasif, para pemimpin menggunakan retorika untuk menyakinkan rakyat saat pidato politik.

Contoh lain seperti guru yang menggunakan retorika untuk membuat penjelasan menarik, sehingga murid lebih mudah memahaminya.

Retorika juga berhubungan erat dengan publik speaking. Pasalnya, banyak orang yang berani berbicara depan umum, namun tak semua bisa menyusun kata-kata sampai menyentuh hati pendengar.

Maka di sinilah retorika berperan, yaitu membantu pembicara menentukan gaya bahasa, intonasi dan contoh yang tepat. Dengan begitu, antara pembicara dan audience saling terhubung. 

Mengapa Retorika Penting Dalam Ilmu Komunikasi?

Alasan retorika komunikasi politik penting
Sumber: Stories – Briefer

Retorika sebagai seni berbicara dan penyampaian pesan agar orang lain lebih mengerti, percaya, bahkan akhirnya terpengaruh nyatanya sangat penting dalam ilmu komunikasi karena:

1. Membuat Pesan Lebih Jelas

Tanpa adanya retorika, komunikasi akan kaku atau membingungkan.

Retorika dapat membantu menyusun kata-kata, menentukan gaya bahasa yang tepat dan mengatur alur bicara. Orang lain jadi lebih mudah menerima pesan tersebut.

2. Membangun Kepercayaan

Retorika juga mengajarkan pentingnya kredibilitas (ethos). Saat orang berbicara dengan sikap yang meyakinkan serta menunjukkan pengetahuannya, tentu hasilnya berbeda.

Pendengar jelas lebih percaya dengan pesan yang mereka sampaikan bukan?

3. Menyentuh Hati dan Emosi Audience

Logikanya, orang mudah terpengaruh oleh perasaan. Melalui emosi (pathos), retorika membuat komunikasi lebih hidup dan menyentuh hati pendengar.

Hal ini pun yang membuat mengapa iklan atau kampanye sosial begitu membekas.

4. Mendukung Pengambilan Keputusan

Keseharian banyak yang memanfaatkan retorika sebagai persuasi. Kayak dalam debat, pidato politik, atau presentasi bisnis.

Di sini, retorika membantu audience agar menerima gagasan pembicara atau mengambil tindakan tertentu.

5. Relevan di Berbagai Konteks Komunikasi

Faktanya, penggunaan retorika tak hanya berfokus pada ruang politik dan akademik saja. Namun juga pendidikan, kehidupan keseharian, hingga media sosial.

Hampir semua orang menggunakan retorika mulai dari pejabat, guru, orang tua, dan lainnya.

Pentingkah Para Pejabat Indonesia Mengerti Arti Retorika Dalam Komunikasi?

Pentingnya retorika politik dalam komunikasi
Sumber: Helo Indonesia

Dari penjelasan awal tadi hingga sekarang, mungkin sudah ada sedikit pencerahan tentang apa itu makna retorika politik.

Masalahnya, apakah penting para pejabat Indonesia mengerti apa itu retorika dalam komunikasi? Tentu saja mereka harus memahaminya dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kepercayaan Publik (Creadibility/Ethos)

Para pejabat yang memahami retorika dapat membangun (ethos) atau citra publik bahwa dirinya terpercaya, integritasnya bagus dan mampu memimpin.

Bayangkan jika pejabat memiliki retorika yang buruk. Bisa jadi dalam masyarakat justru muncul persepsi manipulatif atau propaganda yang merusak reputasi pejabat tersebut.

2. Memudahkan Pemahaman (Logos)

Retorika dapat membantu pejabat memilih kata paling tepat, gaya bicara dan cara penyampaian yang sesuai dengan latar belakang audience.

Jika ini tidak menjadi perhatian khusus, maka pesan juga tak bakal tersampaikan, bahkan bisa saja salah tafsir.

Retorika menghindarkan pejabat dari bahasa teknis yang membingungkan, atau gaya bicara yang terlalu resmi dan jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

3. Membangkitkan Emosi dan Ikatan dengan Audience (Pathos)

Manusia bukan hanya bisa mengerti, tapi juga merasakan. Retorika akan membantu pejabat menyampaikan pesan hingga menyentuh perasaan pendengar, sehingga lebih kuat.

Masyarakat merasa pejabat mendengar perasaan, harapan, kekhawatiran dan aspirasi mereka. Pada akhirnya, mereka pun terpengaruh dengan pejabat tersebut.

Organisatoris lain baca ini: Materi Retorika dan Keprotokoleran HMI | 3 Bagian

4. Menghindari Konflik dan Kesalahpahaman

Sebaliknya, penggunaan retorika secara sembrono atau tanpa pertimbangan audience, bisa memunculkan kesalahpahaman, ketidakpercayaan, bahkan konflik.

Pejabat harus tahu bagaimana memilih kata-kata yang tidak menimbulkan kecemasan, bagaimana menangani kritik, dan bagaimana merespon situasi sensitif dengan hati-hati.

5.Efektivitas Kebijakan

Sekali lagi apa itu retorika politik? Cara menggunakan bahasa (lisan maupun tulisan) oleh aktor politik seperti pejabat untuk mempengaruhi, meyakinkan, dan membentuk opini dalam ruang publik.

Nah, mengapa pejabat Indonesia harus punya skill retorika? Salah satunya karena mampu mendukung efektivitas kebijakan.

Kebijakan tanpa komunikasi yang baik bisa gagal atau tidak efektif karena kurangnya dukungan atau ketidakpahaman rakyat.

Retorika membantu menjelaskan mengapa kebijakan itu perlu, apa manfaatnya, dan bagaimana rakyat bisa ikut mendukungnya.

Akhirnya, retorika akan memperkuat kepercayaan publik dan menyatukan opini masyarakat.

Kesimpulan tentang apa itu retorika politik adalah senjata penting dalam komunikasi politik.

Jadi, bukan sekadar seni bicara, tetapi juga cara untuk membangun kepercayaan, mempengaruhi, dan menyatukan masyarakat.

Sumber:

  1. Retorika Sebagai Ilmu Komunikasi Dalam Pendidikan
  2. Retorika Dan Penggunaannya Dalam Berbagai Bidang
  3. Sejarah Dan Perkembangan Retorika
  4. Analisis Retorika Pada Pembentukan Personal Branding Sandiaga Uno Sebagai Pemimpin Publik Pilkada 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *