Olahraga Bermain Bridge
Kartu Brigde Sebagai Alat Dalam Permainan (Foto:Blogku)

Olahraga Bridge Seluruh Indonesia Dan Induk Organisasi Dunia

Diposting pada

Salah satu cabang olahraga adalah Bridge, bagaimana cara bermain, dan apa nama induk organisasinya dalam skala nasional maupun internasional? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ulfiana, Olahraga – Organisasi.co.id

Sebagaimana dalam artikel sebelumnya, Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional, maka kali ini akan kita lakukan pembahasan mengenai olahraga Bridge.

Permainan bridge adalah olahraga yang cukup populer di Indonesia. Sebelumnya olahraga ini kita kenal sebagai salah satu olahraga yang mirip dengan catur dan di gilai oleh para konglomerat.

Olah raga bridge mengandalkan kemampuan akal dalam memainkannya. Sama seperti catur, bermain bridge banyak menggunakan konsentrasi agar bisa menang.

Lusje Olha Bojoh
Lusje Olha Bojoh (kanan) Pemain Bridge Indonesia (Foto:Okezone)

Daya analisis yang tinggi untuk membuat strategi sangat di butuhkan. Banyak orang mengatakan bahwa agar bisa menang tidak hanya faktor keberuntungan.

Di butuhkan kemampuan menganalisa yang kuat dan jam terbang yang tinggi.

Brigde, Sebagai Olahraga Pikiran

Orang-orang yang menggemari bridge biasanya adalah orang-orang yang menyukai olah pikiran.

Ada yang menyebutkan bahwa olahraga ini adalah olahraga agar tidak mudah pikun. Saat memainkannya, seorang pemain hanya menggerakan tangannya dan fikirannya.

Meski penyebutannya olahraga, permainan ini termasuk permainan yang minim gerak pada anggota tubuh. Itu sebabnya permainan ini bisa dimainkan oleh berbagai kalangan.

Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, serta apapun profesinya bisa memainkan Bridge. Asalkan memiliki kemampuan fikiran yang sehat, permainan ini mudah untuk mereka lakukan.

Sejumlah tokoh seperti politikus dan pengusaha juga ikut meramaikan cabang olahraga ini.

Mereka yang terkenal sangat menyukai bermain bridge adalah Bill gates pendiri Microsoft, Warren buffet investor Amerika dan orang terkaya di dunia, serta Deng Xiao Ping pemimpin Cina.

Bill Gates Dan Bridge
Salah Satu penggemar Bridge, Bill Gates (Foto: Republika)

Tokoh dari Indonesia yang sampai sekarang masih aktif dalam permainan Bridge adalah Michael Bambang Hartono.

Michael Bambang Hartono adalah pemilik perusahaan Djarum yang juga sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Beliau bahkan mewakili Indonesia sebagai atlet Bridge di Asian Games tahun 2018 dan membawa pulang medali perunggu. Usia nya saat ini adalah 81 tahun dan masih aktif dalam cabang olahraga ini.

Alasan para pengusaha menyukai permainan bridge karena permainan ini mirip dengan mengelola bisnis. Ada untung dan rugi, serta melatih seseorang untuk memperhitungkan segala sesuatu.

Semua tergantung dari analisis dan perkiraan langkah yang akan kita ambil untuk mengalahkan lawan. Permainan ini juga mengajarkan untuk mengelola apa yang kita miliki menjadi kekuatan untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu dan yang terpenting, bridge mengajarkan seseorang agar berani mengambil resiko.

Olahraga bridge adalah permainan kartu. Cara memainkannya hampir mirip dengan permainan kartu lainnya. Tiap pemain akan diberikan 13 kartu. Pemain yang bisa mendapatkan angka terbesar di akhir permainan adalah pemenang dari bridge ini. Cabang olahraga ini mulai diikutkan di berbagai olimpiade baik nasional maupun internasional.

Sejarah dan Teknik Dasar Bridge

Semua yang ada pada muka bumi ini memiliki asal usul dan sumber sejarah. Adapun Brigde memiliki perjalanan sebagai berikut.

Sejarah Olahraga Bridge

Sejarah dari permainan bridge bermula pada abad ke enam belas. Mulai populer di dunia pertama kali pada tahun 1960.

Permainan ini merebak di kalangan orang biasa, pedagang sampai diplomat di wilayah Turki, Rusia, Armenia dan juga Yunani. 

Di Rusia sebelumnya terdapat permainan yang sangat mirip dengan permainan bridge. Permainan itu terkenal dengan sebutan Whist.

Itu sebabnya ada yang mengatakan bahwa pelopor permainan bridge untuk pertama kali adalah Rusia.

Tahun 1886 terbit buku tentang Bridge yang berjudul Biritch or Russian Whist. Buku ini di tulis oleh John Collinson. 

Sejarah Olahraga Bridge di Indonesia

Di dalam buku ini banyak menjelaskan tentang definisi serta metode permainan bridge. Banyak warga Eropa terutama di wilayah Paris, London dan New York yang memainkan permainan ini.


Di Indonesia permainan bridge pertama kali datang ketika terjadi penjajahan Belanda. Belanda membawa permainan Bridge saat sedang menjajah Indonesia.

Tahun 1880 an permainan ini mulai di adopsi. Awalnya hanya orang tertentu saja yang memainkan permainan ini.

Terbatas untuk kalangan mereka. Lambat laun banyak yang mulai tertarik dengan permainan ini. Banyak yang mulai belajar untuk memainkannya.

Tanggal 12 desember 1953 berdiri organisasi Bridge di Indonesia. Pendirian organisasi ini atas inisiasi Willy Th. Roring sebagai perwira TNI AL.

Organisasi ini bernama GABSI ( Gabungan Bridge Seluruh Indonesia). Sejak saat itu mulai muncul gabungan organisasi masyarakat pengemar Bridge di seluruh Indonesia.

GABSI pada awal berdirinya hanya memiliki satu anggota. Anggota itu adalah Gabungan Bridge Surabaya.

Seiring berkembangnya waktu, mulai bergabung Ikatan Bridge Malang. Saat ini namanya berubah menjadi Gabungan Bridge Malang.

Sejak saat itu mulai bergabung gabungan Bridge dari daerah-daerah di Jawa timur. Daerah tersebut terdiri dari Banyuwangi, Jember, Madiun, Kediri serta Jombang.

Anggota GABSI yang masuk pertama dari luar pulau Jawa adalah Gabungan Bridge Makassar.

Antusiasme masyarakat Indonesia terlihat saat penyeelenggaraan pertama kalinya Kejuaraan Bridge sejawa di Semarang. Perkumpulan Bridge dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat serta Jakarta ikut meramaikan kejuaraan ini.

Kemudian mulai muncul Kejuaraan Nasional pertama yaitu Kejuaraan Nasional Bridge Pasangan di Jogja.  Kejuaraan Nasional Bridge Pasangan ini kemudian teragendakan sebagai kejuaraan tetap pada setiap 2 tahun sekali. Pengadaaannya setiap tahun ganjil.

Teknik Dasar Bridge

Saat bermain bridge membutuhkan 4 orang pemain. Tanda dimulainya permainan bridge. Adalah pembagian kartu satu set ke semua pemain secara acak.

Diagram Birdge
Diagram permainan Bridge (Foto: Ismufikrul)

Ketika semua telah mendapatkan kartu, baru berlangsung proses lelang. Pemain yang mendapatkan lelang akan menawarkan kontrak.

Kontrak ini yang akan dipenuhi atau dilebihi selama permainan nanti. Itu adalah misi mereka.

Sedangkan untuk pemain lawan, misinya adalah untuk menggagalkan kontrak itu agar tidak terpenuhi.  Kontrak yang dimaksud. Adalah pernyataan bahwa mereka akan mengambil trik sejumlah yang ditawarkan.

Trik ini adalah istilah untuk kemenangan pada satu putaran kartu. Dalam satu kali permainan terdapat 13 trik.

Pada prinsipnya permainan bridge terdiri dari declarer, dummy dan defender. Declarer adalah pemenang lelang kontrak, dan dummy adalah yang kalah dalam lelang.

Declarer merupakan istilah lain untuk menyebut Leader. Ia adalah pemimpin yang menyuruh untuk mengeluarkan kartu yang ia minta dari dummy.

Sedangkan defender bertugas agar declarer dan dummy tidak bisa mencapai kontrak. Di dalam permainan bridge juga terdapat kartu Truf atau Trumph. Kartu ini akan di keluarkan saat pemain tidak memiliki kartu yang ia minta sesuai dengan gilirannya.

Permainan ini akan membutuhkan kecermatan dan kerja sama tim agar bisa memenangkannya. Jika dalam satu tim berhasil mendapatkan trik sebanyak kontrak yang di tentukan atau melebihinya, maka tim itu yang menang.

Manfaat Bermain Bridge

Bermain bridge bisa memberikan manfaat untuk kesehatan otak. Permainan ini banyak menggunakan kemampuan fikiran.

Pikiran yang terus terlatih akan tetap tajam dan fokus.  Selain itu, otak yang tetap aktif berfikir akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sistem imun yang meningkat juga karena aktivitas sosial. Hal ini menyebabkan seseorang menjadi terhindar dari penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer biasa di derita oleh orang yang lanjut usia akibat penurunan fungsi otak.

Manfaat lainnya adalah terjadinya kordinasi yang baik antara anggota tubuh. Yang paling terbantu adalah antara tangan dan mata.

Kegiatan mencocokkan kartu yang di pegang, mengocok serta membagikannya, bisa meningkatkan kordinasi anggota tubuh tersebut.

Bridge juga bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan kognitif pada otak.

Ketrampilan ini meliputi konsentrasi pada saat permainan berjalan. Pengorganisasian dan pengurutan akan meningkatkan ketrampilan ini.

Pengorganisasian dan pengurutan dilakukan saat kartu yang di terima di cocokkan dan dan di urutkan. Otak di latih untuk mampu melakukan hal itu dengan cepat dan tepat.

Selain itu, memori jangka pendek akan terlatih saat memainkannya. Pemain akan mengingat informasi yang akan di berikan oleh lawan sedikit demi sedikit.

Ingatan akan meningkat karena di latih terus menerus. Mau tak mau agar permainan berlangsung dengan sengit.

Permainan ini juga meningkatkan otak untuk melakukan penalaran serta pemecahan masalah ketika bermain.

Dalam permainan ini, tentu di butuhkan strategi khusus agar bisa menang. Pengolahan nalar yang di lakukan untuk membuat pemain bisa menang membuat otak terus bekerja dan terjaga.

Itulah berbagai manfaat yang kita rasakan ketika bermain bridge.

Peraturan dan Perlengkapan dan Teknik Bermain Bridge

Permainan bridge dimainkan oleh 4 orang pemain. 4 orang pemain ini akan duduk bersebrangan sesuai arah mata angin. Ada yang di Timur, Barat, Utara serta Selatan.

Umumnya olahraga ini berlangsung secara berpasangan. Permainan akan di bagi menjadi dua tim yang terdiri dari dua orang. Utara dan Selatan satu tim, serta Timur dan Barat sebagai tim lainnya.

Alat yang mereka gunakan untuk permainan ini adalah satu set kartu bridge tanpa kartu joker.

Satu set kartu bridge berjumlah 52 kartu. Tiap orang mendapat 13 kartu. Setelah pembagian ini, pemain akan membuat penawaran dari nilai kartu mereka. 

Ini sebagai proses lelang. Urutan warna kartu mulai yang terkecil adalah Keriting/ Club (C). Wajik / Diamond (D). Hati / Heart (H), Sekop / Spade (S) hingga No Trump.

Saat permainan berlangsung akan ada 13 sub-putaran. Yang kemenangannya disebut trik. Hingga pemain membutuhkan minimal 7 trik untuk memenangkan permainan.

Langkah Permainannya Olahraga Bridge

1. Membagikan semua kartu

Setiap orang akan mendapatakan 13 kartu secara acak. Semakin banyak kartu yang memiliki jenis dan warna yang sama maka nilainya akan semakin tinggi.

2. Membuat penawaran dan menentukan kontrak

Setiap pemain akan menawarkan trik yang ingin mereka menangkan. Tim yang bisa memberikan penawaran tertinggi yang berhak mendapat kartu truf atau trump.

Pemain yang memenangkan kontrak adalah declarer dan akan satu tim dengan dummy. Tim yang melawan sebagai defender.

3. Memulai bermain trik pertama

4. Menyelesaikan trik dan mulai bermain trik selanjutnya

5. Mengakhiri putaran di permainan

Saat 13 trik sudah dimainkan, trik yang di dapat oleh masing-masing tim akan di jumlah. Jika tim declarer bisa memenuhi kontrak, maka tim itu yang menang. Jika tidak bisa memenuhinya maka tim defender yang akan menang.

Induk Organisasi Bridge Dunia Dan Indonesia

Dalam perkembangannya olahraga otak ini memiliki induk organisasi dalam level Internasional dan Nasional.

Induk Bridge Internasional

Induk Organisasi Bridge di dunia internasional adalah World Bridge Federation (WBF). WBF berdiri pada tahun 1958. Organisasi terdeklarasi dengan delegasi Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Logo Bridge Dunia
Logo Organisasi Bridge Dunia (Foto: Livechennai)

Anggotanya saat ini berjumlah 700.000 anggota terafiliasi. Saat ini Presiden WBF yang menjabat adalah Giannarigo Rona dari Italia. Ia menjabat dari tahun 2010 hingga sekarang.

WBF adalah organisasi yang bertanggung jawab untuk kejuaraan olimpiade bridge di dunia. WBF juga berfungsi untuk mempromosikan Bridge pada kancah dunia Internasional.

Eksitensi permainan bridge adalah menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk dalam daftar International Olympic Comitte (IOC). Meskipun mendapat pengakuan, namun saat itu masih belum terdaftar dalam olimpiade.

Sebelum di dirikan organisasi ini. American Bridge Leaguge  telah terlaksana di tahun 1928 untuk menunjukkan pengakuan terhadap Bridge.

Saat ini Bridge diakui untuk dimainkan dalam Asian Games pada tahun 2018 kemarin berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Induk Organisasi Bridge Nasional Lengkap Struktur Organisasi

Di Indonesia induk organisasi bridge adalah GABSI. GABSI merupakan singkatan dari Gabungan Bridge Seluruh Indonesia. Organisasi GABSI didirikan oleh Willy TH.

Logo Gabsi
Logo Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Foto:Gabsi.or.id)

Roring sebagai perwira TNI AL pada 12 Desember 1953.

Pada mulanya organisasi ini berpusat di Jawa Timur karena anggota pertamanya adalah Gabungan Bridge Surabaya. Seiring berkembangnya waktu, daerah lainnya yang memiliki organisasi Bridge ikut bergabung dalam GABSI.

Sekretariat GABSI kemudian berpindah ke Jakarta saat GABSI resmi masuk menjadi anggota KOGOR.

Saat ini organisasi GABSI berada di dalam naungan KONI atau Komite Olahraga Nasional Indonesia sejak tahun 1967 hingga sekarang. Sebelumnya GABSI merupakan anggota dari Komando Gerakan Olahraga (KOGOR) yang di ketuai oleh Mentri Olahraga di tahun 1960.

Namun saat orde baru, KOGOR di bubarkan dan berganti dengan KONI. Anggota KOGOR otomatis berubah statusnya menjadi anggota KONI termasuk GABSI.

Struktur Organisasi

Pada awal pembentukan GABSI, struktur organisasinya terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, Bendahara, Komisaris dan Bagian Teknik / Pemimpin Pertandingan.

Saat ini Ketua Umum GABSI adalah Prof. Miranda S. Goeltom, S.E., M.A., Ph.D yang menjabat dari tahun 2018 sampai 2022.

Struktur pengurusnya terdiri dari:

  • Pelindung, Badan Pembina,
  • Badan Pengawas,
  • Bidang Organisasi dan Hukum,
  • Bidang Program Bridge Masuk Sekolah,
  • Bid. Liga Bridge Nasional,
  • Bidang Teknik dan Perwasitan,
  • Bidang Pembinaan Prestasi,
  • Bid. Hubungan Luar Negeri,
  • Bid Humas dan Publikasi,
  • Bidang Dana,
  • Bidang Daerah,
  • Dewan Pelatih,
  • Komite Kredensial dan Arbitrase,
  • Komite Pembentukan dan Pembinaan Tim Nasional,
  • Komisi Master Point,
  • Keanggotaan dan IT,
  • Komite Training For Trainers,
  • Komite Sponsored Tournament,
  • Komisi Bridge Online,
  • Sekretariat / Biro Eksekutif.

Demikian Artikel tentang Sejarah dan Induk Organisasi Bridge Dunia dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *