A. DEFINISI
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri dan terarah.
NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Keterbatasan pada pergerakan fisik yang mandiri dan terarah pada tubuh atau satu atau lebih ekstremitas.
Potter & Perry Suatu kondisi di mana individu mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan gerakan fisik, namun tidak bersifat imobil total. Hal ini berkaitan dengan aspek vital yang mendukung kualitas hidup, kemandirian, dan kebebasan psikologis.
Kozier & Erb (Berman, Snyder, & Frandsen) Keadaan di mana seseorang mengalami keterbatasan dalam kemampuan untuk bergerak secara bebas di lingkungannya, yang dapat disebabkan oleh faktor neurologis, muskuloskeletal, atau adanya instruksi pembatasan gerak secara terapeutik.
World Health Organization (WHO) Gangguan fungsi yang membatasi kapasitas individu untuk melakukan aktivitas motorik dan partisipasi sosial dalam kerangka International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF).
B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya gangguan mobilitas fisik meliputi:
- Gangguan Muskuloskeletal & Neuromuskular: Seperti kerusakan integritas struktur tulang (fraktur), penurunan kekuatan otot, atau kendali otot yang terganggu (misalnya pada pasien stroke atau cedera medula spinalis).
- Faktor Fisiologis & Metabolik: Perubahan metabolisme tubuh, malnutrisi, dan ketidakbugaran fisik.
- Hambatan Lingkungan & Pengobatan: Program pembatasan gerak (seperti bed rest pasca operasi), efek agen farmakologi (sedasi), dan penggunaan alat fiksasi eksternal.
- Kondisi Psikologis: Kecemasan berat dan keengganan melakukan pergerakan akibat nyeri hebat (nyeri akut/kronis).
C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan klinis sebagai berikut:
Gejala Mayor
- Subjektif: Mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas.
- Objektif: Kekuatan otot menurun dan rentang gerak (Range of Motion/ROM) menurun.
Gejala Minor
- Subjektif: Merasa cemas saat bergerak, enggan melakukan pergerakan, atau nyeri saat bergerak.
- Objektif: Sendi kaku, gerakan tidak terkoordinasi, gerakan terbatas, dan kondisi fisik lemah (frailty).
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Tujuan utama intervensi adalah mencapai Mobilitas Fisik Meningkat [L.05042] dengan kriteria hasil:
- Pergerakan ekstremitas meningkat.
- Kekuatan otot meningkat.
- Rentang gerak (ROM) meningkat.
- Kecemasan dan nyeri saat bergerak menurun.
E. INTERVENSI UTAMA (SIKI)
Dukungan Mobilisasi [I.05173]
- Observasi: Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya, identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan, dan monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi.
- Terapeutik: Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat bantu (mis: pagar tempat tidur), fasilitasi melakukan pergerakan jika perlu, dan libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan.
- Edukasi: Jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi, serta ajarkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis: duduk di tempat tidur, pindah dari tempat tidur ke kursi).
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
Diagnosis Gangguan Mobilitas Fisik sering ditemukan pada pasien dengan kondisi medis berikut:
- Tumor
- Stroke
- Cedera medula spinalis
- Trauma
- Fraktur (patah tulang)
- Osteoarthritis
- Meningitis
DAFTAR PUSTAKA
Berman, A., Snyder, S. J., & Frandsen, G. (2016). Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice (10th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018-2020. Oxford: Wiley Blackwell.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P., & Hall, A. (2017). Fundamentals of Nursing (9th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
World Health Organization (WHO). (2001). International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF). Geneva: World Health Organization.






