Nama Ilmiah Lobster | 5 Cara Budidaya yang Benar Untuk Bisnis

Apa saja nma ilmiah dari jenis lobster
Sumber: Klik Dokter

Kamu tertarik dengan kuliner laut atau bisnis perikanan? Ketahui nama ilmiah lobster, nilai jual, hingga cara budidayanya! ~Organik

Florence Febriana Susanto

Bacaan Lainnya

Nama ilmiah lobster mungkin terdengar seperti istilah yang hanya dibahas di kelas biologi.

Tapi tahukah kamu, mengenali nama ilmiahnya bisa membantumu memahami lebih dalam tentang jenis-jenisnya, habitat alaminya, hingga potensi bisnis budidayanya?

Bukan cuma soal latin-latinan, nama ilmiah bisa jadi kunci untuk membedakan lobster air tawar dan air laut yang ternyata punya karakter dan nilai jual berbeda.

Dalam artikel ini, kamu akan diajak menyelami dunia lobster dari sisi yang tak biasa.

Kita bakal bahas berbagai jenis lobster lengkap dengan nama ilmiahnya, lalu mengintip berapa sih harga lobster di pasaran.

Dan tentu saja bagaimana cara budidaya lobster yang baik dan benar agar hasil panennya maksimal.

Jenis-jenis Lobster

Kamu suka makan lobster? Atau ingin mulai budidaya lobster sendiri? Wah, kamu harus tahu jenis-jenis lobster yang ada di Indonesia!

Bukan cuma bentuk dan warna yang berbeda, tapi juga rasa, habitat, dan harganya sangat bervariasi. Ada lobster yang mudah ditangkap, ada juga yang hidup di laut dalam. Langsung saja kita mulai!

1. Lobster Pasir

Lobster ini sering kamu temui di restoran seafood. Banyak hidup di Indonesia dan Vietnam. Habitatnya ada di laut tropis dan subtropis. Jadi, cukup tahan dengan suhu yang hangat.

Warna tubuhnya cenderung gelap. Biasanya coklat dengan bintik putih panjang sampai ke pangkal ekor. Lobster jantan biasanya lebih besar dari betinanya.

Kalau kamu mau coba memasak lobster, ini pilihan yang pas. Bisa kamu bakar, rebus, kukus, maupun goreng. Rasa dagingnya gurih dan empuk. Cocok sekali untuk menu keluarga atau usaha kuliner laut.

2. Lobster Bambu

Warna lobster ini beda dari yang lain. Tubuhnya hijau dengan garis putih melintang. Ada juga garis hitam yang mengapitnya. Antenanya sangat mencolok karena berwarna merah terang. Keunikan ini membuat lobster bambu gampang dikenali.

Organisatoris lain juga baca ini: Cara Memasak Lobster yang Enak | 6 Jenis Lobster

Habitatnya di laut dangkal sampai 15 meter. Kamu bisa menemukan lobster ini di Sumatera Barat, Aceh, Manado, Makassar, sampai Jawa Barat.

Rasanya enak dan manis, sehingga banyak yang suka jadikan lobster ini sebagai menu spesial.

3. Lobster Batik

Kalau kamu lihat pola tubuhnya, pasti langsung paham namanya. Motifnya memang mirip kain batik. Warna dasarnya coklat gelap dengan bintik putih kecil.

Antenanya berwarna ungu dan ada bintik hitam juga. Kakinya hitam pekat dan ekornya oranye terang.

Kamu bisa menemukan lobster batik di pantai selatan Pulau Jawa. Habitatnya di area karang berbatu dengan ombak cukup besar.

Rasanya setelah dimasak manis dan gurih. Jangan khawatir, lobster ini mudah kamu temukan di pasar lokal maupun restoran.

4. Lobster Mutiara

Ini lobster paling premium di daftar ini. Dagingnya tebal dan sangat manis. Kamu bisa mencari berbagai restoran mahal yang menyajikan jenis ini.

Teksturnya lembut dan rasanya juga kuat, sehingga cocok untuk pecinta makanan laut sejati.

Sayangnya, lobster ini cukup susah ditangkap, ya. Habitatnya di laut dalam dengan ombak besar. Warna tubuhnya juga begitu menarik dan eksotis.

Ada corak biru kehijauan, campuran coklat kemerahan, dan bintik kuning terang yang membuatnya tampak elegan. Bahkan, nama ilmiah dari lobster mutiara juga sangat mewah.

5. Lobster Batu

Lobster ini paling mudah dicari. Kamu bisa temukan di sela-sela batu karang. Warna tubuhnya hijau lumut yang lembut dan nggak punya corak mencolok. Jenis ini paling banyak di daerah Aceh dan sekitarnya.

Buat kamu yang mau mulai budidaya lobster, jenis ini bisa jadi pilihan karena penangkapannya mudah dan populasinya masih banyak. Rasanya juga enak, apalagi kalau kamu tahu cara olah yang tepat.

Kalau kamu tertarik bisnis budidaya atau sekadar penggemar seafood, wajib kenal jenis-jenis lobster ini.

Dan jangan lupa, kenali juga nama ilmiah dari lobster supaya makin paham perbedaannya. Jadi, jenis lobster mana yang paling bikin kamu penasaran?

Nama Ilmiah Jenis Lobster

Nama ilmiah dari jenis lobster
Sumber: CNN Indonesia

Istilah ilmiah ini begitu penting untuk membedakan tiap spesies dengan tepat. Berikut daftar beberapa lobster populer lengkap dengan nama ilmiahnya:

  • Lobster batu: Panulirus penicillatus
  • Lobster bambu: Panulirus versicolor
  • Lobster batik: Panulirus longipes
  • Lobster pasir: Panulirus homarus
  • Lobster mutiara: Panulirus ornatus
  • Lobster merah: Cherax quadricarinatus
  • Lobster duri: Panulirus interuptus
  • Lobster Eropa: Homarus gammarus
  • Lobster California: Panulirus interruptus

Semua nama ilmiah dari aneka lobster ini bisa bantu kamu mengenali jenisnya dengan akurat. Jangan sampai tertukar ya, apalagi kalau kamu pecinta seafood sejati!

Harga Lobster Pasaran

Harga jenis lobster di pasaran
Sumber: Pexels

Kamu penasaran berapa sih harga lobster di pasaran sekarang? Tenang, kita bahas satu per satu ya! Tapi sebelum itu, pahami dulu kenapa lobster harganya bisa begitu mahal.

Lobster punya rasa manis gurih dan daging yang tebal. Nggak heran banyak restoran mewah jadi penggemarnya.

Selain itu, menangkap lobster juga nggak gampang. Mereka hidup di laut dalam, di balik batu karang, bahkan di ombak besar.

Organisatoris lain juga baca ini: Jahe untuk Kesehatan | 3 Cara Pemanfaatan

Nama ilmiah dari lobster menentukan juga jenis dan harganya. Makin langka jenisnya, makin tinggi pula harganya.

Contohnya lobster mutiara. Dagingnya tebal dan rasanya manis. Harganya bisa mencapai Rp1,5 juta per kg. Wajar saja, karena menangkapnya susah dan peminatnya tinggi.

Lanjut ke lobster bambu, harganya sekitar Rp1,2 juta per kg. Warna hijaunya unik dan punya rasa yang khas, sehingga banyak restoran Jepang cari lobster jenis ini.

Kamu bisa menyantap lobster ini sebagai sashimi, lho!

Kemudian, ada lobster batik. Coraknya cantik dan rasanya gurih. Harga pasarannya sekitar Rp900 ribu per kg. Lobster ini juga sering jadi menu favorit saat pesta laut.

Kalau kamu ingin menyantap lobster yang lebih terjangkau, coba lobster pasir. Harganya kisaran Rp390 ribu per kg. Rasanya tetap enak dan cocok buat penggemar seafood harga ekonomis.

Keunikan Lobster

Keunikan dari jenis lobster
Sumber: Pexels

Lobster bukan cuma enak diolah jadi hidangan mewah, lho. Di balik cangkangnya, ada banyak hal menarik yang jarang orang tahu.

Kalau kamu suka laut dan penasaran sama makhluk unik ini, mari simak lima fakta menarik tentang lobster.

1. Punya Dua Perut

Tahukah kamu bahwa lobster punya dua perut? Perut pertama terletak tepat di belakang mata dan berfungsi seperti alat penghancur makanan.

Di dalamnya terdapat struktur mirip gigi bernama gastric mill yang membantu menghaluskan makanan sebelum masuk ke tahap pencernaan berikutnya.

Setelah itu, makanan dialirkan ke perut kedua untuk diproses lebih lanjut oleh sistem pencernaan internal.

Struktur tubuh yang unik ini membantu lobster bertahan hidup dengan sistem metabolisme yang efisien, meski makanannya sering keras seperti kerang atau hewan bercangkang lainnya.

2. Dulu Dianggap Makanan Murah Meriah

Zaman dulu, lobster justru bukan makanan mewah seperti sekarang. Di Amerika Serikat pada abad ke-17 hingga awal abad ke-19, lobster dianggap makanan kelas bawah.

Bahkan, mereka menyebutnya “roach of the sea” karena jumlahnya sangat melimpah dan biasa diberikan untuk tahanan, budak, atau pelayan rumah.

Tapi seiring berkembangnya transportasi dan teknik penyimpanan dingin, lobster mulai populer di kalangan elit.

Kini, harga lobster bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram, tergantung nama ilmiah dari jenis lobster.

3. Tidak Bisa Berteriak Saat Dimasak

Mungkin kamu pernah dengar suara seperti “teriakan” saat lobster dimasak. Tapi tenang, lobster tidak bisa berteriak kok. Mereka tidak punya pita suara.

Suara mendesis yang terdengar itu sebenarnya berasal dari uap panas yang terjebak di rongga tubuh atau cangkang lobster saat dimasak mendidih.

Meski begitu, suara itu memang cukup membuat kaget dan membuat banyak orang salah paham. Proses ini murni reaksi fisik, bukan ekspresi kesakitan.

4. Mengeluarkan Urine dari Wajah

Selain nama ilmiah dari lobster yang unik, cara komunikasinya pun tidak biasa. Mereka mengeluarkan urine dari kelenjar di dekat mata.

Urine ini mengandung feromon yang digunakan untuk mengirim sinyal ke lobster lain.

Fungsinya bisa beragam, mulai dari menarik pasangan, menunjukkan dominasi, atau bahkan menandai wilayah.

Jadi kalau dua lobster saling berhadapan dan mengeluarkan cairan dari dekat mata, bisa jadi mereka sedang “berbicara” lewat bahasa kimia. Unik sekali, bukan?

5. Rutin Melepaskan Cangkang demi Tumbuh

Lobster tumbuh dengan cara melepaskan cangkang lama dalam proses yang disebut molting. Proses ini bisa berlangsung beberapa kali dalam setahun, tergantung usia dan ukuran tubuhnya.

Saat molting, lobster keluar dari cangkang lamanya dan meninggalkan kulit kerasnya di dasar laut.

Setelah itu, tubuhnya sangat lunak dan rentan. Butuh beberapa hari hingga cangkang barunya mengeras dan memberi perlindungan kembali.

Ini juga alasan kenapa banyak nelayan mencari lobster saat baru selesai molting, yaitu karena dagingnya lebih empuk dan mudah diolah.

Cara Membudidayakan Lobster yang Benar

Cara membudidayakan nama ilmiah jenis lobster yang benar
Sumber: Pexels

Kalau kamu tertarik bisnis laut yang menjanjikan, budidaya lobster bisa jadi pilihan. Selain bernilai ekonomi tinggi, permintaannya juga terus naik, baik lokal maupun ekspor.

Organisatoris lain juga baca ini: Cara Membuat Obat Rematik dari Jahe | 7 Manfaat

Tapi, kamu perlu tahu bahwa membudidayakan lobster nggak bisa sembarangan. Ada langkah-langkah penting yang wajib kamu pahami sejak awal. Berikut panduan singkatnya yang bisa kamu ikuti:

  • Pilih indukan sehat dan bebas penyakit dari habitat aslinya.
  • Gunakan kolam terpal, beton, atau sistem keramba jaring apung.
  • Atur suhu air 26–30°C dan salinitas sekitar 28–35 ppt.
  • Sediakan shelter berupa pipa paralon agar lobster bisa bersembunyi.
  • Berikan pakan alami seperti ikan rucah, cacing, atau pelet laut.
  • Kamu wajib memberi makan 2–3 kali sehari secara teratur.
  • Lakukan penggantian air rutin agar lingkungan tetap stabil.
  • Pisahkan lobster berdasar ukuran untuk mencegah kanibalisme.
  • Periksa kadar oksigen dan pH air secara berkala.
  • Masa panen biasanya 6–8 bulan tergantung jenis dan perawatan.
  • Jenis Panulirus ornatus, nama ilmiah dari varian lobster mutiara, punya harga tinggi. Kamu bisa jual ke pasar lokal, restoran, atau ekspor ke luar negeri.

Kalau kamu konsisten dan sabar, hasil budidayanya bisa sangat menguntungkan.

Ternyata menarik ya lobster dari sisi ilmiah hingga ekonominya.

Dari jenis-jenisnya yang beragam, nilai jualnya yang tinggi, sampai cara budidayanya yang menjanjikan, semua memberi gambaran bahwa lobster punya peluang bisnis yang menjanjikan.

Jadi, kalau kamu tertarik untuk terjun ke dunia perikanan atau sekadar ingin tahu lebih dalam tentang biota laut, memahami nama ilmiah lobster bisa jadi langkah awal yang penting.

Dengan bekal pengetahuan ini, kamu bisa lebih jeli dalam memilih jenis lobster yang sesuai kebutuhan.

Sumber:

  1. Detik Food
  2. Liputan 6
  3. Majalah Bobo
  4. Detik Finance
  5. IDN Times

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *