KELETIHAN [D.0057]

A. DEFINISI

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Keletihan adalah penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak pulih dengan istirahat. Kondisi ini bersifat subjektif dan memanjang, sering kali memengaruhi kemampuan individu untuk mempertahankan tingkat aktivitas biasanya.

NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Suatu perasaan lelah yang luar biasa, bersifat menetap dan (overwhelming), serta penurunan kapasitas kerja fisik dan mental pada tingkat yang biasanya. Perbedaan utamanya dengan kelelahan biasa adalah keletihan tidak mereda meskipun individu telah tidur atau istirahat dengan cukup.

Bacaan Lainnya

Lynda Juall Carpenito Keletihan merupakan keadaan individu mengalami perasaan letih yang luar biasa dan penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental yang tidak dapat dihilangkan dengan istirahat yang cukup. Carpenito menekankan bahwa ini adalah respons yang merugikan terhadap kekurangan cadangan energi.

Marilynn E. Doenges Suatu kondisi kelelahan yang luar biasa dan berkelanjutan yang mengakibatkan penurunan kemampuan fisik dan mental, yang sering kali terkait dengan akumulasi faktor fisiologis dan psikologis yang kompleks, sehingga mengganggu fungsi peran individu dalam kehidupan sehari-hari.

Potter & Perry Keletihan adalah rasa lelah yang subjektif dan sangat melelahkan yang seringkali berhubungan dengan status kesehatan kronis, pengobatan, atau faktor emosional. Ini dipandang sebagai gejala yang membatasi fungsi seseorang karena ketidakmampuan untuk mengisi kembali energi yang telah habis.

    B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)

    Secara klinis, keletihan dapat diakibatkan oleh berbagai faktor multidimensi:

    1. Gangguan Fisiologis Penyakit kronis (misalnya diabetes melitus, kanker, gagal jantung), anemia, malnutrisi, serta perubahan hormonal seperti pada masa kehamilan.
    2. Gangguan Tidur Kualitas tidur yang buruk atau kurangnya waktu istirahat yang tidak memadai (insomnia, sleep apnea).
    3. Faktor Psikologis Kondisi stres emosional yang berkepanjangan, ansietas, atau depresi yang menguras cadangan energi mental.
    4. Gaya Hidup Pola hidup monoton (kurang aktivitas fisik) atau sebaliknya, tuntutan aktivitas yang melampaui ambang batas toleransi individu.

    C. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS)

    Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, diagnosis ini dapat ditegakkan apabila ditemukan data mayor berikut:

    Subjektif

    1. Pasien mengeluh lelah secara terus-menerus.
    2. Merasa kurang tenaga atau energi untuk beraktivitas.
    3. Mengeluh tidak mampu mempertahankan aktivitas rutin.

    Objektif

    1. Tampak lesu dan tidak bertenaga.
    2. Kebutuhan istirahat meningkat secara signifikan.

    D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

    Target utama intervensi adalah mencapai Tingkat Keletihan Menurun (L.05046), dengan kriteria hasil ilmiah sebagai berikut:

    1. Verbalisasi kepulihan energi meningkat.
    2. Kemampuan melakukan aktivitas rutin membaik.
    3. Keluhan lelah dan lesu menurun.
    4. Pola istirahat dan tidur membaik.

    E. INTERVENSI KEPERAWATAN UTAMA (SIKI)

    Tindakan keperawatan difokuskan pada Manajemen Energi (I.05178) dan edukasi pasien:

    1. Observasi Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan dan monitor pola serta jam tidur pasien.
    2. Terapeutik Sediakan lingkungan yang nyaman dan rendah stimulus (cahaya/suara), serta berikan aktivitas selingan yang menenangkan.
    3. Edukasi Anjurkan tirah baring jika diperlukan dan ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan (misalnya teknik relaksasi progresif).
    4. Kolaborasi Kerja sama dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi dan suplementasi yang mendukung metabolisme energi (Potter & Perry, 2021).

    F. KONDISI KLINIS TERKAIT

    Beberapa kondisi medis atau situasi klinis yang sering berkaitan atau menyebabkan keletihan meliputi:

    1. Anemia
    2. Kanker
    3. Penyakit Jantung Kongestif (Congestive Heart Failure/CHF)
    4. Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/CKD)
    5. Diabetes Melitus
    6. Multiple Sclerosis
    7. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
    8. Kondisi kehamilan
    9. Efek samping tindakan medis (misalnya: kemoterapi, radioterapi, pembedahan)
    10. Gangguan tidur (misalnya: insomnia, sleep apnea)

    DAFTAR PUSTAKA

    Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice (15th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

    Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nurse’s Pocket Guide: Diagnoses, Prioritized Interventions and Rationales. Philadelphia: F.A. Davis Company.

    Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018–2020. Oxford: Wiley-Blackwell.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of Nursing (10th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.

    Pos terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *