Pencipta bola voli mini
(Foto: voi.co.id)

Pencipta Bola Voli Mini: 3 Atlet Berprestasi

Diposting pada

Pencipta bola voli mini yaitu William Morgan di Amerika Serikat, Massacusetts, Holyoke. Perkembangannya sangat pesat sehingga popular dan mendunia. Beberapa prestasi yang sudah berhasil para atlet raih baik tingkat dunia maupun nasional

Fifih Fauziyah, Olahraga- organisasi.co.id

Bola voli mini adalah permainan yang sudah terakui oleh FIVB tahun 1971. Permainan tersebut anak-anak mainkan yang memiliki usia 9 sampai 13 tahun.

Aturan permainan tersebut masing-masing sudah federasi tetapkan untuk pertandingan antar sekolah maupun antar klub berbeda.

Agar dapat kenali lebih detail terkait bola voli mini ini, kami akan sampaikan informasi lengkap mengenai pencipta bola voli sehingga dapat menjawab berbagai pertanyaan pembaca semua.

Sejarah permainan bola voli mini berkaitan erat dengan sejarah bola voli, karena secara mini ini adalah hasil modifikasi pencipta voli.

Bermula bola voli jenis mini ini hadir pada awal abad 20, namun sumber lain menyatakan bahwa ide permainan jenis mini ini asalnya dari Jerman Timur tahun 1961.

Ada pula yang menyatakan bahwa jenis mini ini sebetulnya dari Jepang, yaitu kota Taiki. FIVB inipun mengakui adanya bola voli jenis mini di tahun 1971, aturan dasarnya setahun kemudian baru bisa menetapkan.

Kemudian tahun 1975, dunia memberikan keputusan mengadakan konferensi jenis mini secara internasional untuk pertama kali di Swedia dan 19 negara yang menghadiri.

Tanda Temuan Bola Voli

Apakah Anda mengetahui siapakah penemu bola voli mini? Pencipta voli yaitu William Morgan. Beliau pertama kali temukan bola voli di tahun 1985 di Amerika Serikat, Massacusetts, Holyoke.

William adalah instruktur pend jasmani pada semua organisasi YMAC. Mulanya William ini terinspirasi dari James Naismith dengan temuan bola basketnya.

Bola voli mini itu sendiri adalah penggabungan dari berbagai pecipta permainan misalnya tenis, baseball, bola tangan, dan basket.

Lalu William ciptakan olahraga yang baru lalu namanya Mintonette artinya bola voli.  Mulanya permainan ini anggota YMCA ciptakan, kemudian olahraga yang satu ini menjadi popular hingga mendunia.

Organisatoris lain baca ini: Kepanjangan dari FIFA: Sejarah Organisasi, 6 Zona

Tahun 1896 ada perubahan pencipta nama dari Mintonette menjadi bola voli dan adapula yang jenis mini.

Perubahan tersebut menjadi pertandingan secara resmi event pertama YMCA. Di Negara kita, permainan voli ini pertama kalinya ketika penjajahan Belanda 1928.

Kala itu, olahraga voli para bangsawan dan Belanda yang memainkannya. Bola voli lalu memperkenalkan diri ke masyarakat tanah air di masa guru pendidikan jasmani asalnya dari Belanda.

Sesudah itu, perkembangan voli inipun berkembang dengan pesat di tanah air. Karena seringkali tentara mainkan. Lalu lahirlah klub voli pada seluruh wilayah Indonesia. 22 Januari 1955 terbentuklah PBVSI.


Inspirasi Temuan Bola Voli

Profil pencipta voli mini
(Foto: suara.com)

Berdasarkan yang telah kami singgung di atas, bahwa William G. Morgan merupakan pencipta permainan bola voli mini yang berasal dari Amerika Serikat.

Iapun sebagai penemu pertama kalinya. William ini lahir di Lockport, New York, 1870. Morgan muda kuliahnya di Springfield College kelolanya YMCA.

Sesudah lulus 1895 mulai bekerja menjadi Direktur Jasmani YMCA Massachusetts. Awal pencipta atau penemuan jenis mini, pemainan bola voli ini Mintonette, pertamanya ditemukan Instratruktur Pend Jasmani tahun 1895.

Mulanya, olahraga tersebut khusus William ciptakan bagi anggota YMCA yang tidak berusia muda, sehingga olahraga inipun ia buat tidak seaktif olahraga basket.

Namun dari segi pencipta penamaannya mengalami perubahan sehingga menjadi bola voli mini tahun 1896.

Voli ini merupakan olahraga terdiri dari dua grup yang berlawanan. Masing-masing grupnya mempunyai enam pemain.

Adapula variasi olahraga bola voli mini ini masing-masing grupnya hanya mempunyai dua pemain, hal ini berdasarkan pencipta olahraga tersebut.

Yaitu olahraga yang ada di bawah FIVB sebagai salah satu induk organisasi secara internasional, sedang di Negara kita di bawahi PBSI.


Atlet Bola Voli Berprestasi di Tingkat Dunia

Sedikit pemberitaan tampilkan perjalanan Rivan Nurmulki pada klub voli di Nagano Trident, Jepang.


Rivan awali langkah besarnya di dunia atlet pada salah satu ajang bergengsi Asia. Nasib pengalaman Doni Haryono, pemaia dari Jakarta, bergabung bersama klub dengan visi utama Al Naseer, Bahrain.

Belakangan ini, Rendy Tamamilang eks Samatorpun main pada liga voli Bahrain. Liga V League Jepang di dalamnya terdapat banyak pemain-pemain internasional dari Negara-negara seluruh dunia, misalnya Michel Kubiak/Polandia, Bartosz Kurek/Polandia, Yuji Nishidan, Dmirty Musersky/Rusia dan lainnya.

Prestasi Internasional

Peraihan oleh Rivan bukan suatu prestasi biasa maupun datang dengan tiba-tiba.

Sesudah antar Indonesia untuk mendapat medali emas di Sea Game pada 2019 Filipina, jalannya lalu menuju Thailand berkarir di nakon VS klub.

Setelah itu, menunggu kepastidan dari liga voli Proligia, Rivan ini memiliki kontrak dengan Nagano Trident.

Salutnya, ketiga pemain tersebut mempunyai peran sangat signifikan pada klub barunya. Ketiganya cenderung penentu determinasi klub maisng-masing.

Dari pencapaian Rivan, rendy, dan Doni, setidaknya terdapat hal-hal yang menjadikan sebagai catatan.

Dari babak penyisihan sampai semi final, tim tanah air tidak pernah hilang satu setpun dari lawannya yaitu Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, dengan kalahkan Filipina pada babak akhir.

Tetapi, menjadi juara di Ajang Sea Game yang tidak alami kekalahan tentunya adalah salah satu hal paling monumental.

Setelah kemenangan, pinangan klub-klub luar negeri pada ketiga atlet voli ini merupakan pengakuan penting pada prestasi olahraga secara nasional.

Prestasi media

Pertama kalinya pada sejarah olahraga non bulu tangkis dan sepak bola, atlet voli nasional memiliki kesempatan main bareng melawan atlet luar negeri Kaliber Internasional.

Tentunya hal demikian adalah kesempatan baik dalam menimba pengalaman serta menempa kemampuannya yang berstandar internasional serta pesaingnya bersama bintang dunia.

Suatu nanti, tidak mustahil apabila pemain voli nasional dapat main pada liga ternama dunia, misalnya Superleague/Rusia, Superliga/Brasil atau Superlega/Italia.

Tinggi badan seorang atlet nasional terkadang menjadi salah satu kendala ketika berhadapan bersama atler luar, dan bukan masalah bagi ketiga pemain tersebut.

Konteks tersebut, mau tidak mau perannya serta pemberitaan melalui media supportif pada prestasi atlet yang sangat Negara kita butuhkan.

Sport science menjadi pengetahuan sebagai bagian dari pelajaran di kampus-kampus. Menjadikan sebagai salah satu bagian dari prestasi atlet merupakan salah satu tugas utamanya.

Budaya prestasi ini mengedepankan disiplin serta semangat juang tinggi, dengan support piranti saintifik.

Pemberitaan mediapun sangat diperlukan agar dapat menjadikan insfirasi serta berbagi semangat bersama pihak-pihak sangat relevan.

Tidak heran apabila sepak bola merupakan olahraga favorit dan nomor satu, selain olahraga bulu tangkis.

Pemberitaannya mengenai olahraga tersebut mendapatkan porsi sangat besar daripada cabang olahraga lain. Akibatnya, pemberitaan mengenai olahraga selain bola serta bulu tangkas seringkali sunyi.

Padahal, selain voli di Bahrain dan Jepang, sekarang ada beberapa atlet lainnya yang berkiprah di tingkat internasional.

Hal tersebut jelas kita sayangkan, prestasi Revan dan altlet lain harus kita jadikan motivasi serta teladan untuk pembinaan olahragawan.

Memberitakannya secara tepat dengan meluas bisa menjadikan inspirasi banyak pihak dan terus kembangkan kualitas olahraga Indonesia supaya mampu bersaing pada tingkat internasional.

Budaya prestasi

Peringatan Haornas atau hari Olahraga nasional, Presiden pada waktu lalu, menegaskan bahwa pentingnya memanfaatkan sport science agar dapat membina serta kembangkan prestasi secara nasional.

Selain itu, manajemen pembinaan sangat penting dilakukan secara sehat serta professional agar mendapat sorotan publik.

Sport science harus secepatnya kita kembangkan secara massif. Harus ada niat serta usaha bersama sehingga upayanya bisa berjalan maksimal. Mengenai hal ini, dunia pendidikan tempati posisi serta peran penting.

Menyandang prestasi olahraga bersama pendidikan menjadi salah satu tantangan bersama suatu nanti.

Sekolah serta kampus harus lebih support serta memfasilitas agar dapat mengikuti olahraga pembinaan tanpa fokus dasar pendidikannya.

Menjadi sangat krusial yaitu menyangkut kesejahteraan atletnya. Banyak pencapaian serta prestasi olahraga, dengan personal ataupun konteks dalam membela Negara, harus kita imbangi menggunakan skema dalam status pekerjaan serta kesejahteraan yang dapat mendukung.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi PSSI, Struktur Peraturan Dan Fungsi

Olahraga di Indonesia belum dapat menjadi salah satu tumpuan penuh sebagai suatu profesi.

Faktor peranannya banyak, yaitu budaya penghargaan salah satunya yang kreatif serta produktif, pada atlet olahraga yang berprestasi sama sekali belum berkembang oleh swasta maupun Negara.

Tidaklah heran apabila beberapa olahragawan yang berprestasi ini menemukan kesulitan-kesulitan untuk memasuki usia lanjutnya.

Kreatif produktif ini merujuk terhadap kondisi yang mana penghargaan tersebut dalam bentuk profesi tetap yang berhubungan dengan olahrga yang atlet fokuskan.

Ketika merasa aman mengenai masa depannya, atlet yang berpotensi serta berprestasi ini bisa sangat fokus untuk mengembangkan pencapaiannya.


Atlet Bola Voli Berprestasi Tingkat Nasional

(Foto: ayoksinau.com)

Ketua umum PP PBVSI menyatakan resmi panggil 36 atlet putra putri bola voli untuk ikuti pelatnas dan menghadapi liga olahraga SEA Game 2019.

Ke 36 atlet tersebut yaitu 18 atlet putri dan 18 putra. Merekapun dapat ikuti pelatnas berlangsung di Sentul, Bogor.

Dengan peresmian tersebut tentuya telah siap terkait fisik ataupun mental di Manila, Filipina.

Ketua Umum tersebut mentargetkan medali emas bagi timnas voli baik putra ataupun putri. Sedang voli indoor putra targetkan medali emas sedang putri, targetkan medali perak.

Jika dapat melampaui dari yang ditargetkan sebelumnya, itulah yang diharapkan oleh kita semua.

Sebelumnya, tim Indonesia melakukan uji coba pada turnamen tigkat Asia di Korea Selatan, lalu bulan September mencoba lakukan uji coba di Iran.

Dan setelah itu ada kesiapan secara matang. Dengan demikian, diharapkan Indonesia memiliki kesiapan matang, dengan pelatih putra putri dari Tiongkok ini mendapatkan sesuai target di Sea Game.

Hasil dari uji cobanya dinyatakan cukup dan akan mencoba kembali ditandingkan di Filipina, Thailand, serta Indonesia yang berlangsung di Thailand.

Dan para atlet harus bersemangat untuk mendapat kemenangan sehingga dapat mengharumkan bangsa Indonesia di seluruh dunia.

Atlet Pelatnas Putra

  • Muhammad Malizi
  • Dio Zulkifri
  • Okky Damar Saputra
  • Delly Dwi Putra
  • Dimas Saputra
  • Sigit Ardian
  • Doni Haryono
  • Bastian Tamtomo
  • Rivan Nurmulki
  • Rendy Febriant
  • Nizar Zulfikar
  • Yuda Mardiansyah
  • Hernanda Zufli
  • Agil Angga
  • Hadi Suharto
  • Fahreza Rakha
  • Alfin Daniel Pratama
  • I Putu Randu Wahyu

Atlet Pelatnas Putri

  • Arsela Nuari Purnama
  • Dita Azizah
  • Amalia Fajrina
  • Wilda Siti Nurfadillah
  • Tri Retno Mutiara
  • Agustin Wulandhari
  • Putri Andya Agustina
  • Ratri Wulandari
  • Tisya Amallya Putri
  • Wintang Dyah Kumala Sakti
  • Shella Beradetha Onnan
  • Novia Indriyanti
  • Yuliss Indahyani
  • Megawati Hangestri Pertiwi
  • Khalisa Azilia Rahma
  • Hany Budiarty
  • Eris Septia Wulandari
  • Aprilia Manganang

Daftar Pustaka

  1. Voli mini
  2. Atlet voli Indonesia
  3. Prestasi voli Internasional
  4. Penemu
  5. Penjelasan penemu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *