Cara Merawat Tanaman Jahe di Rumah | 6 Trik Bisa jadi Stok

Bagaimana cara merawat tanaman jahe dari rumah
Sumber: rimbanusa.id

Cara merawat tanaman jahe menjadi sebuah kunci keberhasilan membudidaya jahe. Meski kunci, tapi bagaimana jika dirawat di rumah? ~Organik

Reni Cahyo Wening

Bacaan Lainnya

Bagi sebagian orang mengatakan bahwa cara merawat tanaman jahe sangat mudah dan simpel.

Meskipun demikian, apabila tidak kita melakukannya sesuai dengan tahapan yang benar maka akan membuat hasil budidaya tidak akan maksimal.

Oleh karena itu, sangatlah perlu untuk memperhatikan segala hal mulai dari bagaimana proses pemilihan bibit, cara penanamannya hingga proses perawatannya.

Jika semuanya terpenuhi maka akan menghasilkan jahe yang berkualitas.  

Cara Tanam Jahe di Rumah

Jahe adalah tumbuhan rempah-rempah. Orang memakainya untuk campuran  membuat makanan maupun minuman. Ini akan memberikan rasa dan aroma yang khas.

Di samping itu,  orang menggunakan jahe untuk obat herbal.

Tumbuhan rimpang tersebut mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan. Ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang ringan hingga akut.  

Misalnya saja, masalah persendian, peradangan, dan lainnya.

 Membudidayakan jahe juga cukup gampang bahkan kita bisa melakukannya tanpa ada lahan luas. Di sisi lain, cara merawat tanaman jahe juga simpel.

Pembudidayaan jahe di rumah dapat menggunakan media polibag.

Polibag merupakan sebuah media tanam yang menggunakan plastik khusus berisi tanah. Cara ini merupakan media tepat jika kita tidak punya lahan cukup untuk proses penanaman jahe.

Berikut penjelasannya, yaitu:

1. Pemilihan bibit

    Step awal dalam budidaya adalah mempersiapkan dan memilih bibit unggul. Gunakan bibit yang sehat. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Ini bisa terlihat dari usianya. Pilih bibut yang berusia 9-10 bulan.

    Selain itu, jika ingin tanam jahe sebaiknya jangan langsung melakukan ditanam. Akan tetapi, simpanlah  terlebih dahulu di yang sejuk bebas dari paparan sinar selama 1 bulan.

    Agar dapat tumbuh secara barengan, maka lakukan proses pengecambahan sebelum masuk ke kantong-kantong polibag. Apa yag harus dilakukan? Ambil beberaa bibit jahe. Potonglah 3-4 mata tunas.

     Lakukan penyusunan di area sejuk selama 4 minggu. Tunggulah sampai bertunas  . Setelah itu, barulah lakukan penanaman pada kantong polibag.

    Organisatoris lain juga baca ini: JKN BJPS

    2. Mempersiapkan media tanam

    Cara merawat tanaman jahe kedua yaitu mempersiapkan  kantong polibag yang berukuran kurang lebih 40 cm. Siapkan pasir campur dengan  tanah serta pupuk kandang dengan perbandingan  1:1:1 saja.

    Setelah itu, aduk semuanya hingga tercampur. Ini bertujuan untuk memberikan kesuburan pada tanah. Masukan ke dalam kantong polibag dengan takaran seperempat. Tunggulah 2 minggu barulah kita tanam.

    3. Proses tanam

    Tahap ketiga adalah penanaman. Tidak sembarang waktu kita bisa melakukannya. Akan tetapi, waktu  pas untuk menanam adalah pada saat awal musim penghujan.

    Hal tersebut karena tumbuhan ini membutuhkan banyak air.

    • Pembuatan lubang tanam pada kantong polibag. Buat sesuai ukuran bibit. Jika besar, maka  lubang  dibuat besar atau sebaliknya
    • Tanamlah bibit jahe pada lobang kantong polibag. Dalam hal ini harus memperhatikan posisinya dimana harus mengahadap ke arah horizontal. Selain itu, harus berhati-hati supaya tunas tetap aman.
    • Pemadatan tanah
    • melakukan penyiraman secara rutin dan teratur. Jangan biarkan kondisi tamanan jahe kering karena akan membuatnya mati.

    4. Pemeliharaan tanaman

    Setelah melakukan penanaman, selanjutnya adalah cara merawat tanaman jahe.  Terdapat beberapa step dalam perawatan tumbuhan rimpang ini. Berikut ini adalah penjelasannya secara detail, yaitu:

    • Sirami Tumbuhan

      Seperti penjelasan sebelumnya bahwa tumbuhan ini merupakan jenis rimpang yang perlu pasokan air. Oleh karena itu, siram secara teratur karena akan bepengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya dan pertumbuhanya.

      • Sulam Tumbuhan

      Sulam adalah perawatan penting. Ini jadi faktor penentu pertumbuhan. kontroling  2-3 minggu apabila terdapat bibit tidak berkembang,  sulamlah dengan mengganti bibit yang bagus.

      • Penyiangan

      Pada dasarnya, semua tumbuhan  perlu melewati tahapan ini sama dengan jahe. Bersihkan gulma yang tumbuh tumbuhan. Ini akan menghambat perkembangan.

      • Pembubunan

      Ini adalah tahapan penambahan media tanam. Ini juga mencakup proses pemberian pupuk kandang. Proses tersebut bertujuan untuk mengemburkan tanah dan menjaga tanaman agar tetap ternutisi

      Proses pembubunan adalah sebanyak 4 kali hingga waktu panen tiba.  Tanaman siap pembubunan apabila  rimbun dan sudah terlihat 3-4 batang jahe tumbuh pada setiap kantongnya.

      • Pemberian pupuk susulan

      Pupuk menjadi salah satu unsurhara penting. Lakukan pemupukan tambahan pada tanaman berusia 2 bulan. Pupuk alternatif agar tanaman subur yaitu penggunaan pupuk organik. Cukup gunakan sebanyak 1 kg pada beberapa kantong.

      5. Pengendalian hama

      Cara merawat tanaman jahe adalah  pengendalian hama. Tujuan proses ini agar dapat tumbuh serta berkembang  baik.

      Oleh karena itu, sangat perlu mengenal beberapa jenis hama penyakit PADA tumbuhan jahe seperti berikut ini, yaitu:

      • Hama

        kepik, ulat, serta kumbang adalah hama jahe. Jenis hama ini bisa mati dan hilang apabila kita selalu menjaga kebersihan  sekitar media tanam. Jika perlu semprot ramuan  insektisida yang merupakan obat pengusir hama ampuh.

        • Penyakit

        Layu bakteri,pembusukan rimpang dan bercak daun banyak terjadi pada tanaman jahe. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan pemilihan bibit sehat dan selalu menjaga sanitasi, penyemprotan fungsida untuk membunuh jamur.

        6. Masa Panen

        Tahap selanjutnya adalah proses pemanenen. Kita bisa melakukan proses ini pada saat tamanan jahe berusia 9-10 bulan. Lalu bagaimana ciri jahe siap panen? Ini terlihat dari batang dan daun kering.

        Setelah pas umurnya  untuk proses pemanenan, sobek kantong polibag secara hati-hati. Ambilah rimpang  dan bersihkan semua sisa tanah yang menempel.

        Cucilah hasil panen menggunakan air mengalir.

        Organisatoris lain juga baca ini: Bagian-bagian Tanaman Jahe

        Apa Saja Jenis Tamanan Jahe?

        Apa saja cara merawat tanaman jahe dari rumah
        Sumber: agrobenindonesia.co.id

        Jahe termasuk tanaman musiman bertunas dan berwujud batang. Asalnya dari kawasan Asia pasifik. Ini terkenal dengan nama lain Zingiber Officinale Rosc.

        Tumbuhan tersebut masuk  golongan temu-temuan sama dengan kencur, kunyit dan lainnya.T

        Terdapat beberapa jenis jahe. Ini punya berbagai macam khasiat kesehatan. Mungkin sering menjumpai beberapa jenisnya berikut ini, yaitu:

        1. Jahe putih / jahe emprit

        Jahe putih / emprit memiliki ciri khas pada bagian ruasnya. Ini memiliki ukuran kecil dan berbentuk mengembung. Di dalamnya terdapat kandungan banyak minyak astiri daripada jenis jahe lainnya. Proses pemanenannya saat tumbuhan jahe sudah berusia tua.

        • Jahe merah

        Seperti namanya, jahe merah memiliki ruas merah. Selain itu, ukuran lebih kecil daripada  putih emprit. Sama seperti jenis lainnya, ini bisa di panen saat sudah tua. Kandungan minyak astiri cukup sedikit dan juga cocok untuk obat herbal.

        • Jahe gajah

        Jahe gajah mempunyai ukuran ruas yang besar dan menggembung. Berbeda dengan dua jenis jahe lainnya, kita bisa mengosumsinya saat usia jahe  muda maupun tua.

        Organisatoris lain juga baca ini: Tarif Jasa SEO

        Penyakit Apa Saja yang Tidak Boleh Konsumsi Jahe?

        Penyakit yang tidak bisa konsumsi tanaman jahe
        Sumber: nhaxinhplaza.net

        Selain cara merawat tanaman jahe tidak sulit.  Rempah ini  terkenal segudang manfaat kesehatan.

        Meskipun terkenal dengan khasiatnya,ternyata orang yang memilikin penyakit berikut tidak boleh konsumsi jahe.

        • Pendarahan

          Jahe bersifat antikoagulan yang bisa mengecerkan darah serta menghambat proses penggumpalan darah.

          Akan tetapi para penderita gangguan pendarahan misalnya hemofilia tidak boleh mengonsumsi jahe yang akan memperburuk kondisi.

          • Diabetes

          Meskipun terdapat penelitian jika ini dapat  menurunkan gula darah, tetapi  rimpang ini kurang cocok untuk penderita diabetes.

          Apabila mengosumsinya bisa memicu terjadinya hipoglikemia yang membahayakan kesehatan.

          • Lambung dan Ulkus

          Jika menderita asam lambuh sebaiknya tidak mengosumsi jahe. Rempah ini bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Selain itu, bisa menimbulkan iritasi pada lambung.

          • Jantung

          Larangan keras untuk penderita penyakit jantung agar tidak konsumsi jahe. Jahe memiliki senyawa yang akan mendampak membuat detang jantung tidak stabil atau aritma. Selain itu, ini juga akan memperkuat efek obat antihipertensi.

          • Kehamilan

          Mengosumsi jahe selama masa kehamilan menjadi salah satu hal yang cukup kontroversial.

          Sementara itu, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa jahe akan membantu dalam meredakan rasa ingin muntah saat masa kehamilan.

          Di sisi lain, mengonsumsi  dalam jumlah besar dapat memicu kontraksi  rahim dan meningkatkan risiko terjadinya keguguran serta kelahiran bayi prematur.

          Maka dari itu, wanita hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi jahe.

          • Batu Empedu

          Jehe bisa membantu merangsang produksi batu empedu yang akan memperburuk kondisi. Ini bisa menyumbat saluran empedu serta meningkatkan produksi cairan empedu secara berlebihan.

          Aturan Tanam Jahe di Ladang

          Ladang untuk cara merawat tanaman jahe dari rumah
          Sumber: beritatulungagung.com

          Jahe bukan hanya sekedar rempah-rempah biasa. Di dapur bisa  memberi rasa masakan.

          Sementara itu, untuk kesehatan bisa jadi solusi untuk  herbal segala penyakit. Oleh karenanya, banyak orang  membudidayakannya.

          Cara merawat tanaman jahe sama mudahnya cara budidayanya. Kita bisa membudiyakan di halaman rumah maupun ladang.

          Supaya bisa mendapatkan hasil maksimal, maka ada beberapa aturan dalam proses penanaman jahe, yaitu:

          • Mempersiapkan bibit unggul

            50% keberhasilan dalam budidaya  tergantung pada pemilihan bibit berkualitas. Jangan memilih bibit sembarang. Akan tetapi, pilihlah jenis bibit yang sudah cukup umur dan siap untuk proses penanaman.

            • Mempesiapkan bibit sebelum di tanam

            Setelah mendapatkan bibit unggul, lakukan penyiapan bibit sebelum proses penanaman supaya optimal.

            Langkah pertama adalah  menjemur rimpang 1-2 hari di tempat teduh. Proses ini bertujuan agar mengurangi kadar air dan agar tidak mudah busuk.

            Lakukan perendaman bibit dalam larutan fungsida  15 menit. Ini bertujuan untuk melindungi jahe dari serangan jamur dan bakteri.

            • Pengolahan lahan

            Lahan budidaya  harus melewati pengolahan secara matang. Pastikan gembur. Kondisi tanah keras bisa menghambat pertumbuhan  kurang optimal.  Lalu bagaimana langkah mengolah tanah?

            1. Pembersihan area tanam dari gangguan gulma. Jika tidak membersihkannya maka berpotensi menjadi sumber penyakit.
            2. Lakukan proses penggemburan dengan membajak atau mencangkul  30-40 cm dalamnya.
            3. Lakukan pembuatan bendengan ukuran lebar 1-1-2 meter dan tinggi sebesar 30 cm. Ini akan membantu untuk drainase air serta mempermudah dalam perawatan tanaman.
            4. Campurkan tanah dengan rata. Biarkan lahan 1-2 minggu sebelum penanaman.Ini bertujuan untuk memberikan waktu pupuk bisa terurai akan membantu penyuburan tanaman.
            5. Teknik tanam

            Pada dasarnya, waktu tanam  pas adalah saat musim penghujan. Pada saat proses ini, buatlah lobang tanam  dengan ke dalaman 5-7 cm.

            Jangan terlalu rapat antara satu tanaman dengan lainya karena bisa menyebabkan persaingan nutrisi sehingga perkembanganya tidak optimal.  

            Cara merawat tanaman jahe dan penanamannya  mudah bukan?

            Tak ada ruginya menanam tumbuhan rimpang ini  karena selain bisa  sebagai bahan campuran masakan, tanaman rimpang satu ini juiga  memiki sejuta manfaat untuk kesehatan.

            Sumber:

            1. haibunda.com
            2. kekei.cyou
            3. rri.co.id
            4. gemaperta.com

            Tinggalkan Balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *