Pernah dengar istilah qurban baznas? Memang apakah beda dengan qurban biasa yang dilakukan di masjid-masjid? ~ Konsep Organisasi
Izza Faizah
Bulan dzulhijjah tahun ini pun akhirnya tiba. Sebagai umat muslim tak jarang memutuskan untuk berkurban demi menyempurnakan ibadahnya.
Nah, salah satu badan penyalur pelaksanaan qurban adalah baznas.
Baznas sendiri merupakan badan amil zakat nasional yang di kelola oleh pemerintah berdasarkan keputusan presiden RI.
Tugas mereka adalah menghimpun sekaligus menyalurkan zakat infaq dan shodaqoh tingkat nasional.
Sejatinya, qurban baznas merupakan layanan yang menawarkan metode berkorban sesuai syariat islam.
Mulai dari pemotongan sampai pendistribusian yang di tujukan bagi masyarakat di daerah 3t (terdepan, tertinggal, dan terluar) sekaligus memberdayakan peternak di desa-desa.
Lalu apa perbedaan antara qurban baznas dan qurban mandiri?
Sebenarnya, tidak ada perbedaan fundamental hanya saja qurban melalui baznas lebih terorganisir dan berpotensi lebih sesuai dengan aturan syariah.
Tata Cara Qurban Dalam Islam
Aturan atau cara pelaksanaan qurban telah diatur dalam islam secara rinci. Bahkan, berqurban di hari raya idul adha memiliki landasan syariah tersendiri.
Organisatoris lain juga baca ini: Mudik Lebaran 2025 | 11 Trik Pulang Kampung Anti Macet
Salah satunya pada hadist riwayat aisya ra yang menyebutkan bahwa “tidak ada amal yang lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah hewan kurban” di saat idul adha.
1.Waktu
Tata cara qurban dalam islam mencakup tentang syarat waktu penyembelihan berqurban di selenggarakan mulai pagi hari yaitu tanggal 10 dzulhijjah sampai hari tasyrik yaitu 11, 12, dan 13 dzulhijjah.
2.Pihak Penyembelih
Mereka yang berwenang menyembelih hewan qurban juga harus beragama islam. Sebetulnya, orang yang berqurban pun boleh menyembelih sendiri hewan qurbannya.
Namun, jika berkenan dapat di wakilkan oleh orang lain yang di rasa sudah lebih berpengalaman.
Oleh sebab itu banyak orang yang akhirnya menyerahkan pada qurban baznas pasalnya mereka di anggap lebih terpercaya.
Selain harus beragama islam, mereka yang bertugas menyembelih hewan qurban baik secara mandiri maupun melalui Baznas.
Juga harus sudah baligh, mampu menyembelih, terlebih dahulu membaca bismillah serta berniat atas nama orang yang berkurban.
3.Alat Penyembelihan
Bahkan, alat penyembelihan yang digunakan pun di atur dalam islam yaitu tidak di perkenankan sembarangan.
Alat yang di pergunakan menyembelih hewan untuk kurban harus di pastikan tajam tak tumpul atau berkarat.
Boleh berbahan besi, kaca, bambuatau lainnya. Namun, tidak boleh dari bahan tulang gigi maupun kuku.
Mengapa alat penyembelih harus tajam? Sebab, dalam islam sangat melarang keras para muslim menganiaya hewan bahkan saat di sembelih.
Organisatoris lain juga baca ini: Kalender Idul Fitri 2025 | 8 Adat Perayaan Berbeda di Indonesia
Oleh sebab itu, alat menyembelih hewan kurban harus mampu memotong urat nadinya sekali sayatan. Jadi hewan tak terlalu menderita waktu ajal.
Qurban di Baznas begitu memperhatikan hal tersebut.
4.Niat
Pelaksanaan qurban harus di awali membaca niat. Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR Bukhari dan Muslim).
Penyembelihan di lakukan dengan menyebut nama allah (bismillah allahu akbar) dan di niatkan sebagai ibadah kepada-nya bukan untuk tujuan lain.
5.Syarat Hewan Yang Dikurbankan
Jenis hewan yang di perbolehkan untuk qurban antara lain domba, kambing, sapi, kerbau, dan unta. Usia dan kondisi hewan juga menjadi syarat utama misalnya:
- domba minimal satu tahun atau berganti gigi
- kambing dua tahun
- sapi dan kerbau dua tahun ke atas
- unta minimal lima tahun
Hewan juga tidak boleh cacat seperti buta, pincang atau sangat kurus.
Kesehatan hewan harus di jaga hingga saat penyembelihan agar sesuai syariah dan standar kesehatan. Qurban oleh Baznas sangat teliti dengan hal tersebut.
6.Pembagian Daging Hewan Qurban
Daging hewan qurban pada umumnya di bagi menjadi tiga bagian sepertiga untuk yang berqurban dan keluarganya, sepertiga untuk kerabat dan teman, dan sepertiga untuk fakir miskin.
Di sinilah peran baznas menjadi penting yaitu memastikan bahwa distribusi daging qurban sampai ke pelosok negeri bahkan ke daerah-daerah yang rawan pangan.
Oleh sebab itu masyarakat lebih senang mempercayakan qurban baznas daripada berqurban secara mandiri karena dapat memastikan pelaksanaan qurban lebih terjamin dan sesuai dengan syariat.
Mekanisme pembagian daging qurban baik dari baznas maupun langsung yaitu sebagai berikut:
- Baznas: di awali masyarakat membayar melalui badan tersebut lalu hewan di beli di sembelih kemudian dagingnya di bagi-bagikan pada para mustahik
- Sementara itu penyembelihan langsung yang biasanya di selenggarakan di banyak tempat panitia lokal atau masjid akan mengorganisir secara serentak dan rapi.
Asal Usul Adanya Qurban Dalam Islam

Sebelum membahas tentang asal usul qurban dalam islam sebetulnya ibadah tersebut dapat di maknai sebagai bentuk kepasrahan pada Allah SWT yaitu untuk mendekatkan diri pada-Nya.
Bahkan, perintah berqurban telah di gariskan Allah melalui Al-Qur’an qs Al-Kautsar 108 “sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak maka dirikanlah sholat dan berkurbanlah”.
Ibadah qurban secara formalitas pertama kali di lakukan oleh Nabi Ibrahim as.
Beliau berniat untuk menjalankan perintah Allah SWT. Alkisah, Nabi Ibrahim as mendapatkan perintah lewat mimpi.
Di mimpi tersebut Nabi Ibrahim as di perintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail as.
Mimpi seorang nabi merupakan salah satu cara turunnya wahyu Allah SWT sang maha kuasa. Maka, perintah tersebut memang harus di jalankan oleh Nabi Ibrahim as.
Beliau pun akhirnya lekas memberitahukan mimpinya pada sang anak Ismail as.
Gayung bersambut nabi Ismail as meminta ayahnya agar menjalankan perintah Allah SWT tersebut dan berjanji untuk selalu menjadi seseorang yang sabar.
Tibalah pada saat yang ditentukan nabi Ibrahim as memutuskan untuk segera melaksanakan perintah Allah SWT yaitu menyembelih anaknya.
Nabi Ibrahim as sendiri yang menaruh kepala sang anak dan bersiap untuk menyembelihnya.
Menariknya, niat kuat untuk menjalankan perintah Allah tersebut tidak hanya ada pada Nabi Ibrahim as saja, melainkan juga dari sang anak, Ismail as.
Baik Ibrahim as maupun Ismail as keduanya benar-benar menunjukkan ketaatan keteguhan dan kesabaran dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Namun, atas kuasa Allah SWT, sebelum nabi Ibrahim as mengayunkan parang untuk menyembelih ismail as, posisi sang anak di gantikan oleh seekor hewan.
Riwayat Lainnya..
Banyak riwayat yang mengatakan jika hewan yang di maksud berupa domba jantan dari surga dengan warna putih bertanduk dan punya mata bagus.
Kejadian ini di tegaskan dalam surat qs ash-shafaat 37 yang berbunyi
“Hai Ibrahim, sesungguhnya dirimu membenarkan mimpi itu sesungguhnya maka demikianlah kami memberi memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini adalah ujian yang nyata dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan besar”.
Peristiwa tersebut bisa di maknai dengan turunnya mukjizat dari Allah yang menegaskan jika perintah pengorbanan Nabi Ibrahim as terhadap Nabi Ismail as.
Merupakan sebuah ujian menilai sejauh mana ketaatan keduanya terhadap Allah SWT. Ternyata keduanya sangat tulus dalam menghadapi ujian yang di berikan.
Bertolak dari kisah kedua nabi tersebut, asal mula sunah berkurban yang di lakukan muslim saat Idul Adha di seluruh pelosok dunia dan terus di tradisikan hingga saat ini.
Para umat nabi Muhammad SAW di perintahkan untuk selalu meneladani sosok nabi Ibrahim as yang sukses menjalankan ujian berat dengan ikhlas.
Organisatoris lain juga baca ini: 5 Amalan Menyambut Ramadhan | Jenis Amalan Baik
Bahkan hingga mendapatkan gelar Khalilullah, bapak para nabi, hingga Uswatun Khasanah.
Lebih jauh lagi, sebetulnya ada banyak banyak makna yang bisa dipetik dari pelaksanaan qurban termasuk qurban melalui baznas seperti secara ruhiyat maupun sosial kemasyarakatan.
Secara ruhiyat misalnya, qurban terbukti dapat meningkatkan ketakwaan dan ketaatan terhadap Allah SWT. Sementara secara sosial, ibadah ini mampu melahirkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Apakah Di Agama Lain Ada Adat Yang Hampir Sama?

Tradisi menyembelih hewan qurban seperti qurban melalui baznas di hari raya idul adha memang sudah sangat di kenal oleh umat muslim.
Namun, apakah di agama lain mengenal adat serupa? Faktanya, menyembelih hewan untuk berqurban juga ada di beberapa kepercayaan lain di dunia di antaranya seperti:
1.Agama Yahudi
Bagi kalangan kepercayaan yahudi, mereka juga mengenal tradisi mirip penyembelihan hewan qurban saat idul adha seperti pada agama islam.
Dalam di agama yahudi qurban disebut sebagai pesach atau paskah.
Paskah Yahudi juga tercantum dalam kitab keluaran 121:1-28.
Yang menunjukkan bahwa Tuhan memerintahkan Musa supaya bangsa israel menyembelih seekor kambing atau domba dan darahnya di oleskan pada tiang rumah mereka.
Perintah ini di ketahui bermanfaat agar bangsa Israel terhindar dari tulah yang di turunkan oleh Tuhan sebagai hukuman terhadap bangsa Mesir.
Bahkan, rumah-rumah juga di olesi oleh darah pada setiap pintunya di maksudkan agar terhindar dari kematian.
Sebab, Tuhan akan melewati rumah tersebut setelah melihat tanda darah. Hanya saja, setelah penghancuran bait suci kedua oleh bangsa romawi, kurban tidak lagi di lakukan.
Sebagai gantinya, umat Yahudi mengenang pengorbanan tersebut dengan doa dan perayaan ritual seperti seder yaitu melibatkan konsumsi makanan simbolis dan pembacaan teks Haggadah.
2.Agama Kristen
Beda dengan Yahudi, di agama Kristen pun juga mengenal tradisi qurban seperti pada praktik perjamuan terakhir (last supper).
Di sini, Yesus memperkenalkan simbolisme roti dan anggur sebagai tubuh dan darah-Nya.
Walaupun begitu, dalam tradisi ini tidak melibatkan penyembelihan hewan qurban secara langsung atau melalui Baznas.
Perjamuan terakhir hanya dianggap sebagai bentuk pengorbanan diri untuk keselamatan umat manusia.
Selain itu, seperti tulisan dalam kitab perjanjian lama, praktik kurban hewan dimaknai sebagai penebusan dosa.
Kemudian menjadi dasar bagi pemahaman kristen tentang pengorbanan dan penebusan melalui kristus.
3.Agama Hindu
Dalam agama hindu terdapat tradisi yadnya kurban persembahan yaitu melibatkan pengorbanan hewan maupun benda sebagai bentuk bakti kepada Tuhan.
Dalam tradisi tersebut, di kenal praktik penyucian hewan yang di sebut sebagai mapepada.
Sementara itu, mapepada sendiri berasal dari kata “pada” dalam bahasa Bali yang dapat di artikan sebagai penyamaan roh hewan untuk sarana upakara.
Menurut budayawan I Gede Anom Ranuara, dengan di adakannya upacara mapepada di harapkan arwah dari hewan yang di kurbankan.
Untuk upacara upakara akan lahir lagi dengan mengalami kenaikan tingkat (tidak menjadi hewan kembali).
Pada hakekatnya, kegiatan ini bertujuan untuk mencapai keharmonisan dengan alam semesta serta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
Walaupun begitu, ajaran penyembelihan hewan sangat dipengaruhi oleh ajaran dan filosofi masing-masing aliran dalam hindu.
Nah, itu dia tadi bahasan tentang qurban baznas, tata cara berqurban dalam islam, sejarah, hingga lain-lain. Semoga bisa menjadi bahan referensi dan menambah ketakwaan terhadap Tuhan YME.
Sumber:
- Kusnadi, 2021, Tafsir Tematik Tentang Ibadah Kurban, STIS Hidayatullah Balikpapan
- Muhammad Adlu, 2024, Perayaan Paskah Dalam Tradisi Yahudi dan Katolik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Syahrul Pratama, M.Syaikul Arif, 2024, Nilai-nilai Qurban Dalam Prespektif Ibadah, Ekonomi, dan Sosial, IAI An-Nadwah Kuala Tungkal
- Nur Fitriani Siregar, Lina Mayasari Siregar, 2024, Penyuluhan Tata Cara Penyembelihan Hewan Berdasarkan Syariat Islam, Institut Agama Islam PadanglawasNi Nyoman Oktaria Asmarani, 2020, Kurban Hewan Dalam Upacara YadNya: Membunuh atau Memuliakan, Jurnal Filsafat.
