Atlet Olahraga Karate
Salah satu Master Olahraga Karate do, Shimizu (Foto;Bola.net)

Olahraga Karate-do: Sejarah, Jenis, Teknik, dan Induk

Diposting pada

Seni dan Olahraga Karate, selain sebagai olahraga juga berguna sebagai seni bela diri, terutama bagi wanita yang sering bepergian sendiri, perlu mengetahui cabor ini.

Retno Lestari, Olahraga – Organisasi.co.id

Sobat taku! Siapa di antara kalian yang ikut karate-do? Atau pernah mendengarnya?

Olahraga ini termasuk salah satu olahraga bela diri. Saat ini, karate sudah masuk ke dalam salah satu cabang olahraga di Indonesia.

Bahkan, atlet-atlet karate pun terseleksi dari tiap daerah untuk nantinya mewakili pertandingan karate tingkat internasional.

Baca juga organisasi lain: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional

Ngomong-ngomong benar tidak ya karate berasal dari Jepang? Gimana ya sejarahnya?

Yuk simak informasi berikut ini, sobat taku!

Sejarah Karate-do dan Tokoh Karate Dunia

Jangan mainkan hatiku, sebab sukmamu bisa kupatahkan. Mungkin ini agak berlebihan, namun memiliki makna bahwa semua orang harus memiliki pertahanan diri dari serangan luar.

Sejarah Permainan Karate
Sejarah perjalanan karate dunia (Foto: Unsplash)

Sebelum patah hati, maka sebaiknya kita meneruskan membaha artikel menarik ini.

Olahraga Karate ini memang betul berasal dari Jepang. Tepatnya dari Okinawa. Olahraga bela diri ini ternyata merupakan hasil dari pengembangan dua teknik bertarung.

Teknik pertama yaitu teknik yang digunakan oleh penduduk setempat. Teknik kedua yaitu teknik yang diadaptasi dari Cina.

Jepang dan China Dalam Sejarah Karate-do dan Kung Fu

Kisahnya bermula dari penyebaran Kung Fu ke Asia di seluruh Asia pada abad ke-6. Seperti yang kita tahu, Kung-Fu ini berasal dari China. Pada akhir abad ke-6, Kung Fu masuk ke wilayah Okinawa atau rangkaian pulau antara Cina dan Jepang.

Situs Genbunkai menjelaskan di Okinawa sendiri, Kung fu dikenal  sebagai Tode.

Dinasti T’ang sekitar 618-906 M yang menjadi asal mula istilah tersebut. Karena, “To” mengacu kepada hubungan antara Okinawa dengan Cina.

Hubungan yang semakin baik antara keduanya menghasilkan hubungan bilateral secara resmi.

Antara Tiongkok dengan Okinawa. Alhasil pada tahun 1372, Kung Fu semakin masif meluas di Okinawa dengan bentuk yang lebih modern.

Akhirnya, Tode dan Kung Fu Tiongkok hidup berdampingan di sana.

Sejak saat itu, masyarakat semakin banyak mempelajari Tode dan Kung Fu Tiongkok.

Sejarah Karate
Salah satu jurus karate-do (Foto: Liputan6)

Terutama ketika Okinawa menjadi bagian dari Jepang. Istilah “Te” muncul sekitar 1629 sebagai hasil evolusi keduanya. Te berarti tangan.

Barulah pada 1887, nama “Karate, 空 手” digunakan.

Arti dari Karate merujuk kepada “tangan kosong”. Master Gichin Funakoshi adalah ahli pertama yang memperkenalkan Karate-do.

Karenanya, seni bela diri ini menyebar di daratan Jepang pada tahun 1916. Oleh karena itu, Funakoshi sebagai Bapak Karate-do Modern.

Sekolah-sekolah karate-do berdiri di tanah Jepang. Istilah penyebutannya, dojo. Dojo-dojo berdiri pada rentang tahun 1920 sampai 1930-an.

Ketika masa inilah berbagai aliran karate-do tercipta dari para master Okinawa yang melakukan perjalanan.

Seperti Goju-Ryu, Wado-Ryu, Shorin-Ryu, Kyokushin, dan Shito-Ryu. Karate juga menyebar ke daratan Amerika Serikat sejak masa Perang Dunia II.

Baca juga organisasi: Olahraga Golf: Identik Orang Kaya, 4 Alasannya


Teknik Dasar Karate

Kihon merupakan teknik dasar karate-do. Arti harafiahnya, yakni dasar atau fondasi.

Kihon merupakan dasar bagi seseorang sebelum belajar Kata atau Kumite. Tendangan dan pukulan adalah hal-hal yang dipelajari dalam Kihon.

Kata merupakan jurus dalam karate-do. Arti harafiahnya, yakni bentuk atau pola.

Dalam Kata, seseorang mempelajari prinsip bertarung melalui berbagai jurus yang mereka ajarkan.

Gerakan-gerakan Kata khas dengan ritme dan pernapasan yang berbeda-beda. Tidak hanya berupa gerakan, Kata juga mempelajari falsafah-falsafah kehidupan.

Kumite merupakan pertarungan karate-do. Arti harafiahnya, yakni pertemuan tangan.

Maksudnya antara tangan karateka satu dengan karateka lainya bertemu di arena tarung.

Kumite biasanya oleh karateka bersabuk biru atau lebih. Kumite terbagi menjadi jiyu kumite (kumite bebas) dan go hon. Atau yakusoku kumite (kumite yang diatur).

Sobat taku bisa mempelajari caranya berdiri sebagai karateka. Alias kuda-kuda karate-do. Kuda-kuda (dachi) secara umum meliputi sembilan posisi.

  • Heishoku dachi, posisi kedua kaki rapat mengarah lurus ke depan dengan tubuh tegak siap.
  • Mushubi dachi, posisi kedua tumit saja yang rapat dengan sudut 30 derajat.
  • Heiko daichi, posisi berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar.
  • Hachiji dachi, posisi berdiri dengan kedua kaki terbuka lebar sekitar 20-30 cm dan telapak kaki dibuka keluar.
  • Sanchin dachi, posisi berdiri dengan telapak kaki depan miring 60 derajat.
  • Kiba dachi, posisi berdiri dengan kaki terbuka berjarak dua kali lebar bahu dengan arah lurus ke depan.
  • Zenkutsu dachi, posisi bertumpu pada kaki belakang sehingga kaki belakang lurus, sedangkan kaki depan menekuk. Antara kaki belakang dan kaki depan tidak sejajar.
  • Kokutsu dachi, posisi kebalikan dari zenkutsu yang mana kaki depanlah yang lurus.
  • Nekoashi dachi, posisi bertumpu pada kaki belakang. Tetapi, kedua kaki lurus.

Sobat taku juga bisa mempelajari pukulan, tangkisan, dan tendangan. Pukulan disebut juga tsuki, tangkisan disebut uke, dan tendangan disebut geri. Masing-masing gerakan dari ketiganya diaplikasikan bersamaan dengan sembilan kuda-kuda tadi.

Jenis Kelas Karat-do dan Tokoh Karate Nasional

Ada jenis dan tingkatan kelas dalam karate-do. Mulai dari usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior, under 21, dan senior.

Karateka Kelas Usia Dini

Karateka kelas usia dini mencakup karateka berumur sampai sembilan tahun. Dalam pertandingan, karateka usia dini masuk ke kategori Kata dan Kumite perorangan.

Pemain Usia Dini Karate
Pemain Usia Dini Karate (Foto:Unsplash)

Untuk Kumite putra, terbagi lagi jadi kelas -25 kg, -30 kg, dan +30 kg. Untuk Kumite putri, kelas -25 kg dan +25 kg.

Karateka Kelas Pemula

Karateka kelas pra pemula mencakup karateka berumur sepuluh sampai sebelas tahun. Dalam pertandingan, kategori pra pemula memiliki kategori sama dengan usia dini.

Untuk Kumite putra terbagi menjadi kelas -30 kg, -35 kg, dan +35 kg. Kelas ini juga berlaku untuk Kumite putri.

Karateka kelas pemula mencakup karateka berumur dua belas sampai tiga belas tahun. Dalam pertandingan, sama kategorinya dengan kelas usia dini dan pemula.

Untuk kumite putra terbagi menjadi kelas -40 kg, -45 kg, dan +45 kg. Sementara Kumite putri terdiri dari kelas -35 kg, -40 kg, dan +40 kg.

Karateka Kelas Kadet

Selanjutnya, karateka kelas kadet yang mencakup karateka berumur empat belas sampai lima belas tahun. Untuk kategorinya masih sama dengan kelas-kelas di atas. Sementara kategori beratnya lebih banyak.

Pada Kumite putra, ada kelas -52 kg, -57 kg, -63 kg, -70 kg, dan +70 kg. Pada Kumite putri terbagi menjadi kelas -47 kg, -54 kg, dan +54 kg.

Karateka Kelas Junior

Terakhir, karateka kelas junior, under 21, dan senior. Pada ketiga kelas teratas ini, kategori pertandingannya bertambah Kata beregu. Kelas beratnya lebih bervariasi lagi. Sementara kelas usianya seperti berikut.

  • Junior, 16-17 tahun.
  • Under 21, 18-20 tahun.
  • Senior, di atas 20 tahun.

Siapa ya tokoh karate-do di Indonesia? Ada nama Umar Syarief yang legendaris. Ia telah menyabet emas dan perak di ajang PON, SEA Games, dan Asian Games. Ada juga Ceyco Georgia. Atlet karate Indonesia yang sampai di Kejuaraan Dunia WKF pada 2015.

Perbedaan Karate dan Pencak Silat

Karate-do mulai menyebar di Indonesia pada 1963. Mahasiswa Indonesia yang melajar ke Jepang dan pulang kembali ke Indonesia, yang punya andil besar mengenalkan karate-do di Indonesia. Sebut saja, Baud AD Adikusumo, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro, dan Ottoman Noh.

Pada saat itu sebetulnya, Indonesia juga memiliki produk seni bela diri sendiri yaitu Pencak Silat.

Seni bela diri ini berasal dari Nusantara. Serupa dengan seni bela diri lainnya, dalam pencak silat juga ada kuda-kuda, jurus, dan sebagainya. Lalu apa bedanya ya, karate-do dengan pencak silat?

Pencak Silat Vs Karate
Pencak Silat Vs Karate (Foto: Istimewa)

Satu perbedaan yang mencolok adalah penggunaan senjata atau alat bela diri.

Pada pencak silat, terutama pata pertandingannya, petarung diperbolehkan membawa senjata tertentu.

Tetapi ketika bertanding, kedua petarung juga menggunakan teknik-teknik serangan.

Pada karate-do, filosofi “tangan kosong” melekat sehingga karate-do tidak menggunakan senjata sama sekali.

Selain itu, ada juga perbedaan dalam hal sasaran serangan. Bagian yang boleh di serang petarung pencak silat adalah bagian dada, perut, atas pusar, tulang rusuk, dan belakang tubuh. Sedangkan, karateka menyerang bagian kepala, wajah, leher, perut, dada, punggung, dan samping.

Satu hal lagi yang berbeda antara pencak silat dan karate-do. Pada pencak silat, kadang kita mendengar alunan musik untuk mengiringi petarung pencak silat beraksi. Pada karate-do tidak ada yang seperti demikian.

Lalu, tahukah kamu perbedaan sebutan pada pencak silat dan karate?

Pelatih di pencak silat di sebut “Sabeum”, sedangkan di karate-do di sebut “Sensei” atau “Senpai”. Sementara itu, berbeda juga penyebutan ahlinya. Ahli pencak silat umumnya di sebut pendekar, sedangkan ahli karate-do umumnya di sebut master.

Mau jadi pendekar atau master, silahkan pilih saja sesuai dengan kebutuhan.

Organisasi Induk Olahraga Karate Dunia dan Nasional

Wah, banyak ya istilah-istilah yang kita temukan di karate-do. Sejarahnya juga panjang. Sekarang, kita cari tahu yuk organisasi induk olahraga ini. Siapa tahu kamu mau terjun belajar seni bela diri karate-do. Jadi atlet juga bisa kok.

Baca juga organisasi lain: Struktur FIFA dan Organisasi PSSI, Nasional & Dunia

Induk Olahraga Karate Dunia

Jadi sobat taku, saat ini olahraga bela diri karate-do bernaung dalam satu organisasi induk tingkat dunia.

Namanya World Karate Federation atau singkatannya WKF. Anggotanya sudah mencapai 198 negara di seluruh dunia. Begini kisah berdirinya.

WKF berdiri tahun 1990 sebagai satu-satunya organisasi karate yang mendpaat pengakuan oleh Komite Olimpiade Internasional.

Logo WKF
Logo Federasi Karate-do Dunia (Foto: wkf)

Saat itu, karate memiliki lebih dari sepuluh juta anggota. Bermula dari datangnya karate ke Eropa sekitar tahun 1950-an.

Lalu, terlaksanalah Kongres Karate Eropa pertama.

Jacques Delcourt adalah presiden pertama Uni Karate Eropa. Kemudian, dia jugalah yang membentuk International Karate Union (IKU).

IKU di bubarkan dan berdiri World Union of Karate-do Organizations (WUKO).

WUKO inilah yang kemudian bertransformasi menjadi WKF.

Struktur organisasi, saat ini Presiden dari WKF saat ini adalah Antonio Espinos dari Spanyol. Sementara Presiden Kehormatan WKF adalah Takashi Sasakawa dari Jepang.

Ada sekitar 20 anggota komisi eksekutif termasuk presiden WKF dan dua anggota kehormatan.

Dengan strukur itu, WKF membawahi federasi karate Asia, Eropa, Oseania, Panama, dan Afrika.

Induk Olahraga Karate Indonesia

Di Indonesia, karate-do bernaung kepada Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI).

FORKI secara resmi berdiri pada 10 Maret 1964 di Jakarta.

Struktur organisasi, saat ini FORKI dengan ketua Hadi Tjahjanto dengan Sekretaris Jenderal Raja Sapta Evrian. Jabatan tersebut berlaku pada periode 2019-2023.

FORKI mewadahi 25 perguruan karate-do di Indonesia yang tercatat sebagai anggota.

Logo Forki
Logo Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Foto: Detakbanten)

Bagi sobat taku yang ingin bergabung menjadi karateka, dapat mendatangi club atau perguruan karate terdekat.

Sementara itu, sekretariat FORKI terletak di Jl. Cikajang No.51, RT. 1/RW. 05, Petogogan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12170, Indonesia.

Demikian artikel tentang olahraga karate do secara singkat dalah hal sejarah dan struktur induk organisasi baik nasional maupun dunia.

Semangat dan berprestasi. Salam olahraga, sobat taku!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *