PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF [D.0009]

A. DEFINISI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Penurunan sirkulasi darah pada level kapiler yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Definisi ini berfokus pada kegagalan hantaran mikrosirkulasi yang berdampak sistemik pada fungsi seluler di area perifer.

NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Keadaan di mana individu mengalami penurunan sirkulasi darah ke perifer yang dapat mengganggu kesehatan. NANDA menekankan bahwa kondisi ini merupakan respon manusia terhadap gangguan sirkulasi yang bermanifestasi pada perubahan jaringan di ekstremitas.

Bacaan Lainnya

Hinkle & Cheever (Brunner & Suddarth) Suatu kondisi klinis yang ditandai dengan ketidakcukupan aliran darah arteri ke ekstremitas untuk mempertahankan integritas jaringan. Hal ini sering disebabkan oleh proses aterosklerosis atau oklusi vaskular yang membatasi suplai nutrisi dan oksigen.

Black & Hawks Gangguan pada pengangkutan oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh di tingkat perifer yang disebabkan oleh penurunan aliran darah melalui pembuluh darah kecil (kapiler). Kondisi ini secara spesifik merujuk pada ketidakmampuan vaskular memenuhi kebutuhan metabolik lokal.

Marilynn E. Doenges Penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat seluler akibat penurunan kapiler sirkulasi darah. Doenges menyoroti pentingnya evaluasi pada perubahan warna kulit, suhu, dan sensasi sebagai indikator utama kegagalan perfusi.

B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO

Berdasarkan analisis patofisiologis, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan ini meliputi:

Hiperglikemia

  • Kerusakan vaskular akibat kadar glukosa darah yang tinggi (sering ditemukan pada Diabetes Melitus).

Penurunan Konsentrasi Hemoglobin

  • Penurunan kapasitas darah dalam mengangkut oksigen.

Hambatan Aliran Vaskular

  • Adanya oklusi atau penyempitan pada lumen arteri maupun vena.

Gaya Hidup

  • Kurangnya aktivitas fisik, imobilitas, serta paparan zat vasokonstriktor seperti nikotin pada perokok.

C. INDIKATOR KLINIS (KRITERIA DIAGNOSIS)

Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan data mayor dan minor yang konsisten dengan teori Ineffective Tissue Perfusion:

Data Objektif Mayor

  1. Pengisian kapiler (Capillary Refill Time) > 3 detik.
  2. Nadi perifer (misalnya arteri dorsalis pedis atau tibialis posterior) menurun atau tidak teraba.
  3. Akral teraba dingin saat dipalpasi.
  4. Warna kulit tampak pucat atau sianosis.

Data Objektif Minor

  1. Terdapat edema perifer.
  2. Penyembuhan luka yang lambat.
  3. Indeks Ankle-Brachial (ABI) < 0,90.

Data Subjektif

  1. Parestesia (kesemutan).
  2. Nyeri ekstremitas (sering muncul sebagai klaudikasi intermiten).

D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Tujuan utama intervensi adalah Perfusi Perifer Meningkat (L.02011) dengan kriteria hasil sebagai berikut:

  1. Denyut nadi perifer meningkat secara kualitas (skala 3+ atau 4+).
  2. Sensasi perifer membaik (tidak ada parestesia).
  3. Warna kulit tidak pucat dan akral kembali hangat.
  4. Pengisian kapiler membaik (< 2 detik).

E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)

Tindakan mandiri dan kolaboratif difokuskan pada pemulihan aliran darah:

Perawatan Sirkulasi (I.02079)

  1. Observasi: Periksa sirkulasi perifer secara periodik (nadi, edema, warna, suhu). Identifikasi faktor risiko seperti obesitas atau hipertensi.
  2. Terapeutik: Hindari pemasangan infus atau pengambilan darah di area dengan keterbatasan perfusi. Lakukan hidrasi yang adekuat.
  3. Edukasi: Ajarkan program diet rendah lemak dan olahraga rutin untuk meningkatkan aliran balik vena.

Manajemen Sensasi Perifer (I.06195)

  1. Identifikasi penyebab perubahan sensasi.
  2. Monitor adanya tromboflebitis atau tromboemboli vena (DVT).
  3. Edukasi penggunaan alas kaki yang lembut untuk mencegah trauma pada jaringan yang hipoksia.

F. KONDISI KLINIS TERKAIT

  1. Diabetes Melitus.
  2. Peripheral Arterial Disease (PAD).
  3. Trombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis).
  4. Anemia.
  5. Gagal Jantung Kongestif.
  6. Hipertensi.
  7. Tromboflebitis.
  8. Varises.
  9. Sindrom Raynaud.
  10. Buerger’s Disease (Thromboangiitis Obliterans).
  11. Edema Statis.
  12. Emboli Arteri.

DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association (AHA). (2021). Management of Peripheral Artery Disease: A Scientific Statement. Dallas: AHA Circulation.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Management for Positive Outcomes (8th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier Saunders.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2018). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023 (12th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *