Pemain Pada Santukaka Channel
Daftar Pemain Pada Santukaka Channel: Noel, Rivan, Cristin, Fano, Julio Dan Finzhen

Santukaka Channel, Anti Struktur Vulgar Hanya Untuk Viral

Diposting pada

Santukaka Channel Youtube, salah satu saluran yang menayangkan pendidikan budaya yang baik, untuk viral tak harus dengan penampilan vulgar, prank apalagi. Sangat jauh mereka dari budaya “milenial yang serba terbuka” namun seberapa besar pendapatan channel Ini?

Fauzi, Komunikasi – Organisasi.co.id

Ada banyak cara untuk viral, bisa jadi dengan cara memainkan lafadz sholat, yang berefek menjadi cercaan banyak orang atau dengan meremuk batang pisang hingga ambruk “salam dari Binjai”.

Meski banyak penggemar tentang Binjai ini, namun tanyakan perasaan para petani pisang, seremuk apa jiwa mereka menyaksikan pisang menjadi ruang membabi buta?

Melirik kesebelah pada tayangan tiktok, dengan goyangan yang sudah over toleran karena menampilkan tayangan yang tidak laik bin tidak sopan.

Media sosial telah berpacu untuk mengebut satu sama lain demi mendapatkan perhatian penonton. Pada kanal Youtube kita bisa menyaksikan bagaimana sajian pancing mania kini berubah menjadi sajian yang vulgar pada beberapa konten.
Bagaimana bisa, seorang wanita memakai daster ke sungai memancing (tanpa hasil) dengan daster dan dalaman yang di dramatisir kelihatan?

Apakah konten tersebut mendidik?

Maupun judul-judul konten yang sangat kontras, misalnya “Istriku tidur dengan penagih utang” dan lain sebagainya. Penonton hanya mendapat hayalan, terhiburpun tidak, selain dari imajinasi yang “mengarah negatif”.

Apakah konten itu edukatif?

Akan tetapi pertahun 2021, kita bisa memalingkan wajah dari tayangan tak mendidik menuju ke tayangan dengan kulturasi yang baik.

Sebutlah ia Santukaka Youtube Channel dengan penampilan yang lebih menawan. Siapa saja pemain mereka, dan latihan dimana sehingga mimik, gestur dan retorika dalam aktingnya sangat pas?

Mari kita berkenalan dengan mereka.

Organisatoris lain baca ini: Jasa View Youtube

Pemain Dan Style Santukaka Channel

Mereka adalah sekumpulan anak-anak yang memainkan peran di depan kamera handphone atau kamera standar.

Mereka dengan artikulasi kata yang baik tampaknya mereka seperti pemain yang sangat profesional dalam melakonkan dialog dan adegan.

Jika selama ini kita menyaksikan dari media televisi penampilan anak-anak bertalenta dalam menjalankan peran bermain.

Rupanya aktor Tv nasional saat ini pada gilirannya akan bersaing sebagai kompetitor mereka.

Bukan aktor maupun aktris cilik, namun pelan tapi pasti, mereka akan memasuki dunia hiburan nasional dan memiliki banyak fans.

Bahasa yang mereka pergunakan adalah bahasa “Morowali/Palu” dengan logat Sulawesi yang khas. Siapa saja pemain dari channel ini?

Berikut kami telah menemukan jejak digital para pemain, mereka adalah:

Noel Tampale, Pemain Utama Channel Santukaka

Memiliki gaya bermain yang mengandalkan gerakan wajah yang lebih meyakinkan, tekanan suara yang lebih baik dan berpower.

Para Aktor Dan Aktirs Cilik Santukaka
Dari Kiri Ke Kanan, Fano, Rivan, Julio, Vinzhen Dan Noel

Setelah melihat dari channel yang berdiri sejak tahun 2017 tersebut, Noel merupakan pemain utama dalam channel Santukaka. Mengingat bahwa setiap penampilan video, anak lelaki ini tidak pernah absen dari layar.

Tatapan kerutan dahi dan alisnya sangat pas dengan pesan yang ia tuturkan. Dia anak tunggal, dan saat ini tinggal bersama ayahnya dan kakek dan neneknya.

Sebagai pemain utama, anak ini bersama dengan pemain lainnya, selalu mempersembahkan dialog dan pesan mengalir secara normal.

Tidak ada arahan dari manajemen berupa ujaran kebencian maupun kata-kata kasar. Paling jauh mereka hanya menepuk dahi ketika berhadapan dengan Cristin.

Finzhen Megea

Finzhen Megea dengan panggilan Vincen atau Finzen, memiliki karakter yang lucu, patahan artikulasi yang menarik dan lebih segar. Dalam penampilannya, sangat membantu maksimalnya akting dalam video-video mereka.

Kadang pelan menggunakan tempo diskusi, dan kadang dengan penekanan-penekanan tertentu. Dalam hal perfilman dan akting, anak tersebut, wajar mendapatkan tepuk tangan pertanda kehebatan yang ia miliki.


Meski baru berusia kelas 1 SD, namun cara bermainnya seperti telah mendapatkan karantina acting dalam waktu yang lama.

Fano Werangalu

Pemain berikutnya adalah Fano Werangalu dan dalam bermain sering dengan panggilan Fano. Ekpressinya lebih tajam, sedikit melakonkan peran superior namun tetap mengalir dengan kelucuannya.

Dari segi umur, fano memiliki umur lebih dari para pemain lainnya, termasuk posturnya yang lebih besar dari pemain-pemain lain.

Kehadirannya dalam channel tersebut menyempurnakan komposisi pemain lainnya. Dia punya hobby memancing, meski setiap memancing hanya dapat zonk.

Pemain ini sekarang duduk pada kelas VI SD, dan sebentar lagi memasuki masa SMP. Yang pada akhirnya (tahun depan) dia akan keluar dari Santukaka Channel.

Flora

Awal-awal pembuatan konten, dia tampil beberapa kali, sebagai pemain figuran karena biasanya hadir pada saat closing film. Apalagi kalau bukan menegur Noel, Finzen dan sebagainya.

Hanya saja dalam beberapa konten terakhir pada tahun 2021 pemain ini sudah mulai tidak tampil lagi. Tidak ada kabar dari manajemen mengenai keberadaannya.

NB: Berdasarkan wawancara pada 22 November 2021, pukul 22.00, pihak menajemen menyebutkan bahwa Flora lebih dulu meninggalkan channel karena masuk ke SMP.

Flora merupakan kakak dari Finzen.

Julio Penyami

Tampil perdana pada konten keenam, dengan judul Tukang lapor, terpublikasi tepatnya 12 Juni 2020.

Setelah itu, pemain ini sering kali tampil apik bersama dengan pemain lainnya. Seperti Noel, Vincen, Fano dan sebagainya.

Mimiknya sedikit serius, dengan suara yang berpower, menggunakan intonasi “memelas” sangat pas untuk ia mainkan.

Channel yang mendeklarasikan diri pada 21 April 2020 tersebut, memiliki banyak konten menarik.

Rivan Sanggalea

Pemain yang satu ini bernama Rivan Sanggalea, bergabung pertama kali pada konten dengan judul Aglonema | Santukaka, tayang pada 15 Agustus 2020. Memiliki karakter dengan patahan intonasi yang lebih tertata rapi.

Tekanan-tekanan intonasinya datar namun pada bagian ujung yang menawan. Struktur kata dan kalimatnya tersusun seperti seorang pemain profesional yang sesungguhnya.

Dalam konten berjudul Santukaka mendapat Apresiasi dari Bpk. Bupati | Ibu Ketua Dewan, 27 Agu 2020, disini hadir Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu bersama staff, memberikan support pada anak-anak berbakat tersebut.

Cristin Tadene, Srikandi Channel Santukaka

Satu-satunya pemain wanita bernama Cristin Tadene, wajahnya terlihat dalam konten pada judul konten Operator “Malose” tayang pada 19 September 2020.

Dengan sebutan awal Dora dalam film namun Cristin menimpali bahwa namanya bukan Dora melainkan Cristin. Pada konten ini menjadi awal penampilan dari Cristin.

Meski kelihatan belum maksimal dalam penampilan kali ini, namun video tersebut telah mendapatkan penonton yang banyak meski tidak setenar video lainnya.

Cristin memerankan sosok yang tegas, laiknya anak perempuan tunggal, selalu menang dalam segala perdebatan. Namanya kian menanjak saat memainkan konten berjudul pohon pengetahuan.

Saguer, ia pohon saguer mereka berikan label sebagai pohon pengetahuan.

Kenapa bisa, silahkan saja tonton pada channelnya.

Yang jelas, seluruh pemain (laki-laki) angkat tangan berhadapan maupun berdebat dengan Cristin. Selain ia smart dalam berackting. Juga sangat cerdas dan telaten dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

Organisatoris lain baca ini: Inisiator Sumpah Pemuda

Desmon Paleba (Bintang Tamu)

Pemain yang satu ini merupakan pemain dari Pamona Channel, dan menjadi bintang tamu pada Santukaka Channel tepatnya pada konten dengan judul Noel Pincen Nasehati Pemabuk, dengan publikasi pada awal tahun, tepatnya pada 5 Jan 2021.

Kerap tampil pada beberapa konten, pemain dari Channel Pamona ini rupanya memberikan spirit bermain pada kanal youtube yang trend pada akhir tahun 2021 tersebut.

Selain itu beberapa pemain Pamona juga tampil beberapa kali dalam saluran youtube tersebut, seperti:

  1. Erdin
  2. Etgard
  3. Aldi
  4. Herson
  5. Melda
  6. Jessica, dan
  7. Ordi Tampale

Dalam konten dengan titel Santukaka & the Om – Om, terposting saat mendekati setahun publikasi channel ini yakni pada 12 April 2021.

Lokasi Dan Lagu Latar

Pengambilan gambar ini mengambil lokasi Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dengan lagu latar lagu Lindugi Poso, Jufri Lumako, Jefri Ondogau, dengan recover Todi Mompi Etgart Kalengke.

Kritik Halus

Pada video berjudul Molega Ue, Komedi Pamona Poso, tayang pada 3 Mei 2020.

Pemain dengan menggunakan aliran air yang keluar dari Sungai Meko sebagai sebuah kritik secara halus mengenai banjir. Namun tidak ada satupun kalimat singgungan dalam video tersebut.

Sangat halus, hanya memberikan pesan bahwa pada bagian belakang rumah mereka telah kebagian air banjir dari sungai Meko.

Tak hanya sampai disitu, namun video tersebut membantu program pemerintah, dengan kampanye memakai masker, maklun kedua pemain tidak memakai masker pada masa pandemi corona terjadi.

Sehingga channel ini memberikan kita makna komunikasi yang santun, jauh dari kata-kata jorok seperti kebanyakan channel yang seakan tanpa etika.

Belum lagi kalau kita menyaksikan tayangan tiktok yang sangat “kasar” dalam beberapa kosakata bahasa.

Gaya Komunikasi Persuasif

Jika kita akan melakukan perbandingan antara kanal ini dengan kanal yang lain, maka akan kita temukan bagaimana cenel ini menggunakan bahasa yang sangat persuasif.

Tidak menggunakan hentakan kritik kepada pemerintah, misalnya mengkritik kerusakan jalan dengan menanam pisang pada jalan, justru kehadirannya lebih santun dan sejuk.

Sehingga tidak heran banyak penggemarnya seiring berjalannya waktu, pembahasannya akan kami bahas mengenai perkembangan trend dari channel ini.

Selain itu, sebagai anak-anak, rupanya para pemain tidak diatur untuk mengikuti gaya modern yang lebih vulgar. Hampir dan memang tidak ada penampilan dengan gaya goyang-goyang lucu.

Namun semua tampak sangat natural atau alami. Kostum biasa saja, bahkan wajah mereka apa adanya. Sorot matahari kerap menimpa wajah mereka.

Desiran air sungai dengan tanggulnya, sangat alami. Begitupun juga dengan posisi rumah yang seperti rumah kebanyakan di desa.

Namun jangan salah, bahwa kemampuan komunikasi mereka mampu membuat anda berdecak kagum, hal ini membuktikan bahwa terkenal atau viral tak harus menunjukkan konten yang over confidence dan akting yang tak sejajar dengan pesan.

Penghasilan Santukaka Channel

Tentu ini menjadi banyak pertanyaan dari para penggemar, bahwa kehadiran channel dengan edukasi dan budaya ini telah menyedot perhatian jutaan orang.

Untuk hal tersebut maka mari kita melihat bagaimana progres dan perkembangan daripada channel ini.

Sebagaimana telah mendapatkan apresiasi dan pemberitaan pada media online ternama Beritaku.Id, dengan judul santukaka penyeimbang YT Edukatif.

Sangat tepat ulasannya, sebab pada kenyataannya saluran tersebut telah menjadi wadah penyuluhan budaya dan sosial yang santun.

Berita tersebut terbit pada 10 November 2021, ternyata hanya dalam waktu 5 hari kemudian, terdapat perkembangan yang sangat signifikan.

Jika sebelumnya memiliki viewer rata-rata pervideo sebanyak 23.000, maka hanya dalam waktu tidak sampai seminggu, kini meningkat menjadi 46.000 rata-rata view dalam satu konten (data 15 November 2021). Artinya terjadi peningkatan 100%.

Jumlah Viewer Santukaka
Pertumbuhan Viewer Youtube Santukaka Per 15 November 2021

Hal ini bukan hal yang biasa, namun merupakan pencapaian yang sangat luar biasa.

Pertumbuhan View dalam sebulan snagat tajam, 164.157 adalah peningkatan yang sangat signifikan.

18 Juta Hingga 65 Juta

Penghasilan tertaksir dari jumlah viewer yang masuk adalah 18 juta hingga 65 juta perbulan. Suatu pendapatan yang sangat hebat dari channel ini. Dengan umur channel hanya kurang lebih setahun.

Dari data yang ada kami temukan bahwa rata-rata video bisa menghasilkan dollar hingga 6 jutaan, jika seluruh penonton tidak menskip daripada iklan yang tampil.

Subscriber

Jumlah view yang tinggi akan sejalan dengan jumlah subscriber secara organik akan masuk untuk mengikuti konten-kontennya. Dari data sebelumnya. Jika channel ini mencapai tonggal:

  1. 10.000 pada 1 November 2021
  2. 20.000 pada 9 November 2021
  3. 30.000 pada 14 November 2021

Diperkirakan bahwa channel ini akan mendapatkan subscriber 100.000 masih pada tahun 2021. Sehingga dengan demikian akan sejalan dengan peningkatan jumlah pendapatan melalui adsense, sebanyak kurang lebih 50 juta bukanlah hal yang mustahil dari channel ini.

Organisatoris lain baca ini: Kata pengantar Ketua Panitia

Daftar Konten

Saat pembuatan konten, cenel ini ikut dengan gaya dari Pamona, dengan menampilkan bahasa daerah, berikut beberapa judul bahasa daerah dari channel ini:

  1. Molega Ue, Komedi Pamona Poso 3 Mei 2020
  2. Santukaka, Pilkada itu apa? 27 Mei 2020
  3. Desto kesola mo, 6 Jun 2020
  4. Tukang lapor, 12 Jun 2020
  5. Santukaka, Lagu baru cipt. Pincen, 18 Jul 2020
  6. Hidup itu bukan cuma untuk main – main 29 Jul 2020
  7. Njaa Cita – citamu? 6 Agu 2020
  8. Aglonema | Santukaka, 15 Agu 2020
  9. Santukaka mendapat Apresiasi dari Bpk. Bupati | Ibu Ketua Dewan, 27 Agu 2020
  10. Operator “Malose” 19 Sep 2020
  11. Desto, Apa kabar? Desember mo! 28 Des 2020
  12. Noel Pincen Nasehati Pemabuk Jan 2021
  13. Om Desmon cari Janda, eh malah… 28 Jan 2021
  14. FF vs PUBG Banggo Shot, 12 Feb 2021
  15. Santukaka & the Om – Om, 12 Apr 2021
  16. Berantas Miras 18 Jun 2021
  17. Siko kalah, 6 Sep 2021
  18. Bara Sa’a, 14 Sep 2021
  19. Torang Tipe Kredit, 25 Sep 2021

Namun, pada september 2021, melakukan perubahan konten dengan menggunakan isi video berbahasa Indonesia,

  1. Aku gak suka jadi Presiden, 28 Sep 2021
  2. Pekerjaan Rumah, 29 Sep 2021
  3. Pohon Pengetahuan jaman now, 1 Nov 2021

Hingga beberapa judul berbahasa Indonesia sampai saat ini, maka semenjak itu jumlah penonton semakin meningkat. Puncaknya pada pohon pengetahuan dengan menjadikan pohon Saguer (tuak) sebagai objek adegan.

Tetap Santun Dalam Membuat Konten

Jika channel besar mengalir dari arah barat, misalnya konten Ria Ricis maupun Andre Taulani melalui Taulani TV, dan lain sebagainya.

Maka tertitip pesan tersirat dari berbagai penggemar bahwa channel ini harus mampu mempertahankan nilai budaya dan sikap nasionalisme yang tinggi. Untuk tetap memberikan suguhan menarik dan lebih mendekatkan diri pada kultur Sulawesi yang berkarakter, terutama Sulawesi.

Dengan support penting dari pemerintah setempat, terutama bupati yang telah datang sebelumnya menjadi sebuah spirit yang baru.

Bahwa pemerintah sedang mengidolakan mereka, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Poso dan Sulawesi Tengah.

Tentunya kedepan, akan menjadi harapan besar, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusty Mastura bisa berkunjung ke lokasi ini memberikan support bagi mereka.

Bahwa cepat atau lambat, mereka ini akan menjadi bintang masa depan ketika mampu mempertahankan ritme dalam bermain dan memerankan adegan untuk mengisi konten yang kreatif.

Tidak bisa lagi kita pungkiri bahwa channel ini telah berhasil mengalahkan induk utamanya yakni Pamona Channel yang pada 1 Januari berhasil mendapatkan subscriber hingga 20 ribu, namun sampai pada bulan November, channel tersebut tertinggal hanya mencapai subscriber 28 ribu pada 14 November 2021.

Dalam hal penghasilan, pamona channel terprediksi 500 ribu hingga 2 juta perbulan, sangat jauh dari Santukaka dengan angka fantastik.

Untuk channel dengan kategori hiburan anak-anak tersebut, aku sih Yes, pakai banget! Jika ada request atau saran, silahkan isi pada kolom komentar dari artikel ini.

Sumber:

  1. Beritaku.id
  2. Saluran Youtube Santukaka
  3. Pamona Channel

9 komentar

  1. Sangat apa adanya tetapi materi diskusinya sangat situasional….dan sangat menghibur, gaya bahasa tetap dipertahankan, karakter dan kearipan lokal masyarakat Pamona dalam menjaga keseimbangan lingkungan agar selalau di kedepan kan….

  2. Santukaka chanel sangat luar biasa, salut dng konten2 kalian sy sekeluarga sebagai penggemar kalian, teruskan dng gaya yg natural dan kata bahasa yg mendisik, sukses selalu salam dari moutong Sulawesi tengah

  3. Saya Penggemar Setia Nya Pamona Chanel Santukaka Nama Yunius Bintang Alamat Luwuk Banggai Sangat Bangga Dan Mengapresiasi Setiap Konten Yang Di Tampilkan Setiap Episode Selalu Meninggalkan Dan Menyisipkan Pesan Moral Dan Pesan Politik Yang Sangat Mengedukasi Anak – Anak Bangsa Khusus Nya Yang Masih Duduk Di Bangku Sekolah Dasar

    Sebagai Saran Saja Bahasa Nya Di Buat Menjadi Bahasa Indonesia Baku Seperti Kata “TIDAK” Jangan Pakai Kata Te’ Supaya Penonton Yang Ada Di Indonesia Mengerti Jalan Cerita Nya

    1 Lagi Sekali – Sekali Kalo Boleh Di Buatkan Konten Yang Bernuansa Keagamaan

    Mungkin Hanya Itu Dari Saya
    Terima Kasih
    Tuhan Yesus Memberkati Amin

    1. Baik bang, nanti kami akan teruskan ke manajemen mereka.

      Soal bahasa Baku Nasional, kalau kami berpikirnya sih, sudah cocok gaya yang ada sekarang, karena ada ciri khas daerah.
      Namun sekali lagi, kita tetap menunggu respon dari manajemen mereka.

      Trims Bang Yulius

  4. Apa gk lebih rapi, klw anak anak ini di makeover sebelum Suting ya. Kemudian Skali Skali bikin konten di dlm ruangan atau di lingkungan sekolah dan lingkungan gereja

    1. @Arlinus Zalukhu, kalau menurut pengamatan kami yah bang. Kayaknya lebih pas dengan penampilan yang ada sekarang. Tidak usah di make over. Sangat alamiah saja. Itu lebih menarik.

      Soal pengambilan gambar dalam ruangan sekolah maupun gereja, itu bisa menarik. Nanti kami coba hubungi Bang Ordianus mengenai itu.

      Trims

      1. Klu menurut sy sdh pas dg apa yg diuraikan diatas. Tdk usah di ganti bhsx yg mmg sgt lucu. Karena dari gaya dan bhsxlah yg menjadi penghibur bagi tua muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *