5 Perbedaan Profit dan Lembaga Non Profit Adalah

Pengertian dari lembaga non profit adalah
Sumber: harmony accounting software

Lembaga Non Profit Adalah, ebagian besar orang sering mengaitkan bisnis dengan laba. Tapi apakah memang selalu begitu?

Izza Faisah

Bacaan Lainnya

Lembaga non profit merupakan organisasi yang tak berorientasi pada keuntungan, laba atau profit.

Lantas, bagaimana lembaga ini bisa terus berjalan? Bukankah agar lembaga bisa tetap berkembang membutuhkan dana operasional?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, penjelasan di bawah ini sepertinya akan sangat membantu untuk memberikan wawasan lebih luas.

Organisasi Non Profit Adalah?

Lembaga atau organisasi non profit adalah entitas yang menjalankan kegiatan operasional bukan untuk memperoleh laba bagi pemilik maupun anggotanya.

Keuntungan yang diperoleh dari aktivitas lembaga non profit justru dikembalikan sepenuhnya demi mendukung misi dan tujuan sosial organisasi tersebut.

Organisatoris lain juga baca ini : 11 Posis Jabatan Tertinggi di Perusahaan Apa Saja

Pada umumnya, organisasi non profit beroperasi untuk berbagai tujuan khusus.

Contohnya amal, lingkungan, kesehatan, keagamaan, bidang sosial, pendidikan atau untuk memperjuangkan hal-hak tertentu.

Menurut PSAK No.45, ciri utama lembaga atau organisasi non profit adalah sebagai berikut:

  • Sumber daya berasal dari penyumbang tanpa kepentingan laba.
  • Barang maupun jasa yang dihasilkan bukan untuk mencari profit.
  • Tidak ada kepemilikan individual yang jelas terhadap aset yang jelas terhadap aset organisasi, bahkan pada saat pembubaran.

Organisasi non profit atau nirlaba ini telah menjadi salah satu komponen penting di masyarakat sejak era reformasi.

Bahkan, tanpa sadar organisasi ini tumbuh makin banyak dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Apa Bedanya Dengan Organisasi Profit?

Pengertian lembaga non profit adalah
Sumber: Hukumonline

Lalu apa sih perbedaan mendasar antara organisasi profit dan non profit? Ada beberapa perbedaan yang bisa menjelaskan hal tersebut yaitu sebagai berikut:

1.Pembiayaan

Dari segi pembiayaan, dana dari lembaga atau organisasi non profit adalah berasal dari donatur, hibah, penggalangan dana maupun sumbangan dari pemerintah.

Namun, ada juga organisasi nirlaba yang berada di bawah naungan lembaga profit.

Untuk kasus yang seperti ini, dana yang mereka peroleh berasal dari program CSR lembaga profit tersebut.

Contohnya seperti Djarum Foundation di bawah naungan Perusahaan Djarum.

2.Staf

Pada organisasi profit, mereka yang bekerja sebagai karyawan akan diberikan gaji. Entah setiap bulan atau berdasarkan ketentuan tertentu.

Beda dengan organisasi nirlaba yang tak memiliki karyawan. Mereka yang bekerja di sini adalah relawan jadi otomatis tidak menerima gaji alias sukarela.

3.Pelanggan atau Donatur

Pada umumnya, organisasi profit sudah punya pangsa pasar sendiri sesuai produk yang mereka jual.

Beda dengan lembaga non profit yang sama sekali tidak menargetkan siapa yang harus memberikan donasi.

Organisasi non profit bisa menerima donatur dari mana saja yang memang berniat membantu merealisasikan tujuan mereka tanpa pandang bulu.

4.Budaya

Semua orang tahu jika organisasi profit selalu berorientasi pada target. Para karyawan dituntut bisa mencapai jumlah produksi sesuai ketentuan perusahaan.

Beda dengan organisasi non profit yang tidak memberikan aturan spesifik tentang target untuk mencapai misi mereka.

Selama masih ada dampak positif yang bisa diterima oleh lingkungan atas misi organisasi tersebut.

5.Pajak

Berapa pun dana yang masuk ke lembaga non profit biasanya tidak akan dibebankan pajak.

Namun, pemerintah juga tetap mengawasi sejumlah aliran dana tersebut. Sementara organisasi profit, pemerintah masih mengenakan pajak.

Contoh Struktur Organisasi Non Profit

Struktur organisasi non profit
Sumber: Social79

Bagaimana struktur organisasi non profit itu? Pada umumnya, struktur lembaga atau organisasi non profit adalah tidak jauh beda dengan organisasi lainnya.

Berikut beberapa komponen yang sering ditemukan pada struktur organisasi nirlaba/non profit:

1.Dewan Pengurus

Dalam organisasi nirlaba terdapat dewan pengurus atau biasa disebut dengan dewan direksi.

Mereka bertanggung jawab untuk mengawasi kegiatan organisasi sekaligus memastikan tujuan dan misi organisasi dapat tercapai.

Para dewan pengurus berasal dari individu yang memiliki pengalaman atau keahlian di bidang tertentu. Paling penting, dewan pengurus akan mengawasi arah strategis organisasi.

2.Dewan Eksekutif

Untuk menajemen sehari-hari organisasi, semua berada di bawah tanggung jawab dewan eksekutif.

Mereka bertugas mengelola operasional, memimpin staf hingga memastikan semua tujuan dan misi telah berjalan secara efektif.

Dewan eksekutif pada umumnya bekerja langsung di bawah komando dewan pengurus.

Selain itu, dewan eksekutif juga membantu memantau kepatuhan, transparansi dan akuntabilitas organisasi.

3.Staf dan Relawan

Hampir mirip dengan organisasi lainnya, lembaga non profit juga masih bergantung pada staf professional dan relawan.

Mereka bekerja untuk melaksanakan program dan inisiatif bersama.

Khususnya bagi relawan ini memiliki peran sangat penting, sebab lembaga nirlaba rata-rata beroperasi dengan anggaran dana yang terbatas.

Sehingga, perlu dukungan dari individu yang mau berkontribusi untuk meraih tujuan mereka.

Organisatoris lain juga baca ini : Contoh Struktur Organisasi Divisional Perusahaan: 4 Macam

Selain itu, para staf dan relawan juga berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan.

Mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat entah itu full time maupun paruh waktu secara sukarela.

4.Anggota

Peran anggota dalam lembaga non profit biasanya adalah memberikan suara untuk keputusan penting organisasi.

Contohnya saja seperti rapat tahunan atau pemilihan dewan pengurus. Para anggota bisa dari individu, kelompok komunitas, maupun organisasi lain.

5.Sekretaris/Bendahara

Pada beberapa organisasi nirlaba pun terdapat sekretaris dan bendahara.

Untuk sektetaris bertugas mengatur administrasi, dokumentasi dan surat-menyurat.

Sedangkan bendahara bertanggung jawab dalam mengelola keuangan, membuat laporan dana dan anggaran.

Struktur organisasi atau lembaga non profit adalah tidak selalu kaku. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan, skala, dan sumber daya organisasi.

Untuk lembaga/organisasi kecil misalnya, beberapa tugas bisa dikerjakan satu orang (sekretaris dan bendahara).

Namun, jika organisasi nirlaba termasuk besar, penambahan devisi khusus seperti humas, legal, atau IT bisa menjadi pertimbangan.

Tugas Organisasi Non Profit

Tugas dan fungsi organisasi non profit
Sumber: ruangpedia

Organisasi non profit punya tujuan utama untuk membantu masyarakat, bukan mencari keuntungan seperti perusahaan biasa.

Tugas mereka bisa berbeda-beda tergantung bidangnya (sosial, pendidikan, lingkungan, kesehatan, keagamaan, dan sebagainya).

Namun, secara umum beberapa tugas utama lembaga non profit adalah sebagai berikut:

1.Memberikan Layanan atau Bantuan Kepada Masyarakat

Tugas utama dari organisasi nirlaba adalah melayani dan membantu orang-orang yang membutuhkan seperti diantaranya:

  • Memberikan bantuan makanan bagi fakir miskin
  • Menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak yang kurang mampu
  • Membantu pengobatan gratis pada orang-orang sakit namun tidak punya biaya
  • Memberikan santunan korban bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan lainnya

Contohnya organisasi Dompet Dhuafa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Mereka sering memberikan bantuan makanan dan obat-obatan ke daerah yang terkena bencana.

2.Memberikan Edukasi Masyarakat

Organisasi non profit juga bertugas untuk mengajak masyarakat sadar akan masalah sosial atau lingkungan, misalnya:

  • Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan.
  • Mengadakan kampanye tentang kesehatan mental.
  • Mengajak masyarakat untuk berhenti merokok atau hidup sehat.

Nah, bagaimana cara mereka memberikan edukasi? Bisa melalui seminar, pelatihan, video edukasi, pamphlet, hingga media sosial.

3.Mengadvokasi atau Membela Hak-Hak Orang Lain

Lembaga non profit juga bisa berperan sebagai pembela hak-hak masyarakat khususnya kelompok yang sering terabaikan.

Seperti anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat hingga korban kekerasan.

Mereka akan menyuarakan masalah-masalah ini ke pemerintah atau lembaga hukum supaya ada perubahan kebijakan atau perlindungan hukum.

Contohnya komnas perempuan sering membantu masyarakat yang mengalami ketidakadilan hukum.

4.Mendorong Partisipasi Masyarakat dan Relawan

Organisasi non profit mengajak orang-orang untuk ikut terlibat dalam kegiatan mereka.

Contohnya mengajak relawan untuk mengajar anak-anak di pelosok, mengadakan event sosial, seperti bersih-bersih lingkungan atau donor darah dan sebagainya.

Semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi, semakin besar pula dampak sosial yang bisa mereka ciptakan.

5.Mengelola Dana Donasi atau Bantuan

Tugas lembaga atau lembaga non profit lainnya adalah mengelola dana donasi yang berasal dari masyarakat, perusahaan, atau lembaga donor.

Mereka harus mengelola dana bantuan tersebut secara baik dan transparan.

Selain itu, lembaga non profit juga harus memastikan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan donatur benar-benar digunakan untuk program sosial, bukan untuk kepentingan pribadi.

Jenis Organisasi Non Profit

Struktur organisasi lembaga non profit
Sumber: PngWing

Faktanya, organisasi non profit tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Ada beberapa tipe tergantung bidang yang ditekuni dan berikut beberapa contohnya:

1.Yayasan

Pertama adalah yayasan, merupakan sebuah organisasi yang berdiri dengan tujuan pendidikan, amal, maupun sosial.

Biasanya, yayasan sudah memiliki dana endowment untuk mendanai program-programnya.

Organisasi nirlaba ini dikelola oleh pengurus tanpa tanpa memiliki anggota.

Di Indonesia, banyak yayasan yang sangat dikenal seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, Yayasan Rumah Zakat dan lainnya. Sementara di luar negeri ada Bill & Melinda Gates yang sangat populer. 

2.LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

Selanjutnya ada LSM yang bergerak dengan tujuan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kepentingan tersebut mencakup perlindungan lingkungan, kesejahteraan sosial, hingga hak asasi manusia.  

LSM merupakan organisasi nirlaba yang berbasis komunitas dan bersifat sosial bukan komersial, walaupun menghasilkan layanan atau produk publik.

Selain itu, LSM juga seringkali menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. 

3.Organisasi Amal dan Filantropi

Kamu mungkin sering menemukan organisasi amal seperti Baznas, Dompet Duafa, Rumah Zakat, Lazizmu, dan lain-lain.

Itu semua merupakan jenis organisasi non profit juga lho.

Mereka biasa mengumpulkan dana dan mendistrubusikannya kepada yang membutuhkan.

Nah, selain di Indonesia ada UNICEF yang populer sebagai organisasi internasional pemberi bantuan untuk anak-anak di seluruh dunia.

Organisatoris lain juga baca ini : Jabatan Tertinggi dalam Perusahaan: 9 Tangga Naik Level

4.Koperasi

Pasti tahu koperasi bukan? Salah satu organisasi non profit ini berfokus pada kepentingan ekonomi dan sosial anggotanya.

Tidak sama dengan perusahaan komersil yang mengutamakan profit, koperasi justru bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

5.Organisasi Penggalangan Dana

Ada juga jenis organisasi non profit yang berfokus pada penggalangan dana dengan tujuan amal atau sosial.

Lembaga non profit semacam ini akan mengorganisir acara penggalangan dana, mengelola sumbangan hingga bekerja sama dengan para donatur untuk mendanai proyek yang mereka dukung.

Di Indonesia, contoh organisasi penggalangan dana adalah Kitabisa.com, sedangkan di luar negeri ada GoFundMe hingga UNICEF.

Jenis-jenis organisasi/lembaga non profit sangat beragam, mulai dari yayasan, LSM, organisasi amal, koperasi, hingga organisasi penggalangan dana.

Dengan memahami berbagai jenis tersebut, masyarakat bisa lebih mudah menentukan dukungan yaitu menjadi relawan atau mendirikan organisasi sendiri, sesuai bidang sosial yang diminati.

Lembaga non profit adalah institusi sosial yang bergerak untuk pelayanan publik bukan demi profit.

Mereka memainkan peran penting dalam mengisi kebutuhan masyarakat yang tidak selalu pemerintah maupun bisnis sediakan.

Sumber:

  1. Apa Itu Nirlaba? Panduan Lengkap untuk Memahami Organisasi Non-Profit
  2. Apa Itu Non Profit Organization? Ini Hal yang Perlu Kamu Tahu
  3. Lembaga Non Profit, Benarkah Tidak Membutuhkan Profit?
  4. Organisasi Non Profit: Arti, Karakteristik, Operasional, dan Manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *