PEURUNAN CURAH JANTUNG [D.0008]

A. DEFINISI

NANDA International (T. Heather Herdman) Suatu keadaan di mana jumlah darah yang dipompa oleh jantung tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. NANDA menggarisbawahi bahwa respon subjektif dan objektif pasien sangat bergantung pada komponen hemodinamik yang terganggu.

Brunner & Suddarth (Hinkle & Cheever) Kondisi di mana volume darah yang diejeksikan oleh ventrikel kiri ke dalam aorta setiap menitnya mengalami penurunan di bawah rentang normal (4−8 liter/menit). Hal ini mengakibatkan penurunan perfusi jaringan sistemik.

Bacaan Lainnya

Marilynn E. Doenges Kegagalan jantung sebagai pompa untuk mempertahankan curah jantung yang memadai guna memenuhi kebutuhan sirkulasi dan efisiensi metabolisme jaringan, yang sering kali bersifat progresif dan memerlukan pemantauan hemodinamik ketat.

Lewis, Bucher, Heitkemper & Harding Suatu ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup dalam memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi, yang disebabkan oleh disfungsi miokardium atau adanya beban kerja jantung yang berlebihan.

B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

Penyebab utama penurunan curah jantung diklasifikasikan berdasarkan komponen penentu volume sekuncup (stroke volume) dan frekuensi jantung:

  1. Perubahan Irama Jantung Gangguan pada nodus sinoatrial atau jalur konduksi (misalnya takikardia, bradikardia, atau fibrilasi) yang mengganggu sinkronisasi kontraksi atrial dan ventrikel.
  2. Perubahan Preload Ketidakadekuatan volume akhir diastolik ventrikel, baik karena kekurangan volume cairan (hipovolemia) maupun hambatan pengisian (misalnya stenosis mitral atau tamponade jantung).
  3. Perubahan Afterload Peningkatan resistensi vaskular sistemik (SVR) atau pulmonal (PVR) yang harus diatasi oleh ventrikel untuk menyemprotkan darah (misalnya hipertensi sistemik atau stenosis aorta).
  4. Perubahan Kontraktilitas Penurunan kekuatan kontraksi miokardium secara intrinsik akibat kerusakan otot jantung, seperti pada infark miokard akut atau kardiomiopati.

C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis yang dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Gangguan Irama Palpitasi, perubahan gambaran EKG (aritmia), serta denyut jantung abnormal.
  2. Gangguan Preload Edema perifer, distensi vena jugularis (JVP meningkat), kelelahan, dan peningkatan Central Venous Pressure (CVP).
  3. Gangguan Afterload Dispnea (sesak napas), tekanan darah fluktuatif, kulit pucat atau sianosis, waktu pengisian kapiler (CRT) > 3 detik, dan oliguria.
  4. Gangguan Kontraktilitas Adanya suara jantung tambahan (S3 atau S4), penurunan Ejection Fraction (EF), batuk, serta Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND).

D. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

Intervensi bertujuan untuk mencapai Curah Jantung Meningkat (L.02008), dengan kriteria evaluasi:

  1. Stabilitas hemodinamik (tekanan darah dan nadi dalam rentang normal).
  2. Penurunan tanda-tanda kongestif (edema dan dispnea berkurang).
  3. Peningkatan toleransi aktivitas dan status mental yang adekuat.
  4. Produksi urin normal (0,5–1 ml/kgBB/jam).

E. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA (SIKI)

Strategi manajemen pasien meliputi:

  1. Perawatan Jantung (I.02075) Monitoring ketat tanda-tanda vital, saturasi oksigen, serta keseimbangan cairan. Pengaturan posisi semi-Fowler untuk menurunkan beban awal jantung (preload).
  2. Perawatan Jantung Akut (I.02076) Manajemen pada fase kritis yang mencakup pemantauan EKG 12 sadapan secara kontinu, pemberian terapi oksigen adekuat, dan kolaborasi pemberian agen inotropik atau vasodilator sesuai indikasi medis.

F. KONDISI KLINIS TERKAIT

  1. Perubahan Irama Jantung (Aritmia).
  2. Perubahan Preload (Kekurangan volume cairan, Stenosis Mitral, Tamponade Jantung).
  3. Perubahan Afterload (Hipertensi, Stenosis Aorta).
  4. Perubahan Kontraktilitas (Infark Miokard Akut, Kardiomiopati).
  5. Gagal Jantung Kongestif.

G. DATA MAYOR

1 Perubahan Irama Jantung

  1. Subjektif: Palpitasi.
  2. Objektif: Bradikardia/Takikardia, Gambaran EKG aritmia atau gangguan konduksi.

2 Perubahan Preload

  1. Subjektif: Lelah.
  2. Objektif: Edema, Distensi Vena Jugularis (JVP meningkat), Central Venous Pressure (CVP) meningkat/menurun.

3 Perubahan Afterload

  1. Subjektif: Dispnea.
  2. Objektif: Tekanan darah meningkat/menurun, Nadi perifer teraba lemah, Capillary Refill Time (CRT) > 3 detik, Warna kulit pucat dan/atau sianosis.

4 Perubahan Kontraktilitas

  1. Subjektif: Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND), Ortopnea, Batuk.
  2. Objektif: Terdengar suara jantung S3 dan/atau S4, Ejection Fraction (EF) menurun.

H. DATA MINOR

1 Perubahan Irama Jantung

  1. Objektif: Warna kulit pucat, Penanda jantung meningkat.

2 Perubahan Preload

  1. Subjektif: (Tidak tersedia).
  2. Objektif: Murmur jantung, Berat badan bertambah, Pulmonary Artery Wedge Pressure (PAWP) menurun.

3 Perubahan Afterload

  1. Subjektif: (Tidak tersedia).
  2. Objektif: Systemic Vascular Resistance (SVR) meningkat/menurun, Pulmonary Vascular Resistance (PVR) meningkat/menurun, Oliguria.

4 Perubahan Kontraktilitas

  1. Subjektif: (Tidak tersedia).
  2. Objektif: Cardiac Index (CI) menurun, Left Ventricular Stroke Work Index (LVSWI) menurun, Stroke Volume Index (SVI) menurun.

5 Perilaku/Emosional

  1. Subjektif: (Tidak tersedia).
  2. Objektif: Cemas, Gelisah.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2014). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018-2020. Oxford: Wiley Blackwell.

Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2018). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2017). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. St. Louis: Elsevier.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *