Parenteral
Parenteral adalah istilah medis yang merujuk pada pemberian obat atau cairan melalui jalur selain saluran pencernaan (mulut dan anus). Secara harfiah, kata ini berasal dari bahasa Yunani para (di samping) dan enteron (usus), yang berarti “di luar usus”.
Dalam praktik sehari-hari, istilah parenteral hampir selalu identik dengan injeksi atau suntikan.
1. Jenis-Jenis Jalur Parenteral
Ada beberapa rute utama yang termasuk dalam kategori parenteral:
- Intravena (IV): Langsung ke pembuluh darah vena.
- Intramuskular (IM): Ke dalam jaringan otot.
- Subkutan (SC): Ke dalam jaringan lemak di bawah kulit.
- Intradermal (ID): Ke dalam lapisan kulit (dermis).
- Intratekal: Ke dalam saluran tulang belakang (sering digunakan untuk anestesi spinal).
2. Mengapa Memilih Jalur Parenteral?
Tenaga medis memilih jalur ini dibandingkan jalur oral (mulut) karena beberapa alasan krusial:
- Kecepatan (Onset): Obat bekerja jauh lebih cepat karena langsung masuk ke aliran darah atau jaringan tanpa perlu dicerna.
- Kondisi Pasien: Digunakan jika pasien tidak sadar, sering muntah, atau tidak bisa menelan.
- Sifat Obat: Beberapa obat akan hancur oleh asam lambung atau enzim pencernaan jika diminum (contohnya Insulin).
- Menghindari First Pass Effect: Obat tidak langsung melewati hati untuk dipecah, sehingga dosis yang sampai ke organ target lebih murni.
3. Keunggulan dan Risiko
| Keunggulan | Risiko / Kelemahan |
| Penyerapan obat lebih pasti dan cepat. | Membutuhkan keahlian khusus (tenaga medis). |
| Cocok untuk kondisi gawat darurat. | Menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. |
| Bisa memberikan nutrisi lengkap (Nutrisi Parenteral Total) bagi pasien koma. | Risiko infeksi jika alat atau teknik tidak steril. |
| Dosis dapat disesuaikan secara sangat akurat. | Jika terjadi kesalahan dosis, sulit untuk dinetralkan karena obat sudah masuk ke darah. |
4. Syarat Sediaan Parenteral
Karena obat parenteral langsung masuk ke jaringan tubuh yang sensitif, sediaannya harus memenuhi standar farmasi yang ketat:
- Steril: Bebas dari mikroorganisme (bakteri, virus, jamur).
- Bebas Pirogen: Tidak mengandung zat sisa bakteri yang bisa menyebabkan demam.
- Isotonis: Sebaiknya memiliki tekanan yang sama dengan cairan tubuh agar tidak menimbulkan nyeri hebat atau kerusakan sel.
Perawatan Nutrisi Parenteral
Selain untuk obat, istilah ini sering muncul dalam Nutrisi Parenteral. Ini adalah metode pemberian nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin) melalui infus bagi pasien yang saluran pencernaannya tidak berfungsi, misalnya pada pasien setelah operasi usus besar atau penderita gizi buruk ekstrem.
Pesan Penting: Pemasangan jalur parenteral harus dipantau secara rutin. Jika muncul tanda-tanda seperti kemerahan, bengkak, atau rasa panas di area suntikan, itu bisa menjadi indikasi awal terjadinya peradangan atau infeksi yang harus segera ditangani.
