Arung jeram
Olahraga Adrenalin Arung Jeram (Foto: Detik)

Induk Olahraga Arung Jeram: Sejarah, 19 Istilah & Teknik

Diposting pada

Arung jeram merupakan olahraga adrenalin, dengan struktur pada induk organisasi nasional hingga Internasional. Bagaimana sejarah serta peraturan dalam permainan ini?

Tika Yanti, Olahraga – Organisasi.co.id

Halow Sobat Organisatoris, apa kabar semua?
Tahukan anda, bahwa Arung jeram atau Rafting merupakan olahraga dengan banyak manfaat. Olahraga ini juga dapat memacu adrenalin dan membutuhkan kerjasama tim.

Untuk melakukannya, maka para peserta wajib mengenakan beberapa perlengkapan perlindungan diri.

Olahraga Arung Jeram membutuhkan kondisi khusus terkait aliran sungai, luasnya sungai, hingga terjalnya medan.

Semakin curam dan banyak tantangan, maka penilaian semakin tinggi. Penentuan menang dan kalah adalah hasil dari kecepatan waktu tempuh.

Baca organisasi lain: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional

Asal Muasal Arung Jeram Dunia Dan Indonesia

Mayor John Wesley Powell merupakan tentara Amerika yang menciptakan olahraga Arung Jeram.

Pada mulanya Arung Jeram menggunakan perahu kayu sederhana. Perahu ini merupakan sarana untuk menyusuri Sungai Colorado.

Mayor John kemudian melintasi sungai tersebut dengan menanggung resiko yang tinggi.

Salah satu resikonya adalah tenggelam karena air masuk ke dalam perahu. Sehingga setiap orang yang menaiki perahu harus berusaha membuang air dengan menggunakan ember.

Saat ini Arung Jeram menggunakan perahu dari karet dan para pemain menggunakan pengaman badan. Hal itu untuk menghindari risiko cedera.

Sejak zaman dulu Suku Indian di Kanada hingga Karibia serta orang-orang Eskimo dan suku Maori di Selandia baru telah menciptakan rakit.

Mereka menggunakannya untuk mencari makanan.

Alhasil, Pada abad ke-19 masyarakat mulai menciptakan rakit yang dapat mereka gunakan untuk membawa barang.

Setelah perang dunia ke-II, maka rakit mengalami inovasi dengan menggunakan perahu-perahu bekas Angkatan Laut.

Sebelum tahun 1983, Jim Cassidy menemukan perahu yang mempermudah orang-orang karena membuat mereka tidak perlu menimba air yang masuk ke dalam perahu.

Perkembangan zaman dan teknologi membuat berbagai material untuk bahan dasar pembuatan rakit dan muncullah rakit yang terbuat dari karet, aluminium, plastik dan fiber glass.

Arung jeram merupakan olahraga dengan resiko tinggi sehingga pemain membutuhkan peralatan pengaman.

Baca organisasi lain: Seni Bela Diri Kempo: Sejarah, Teknik, Induk Olahraga

Makin Deras Arus Sungai Semakin Menarik

Arus sungai yang cukup deras merupakan salah satu faktor risiko bahaya. Setiap pemain Arung Jeram harus memperhatikan teknik ayunan.

Para pemain harus melakukannya dengan seirama. Selain ayunan, pemain juga membutuhkan tenaga yang kuat untuk mendayung terus-menerus sehingga perahu dapat berjalan dengan baik.

Tidak hanya itu, pemain juga harus mengarahkan perahu supaya tidak menabrak rintangan. Olahraga Arung jeram harus memiliki tim yang solid, maka mereka harus kompak menggunakan peralatan lengkap.

Kegiatan Olahraga Jeram
Dengan Jiwa Dan Semangat Tinggi Para Atlet Mengarungi Sungai YanG Deras, Kompak (Foto: Tika)

Jeram merupakan terjemahan dari kata rapid yaitu gerakan cepat dan berulang-ulang.

Untuk melakukan olahraga ini maka volume air, tingkat kecuraman sungai, dan tonjolan dasar sungai serta penyempitan lebar penampang sungai menjadi kriteria.

Semakin tinggi volume air per detik maka semakin besar arusnya. Maka semakin mudah para pemain untuk melakukan olahraga ini. Kecuraman sungai menentukan kesulitan dari olahraga ini.

Tonjolan dasar sungai dapat membuat arus sungai menjadi lebih kencang. Namun, Hal lain yang mempengaruhi kesulitan olahraga Arung Jeram adalah penyempitan lebar penampang sungai. Jika sungainya semakin lebar maka arusnya akan semakin tenang.


Istilah-Istilah Dari Arung Jeram

Terdapan beberapa istilah dalam dunia Arung Jeram, yaitu:

  • Boil.Merupakan istilah putaran yang tidak terprediksi. Jenis putaran tersebut menekan permukaan. Penyebabnya adalah bebatuan di dasar sungai.
  • Atomic Launch: Titik awal peluncuran dari atas tanah. Hanya berlaku di daerah miring karena emain dapat langsung menaiki perahu.
  • Boom: Instruksi dari pemandu saat mlewati daerah berbahaya.
  • Boat Eater: Adanya sebuah lubang yang dapat menghentikan perahu.
  • Brace: Sebuah teknik mendayung menekan ke bawah. Tujuannya untuk menyeimbangkan perahu.
  • Bony: Kegiatan arung jeram dengan banyak hambatan.
  • B roach: Kejadian kano terjepit rintangan dan aliran sungai.
  • Carnage: Kondisi perahu terbalik yang menyebabkan seseorang terlempar.
  • Class I-VI: Kelas untuk tingkat kesulitan sungai.
  • Chicken Line: Merupakan tali pada sisi-sisi perahu.
  • Confluence: Adalah percabangan arus.
  • Control hand: Posisi tangan untuk mengontrol keseimbangan.
  • Drop: Penurunan tiba-tiba antara aliran deras bagian atas dan bawah.
  • Eddy: Merupakan area dengan arus tenang.
  • Eddy Out: Istilah untuk mengatakan bahwa telah melewati daerah berarus tenang.
  • Ender: Istilah yang menyatakan perahu seakan terbang ketika melewati jeram.
  • Gradient: Merupakan kemiringan sungai pada jarak tertentu.
  • Undercut: Arus yang menakutkan karena jika masuk ke dalamny amaka akan sulit keluar. Melihat dari permukaannya, ia nampak seperti pusaran ringan.
    Pada kenyataannya, bagian in imemiliki arus yang berputar sangat kuat di bagian dalam. Akar pohon dapat menjadi area undercut. Kesulitan keluar dari area ini adalah karena kekuatan arusnya sehingga pemain harus menggunakan teknik bola.
  • Turbulance: Pusaran di bawah air. Pembentukannya karena batuan besar dan menyebabkan perahu tersedot.
    Biasanya pemimpin akan memberikan instruksi untuk mendayung dengan kuat. Cukup menakutkan karena jeram akan terus menyedot badan perahu.
    Para pemain harus mengikuti arus dan bkan melawannya. Mereka juga harus membuat teknik bola dengan mennekuk tubuh dalam-dalam dan setiap orang merangkul dan memegang. Mereka harus terus melakukan itu hingga perahu terdesak ke dasar sungai.

Teknik, Peralatan Dan Perlengkapan Arung Jeram

Teknik dalam olahraga Arung Jeram memusatkan pada ayunan dan tenaga. Dalam kerjasama tim, ayunana harus seirama dan berbarengan.

Ketika terjadi masalah dan ketua meminta untuk mengayun dengan kuat dan terus menerus, maka para pemain harus siap melakukannya dengan memperhatikan aba-aba tangan kanan atau tangan kiri.

Teknik selanjutnya adalah teknik tenaga. Mendayung terus menerus menjadi hal wajib sekalipun arus sednag tidak bersahabat.

Peralatan Arung
Perlengkapan Untuk Olahraga Arung Jeram (Foto: Yanti)

Jangan sampai perahu mengikuti arus terlalu jauh. Mendayung dengan tenaga yang kuat menjadi sebuah gerakan untuk mengarahkan perahu sehingga tidak menabrak rintangan.

Sangat penting bagi setiap pemain untuk melakukan pemanasan sebelum mendayung. Tidak hanya itu, olahraga rutin untuk melatih otot perut merupakan dasar kekuatan para pemain.

Peralatan Arum jeram

Beberapa peralatan dalam arung jeram adalah:

  •  Jaket pelampung
    Merupakan perlengkapan keamanan minimal. Untuk segala jenis olahraga air, jaket pelampung akan menolong pemain ketika mereka terjatuh dari rakit sekalipun pemain merupakan perenang yang handal. Ombak yang ada di sungai dapat membuatnya tersapu oleh karena itulah pelampung menjadi peralatan penting dalam olahraga ini.
  • Helm
    Menjadi tanda yang membedakan tim pemain satu dengan tim lainnya. Akan tetapi fungsi utamanya adalah untuk menghindari terjadinya cedera kepala. 

Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang berat dan menyerap air. Hal itu akan menguras energi dan menghalangi pergerakan pemain.

Peraturan dan Kelas Arung Jeram

Peraturan dalam arung jeram antara lain: menggunakan pakaian yang nyaman.

Jangan menggunakan pakaian yang tebal karena akan menyerap air sehingga membatasi gerakan pemain. Peraturan lainnya adalah mengenali rekan satu tim dan mengikuti pemimpin.

Akan lebih baik jika memilih pemimpin dengan jam terbang lebih tinggi. Pemain sebaiknya mengikuti instruksi dari pemimpin. Seluruh pemain sebaiknya menguasai teknik berenang dasar.

Teknik berenang membuat pemain menjadi lebih aman ketika terjatuh

Arung jeram telah masuk dalam International rafting Federation. Terdapat 6 tingkat kesulitan berdasarkan kelas,

  • Kelas satu

Yaitu kondisi sungai dengan sedikit daerah yang kasar.  Kelas ini cocok untuk pemain dengan keahlian mendasar.

  •  Kelas 2

Kondisi sungai yang memiliki beberapa daerah kasar merupakan syarat kelas 2.

Sungai tersebut juga memiliki beberapa batu yang ada pada permukaan. Pemain dengan keterampilan mendayung dasar dapat mencoba berlatih di sungai kelas ini.

  •  Kelas 3

Sungai dengan gelombang atau arus yang tidak berbahaya. Pengalaman dalam arung jeram merupakan kan hal yang penting untuk melalui jenis sungai kelas 3.

  •  Kelas 4

Selanjutya, kelas 4 Adalah sungai dengan arus yang sedang dan memiliki cukup banyak batu yang muncul di permukaan. Pengalaman arung jeram yang tinggi menjadi syarat untuk dapat melaluinya.

  • Kelas 5

Yaitu sungai dengan arus yang besar dan memiliki ombak serta volume sungai cukup besar sehingga pemain memiliki risiko jatuh yang cukup tinggi.

Pemain yang dapat melalui sungai kelas ini adalah pemain dengan tingkat keahlian penguasaan penuh.

  • Kelas 6

Kemudian, kelas 6 Merupakan  sungai dengan arus yang sangat besar dan berbahaya. Sungai ini cenderung tidak aman sehingga membutuhkan tingkat keahlian penuh terhadap olahraga ini.

Induk Organisasi Olahraga Arung Jeram

Olahraga arung jeram memiliki organisasi induk yang terstruktur, dalam skala nasional maupun internasional.

Olahraga Arung Jeram, Induk Organisasi Nasional

Dalam skalan nasional olahraga ini memiliki “ibu kandung”.

Arung Jeram di Indonesia menjadi olahraga yang sah secara hukum, melalui bendera FAJI merupakan induk organisasi Arung Jeram Indonesia.

Adapun FAJI merupakan singkatan dari Federasi Arung Jeram Indonesia, yang berdiri pada bulan maret 1996.

Logo Induk Olahraga Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI)
Logo Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI): (Foto: TY)

Pada awal pembentukannya, bernaung beberapa organisasi, yakni organisasi pecinta alam, club arung jerma kelas amatir, profesional serta komersial.

Dalam perjalanannya, organisasi FAJI ini memiliki misi dan tujuan yakni:

  1. Mengembangkan dan memasarkan serta meneliti olahraga arung jeram sebagai kegiatan yang aman,
  2. Meningkatkan sumber daya dalam olahraga arung jeram untuk peningkatan mutu dan kualitas,
  3. Memasyarakatkan Olahraga Arung Jeram,
  4. Turut serja menjaga kebersihan sungai.

Kepengurusan Pusat FAJI

Secara struktur organisasi, FAJI memiliki kepengurusan, untuk mengatur tata kelola organisasi ini, yaitu sebagai berikut:

Ketua Umum : Ir. R. A. Amalia Yunita, MM

Dalam pemerintahan, ketua umum juga menjabat sebagai ketua Badan Percepatan Wisata Petualang Kementrian Pariwisata.

Pengurus Harian

  • Wakil Ketua I: Siti Hartina
  • Wakil Ketua II: Errydian Tasti Amudia
  • Sekretaris Jenderal : Hendri Wijaya
  • Wakil sekretaris jenderal : Andi Sofyan
  • Bendahara Umum: Miranda., SE
  • Biro Sekretariat : Zulham Peliang
  • Ketua Hubungan Masyarakat : Dra. Ammy Kadarhutami MD., M. Psi
  • Bidang Usaha Dana:
    Hotmade Tense Manalu,
    Deny Anugerah Rachman Rasjid
  • Ketua Bidang Organisasi : Defli Masri
    Wakil Ketua Bidang Organisasi: Ayi Kurniasih. MOS
  • Ketua Bidang Kompetisi: Joni Kurniawan
    Wakil Ketua Bidang Kompetisi: Endang Muttakin
  • Ketua Bidang Bina Prestasi: Wiyanto W. Soehardjo, MA
    Wakil Ketua Bidang Bina Prestasi: Mohamad Syanusi, S. Pd

Komisi

  • Komisi Hukum  :
    Yudha Wira Pratama Pribadi,
    Tubagus Deni Sunardi, SH.
  • Komisi Disiplin :
    Letkol Marinir Ginting,
    Pelda Marinir Farok Togolobe.
  • Komisi Perwasitan:
    Ahmad Faiqi
  • Komisi Lomba:
    Bripka Aris Widodo, S. Hut
  • Komisi Sarana Prasarana:
    Saifudin Sofyan
    Madayun Lasywardy S. IP
  • Komisi Pembibitan dan pemanduan bakat:
    Johanis Lede,
    Laksmiari Saraswati M. Psi
  • Komisi Pemusatan Latihan:
    Nanang Suryana,
    Veronica Moeliono
  • Komisi Pengembangan Aktifitas:
    Arie Sudharisman S. IP
  • Komisi Wisata:
    Made Antara,
    Buse Surippaty
  • Komisi Konservasi:
    Ifky Sukarya
  • Komisi Ekspedisi:
    Rahmat Gajah
  • Komisi SAR:
    dr. Siswo Putranto Santoso, Sp. F, SH, MH. Kes,
    Dondy Rahardjo
  • Badan ABRITASE
    Husni Rusad, SH, AKBP Agus Rasid,
    Sutrisman Dinah, SH. M. Si,
    Isra UI Huda, ST., MM.

Induk Arung Jeram Internasional

Bukan hanya Indonesia, tetapi Dalam level internasional atau dunia, olahraga ini memiliki induk.

Adapun Induk organisasi Arung Jeram Dunia adalah IRF (International Rafting Federation) dengan beberapa komite yaitu: Komite olahraga dan kompetisi, komite wasit, komite atlet, komite pemandu dan pembina, komite hubungan internasional, komite arung jeram, komite ketahanan, media dan marketing, serta komite etik.

Logo Induk Organisasi  Olahraga Arung jeram Internasional IRF
Logo IRF: International Rafting Federation (Foto: TY)

IRF Berdiri setahun setelah FAJI berdiri, yakni pada tahun 1997. Di Ausburgh, German sebagai lokasi bersejarah pendirian organisasi tersebut, yang masih eksis hingga saat ini.

Dalam skala internasional terdapat kelas pertandingan bernama World Rafting Competition (WRC). Serta pada skala Eropa, bernama Europ Rafting Competition (ERC).

IRF mendapat penganugerahan Global Association of International Sports Federations (GAISF).

Demikian Artikel tentang olahraga Arum Jeram, bagaimana? Kapan rencana mengikuti kelas adrenalin ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *