A. DEFINISI
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Indikasi kerentanan terhadap ketidakcukupan energi psikologis atau fisiologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Penekanan diagnosa ini terletak pada status “risiko” di mana respons patofisiologis belum terjadi namun terdapat ancaman nyata pada stabilitas metabolisme saat beraktivitas.
NANDA International Rentan mengalami ketidakcukupan energi psikologis atau fisiologis untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan, yang dapat mengganggu kesehatan. Fokus utamanya adalah identifikasi faktor risiko sebelum terjadinya penurunan toleransi yang bersifat aktual.
Potter & Perry Suatu kondisi klinis di mana seseorang memiliki kerentanan untuk mengalami kegagalan dalam menyesuaikan respons fisiologis terhadap peningkatan tuntutan aktivitas. Hal ini biasanya dikaitkan dengan penurunan status kesehatan, periode imobilitas, atau kelemahan umum.
Doenges, Moorhouse, & Murr Kondisi di mana individu berisiko mengalami kelelahan atau respons fisiologis yang merugikan (seperti perubahan tanda-tanda vital yang ekstrem) terhadap aktivitas. Risiko ini sering kali muncul akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
Lynda Juall Carpenito Kondisi di mana individu berisiko mengalami keadaan penurunan kapasitas fisiologis untuk mempertahankan aktivitas pada tingkat yang diinginkan atau diperlukan. Carpenito menekankan pentingnya intervensi preventif pada populasi yang mengalami dekondisi fisik atau gangguan sirkulasi.
B. ANALISIS FAKTOR RISIKO
Berdasarkan tinjauan klinis, faktor yang meningkatkan risiko terjadinya intoleransi aktivitas meliputi:
- Gangguan Sirkulasi dan Transportasi Oksigen Penurunan curah jantung atau kadar hemoglobin yang menyebabkan suplai oksigen ke jaringan perifer tidak adekuat selama pengerahan tenaga.
- Ketidakbugaran Fisik (Physical Deconditioning) Penurunan massa otot dan efisiensi kardiovaskular akibat gaya hidup sedenter atau tirah baring lama.
- Riwayat Intoleransi Aktivitas Adanya kejadian kelelahan ekstrem sebelumnya yang membatasi kapasitas fungsional.
- Kondisi Pernapasan Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen akibat gangguan ventilasi atau difusi gas.
- Ketidaktahuan/Kurang Pengalaman Kurangnya adaptasi fisiologis terhadap jenis aktivitas atau intensitas baru.
C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Tujuan utama intervensi adalah mencapai Toleransi Aktivitas Meningkat, yang diukur melalui parameter:
- Peningkatan jarak atau durasi aktivitas mandiri.
- Stabilitas frekuensi nadi dan tekanan darah selama dan setelah aktivitas.
- Penurunan laporan subjektif mengenai dispnea (sesak napas) dan kelelahan setelah beraktivitas.
- Pemeliharaan saturasi oksigen dalam batas normal selama mobilisasi.
D. STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Intervensi dirancang untuk memitigasi faktor risiko dan membangun kapasitas fungsional melalui dua pendekatan utama:
Manajemen Energi
- Mengidentifikasi defisit fungsi tubuh yang menyebabkan kelelahan prematur.
- Mengatur jadwal aktivitas-istirahat untuk mencegah penggunaan energi yang berlebihan (energy konservasi).
- Memantau respon hemodinamik terhadap aktivitas secara berkala.
Promosi Latihan Fisik
- Menyusun program latihan bertahap yang sesuai dengan kemampuan kardiovaskular pasien.
- Memberikan edukasi mengenai teknik pernapasan untuk mengoptimalkan oksigenasi saat bergerak.
- Melibatkan dukungan keluarga untuk meningkatkan kepatuhan terhadap program rehabilitasi fisik.
E. KONDISI KLINIS TERKAIT
Beberapa kondisi medis yang sering menyertai diagnosis risiko ini:
- Gagal Jantung Kongestif (CHF)
- Penyakit Jantung Koroner (PJK)
- Infark Miokard
- Anemia
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Penyakit ginjal kronis
- Stroke (tahap rehabilitasi)
- Imobilitas kronis (mis. cedera medula spinalis)
- Lanjut Usia (Elderly)
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nurse’s Pocket Guide: Diagnoses, Prioritized Interventions and Rationales. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2022). Fundamentals of Nursing (11th Edition). St. Louis: Elsevier.
World Health Organization (WHO). (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: World Health Organization.
