Pentingnya kepemimpinan dalam sebuah organisasi
Kepemimpinan (Foto: samahitawirotama.com)

Kepemimpinan dalam Organisasi:6 Jenis, Fungsi, Bentuk

Diposting pada

Kepemimpinan dalam organisasi sangat penting untuk membangun suatu konsep yang tepat agar organisasi berjalan baik. Jenis kepemimpinan terbagi menjadi 6 dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Sedangkan, bentuk kepemimpinan terbagi menjadi 2 dengan ciri yang berbeda pula.

Riska Putri – Organisaso.co.id

Seorang pria memandang focus ke depan dengan tubuh yang berdiri tegak. Seakan dia siap menaklukan dunia yang menantangnya. Lelah raga dia rasakan, lelah jiwa dia serahkan, namun semangatnya dia tularkan.

Dalam setiap jejak yang ia tinggalkan, terlukis guratan dedikasi tinggi dan setiap tetes keringatnya. Ia selalu berdiri paling depan mengayomi semua yang paling terbelakang. Ia menolak berdiri di belakang lalu meneriakkan perintah kepada yang paling depan.

Bahasa lisan yang terucap berenang bebas di ruang hampa dan memeluk erat oleh telinga setiap anggota. Itulah karakter seorang pemimpin perkasa yang rela membela anggota.

Kepemimpinan dalam suatu organisasi sangat penting agar tercapainya suatu tujuan dari organisasi tersebut. Setiap orang memiliki jenis gaya kepemimpinan yang berbeda-beda untuk membawa organisasinya pada tujuan akhir.

Seorang pemimpin dapat menjelaskan visi, materi kepemimpinan dalam organisasi, dan pendekatan yang akan terlaksana melalui ppt pemimpin dalam organisasi.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Organisasi Pendidikan: Sejarah dan Cirinya

Metode ini biasa berlaku di kampus oleh ketika membicarakan pemimpin mahasiswa dalam organisasi.

Selain menyampaikan hal tersebut dalam power point pemimpin dalam organisasi, pemimpin juga dapat merangkul bawahannya lewat pembicaraan santai di warung kopi maupun resto.  

Pemimpin perubahan dalam organisasi bisa terus berganti sepanjang waktu. Hal ini terpengaruh dari karakter masing-masing pemimpin, kondisi social dan budaya, serta factor eksternal lainnya.

Perlu kita ingat pula bahwa maju mundurnya sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada pemimpinnya. Melainkan kepada para anggotanya. Itulah sebabnya, kepemimpinan dan motivasi dalam organisasi juga sangat penting untuk dikuasai.

Dalam artikel ini, kami akan mengulas secara mendalam tentang sebuah pemimpin dalam suatu organisasi.

Pengertian Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan dalam sebuah organisasi
Pengertian kepemimpinan (Foto: maxmanroe.com)

Peran kepemimpinan dalam sebuah organisasi teramat sangat penting. Efektivitas seorang pemimpin dapat ditentukan oleh keberhasilannya mengarahkan anggotanya. Jika kita membicarakan soal pemimpin, umumnya yang terpikirkan adalah seorang pemimpin berjenis kelamin pria.

Padahal seorang wanita juga memiliki jiwa kepemimpinan yang sama dengan pria. Kepemimpinan wanita dalam organisasi cenderung menggunakan perasaan.

Namun dengan perasaan itulah, ia mampu membuat suatu keputusan yang matang karena telah mendapat perhitungan secara hati-hati. Alhasil, semua orang di sekitarnya bisa melihat dan merasakan dampak positif dari keputusan tersebut.

Kebanyakan orang menilai bahwa orang yang memiliki jiwa kepemimpinan itu harus memiliki karakteristik atau sifat tertentu.

Contohnya seperti memiliki cara pandang ke depan (visioner), mendominasi kelompok atau organisasinya, memiliki kemampuan persuasi, dan berkarisma.

Namun, sesungguhnya apa yang dimaksud dengan kepemimpinan? Berikut pengertian secara umum dan beberapa pengertian dari para ahli.

Secara ringkas, kepemimpinan merupakan suatu proses untuk mempengaruhi atau memberikan contoh oleh seorang pemimpin kepada para anggota kelompok/organisasi.

Hal ini terlaksana untuk mencapai tujuan dan mewujudkan visi organisasi itu sendiri. Seorang pemimpin yang handal, mampu mempertahankan, memajukan, dan mengarahkan organisasinya dengan mantap.

Ada banyak sekali teori kepemimpinan dalam organisasi. Di bawah ini, kami rangkum pengertian kepemimpinan tim kerja dalam organisasi menurut para ahli:

Menurut Ordward Tead (1929)

Kepemimpinan sebagai suatu kegiatan yang dapat membuat seseorang mampu mendorong orang lain untuk dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaanya.

Menurut Hemhill dan Coon (1995)

Kepemimpinan adalah suatu sikap seorang individu yang memimpin kegiatan suatu organisai atau kelompok untuk mencapai tujuan yang ingin menjadi capaian berasama-sama.

Menurut Young (dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah wujud dominasi yang berdasarkan atas keterampilan pribadi yang sanggup menghidupkan atau memengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu atas dasar penerimaan oleh suatu organisasi atau kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

Menurut Tead, Terry, Hoyt ( dalam Kartono, 2003)

Kepemimpinan adalah sebuah kegiatan atau seni untuk memengaruhi orang lain untuk dapat bekerja secara bersama dengan berdasarkan pada kemampuan seseorang dengan membimbing orang lain demi mencapai sebuah tujuan-tujuan yang menjadi goals dari suatu kelompok.

Menurut Moejiono (2002)

Memandang bahwa kepemimimpinan sebetulnya sebagai akibat dari pengaruh satu arah, karena setiap pemimpin mungkin mempunyai kualitas-kualitas tertentu yang membedakannya dengan para anggotanya. Para ahli teori sukarela cenderung memandang leadership sebagai pemkasaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin.


Menurut Stoner

Kepemimpinan adalah suatu cara mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan anggota organisasi atau kelompok.

Organisatoris lain baca ini: Zaman Prasejarah: Definisi, Ciri, Kelebihan Kekurangan

Pentingnya kepemimpinan dalam organisasi ibarat kepala pada tubuh. Tanpa kepala, tubuh akan mati seketika. Begitu juga dengan sebuah organisasi yang tak memiliki pemimpin tangguh.

Fungsi Kepemimpinan

Fungsi seorang pemimpin (Foto: intipesan.com)

Kegunaan pemimpin dalam organisasi yaitu untuk menjalankan wewenang. Selain itu, pemimpin dan komunikasi dalam organisasi akan menjaga jalinan kerja sama, dan menjamian kelancaran serta keutuhan organisasi. Hal tersebut dapat terjabarkan lagi sebagai berikut:

  1. Mengambil keputusan.
  2. Mengembangkan imajinasi.
  3. Memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
  4. Melaksanakan keputusan dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota.
  5. Bertanggung jawab atas semua tindakan.

6 Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan dalam Organisasi

Gaya kepemimpinan (Foto: dailynewsindonesia.com)

Kepemimpinan dana gaya komunikasi dalam sebuah organisasi akan berbeda-beda. Semuanya memiliki kekurangan serta kelebihannya masing-masing. Sehingga dalam penerapannya, harus memperhatikan banyak hal. Terdapat 6 jenis kepemimpinan antara lain:

Koersif

Jenis kepemimpinan koersif bisa kita kenal dengan kepemimpinan otoriter. Pada jenis ini seorang pemimpin akan memerintah sesuai kemauannya sendiri tanpa ada orang yang berhak membantah semua perintahnya.

Pemimpin sudah menentukan berbagai hal sejak awal, sehingga ketika pelaksanaannya tidak menerima rencana atau usulan dari bawahannya. Kepemimpinan dan kekuasaan dalam organisasi, terpusat pada satu orang saja.

Kelebihan dari jenis coersif adalah saat lembaga dengan kelompok membutuhkan sebuah pengambilan suatu keputusan yang secara mendadak atau darurat dengan tepat. Maka, pemimpin akan memutuskan langkah atas pertimbangannya sendiri tanpa pengaruh dari orang lain.

Selain itu, tidak perlu adanya diskusi sehingga meminimalisir adanya pedebatan yang akan membuat keputusan tidak segera kita ambil. Pemimpin pada jenis yang satu ini akan menimbulkan sikap sangat disiplin pada seluruh anggota atau bawahannya. Bisa kita sebut, ini adalah gaya kepemimpinan yang efektif dalam organisasi.

Kekurangan dari jenis ini adalah ketika pelaksanaan tugas yang terencana, bawahan atau anggota kelompok tidak bisa berpikir kreatif dan akan mudah bosan. Hal ini beralasan dengan apa yang harus dikerjakan sudah ditentukan oleh pemimpinnya.

Otoritatif

Jenis pemimpin ini bukan jenis pemimpin yang otoriter, akan tetapi pemimpin yang memiliki kekuasaan dengan persetujuan dan kejelasan visi yang dia paparkan.

Pemimpin akan melakukan perubahan-perubahan agar mencapai visi dari organisasi tersebut. Pemimpin jenis ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mudah memengaruhi orang lain untuk bekerja sama.

Kelebihan dari jenis ini adalah ketika seorang pemimpin bertemu dengan anggota yang mampu diajak bekerjasama dan mampu mebuat perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan jaman.

Kekurangan jenis ini adalah ketika harus mengambil keputusan yang cepat dan mendesak, pemimpin butuh waktu lama untuk memutuskan langkah yang harus diambil.  Selain itu, pemimpin jenis ini akan mengalami kesulitan apabila anggota atau bawahannya tidak mampu berpikir kreatif untuk sebuah perubahan.

Afiliatif

Pemimpin dengan gaya afiliatif adalah seorang pemimpin selalu membuka jalan luas bagi bawahannya untuk bertindak secara mandiri. Ia adalah tipe orang yang selalu mengedepankan kebahagiaan para anggotanya. Sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan ide-ide untuk kemajuan organisasi.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Zaman Agama: Bentuk dan Ciri

Kelebihan jenis ini adalah terjadi harmonisasi antara pemimpin dan bawahan karena adanya keterbukaan. Para anggota pun akan merasa senang sebab pemimpin dapat memprioritaskan semua kegiatan dan tujuannya pada anggota.

Kelemahan jenis ini adalah anggota akan merasa ketergantungan kepada pemimpinnya, karena pemimpin selalu membantu mereka. Selain itu, orang yang belum mengenal pemimipin tersebut akan cenderung menganggap remeh pemimpinnya.

Seringkali, sifat terbuka dengan masalah yang ada, dan sikap meminta pendapat dari bawahan, berarti sebagai ketidakmampuan. Akibatnya, anggota merasa bahwa pemimpinnya tidak layak, tidak berpengalaman, atau minim skill.

Demokratis

Kepemimpinan jenis ini mengedepankan pendapat dari anggota ketika mengambil suatu keputusan. Sehingga setiap masalah terselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Kepemimpinan ini hampir serupa dengan kepemimpinan afiliatif.

Namun perbedaannya adalah pemimpin demokratis tidak mengedepankan kebahagian anggotanya.  Tujuan keterbukaan adalah untuk saling memahami satu sama lain sehingga bisa terwujud sinergi dan kerjasama. Pemimpin bijak segera mengambil sebuah keputusan berdasarkan dengan suara terbanyak.

Kelebihan dari jenis ini adalah terjadinya suatu keterbukaan antara anggota dan pemimpin. Jadi semua masalah dalam suatu organisasi dapat muncul oleh semua anggota dan dapat turut menyelesaikan masalah tersebut.

Kelemahan dari jenis ini adalah jika seorang pemimpin tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat dan terjadi perselisihan antaranggota. Kepemimpinan kekuasaan dan politik dalam organisasi akan terus berubah-ubah. Kadang membawa kebaikan, namun bisa juga mengakibatkan keretakan.

Selain itu, apabila ada anggota yang tidak sepaham atau memiliki cara pandang yang berbeda dengan pemimpin maka akan menimbulkan perdebatan.

Pacesetting

Kepemimpinan jenis ini menyatakan bahwa pemimpin memerlukan atau menutut kesempurnaan dari anggotanya. Pemimpin jenis ini membuat standar-standar yang harus terpenuhi oleh setiap anggotanya agar tercapai apa yang menjadi keinginan sang pemimpin.

Ia tidak segan-segan untuk mengganti atau memecat anggotanya jika dia merasa tidak cocok atau tidak memenuhi standar.

Kelebihan jenis ini adalah apa yang terlaksana oleh anggota dari suatu organisasi selalu sempurna, karena sesuai dengan standar yang berlaku oleh pemimpinnya.

Kelemahan jenis ini adalah ketika anggotanya adalah orang yang tidak suka berkembang atau sulit memotivasi diri. Maka seluruh anggota dariorganisasi tersebut merasa tidak dianggap oleh pemimpin dan menjadi malas untuk mengerjakan pekerjaannya.

Pada akhirnya anggota tersebut akan berganti dengan orang yang lebih berkompeten. Anggota juga akan lebih mudah merasa stress karena tuntutan, persaingan, dan standar tinggi yang harus selalu full sepanjang waktu.

Coaching

Adapun model Kepemimpinan dengan jenis ini hampir serupa dengan kepemimpinan sebelumnya yaitu pacesetting karena pemimpin ini menuntut adanya kesempurnaan dari para anggotanya. Namun jenis ini menentukan standar yang berbeda-beda untuk setiap individu.

Pemimpin jenis ini menuntut anggotanya untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang mereka punya. Mereka yang mengadopsi tipe kepemimpinan dalam organisasi yang disebut coaching ini, meyakini bahwa dengan berkembangnya anggota maka akan berkembang pula organisasi yang dipimpinnya.

Kelebihan jenis ini adalah pemimpin dapat mengenali semua anggota yang ada dalam organisasinya. Ia dapat menggali kemampuan terpendam dari seiap anggotanya dan memperbaiki kelemahan-kelemahan mereka.

Kelemahan pemimpin jenis ini adalah ia memerlukan waktu untuk mengenal dan mengembangkan anggotanya satu per satu. Karena tentunya setiap individu itu unik dan berbeda sehingga perlu dialog panjang dengan setiap anggota untuk mengenal mereka.

Bentuk Kepemimpinan

Bentuk kepemimpinan dalam organisasi
Bentuk kepemimpinan (Foto: bernas.id)

Dalam kepemimpinan terdapat dalam dua bentuk, yaitu kepemimpin formal dan kepemimpin informal. Berikut ini uraian mengenai bentuk dan ciri dari masing-masing bentuk tersebut.

Kepemimpin formal

Kepemimpinan formal terdapat dalam suatu organisasi formal seperti perusahaan, Lembaga pemerintah, organisasi militer, dan sebagainya.

Pemimpin formal dipilih melalui mekanisme tertentu serta akan disahkan melalui pelantikan resmi. Mereka yang memegang jabatan ini biasanya melakukan pendekatan yang bersifat instruksi. Adapaun seorang Pemimpin dengan gaya formal memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Berstatus sebagai seorang pemimpin dengan gaya formal (ditetapkan dan diangkat) selama masa jabatan tertentu, atas dasar suatu legalitas formal oleh penunjukan pihak yang berwenang.
  2. Sebelum pengangkatan, harus dapat memenuhi beberapa persyaratan formal sebelumnya.
  3. Suatu organisasi formal mendukung untuk menjalankan tugas kewajibannya.
  4. Bila mereka melakukan sebuah kesalahan, maka merekan akan dikenai sanksi dan hukuman.

Kepemimpinan informal

Sementara itu, kepemimpinan informal tidak terpilih melalui pemilihan atau pengangkatan secara formal. Seseorang dapat menjadi pemimpin informal karena memilliki latar belakang pribadi yang kuat seperti mempunyai keunggulan fisik, keterampilan yang diakui oleh para anggota organisasi, dan sebagainya.

Organisatoris lain baca ini: Perbedaan Khutbah Tabligh dan Dakwah

Karenanya, ia dianggap memiliki kualitas unggul dan layak memangku jabatan tersebut.

Pemimppin informal kemudian mencapai kedudukan sebagai orang yang dapat memengaruhi kondisi psikis dan perilaku dalam suatu kelompok. Umumnya, ia tidak memiliki wewenang untuk memberi perintah dan menghukum para anggota organisasi. Pemimpin informal melakukan pendekatan dengan pendekatan yang bersifat persuasif.

Pemimpin informal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki penunjukan formal sebagai pemimpin
  2. Masyarakat menunjuk dirinya dan mengakuinya sebagai pemimpin
  3. Status kepemimpinan dapat berlangsung selama kelompok yang bersangkutan masih mengakui dan menerima dirinya
  4. Tidak dapat dimutasikan
  5. Enggan memiliki atasan
  6. Tidak pernal mencapai promosi

Daftar Pustaka

  1. https://www.dosenpendidikan.co.id
  2. https://afidburhanuddin.wordpress.com
  3. Hafulyon. (2012). Keragaman Konsep Kepemimpinan Dalam Organisasi. Juris. Volume 11, No 2, hal. 114-131.
  4. https://www.gurupendidikan.co.id
  5. https://www.ismasaparni.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *