Pemotretan Natasha Wilona
Model Speatu Roda: Natasha Wilona (Foto: IDNTimes)

Induk Olahraga Sepatu Roda, Sejarah, Peralatan

Diposting pada

Sepatu Roda (roller skates) memiliki sejarah yang panjang, olahraga ini juga memiliki induk sebaia wadah organisasi para pemain.

Ayu Maesaroh, Olahraga – Organisasi.co.id

Bermain sepatu roda identik dengan keterkaitannya pada keseimbangan, gerak-gerik yang gesit, serta perhitungan dalam melakukan atraksi selanjutnya agar semua penonton merasa terpukau dengan aksi kita.

Begitu juga dengan hidup, yang sebenarnya bisa kita terapkan dari olahraga tersebut. Hati-hati, meihat teliti dalam melihat peluang, sehingga bisa memukau siapa saja dengan hasil kerja keras kita.

Halo semuanya, kembali lagi dengan artikel bertajuk “disposita pracepta statuto”. Semoga semua informasi yang kami persembahkan dapat menambah wawasan para organisatoris.

Entah dalam aspek pengetahuan umum maupun beberapa topik lain, seperti topik yang akan di bahas sekarang.

Ya, ada yang mempunyai teman yang suka bermain sepatu roda?

Olahgara ini bisa kita sebut susah-susah gampang. Di mana olahraga ini lebih menitikberatkan pada keseimbangan tubuh, serta perhitungan waktu yang sangat ketat untuk bisa melakukan atraksi yang memukau penonton.

Organisatoris lain baca ini: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional

Namun, bukan hanya itu saja, ada beberapa aspek lain yang ada kaitannya dengan olahraga yang mulai digandrungi oleh banyak orang ini. Di antaranya adalah:

Olahraga Sepatu Roda
Kegiatan Olahraga Sepatu Roda (Foto: Ayu)

Sejarah Olahraga Sepatu Roda

Olahraga dengan menitikberatkan keseimbangan saat mengayunkan sepatu yang memiliki roda 4 layaknya mobil ini.

Sejak kapan penggunaan Sepatu Beroda pertama kali?

Dulunya olahraga ini dengan penemu seseorang dari Belgia pada tahun 1760-an bernama John Josep Merlin.

Awalnya sepatu roda (roller skates) yang dia buat, tidak jauh beda bentuknya dari ice skate yang sekarang juga booming di kalangan anak muda.

Namun yang berbeda adalah, John menambahkan roda yang berbaris guna membuat sepatu tersebut dapat berjalan dengan baik.

Namun kelemahan dari penemuan ini adalah, John tidak menambahkan rem, di mana hal tersebut merupakan salah satu kunci.

Agar nantinya orang yang menggunakan sepatu roda miliknya bisa aman terkendali, tanpa adanya kecelakaan yang nantinya akan menimpa orang tersebut.

Organisatoris lain baca ini: Dunia Tarung Derajat: 5 Unsur, Sejarah Dan Induk Organisasi Olahraga

Penyempurnaan Sepatu Roda

Hingga pada tahun pertengahan 1860-an ada salah satu penemu bernama James Plimpton yang ternyata bisa membaca kelemahan dari penemuan sebelumnya di bidang yang sama.

Beliau membuat sepatu dengan 4 roda yang berjejer, baik untuk sepatu roda sebelah kiri maupun kanannya. Penemuan dari James Plimpton pun berguna sampai saat ini.

Beliau juga menambahkan rem yang dapat mengendalikan laju sepatu roda agar lebih lamban.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mulai melirik olahraga ini. Dan akhirnya, pada pertengahan tahun 1940-an, Olahraga sepatu roda membentuk organisasi bernama Federation De Roller Skating yang resmi di bentuk pada tahun 1942.

Untuk perlombaannya sendiri, olahraga sepatu roda belum bisa mengikuti olimpiade internasional seperti SEA GAMES, ASIAN GAMES, dan sebagainya, dan baru mengikuti olimpiade musim panas di tahun 2012.

Di Indonesia sendiri, olahraga sepatu roda masuk pada awal tahun 1960-an. Saat itu yang menggemari olahraga ini adalah anak-anak di kalangan muda di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan sebagainya.

Saat itu olahraga sepatu roda mulai berubah menjadi gaya hidup masyarakat yang ada di beberapa daerah tersebut, terutama pada kalangan remaja yang terus menggandrungi olahraga sepatu roda.

Masuknya Olahraga Roller Skater Ke Indonesia

Dan akhirnya pada akhir tahun 1970-an, Indonesia mulai melirik olahraga ini, lalu membuat organisasi bernama PERSOSI atau singkatan dari Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia.

Dan organisasi tersebut menjadi wadah bagi para organisasi sepatu roda lain di beberapa wilayah Indonesia.


Olahraga sepatu roda mulai masuk pertandingan pada tahun 2011 di SEA GAMES.

Olahraga Roller Scater
Keguatan Olahraga Roller Scater (Foto: Sindonews)

Saat itu menjadi momen pertama Indonesia mempersembahkan medali emas untuk cabang olahraga sepatu roda.

Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri untuk para atlet, pelatih, maupun untuk masyarakat Indonesia.

Hingga pada tahun 2018, Asian Games menyelenggarakan pertandingan di Jakarta, dan menempatkan sepatu roda menjadi salah satu cabang olahraga yang ada di pertandingan tersebut.

Pada saat itu Indonesia mendapatkan medali perak di cabang olahraga estafet putra, serta satu perunggu untuk olahraga cabang kano ganda putri.

Peralatan dan Peraturan olahraga sepatu roda

Layaknya akan bertempur dengan lawan, begitu juga dengan olahraga yang juga mempunyai peralatan. Sekaligus peraturan yang harus dipatuhi oleh pemainnya. Untuk beberapa peralatan sepatu roda, ada beberapa di antaranya:

  1. Sepatu roda, dalam memilih sepatu roda harus pas dengan ukuran kaki, serta saat kita gunakan juga memberikan rasa nyaman
  2. Helm, juga sesuai standar, bisa melindungi kepala dari benturan saat jatuh ataupun lainnya. Dan yang pasti harus nyaman saat kita pakai.
  3. Pelindung, ada dua macam yakni untuk lutut dan siku. Pelindung ini berguna untuk melindungi lutut dan siku dari benturan yang dapat membuat luka, bahkan sampai dengan cedera.
  4. Pakaian, juga menggunakan pakaian yang sesuai dengan standar yang ada. Namun jika hanya bertujuan untuk mempelajari saja, sebaiknya menggunakan pakaian sesuai dengan kenyamanan masing-masing saja.

Untuk atlet dari olahraga sepatu roda ini, ada beberapa peraturan yang perlu kita perhatikan sebelum memulai pertandingan, di antaranya:

  1. Peserta atlet olahraga sepatu roda, merupakan anggota dari organisasi PERSOSI, di mana organisasi tersebut adalah satu-satunya organisasi sepatu roda yang menaungi para atlet sepatu roda.
  2. Bagi para atlet harus menggunakan seragam identitas saat, akan, dan usai bertanding.
  3. Peserta harus sehat jasmani dan rohani.
  4. Peserta harus memperhatikan beberapa prosedur keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan peserta tersebut cedera.
  5. Untuk penilaiannya, setiap kategori berbeda-beda. Dan saat penilaian pun juri akan dibantu oleh hakim. Yakni hakim kedatangan.

Dampak Positif dan Negative Olahraga Sepatu Roda

Yang awalnya hanya sekedar gaya hidup dan bertransformasi menjadi salah satu cabang olahraga. Yang masuk lomba di pertandingan-pertandingan besar.

Organisatoris lain baca ini: Induk Olahraga Arung Jeram: Sejarah, 19 Istilah & Teknik

Ternyata ada dampak positif serta negative yang perlu kita pahami agar lebih bijak dalam memainkan olahraga ini.

Dampak Negatif

Dimulai dari beberapa dampak negative terlebih dahulu, di antaranya adalah:

  1. Resiko terjatuh lebih besar, makanya sangat dianjurkan untuk berhati-hati dalam berlatih olahraga sepatu roda. Jangan sampai lutut atau sikut kalian luka akibat bermain sepatu roda.
  2. Resiko cedera juga lebih besar. Walaupun sudah menjadi gaya hidup, namun kenyataannya masih banyak orang yang mudah mengalami cedera saat melakukan olahraga sepatu roda.

Makanya sangat disarankan untuk pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot kita lemas, terutama di bagian kaki, baru bisa melakukan olahraga sepatu roda.

Dampak Positif

Lalu untuk dampak positifnya sendiri, juga ada beberapa, di antaranya:

  • Otot bisa terbentuk dengn sempurna

Dengan melakukan olahraga sepatu roda selama 3 bulan. dapat membentuk otot atletis, terutama di bagian kaki, dan lengan menjadi lebih kencang.

  • Membiasakan diri menjagai kesemimbangan tubuh

Mengingat poin penting dari olahraga sepatu roda ini adalah keseimbangan, jadi imbasnya adalah melatih kita bisa lebih seimbang dalam melakukan gerak-gerik olahraga sepatu roda.

Selain itu, kita juga terlatih untuk lebih hati-hati dalam bermain sepatu roda

  • Membuat jantung lebih sehat

Mungkin masih terlintas di ingatan kita tentang salah satu suami dari penyanyi terkenal Indonesia Bunga Citra Lestari atau sapaannya adalah BCL ini, meninggal karena serangan jantung.

Padahal baru saja melakukan olahraga.

Dan banyak dari berbagai data yang mengatakan bahwa sampai detik ini, penyakit jantung masih menjadi ancaman besar bagi negara Indonesia, yakni di nomor urut pertama sebagai penyakit mematikan.

  • Membuat mood kita bisa lebih baik

Olahraga sepatu roda menitikberatkan pada sebuah konsentrasi yang cukup tinggi.

Sehingga jika seseorang tersebut mampu untuk melakukan satu teknik dari olahraga sepatu roda, secara naluriah mereka akan merasa senang, dan berhasil karena telah melewati satu teknik olahraga sepatu roda yang mungkin sulit untuk mereka.

Struktur Induk Olahraga Sepatu Roda Nasional

Seperti yang sudah kita singgung bahwa olahraga sepatu Indonesia mulai terlirik oleh masyarakat pada akhir tahun 1970-an.

Lalu membuat organisasi bernama PERSEROSI atau singkatan dari Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia.

Logo PERSOSI
Logo Persatuan Sepatu Roda SSeluruh Indonesia (Foto: PB PERSOSI/Twitter)

Dalam struktur organisasinya, PERSEROSI mempunyai tingkat yang satu tingkat lebih tinggi. Di bandingkan dengan Pengda yang berada satu tingkat. Dibawah PERSEROSI. Untuk lebih jelasnya adalah:

  1. KONI, menjadi salah satu komponen dalam meresmikan adanya olahraga sepatu roda di Indonesia
  2. PERSEROSI, yang merupakan induk dari PERSEROSI tingkat daerah
  3. PENGDA, merupakan anak induk dari PERSEROSI yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Induk Organisasi Olahraga Sepatu Roda Dunia

Adapun Induk organisasi dari olahraga sepatu roda berskala internasional. Yakni FIRS atau yang sering kita kenal sebagai Federation International de Roller Skating.

Sebelumnya organisasi induk olahraga internasional ini awalnya bernama FIPR atau singkatan dari Federation International de Patinage a Roulettes yang di resmikan pada awal tahun 1920-an.

Saat itu FIPR menjadi salah satu federasi yang menampung beberapa federasi lain di berbagai belahan dunia.

Hanya saja untuk bisa bergabung dengan FIPR, mereka harus bergabung juga dengan organisasi yang merangkul mereka walau bergabungnya secara informal.

Dulu organisasi yang merangkul beberapa federasi di belahan dunia, ialah NSA atau singkatan dari National Skating Association.

Yang merupakan salah satu organisasi yang ada di Inggris, dan resmi pada awal akhir tahun 1870-an.

Lalu pada pertengahan tahun 1960-an, FIPR menggantikan namanya menjadi FIRS serta mereka bergabung dengan IOC atau singkatan dari International de Committee.

Hal tersebut menjadi pintu awal dari olahraga sepatu roda untuk masuk menjadi salah satu cabang olahraga pertandingan di tingkat internasional.

Untuk beberapa organisasi di bawah dari FIRS,  yakni RSROA atau Roller Skating Rink Operators Association.

Penutup

Dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa lebih memahami tentang bagaimana sepaj terjang dari olahraga sepatu roda.

Mulai dari penemuannya, eksistensi dari olahraga sepatu roda di mata internasional maupun nasional, dan sebagainya.

Dari beberapa penjelasan tadi juga bisa kita simpulkan, bahwa dengan melakukan olahraga sepatu roda, secara tidak sadar kita berlatih untuk menyeimbangkan tubuh sehingga mudah untuk melakukan Gerakan lain dari olahraga sepatu roda ini.

Juga yang paling terpenting ialah, kita bisa mencegah terkena penyakit serangan jantung sejak awal.

Mengingat kita sangat tahu betul bagaimana jantung. Bisa menyerang kapanpun dan dimanapun, serta kepada siapapun. Sekian dari pembahasan kali ini ya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *