Cara merawat tanaman jahe menjadi sebuah kunci keberhasilan membudidaya jahe. Meski kunci, tapi bagaimana jika dirawat di rumah? ~Organik
Reni Cahyo Wening
Bagi sebagian orang mengatakan bahwa cara merawat tanaman jahe sangat mudah dan simpel.
Meskipun demikian, apabila tidak kita melakukannya sesuai dengan tahapan yang benar maka akan membuat hasil budidaya tidak akan maksimal.
Oleh karena itu, sangatlah perlu untuk memperhatikan segala hal mulai dari bagaimana proses pemilihan bibit, cara penanamannya hingga proses perawatannya.
Jika semuanya terpenuhi maka akan menghasilkan jahe yang berkualitas.
Cara Tanam Jahe di Rumah
Jahe adalah tumbuhan rempah-rempah. Orang memakainya untuk campuran membuat makanan maupun minuman. Ini akan memberikan rasa dan aroma yang khas.
Di samping itu, orang menggunakan jahe untuk obat herbal.
Tumbuhan rimpang tersebut mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan. Ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang ringan hingga akut.
Misalnya saja, masalah persendian, peradangan, dan lainnya.
Membudidayakan jahe juga cukup gampang bahkan kita bisa melakukannya tanpa ada lahan luas. Di sisi lain, cara merawat tanaman jahe juga simpel.
Pembudidayaan jahe di rumah dapat menggunakan media polibag.
Polibag merupakan sebuah media tanam yang menggunakan plastik khusus berisi tanah. Cara ini merupakan media tepat jika kita tidak punya lahan cukup untuk proses penanaman jahe.
Berikut penjelasannya, yaitu:
1. Pemilihan bibit
Step awal dalam budidaya adalah mempersiapkan dan memilih bibit unggul. Gunakan bibit yang sehat. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Ini bisa terlihat dari usianya. Pilih bibut yang berusia 9-10 bulan.
Selain itu, jika ingin tanam jahe sebaiknya jangan langsung melakukan ditanam. Akan tetapi, simpanlah terlebih dahulu di yang sejuk bebas dari paparan sinar selama 1 bulan.
Agar dapat tumbuh secara barengan, maka lakukan proses pengecambahan sebelum masuk ke kantong-kantong polibag. Apa yag harus dilakukan? Ambil beberaa bibit jahe. Potonglah 3-4 mata tunas.
Lakukan penyusunan di area sejuk selama 4 minggu. Tunggulah sampai bertunas . Setelah itu, barulah lakukan penanaman pada kantong polibag.
Organisatoris lain juga baca ini: JKN BJPS
2. Mempersiapkan media tanam
Cara merawat tanaman jahe kedua yaitu mempersiapkan kantong polibag yang berukuran kurang lebih 40 cm. Siapkan pasir campur dengan tanah serta pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 saja.
Setelah itu, aduk semuanya hingga tercampur. Ini bertujuan untuk memberikan kesuburan pada tanah. Masukan ke dalam kantong polibag dengan takaran seperempat. Tunggulah 2 minggu barulah kita tanam.
3. Proses tanam
Tahap ketiga adalah penanaman. Tidak sembarang waktu kita bisa melakukannya. Akan tetapi, waktu pas untuk menanam adalah pada saat awal musim penghujan.
Hal tersebut karena tumbuhan ini membutuhkan banyak air.
- Pembuatan lubang tanam pada kantong polibag. Buat sesuai ukuran bibit. Jika besar, maka lubang dibuat besar atau sebaliknya
- Tanamlah bibit jahe pada lobang kantong polibag. Dalam hal ini harus memperhatikan posisinya dimana harus mengahadap ke arah horizontal. Selain itu, harus berhati-hati supaya tunas tetap aman.
- Pemadatan tanah
- melakukan penyiraman secara rutin dan teratur. Jangan biarkan kondisi tamanan jahe kering karena akan membuatnya mati.
4. Pemeliharaan tanaman
Setelah melakukan penanaman, selanjutnya adalah cara merawat tanaman jahe. Terdapat beberapa step dalam perawatan tumbuhan rimpang ini. Berikut ini adalah penjelasannya secara detail, yaitu:
- Sirami Tumbuhan
Seperti penjelasan sebelumnya bahwa tumbuhan ini merupakan jenis rimpang yang perlu pasokan air. Oleh karena itu, siram secara teratur karena akan bepengaruh terhadap keberlangsungan hidupnya dan pertumbuhanya.
- Sulam Tumbuhan
Sulam adalah perawatan penting. Ini jadi faktor penentu pertumbuhan. kontroling 2-3 minggu apabila terdapat bibit tidak berkembang, sulamlah dengan mengganti bibit yang bagus.
- Penyiangan
Pada dasarnya, semua tumbuhan perlu melewati tahapan ini sama dengan jahe. Bersihkan gulma yang tumbuh tumbuhan. Ini akan menghambat perkembangan.
- Pembubunan
Ini adalah tahapan penambahan media tanam. Ini juga mencakup proses pemberian pupuk kandang. Proses tersebut bertujuan untuk mengemburkan tanah dan menjaga tanaman agar tetap ternutisi
Proses pembubunan adalah sebanyak 4 kali hingga waktu panen tiba. Tanaman siap pembubunan apabila rimbun dan sudah terlihat 3-4 batang jahe tumbuh pada setiap kantongnya.
- Pemberian pupuk susulan
Pupuk menjadi salah satu unsurhara penting. Lakukan pemupukan tambahan pada tanaman berusia 2 bulan. Pupuk alternatif agar tanaman subur yaitu penggunaan pupuk organik. Cukup gunakan sebanyak 1 kg pada beberapa kantong.
5. Pengendalian hama
Cara merawat tanaman jahe adalah pengendalian hama. Tujuan proses ini agar dapat tumbuh serta berkembang baik.
Oleh karena itu, sangat perlu mengenal beberapa jenis hama penyakit PADA tumbuhan jahe seperti berikut ini, yaitu:
- Hama
kepik, ulat, serta kumbang adalah hama jahe. Jenis hama ini bisa mati dan hilang apabila kita selalu menjaga kebersihan sekitar media tanam. Jika perlu semprot ramuan insektisida yang merupakan obat pengusir hama ampuh.
- Penyakit
Layu bakteri,pembusukan rimpang dan bercak daun banyak terjadi pada tanaman jahe. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan pemilihan bibit sehat dan selalu menjaga sanitasi, penyemprotan fungsida untuk membunuh jamur.
6. Masa Panen
Tahap selanjutnya adalah proses pemanenen. Kita bisa melakukan proses ini pada saat tamanan jahe berusia 9-10 bulan. Lalu bagaimana ciri jahe siap panen? Ini terlihat dari batang dan daun kering.
Setelah pas umurnya untuk proses pemanenan, sobek kantong polibag secara hati-hati. Ambilah rimpang dan bersihkan semua sisa tanah yang menempel.
Cucilah hasil panen menggunakan air mengalir.
Organisatoris lain juga baca ini: Bagian-bagian Tanaman Jahe
Apa Saja Jenis Tamanan Jahe?

Jahe termasuk tanaman musiman bertunas dan berwujud batang. Asalnya dari kawasan Asia pasifik. Ini terkenal dengan nama lain Zingiber Officinale Rosc.
Tumbuhan tersebut masuk golongan temu-temuan sama dengan kencur, kunyit dan lainnya.T
Terdapat beberapa jenis jahe. Ini punya berbagai macam khasiat kesehatan. Mungkin sering menjumpai beberapa jenisnya berikut ini, yaitu:
- Jahe putih / jahe emprit
Jahe putih / emprit memiliki ciri khas pada bagian ruasnya. Ini memiliki ukuran kecil dan berbentuk mengembung. Di dalamnya terdapat kandungan banyak minyak astiri daripada jenis jahe lainnya. Proses pemanenannya saat tumbuhan jahe sudah berusia tua.
- Jahe merah
Seperti namanya, jahe merah memiliki ruas merah. Selain itu, ukuran lebih kecil daripada putih emprit. Sama seperti jenis lainnya, ini bisa di panen saat sudah tua. Kandungan minyak astiri cukup sedikit dan juga cocok untuk obat herbal.
- Jahe gajah
Jahe gajah mempunyai ukuran ruas yang besar dan menggembung. Berbeda dengan dua jenis jahe lainnya, kita bisa mengosumsinya saat usia jahe muda maupun tua.
Organisatoris lain juga baca ini: Tarif Jasa SEO
Penyakit Apa Saja yang Tidak Boleh Konsumsi Jahe?

Selain cara merawat tanaman jahe tidak sulit. Rempah ini terkenal segudang manfaat kesehatan.
Meskipun terkenal dengan khasiatnya,ternyata orang yang memilikin penyakit berikut tidak boleh konsumsi jahe.
- Pendarahan
Jahe bersifat antikoagulan yang bisa mengecerkan darah serta menghambat proses penggumpalan darah.
Akan tetapi para penderita gangguan pendarahan misalnya hemofilia tidak boleh mengonsumsi jahe yang akan memperburuk kondisi.
- Diabetes
Meskipun terdapat penelitian jika ini dapat menurunkan gula darah, tetapi rimpang ini kurang cocok untuk penderita diabetes.
Apabila mengosumsinya bisa memicu terjadinya hipoglikemia yang membahayakan kesehatan.
- Lambung dan Ulkus
Jika menderita asam lambuh sebaiknya tidak mengosumsi jahe. Rempah ini bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Selain itu, bisa menimbulkan iritasi pada lambung.
- Jantung
Larangan keras untuk penderita penyakit jantung agar tidak konsumsi jahe. Jahe memiliki senyawa yang akan mendampak membuat detang jantung tidak stabil atau aritma. Selain itu, ini juga akan memperkuat efek obat antihipertensi.
- Kehamilan
Mengosumsi jahe selama masa kehamilan menjadi salah satu hal yang cukup kontroversial.
Sementara itu, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa jahe akan membantu dalam meredakan rasa ingin muntah saat masa kehamilan.
Di sisi lain, mengonsumsi dalam jumlah besar dapat memicu kontraksi rahim dan meningkatkan risiko terjadinya keguguran serta kelahiran bayi prematur.
Maka dari itu, wanita hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi jahe.
- Batu Empedu
Jehe bisa membantu merangsang produksi batu empedu yang akan memperburuk kondisi. Ini bisa menyumbat saluran empedu serta meningkatkan produksi cairan empedu secara berlebihan.
Aturan Tanam Jahe di Ladang

Jahe bukan hanya sekedar rempah-rempah biasa. Di dapur bisa memberi rasa masakan.
Sementara itu, untuk kesehatan bisa jadi solusi untuk herbal segala penyakit. Oleh karenanya, banyak orang membudidayakannya.
Cara merawat tanaman jahe sama mudahnya cara budidayanya. Kita bisa membudiyakan di halaman rumah maupun ladang.
Supaya bisa mendapatkan hasil maksimal, maka ada beberapa aturan dalam proses penanaman jahe, yaitu:
- Mempersiapkan bibit unggul
50% keberhasilan dalam budidaya tergantung pada pemilihan bibit berkualitas. Jangan memilih bibit sembarang. Akan tetapi, pilihlah jenis bibit yang sudah cukup umur dan siap untuk proses penanaman.
- Mempesiapkan bibit sebelum di tanam
Setelah mendapatkan bibit unggul, lakukan penyiapan bibit sebelum proses penanaman supaya optimal.
Langkah pertama adalah menjemur rimpang 1-2 hari di tempat teduh. Proses ini bertujuan agar mengurangi kadar air dan agar tidak mudah busuk.
Lakukan perendaman bibit dalam larutan fungsida 15 menit. Ini bertujuan untuk melindungi jahe dari serangan jamur dan bakteri.
- Pengolahan lahan
Lahan budidaya harus melewati pengolahan secara matang. Pastikan gembur. Kondisi tanah keras bisa menghambat pertumbuhan kurang optimal. Lalu bagaimana langkah mengolah tanah?
- Pembersihan area tanam dari gangguan gulma. Jika tidak membersihkannya maka berpotensi menjadi sumber penyakit.
- Lakukan proses penggemburan dengan membajak atau mencangkul 30-40 cm dalamnya.
- Lakukan pembuatan bendengan ukuran lebar 1-1-2 meter dan tinggi sebesar 30 cm. Ini akan membantu untuk drainase air serta mempermudah dalam perawatan tanaman.
- Campurkan tanah dengan rata. Biarkan lahan 1-2 minggu sebelum penanaman.Ini bertujuan untuk memberikan waktu pupuk bisa terurai akan membantu penyuburan tanaman.
- Teknik tanam
Pada dasarnya, waktu tanam pas adalah saat musim penghujan. Pada saat proses ini, buatlah lobang tanam dengan ke dalaman 5-7 cm.
Jangan terlalu rapat antara satu tanaman dengan lainya karena bisa menyebabkan persaingan nutrisi sehingga perkembanganya tidak optimal.
Cara merawat tanaman jahe dan penanamannya mudah bukan?
Tak ada ruginya menanam tumbuhan rimpang ini karena selain bisa sebagai bahan campuran masakan, tanaman rimpang satu ini juiga memiki sejuta manfaat untuk kesehatan.
Sumber:
