Fonologi: Fonetik Dan Fonemik
Fonologi: Fonetik Dan Fonemik (Foto: Ayoberbahasa)

Ilmu Komunikasi Fonologi: Fonetik Fonemik

Diposting pada

Dalam ilmu fonologi kita kenal istilah fonetik dan fonemik, sebagaimana hal ini sebagai pengetahuan tentang bunyi dan makna bunyi, yang memiliki arti.

Komunikasi, Organisasi.co.id

“Abi tolong bersihkan sisa-sisa abu dari sampah yang Ibu bakar kemarin!”

Suatu pagi, kamu mendengar tetangga di samping rumah memanggil anaknya untuk membersihkan sisa pembakaran sampah kemarin.

Sayup-sayup bunyi lengkingan suaranya juga ikut terdengar jelas di telinga. Abi membersihkan Abu. Sederhana sekali.

Namun tahukah kamu, bahwa bunyi suara tetangga tersebut adalah sebuah kajian ilmu linguistik atau bahasa yang turun-temurun mengalami perubahan makna?

Atau para balita yang baru belajar berbicara, orangtua mereka membeimbing pelafalan huruf dengan benar terutama pengucapan huruf vokal.

Seiring berjalannya waktu, bunyi yang ke luar dari mulut mereka kadang tidak terlalu jelas bahkan melenceng jauh dari kata sebenarnya.

Namun orangtua atau orang terdekat bisa memahami makna dari bunyi kata yang mereka lafalkan tersebut.

Ketika masyarakat suku Jawa bertandang ke pulau Sumatera tentu hal pertama ia akan merasa asing dengan bunyi keras dan lantang dari orang-orang sekitarnya.

Hal ini terpengaruh dari kebiasaan dan pelafalan yang menghasilkan bunyi otentik bagi warga sepantaran namun terasa asing ketika terdengan oleh mereka yang tidak satu lingkungan dan budaya.

Bunyi dari kata yang kita ucapkan sehari-hari mengalami proses pengenalan, lalu terbentuk atau terucapkan, dan mengalami persamaan atau pergeseran makna.

Bunyi-bunyi oleh mulut kita tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Namun merupakan hasil dari pergerakan dan kerjasama organ pengucap yang kemudian menghasilkan bunyi dan memiliki makna.

Selain itu, kemampuan anak-anak dalam menuturkan bunyi tentu terpengaruh dari lingkungan dan bahasa yang terdengar dalam kesehariannya.

Misal seorang anak yang hidup dalam lingkungan suku Batak, tentu ketika memperbunyikan sesuatu dari organ pengucapnya akan ke luar bahasa, intonasi, nada, dan makna yang sama serta melekat dalam kesehariannya.

Analisis Bahasa
Analisisi Bahasa Dalam Fonetik (Foto:Situsbahasa)

Perihal mengkaji bunyi dan makan, yuk! Kita berkenalan dengan istilah fonetik dan fonemik berikut.

Pengertian Fonetik dan Fonemik

Secara ringkas, fonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi. Pada prinsipnya, mepelajari fonologi kita akan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan bunyi-bunyi bahasa yakni Bahasa Indonesia.

Organisastoris lain baca ini: 10 Jenis Kata Transisi Dalam Menulis Di Website Agar Analisis Keterbacaan Berwarna Hijau

Beradasarkan jurnal Fonologi, sejarah perkembangan fonologi dari waktu ke waktu terekam ke dalam beberapa aliran beserta tokohnya masing-masing.

Berbagai Aliran Tentang Fonologi

Ternyata ilmu fonologi menghasilkan beberapa aliran-aliran:

Aliran Kazan dengan tokohnya Mikolaj Kreszewski yang menjabarkan bahwasannya meskipun memiliki pelafalan yang berbeda-beda.

Bunyi-bunyi yang tertangkap oleh indera pendengar manusia berasal dari bentuk yang sama. Kemudian Ferdinand De Saussure memberikan perbaikan bahwa pada kata yang terucap bagian terpentingnya adalah perbedaan pengucapan yang mampu membedakan dengan kata lainnya bukan hanya soal bunyi saja.

Kajian Fonologi
Kajian Fonetik dalam Ilmu Fonologi (Foto: Slide)

Aliran Praha dengan tokohnya R. Jakobson, S. Karczewski dan N. Trubetzkoy terlambangkan dengan adanya ‘Usulan 22’.

Aliran ini menafsirkan bahwa bunyi yang terucap dari indera pengucap manusia menjadi pembeda dari satu bahasa ke bahasa lainnya sebagai cara membedakan makna yang terucap.

Aliran Amerika dengan tokohnya Edward Sapir yang menuturkan bahwa bagian terpenting dari bunyi bahasa adalah menghubungkan penuturnya dengan lawan atau mitra penuturnya dan harus bersifat rasional. Hal ini juga berkaitan erat dengan konsep perilaku manusia dalam berkomunikasi.

Keberhasilan penyampaian ini menggerakkan usaha dalam bentuk penyampaian bunyi yang berbeda antara satu kata dengan kata lainnya.

Di dalam fonologi atau kajian bunyi bahasa, secara garis besar pembahan utama terbagi menjadi dua, yakni fonetik dan fonemik.


Fonetik

Fonetik adalah kajian mengenai bagaimana bunyi oleh mulut manusia tanpa mempertimbangkan makna.

Berdasarkan Kajian Literatur Perkembangan Pengetahuan Fonetik Pada Anak Usia Dini, fonetik memfokuskan pada cara pengucapan atau pelafalan suatu bunyi oleh indera pengucap manusia yang berkaitan dengan penuturan bahasa.

Dengan kata lain, fonetik secara khusus melihat cara kerja mulut manusia dalam penyampaian suatu bahasa.

Pembagian Fonetik

Dalam perkembangannya Fonetik terbagi menjadi tiga, yakni fonetik organis, fonetik akuistik, dan fonetik auditoris.

Fonetik organis mengkaji bagaimana mekanisme manusia dalam mengeluarkan bunyi sedangkan fonetik akuistik mengkaji bagaimana bunyi yang mengahsilkan getaran dan mengaitkannya dengan amplitudo, intesitas, dan trimben.

Terakhir, Fonetik auditoris memfokuskan kajian bagaimana ketika bunyi diterima oleh alat indera pendengar manusia.

Fonetik juga mengklasifikasikan bunyi berdasarkan rintangan arus udara seperti bunyi vokal (tanpa rintangan), bunyi konsonan (rintangan arus udara pada sebagian alat pengucapan), dan bunyi semi vokal.

Berdasarkan jalan keluar arus udara pada indera pengucap manusia ada bunyi nasal dan bunyi oral.

Ada juga yang memfokuskan pada ada atau tidaknya tegangan arus ketika diartikulasikan seperti bunyi keras (disertai ketegangan kuat arus) dan bunyi lunak (tidak disertai ketegangan kuat arus).

Selain itu, juga terdapat bunyi berdasarkan waktu (bunyi panjang dan bunyi pendek) serta bunyi berdasarkan derajat kenyaringannya.

Jenis dan Contoh Fonetik

Fonetik memfokuskan fungsinya sebagai kajian dalam mempelajari kerja organ tubuh terutama indera pengucapan yang berkaitan dengan pengucapan kata. Secara kalimat umum tanpa memperhatikan makna, Salma memperoleh salam tempel di hari raya. Pengucapannya berlangsung begitu saja tanpa makna yang harus dipertegas.

Contoh kajian fonetik adalah alat ucap sebagai sara utama dalam proses keluarnya bunyi yang menghasilkan kata-kata.

Ada udara yang teralirkan ke luar dari paru-paru, artikulator dari mulut yang dapat bergerak untuk menghasilkan bunyi, dan titik artikulasi merupakan bagian dari alat ucap yang menjadi tujuan akhir dari artikulator.

Bunyi Dan Vokal, Makna

Sederhananya, bunyi huruf b pada kata baru dan bunyi huruf p pada kata paru, fonetik tidak mengkaji makna namun mengkaji bagaimana huruf tersebut keluar pelafalannya dari alat ucap manusia.

Lalu bagian terpenting dari kerja organ ucap manusia yang menghasilkan bunyi adalah pita suara yang bersifat elastis. Lalu ada vokal, udara yang keluar dari paru-paru tanpa adanya hambatan. Sebut saja bunyi dari huruf /a/ /i/ /u/ /e/ /o/. Kemudian pelafalan konsonan yang tidak mendapat hambatan udara dari paru-paru ketika pelafalan, contohnya /p/ /b/ /k/ /t/ /d/.

Frikatif ketika udara yang berasal dari paru-paru mendapat gesekan, contohnya dalam pelafalan huruf /f/ /v/ /kh/. Spiran ketika udara yang berasal dari paru-paru terhalang, contohnya pada pelafalan /s/ /z/ /sy/. Atau Likuida, bunyi yang timbul akibat pengangkatan lidah ke langit-langit yang menyebabkan udara keluar dari dua sisi, contohnya pada pelafalan huruf /l/.

Di samping itu, juga terdapat bunyi getar yang berasal dari anak tekak sebagai artikulatornya dan belakang lidah bertindak sebagai titik artikulasinya, contoh pada pelafalan huruf /r/. Konsonan oral bila udara ke luar dari rongga mulut, contohnya pada pelafalan huruf /p/ /b/ /k/ /d/ /w/. Konsonan nasal bila udara ke luar dari rongga hidung, contohnya pada pelafalan huruf /m/ /n/ /ny/ /ng/.

Diftong adalah dua kata vokal yang pada saat pengucapannya mengalami perubahan kualitas. Contohnya pengucapan /au/ dengan /aw/, pengucapan /ai/ dengan /ay/, pengucapan /oi/ dengan /oy/.

Fonetik juga mengkaji bagaimana proses pengucapan tekanan pada bunyi serta nada (tinggi rendahnya suatu bunyi yang terucap dari indera pengucap manusia). Durasi dalam pengucapan juga berpengaruh di mana manusia menekan kontrol terhadap indera pegucapnya dalam menyampaikan suatu kalimat.

Organisatoris lain baca ini: Komunikasi Organisasi: Pengertian, 6 Model Dan Fungsi

Fonemik

Fonemik berbicara tentang bagaimana suatu bunyi dapat membedakan makna. Dalam artian ketika suatu bunyi oleh mulut manusia maka dapat mengetahui ada perbedan-perbedaan makna dari bunyi tersebut.

Fonemik memberikan dasar pada informasi yang ada pada bagan jenis fonetik organis (mekanisme manusia mengeluarkan bunyi).

Dalam kajian fonemik terdapat fonemisasi dengan maksud untuk menemukan bunyi-bunyi yang berfungsi untuk pembedaan makna.

Ilmu Fonologi, kajian Fonemik
Kajian Fonemik dalam Ilmu Fonologi (Foto:Slide)

Tujuan fonemisasi bertujuan menentukan struktur makna sebuah bahasa dan membuat ejaan bahasa yang praktis. Guna mendukung fungsi fonemik dalam mengklasifikasikan makna, fonem memiliki beberapa jenis.

Fonem suprasegmental adalah terdapatnya penekanan pada bunyi yang menimbulkan makna.

Cabang Fonemik

Fonem segmental memiliki dua cabang, yakni fonem vokal dan fonem konsonan

Kedua cabang fonem segmental ini memiliki persamaan dengan fonetik berdasarkan rintangan arus udara ketika sebuah kata terucap dari mulut.

Dalam kajian fonemik juga terdapat sebuah istilah yang kita sebut kluster, yaitu pemakaian konsonan secara berulang dan berturut-turut dalam satu suku kata.

Dalam proses pembentukan makna dari sebuah kata, fonem mengalami beberapa perubahan.

Asimilasi berarti peleburan dari dua bunyi yang berbeda menjadi bunyi yang hampir bahkan sama.

Kebalikannya, desimilasi adalah perubahan dari dua bunyi yang sama menjadi bunyi yang berbeda. Modifikasi vokal merupakan proses perubahan bunyi vokal sebagai dampak dari bunyi lain yang mengikutinya.

Netralisasi adalah perubahan bunyi suatu kata sebagai akibat dari pengaruh lingkungan.

Zeroisasi adalah pengikisan bunyi suatu kata sebagai akibat dari pengurangan atau penghematan pengucapan.

Metatesis adalah perubahan letak suatu fonem sehingga menjadi dua kata yang bersahut-sahutan.

Diftongisasi adalah perubahan bunyi vokal tunggal menjadi banyak bunyi vokal.

Monoftongisasi justru sebaliknya. Perubahan bunyi vokal rangkap menjadi vokal tunggal.

Terakhir, anaptiksis, Merupakan perubahan bunyi akibat penambahan dari bunyi vokal tertentu yang biasanya untuk memperlancar pengucapan.

Jenis dan Contoh Fonemik

Sebagai bunyi yang timbul untuk membedakan makna, fonemik terdiri dari beberapa jenis seperti yang sudah kita singgung pada penjelasan sebelumnya.

Kluster maju contohnyo kritik yang berucap dengan kri-tik, kluster artikulasi contohnya drama yang berucap dra-ma, dan kluster mundur contohnya pramuka yang berucap pra-mu-ka.

Lain halnya dengan fonem suprasegmental yang berarti satu kata yang sama namun dari cara penyampaian bisa menimbulkan makna yang berbeda.

Contohnya kata iya yang di sampaikan dalam keadaan santai tentu berbeda maknanya ketika kata iya di sebutkan secara lantang pada saat rapat kantor.

Asimilasi berarti peleburan dari dua bunyi yang berbeda menjadi bunyi yang hampir bahkan sama.

Adapun, Asimilasi suara yang terjadi pada rongga artikulasi yang sama, contonya me+tanam pengucapannya menjadi menanam.

Asimilasi suara menyebabkan terjadinya peluruhan bunyi pelafalan huruf /t/ menjadi huruf /n/.

Asimilasi tempat yang terjadi pada dua rongga artikulasi yang berbeda, contohnya me+samping pengucapannya menjadi menyamping.

Bunyi huruf /s/ pada pengucapan tersebut adalah bunyi lamino alveolar dan bunyi huruf /n/ adalah bunyi medio palatal.

Asimilasi regresif yang timbul dari perubahan tempat fome yang diasimilasikan. Contohnya in+perfek kemudian pengucapannya menjadi imperfek.

Kebalikan dari asimilasi, desimilasi merupakan pengucapan bunyi yang tidak sama.

Desimilasi sinkronis adalah pelafalan bunyi yang terjadi pada waktu tertentu, contohnya jari-jari menjadi jari-jemari.

Desimilasi diakronis berlangsung dari satu waktu ke waktu lain yang bisa saja berurutan. Contohnya cita menjadi cipta.

Demikian penjelasan mengenai ilmu Fonologi singkat tentang fonetik dan fonemik dalam ilmu bahasa.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Fonologi (Fonetik Fonemik) Dan Intonasi: Pengertian, Jenis Dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *