Kanula
Kanula (atau sering disebut cannula) adalah tabung plastik fleksibel yang dimasukkan ke dalam bagian tubuh untuk menyalurkan atau mengeluarkan cairan, memberikan obat, atau membantu pernapasan.
Dalam dunia medis, terdapat dua jenis kanula yang paling sering digunakan, yaitu:
1. Kanula Intravena (IV Cannula / Abocath)
Ini adalah alat yang digunakan saat seseorang mendapatkan perawatan infus. Kanula ini terdiri dari jarum pemandu di dalamnya dan tabung plastik lunak di luarnya.
- Cara Kerja: Jarum digunakan untuk menusuk vena, setelah tabung plastik masuk ke dalam pembuluh darah, jarum dicabut dan hanya menyisakan tabung plastik di dalam vena.
- Keuntungan: Karena tabungnya fleksibel, pasien bisa menggerakkan tangan (dalam batas tertentu) tanpa merusak pembuluh darah, berbeda jika menggunakan jarum logam permanen.
- Warna & Ukuran: Kanula IV memiliki kode warna internasional untuk menentukan ukurannya (misalnya: warna hijau ukuran 18G, merah muda 20G, biru 22G). Semakin kecil angka ukurannya, semakin besar diameter tabungnya.
2. Kanula Nasal (Nasal Cannula)
Alat ini digunakan untuk memberikan bantuan oksigen tambahan kepada pasien yang masih bisa bernapas sendiri tetapi membutuhkan kadar oksigen lebih tinggi.
- Bentuk: Berupa selang plastik ringan yang memiliki dua cabang kecil (prong) untuk dimasukkan ke dalam lubang hidung.
- Kegunaan: Biasanya digunakan untuk pemberian oksigen dosis rendah hingga sedang (sekitar 1–6 liter per menit).
- Keuntungan: Pasien tetap bisa makan, minum, dan berbicara dengan nyaman sambil mendapatkan terapi oksigen.
3. Kegunaan Lain dalam Medis
Selain dua jenis di atas, istilah kanula juga digunakan dalam beberapa prosedur lain:
- Kanula Bedah: Digunakan dalam operasi laparoskopi (bedah lubang kunci) untuk memasukkan alat bedah ke dalam rongga tubuh.
- Kanula Liposuction: Digunakan dalam prosedur sedot lemak untuk mengeluarkan jaringan lemak dari bawah kulit.
Perawatan Kanula (Khusus Infus)
Sebagai mahasiswa hukum yang mungkin bersinggungan dengan aspek kesehatan atau malpraktik, penting untuk mengetahui bahwa pemasangan kanula harus dipantau secara ketat untuk menghindari:
- Infiltrasi: Cairan infus masuk ke jaringan sekitar, bukan ke pembuluh darah.
- Tromboflebitis: Peradangan atau pembekuan darah pada vena akibat pemasangan kanula yang terlalu lama (biasanya kanula harus diganti setiap 72–96 jam).
Istilah Terkait: Dalam percakapan sehari-hari di rumah sakit, tenaga medis sering menyebut kanula intravena dengan nama merek dagang seperti “Abocath” atau “Surflo”.
