Cara merawat tanaman jahe sebenarnya tidak terlalu sulit. Apalagi rimpang ini bisa digunakan sebagai obat herbal dan bumbu dapur kaya manfaat. Lantas, bagaimana cara mendapatkan jahe dengan kualitas terbaik? ~ Organik
Inggar
Jenis Bibit Jahe Terbaik
Cara merawat tanaman jahe perlu di pelajari dengan baik supaya dapat menghasilkan tanaman dengan kualitas terbaik ketika panen. Sebelum menanam, pilih lebih dulu varietas bibit dan cek kualitasnya.
Sampai saat ini, ada tiga varietas populer dan di klaim berkualitas baik di pasaran, yaitu jenis jahe emprit, jahe merah dan jahe gajah. Ketiga bibit tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing, seperti:
1. Jahe Emprit
Rimpang jenis ini memiliki ukuran kecil, namun bercita rasa pedas dan memberi sensasi panas cukup tinggi.
Tingkatan panasnya jauh di atas jahe gajah yang berukuran besar. Warna kulit rimpang ini putih kekuningan dengan serat cukup halus.
Umumnya, varietas ini di gunakan sebagai bahan minuman tradisional atau pun bumbu masak. Kandungan gingerolnya cukup tinggi tapi lebih ringan di banding varietas Zingiber officinale var Rubrum.
2. Jahe Merah
Jenis satu ini cukup populer dan diklaim sangat bagus di gunakan sebagai obat herbal.
Level pedas atau panasnya terkenal lebih tinggi di banding jenis lainnya. Kulit rimpangnya berwarna kemerahan dan ukurannya kecil hingga sedang.
Di dalamnya terkandung minyak atsiri dan gingerol tinggi, sehingga cocok di gunakan sebagai bahan membuat jamu dengan khasiat paling kuat.
Menurut Hapsoh, dkk (2010), jenis ini biasanya di gunakan sebagai obat untuk masuk angin, mengatasi keracunan, mencegah depresi, dan lain-lain.
Ketika hendak memanen rimpang ini, alangkah lebih baik ketika sudah benar-benar tua.
Lalu, sebaiknya bila ingin menanam rimpang ini di media pot maupun tanah langsung, gunakan bibit berbentuk rimpang jahe tapi sudah bertunas, karena akan lebih cepat pertumbuhannya ketika di tanam.
3. Jahe Gajah
Seperti namanya, jenis rimpang ini berukuran lebih besar di banding varietas lain. Selain itu, kulitnya lebih terang atau putih kekuningan dan rasa pedasnya paling ringan di banding jenis lain.
Kandungan gingerol pada rimpang ini rendah, karena lebih banyak mengandung air. Biasanya, jenis ini di manfaatkan sebagai bumbu dapur serta ekspor, karena ukuran dan tampilannya menarik.
Organisatoris lain juga baca ini: Bagian-bagian Tanaman Jahe: 3 Jenis Bisnis Jahe yang Bercuan
Cara Memilih Bibit Jahe yang Baik

Agar cara merawat tanaman jahe bisa di lakukan dengan baik, kenali dulu jenis bibit yang di budidayakan.
Herbal ini memiliki batang semu dan proses perkembangbiakkannya di lakukan secafa vegetatif dengan memanfaatkan bagian tunas.
Zaman sekarang, jahe menjadi komoditas pertanian populer, karena memiliki khasiat luar biasa bagi kesehatan.
Menurut penelitian oleh Santoso (2010), bibit jahe berkualitas baik sebaiknya di ambil langsung dari kebun, bukan dari pasar, beratnya 100 hingga 250 gram per rimpang, dan memiliki tiga mata tunas dengan panjang 3-7 cm.
Setiap varietas memiliki cara merawat tanaman jahe berbeda. Bibit berkualitas akan memengaruhi hasil panen di masa depan. Simak tips penting berikut agar rimpang berkualitas:
- Pilih jenis bibit sesuai kebutuhan
- Gunakan bibit dari tumbuhan sehat dan rimpang tua
- Pilihlah bibit berumur minimal 11 hingga 12 bulan, dan akan lebih bagus lagi bila menggunakan bibit berumur 18 bulan
- Gunakan rumpun induk normal, kekar dan bebas penyakit hama.
- Pakai bibit dengan banyak mata tunas pada bagian siung jahe
- Rimpang sehat memiliki ciri; mulus, tidak ada bagian busuk, warna mengkilatn serta sehat
- Ketika dipotong, amati seratnya. Gunakan rimpang banyak serat di dalamnya
- Cek batang, jangan ambil bila ada goresan atau cacat, karena berpotensi tumbuh jamur
Ada alasan mengapa harus menggunakan bibit dari rimpang bertunas tua, karena bila tunasnya masih muda, nantinya akan rawan busuk, dan proses pertumbuhannya pun lambat.
Secara langsung hal ini juga bisa memengaruhi hasil panen.
Organisatoris lain juga baca ini: Pupuk Kohe adalah: 5 Tips Optimal Panen Tanaman dan Cuan
Persiapan Sebelum Menanam Jahe

Ketika berniat menanam tumbuhan, dibutuhkan persiapan matang agar memastikan pertumbuhan tanaman optimal, dan hasil panen maksimal.
Jadi, tidak hanya mengetahui cara merawat tanaman jahe, tapi juga perlu lakukan persiapan berikut:
1. Pemilihan Bibit Jahe Berkualitas
Sebelum mulai menanam, pilihlah bibit rimpang sehat dan memiliki 2 sampai 3 mata tunas. Rimpang dengan kualitas baik biasanya berukuran besar, kulitnya tidak kisut dan bebas bekas penyakit hama.
Setelah jenis bibit di pilih, potong rimpang jadi beberapa potongan, dan pastikan masing-masing memiliki 2 sampai tiga mata tunas.
Sebelum di tanam, rendam lebih dulu potongan rimpang di larutan disinfektan alami, seperti larutan bawang putih atau air kunyit selama 12 jam dengan tujuan mencegah bibit terinfeksi jamur.
2. Syarat Tumbuh dan Pemilihan Lokasi
Menurut Ravindrun dan Babu (2005), rimpang jahe dapat tumbuh di jenis tanah beragam, namun lebih menyukai tanah bertekstur lempung dengan serasi dan porositas baik.
Rimpang ini juga akan tumbuh optimal di tanah subur, gembur dan drainasenya baik.
Rimpang akan tumbuh optimal di daerah dengan curah hujan tahunan antara 2.500 hingga 4000 mm, dan suhu udara rata-ratanya sekitar 25 hingga 30 derajat celcius.
Idealnya, tumbuhan ini di tanam di ketinggian 300 sampai 900 meter di atas permukaan laut.
Sebelum menanam bibit rimpang, campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos, lalu sekam padi dengan perbandingan 2:1:1.
Jangan lupa, pastikan pH tanah di kisaran 5,5 sampai 6,5.
Saat ingin mensterilkan media tanam, kukus atau jemur beberapa hari media tanam untuk membunuh hama dan penyakit yang mungkin akan mengancam tumbuhan di masa depan.
3. Persiapan dan Pengolahan Lahan
Sebelum menanam, bersihkan dulu lahan dari batu, gulma maupun sisa tanaman sebelumnya. Setelah lahan bersih, bajak tanah sedalam 30 cm untuk meningkatkan aerasi dan menggemburkan tanah.
Selain itu, buat bedengan dengan ukuran lebar 90 hingga 100 cm, dan tingginya 25 hingga 30 cm.
Pastikan jarak antar bedengan sekitar 50 cm, dan beri pupuk kandang matang sebanyak 0,5 hingga 1 kg per lubang tanam selama seminggu sebelum proses penanaman di lakukan.
4. Pemilihan dan Penyemaian Bibit Tanaman
Setelah menentukan bibit berkualitas, alangkah lebih baik rimpang di jemur selama sehari sebelum di rendam di larutan fungisida, lalu di keringkan.
Setelah itu, bibit baru bisa di letakkan di media semai lembab, dan tutup menggunakan jerami atau sekam.
Jangan lupa untuk menyiramnya secara teratur, dan biasanya tunas akan muncul dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu.
5. Pembuatan Lubang untuk Menanam dan Penanaman
Bila menggunakan bibit jahe gajah, ukuran jarak tanamnya 30×60 cm, sementara untuk jahe kecil atau merah 25×30 cm.
Ukuran lubang tanam sedalam 5 hingga 10 cm atau bisa disesuaikan dengan ukuran bibit.
Hal penting lainnya untuk diperhatikan adalah peletakan tunas dengan posisi menghadap ke atas, lalu tutup dengan tanah dan padatkan.
Alangkah lebih baik bila rimpang ditanam saat akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Alasannya, karena untuk menghindari rimpang membusuk akibat lembab berlebih.
Cara Merawat Tanaman Jahe yang Baik

Setelah penanaman selesai, langkah selanjutnya ialah cara merawat tanaman jahe optimal supaya pertumbuhan tanaman sehat dan hasil panen yang di dapat maksimal dan berkualitas.
Berdasarkan studi yang di lakukan oleh Sutini, dkk (2024) dalam Jurnal berjudul Pelatihan Cara Mudah Budidaya Jahe – Pengolahan dan Khasiatnya, ada beberapa tahapan dalam cara merawat tanaman jahe, yaitu:
1. Penyulaman
Langkah pertama dalam cara merawat tanaman jahe ialah penyulaman bibit tanaman sampai umur 1,5 BST memakai benih cadangan terbaik dan telah di semaikan.
2. Penyiraman
Jahe akan tumbuh baik bila kelembabannya cukup, namun lemah pada genangan air. Oleh sebab itu, sebaiknya proses penyiraman di lakukan dengan rutin, yakni saat pagi atau sore hati agar kelembaban tanah tetap terjaga.
Penyiraman secara teratur tidak akan membuat tanah menjadi basah berlebihan yang nantinya bisa menyebabkan rimpang jadi membusuk karena tidak tahan dengan genangan air.
3. Penyiangan dan Sanitasi
Menyiangi tanaman bertujuan untuk menjaganya agat bisa tumbuh dengan baik. Siangi tanaman secara rutin agat tidak ada gulma tumbuh di sekitar rimpang.
Gulma dapat menyerap nutrisi dan air untuk tanaman, oleh sebab itu perlu di berantas. Selain penyiangan, area tanam juga harus di jaga kebersihannya.
Cabut dan buang tanaman yang menunjukkan gejala penyakit agar tidak menyebar ke tanaman sehat lainnya.
4. Pemupukan Secara Berkala
Pemberian pupuk sangat penting bagi tanaman, karena menyediakan nutrisi penting dan di butuhkan oleh tanaman itu sendiri.
Beri pupuk dasar ketika pengolahan lahan, dan berikan pupuk susulan ketika tanaman berusia enam hingga delapan minggu.
Pupuk kandang maupun pupuk kompos untuk tanaman sangat di anjurkan karena bisa meningkatkan kesuburan tanah.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Rimpang rentan terkena penyakit dan serangan hama, seperti jamur dan kutu daun.
Oleh sebab itu, untuk mengatasinya perlu dilakukan pengamatan berkala dengan tujuan ketika ada tanaman terserang hama dan penyakit, tindakan pengendalian akan langsung dilakukan.
Tindakan pengendalian ini dapat berupa penggunaan fungisida maupun pestisida alami untuk menghilangkan hama dan penyakit yang hinggap di tanaman tersebut.
Perlu diingat, gunakan secukupnya saja.
6. Pengaturan Cahaya dan Suhu
Cara merawat tanaman jahe selanjutnya adalah memastikan jahe tumbuh di tempat dengan suhu antara 25 hingga 30 derajat celcius, dan kelembaban udaranya sekitar 80%.
Agar tumbuh optimal, tanaman memerlukan cahaya matahari yang cukup, namun sebaiknya tidak terpapar secara langsung sepanjang hari.
Memakai naungan parsial dapar membantu menjaga suhu dan kelembaban tanaman menjadi ideal, sehingga rimpang dapat tumbuh dengan baik dan optimal hingga hari panen tiba.
Jahe muda dapat dipanen saat umur 4-6 BST, sedangkan benih bisa dipanen setelah daun tanaman menguning dan mati atau umur lebih dari 9 BST untuk jenis jahe putih besar, dan lebih dari 10 BST untuk jahe merah.
Jika cara merawat tanaman jahe dilakukan dengan benar, kualitas rimpang yang dihasilkan saat panen pasti berkualitas baik.
Langkah Berikutnya
Panen di lakukan dengan cara membongkar seluruh rimpang memakai garpu, lalu rimpang di angkat seluruhnya, dan tanah serta akar menempel dibersihkan.
Jika rimpang di tanam untuk kebutuhan konsumsi, ketika sudah di panen, bersihkan rimpang dengan air mengalir.
Setelah itu, tiriskan dan keringkan dengan cara di anginkan. Bila sudah kering, masukkan rimpang ke dalam karung untuk disimpan.
Berbeda dengan kebutuhan konsumsi, bila rimpang di panen untuk kebutuhan pembuatan simplisia, setelah di cuci bersih dan di tiriskan, rimpang perlu di iris membujur dengan tebal 2 hingga 5 mm.
Setelah di iris, jemur di bawah sinar matahari dengan alas tikar bambu bersih, lalu di tutup kain hitam sampai kadar airnya sekitar 9 hingga 10%.
Proses pengeringan juga dapat di lakukan dengan menggunakan oven di suhu tidak lebih dari 45 derajat celcius.
Organisatoris lain juga baca ini: Aroma Jahe| 3 Sifat dan Manfaat bagi Kesehatan dan Bisnis
Sumber:
- Sutini, dkk. 2024. Pelatihan Cara Mudah Budidaya Jahe – Pengolahan dan Khasiatnya. Agrisevika, 1(1), 1-7.
- Budidaya Jahe
- Latifah KD, dkk. 2019. Budidaya Jahe (Zingiber Officinale). Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura Direktoran Sayuran dan Tanaman Obat.
- Putri, Winda Wahyu. 2022. Respon Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Jahe Merah (Zingiber Officinale L.) Pada Berbagai Media Tanam dan POC Kulit Pisang yang Diperkaya dengan NPK. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru.
- Tips Memilih dan Membuat Bibit Jahe Sendiri oleh Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Grobogan.
- Cara Memilih Bibit Jahe yang Baik oleh DANISH Channel
- Dr. Liris Lis Komara, dkk. 2023. Pengaruh Pemberian Anti Jamur pada Lahan Terhadap Pertumbuhan Jahe Merah (Zingiber Officinale) di Dusun Melawan Desa Persiapan Pinang Raya Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur.
- 3 Rekomendasi Bibit Jahe Terbaik oleh BibitNesia
