2 Struktur Organisasi Renang Perempuan Internasional

Organisasi renang internasional
FINA logo (Foto: fina-brand.com)

Organisasi renang interasional, adalah salah satu cabang olahraga, yang sampai sekarang mendapatkan perhatian dari berbagai masyarakat. Bukan hanya dari kategorinya yang bergengsi, pun dengan para atletnya yang luar biasa. Tapi, bagaimana kaitannya olahraga tersebut dengan perempuan? Ayu Maesaroh, Olahraga – organisasi.co.id

Berbicara kolam renang baik sekedar hoby maupun pertandingan, maka cabang olahraga mengapung diri pada air ini sangat erat kaitannya dengan perempuan. Apalagi kalau bukan menatap fisik ideal mereka.

Bacaan Lainnya

Olahraga sangat erat kaitannya dengan kesehatan manusia. Tak hanya itu, pola atau gaya hidup pun menjadi satu hal yang juga menjadi kaitannya dengan olahraga.

Mengingat hal tersebut adalah salah satu komponen yang tidak bisa terpisahkan, jika kita ingin mempunyai sistem imun yang kuat, apalagi dalam keadaan pandemi seperti ini.

Yang bahkan kita tidak bisa memprediksi, kapan pandemi ini akan berakhir, dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Dan jika masalah tentang olahraga, kita pasti sudah tidak asing dengan satu cabang olahraga ini.

Benar, adalah olahraga renang. Yang sekarang menjadi salah satu cabang olahraga bergengsi, di belahan dunia. Tidak sedikit juga para produser film dan drama di belahan dunia, mengusung olahraga tersebut menjadi latar cerita mereka.

Tapi, apa arti dari kata “renang” tersebut? Berikut beberapa pembahasannya.

Definisi Etimologis Renang

Renang adalah salah satu cabang olahraga yang sampai saat ini masih eksis di belahan dunia.

Ada begitu banyak perlombaan yang bertaraf internasional untuk olahraga tersebut, sebelum perubahan zaman menjadi modern seperti sekarang.

Bahkan, dari hal tersebut, tercetuslah organisasi renang secara internasional, guna menjadi satu wadah resmi bagi mereka yang ingin terus berproses, dan menjadi atlet yang benar-benar profesional.

Secara etimologis sendiri, menurut KBBI, “renang” berarti kata menggerakkan badan secara melintas. Dalam hal ini adalah mengapung di air, bergerak menggunakan bantuan tangan, kaki, dan juga sirip agar dapat bergerak.

Tapi secara umum, organisasi internasional “renang” merupakan suatu olahraga yang bergantung dengan pergerakan tangan dan kaki, serta beberapa bantuan benda lain, agar tubuh manusia dapat mengapung.

Serta olahraga ini juga sangat memperhatikan bagaimana seseorang dapat memanagemen pernafasan, agar nantinya mereka dapat melintas arena kolam renang yang panjang, dan perlu waktu cukup banyak untuk melintas.

Dalam perlombaannya sendiri, konsepnya adalah seorang atlet harus bisa melintas arena kolam renang yang telah ditentukan.

Pada titik itulah, seorang atlet harus bisa melintasinya, dengan waktu yang secepat mungkin. Mengingat hal tersebut menjadi indikator seorang atlet dapat menang pada babak pertandingan yang terselenggara.

Untuk gaya yang dipertandingkan sendiri, ada gaya dada, gaya kupu-kupu, bebas, dan juga yang terakhir adalah punggung.

Aturan Permainan Renang

Definisi organisasi renang internasional
Aturan renang (Foto: tagar.id)

Untuk permainan renang, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan oleh para atlet, sebelum akan melaksanakan pertandingan renang.

Pertama-tama, dari para regu yang ada, harus membawa setidaknya ada beberapa atlet, untuk mengisi beberapa kategori yang tersedia. Seperti misalnya kategori gaya kupu-kupu, bebas, sampai dengan gaya dada.

Setelah itu, baru melaksanakan beberapa peraturan, antara lain:

Pakaian

Untuk pakaian harus sesuai dengan standar yang ada. Jika tidak, maka seorang penanggungjawab dari anggotanya, harus mengusahakan fasilitas tersebut, atau pilihan lain, adalah tidak bisa mengikutinya.

Pada prinsipnya, pakaian renang sendiri adalah pakaian yang fleksibel, safety, dan memudahkan badan untuk dapat bergerak di air.

Peralatan

Pun dengan peralatan yang juga harus sesuai standar dari organisasi renang internasional. Mulai dari kacamata, pelindung kepala, dan sebagainya. Agar nantinya mereka bisa lebih aman ketika mengarungi lini dari kolam renang tersebut.

Start

Untuk start, harus sesuai dengan aba-aba yang ada. Posisi badan harus sesuai dengan apa yang menjadi peraturan. Seperti misalnya badan agak sedikit membungkuk.

Organisatoris lain baca ini: Taekwondo Indonesia: 2 Aspek dan Para Atlet Cantiknya

Kemudian tatapan melihat ke depan, untuk bersiap meluncur ke arena lomba. Tunggu setelah hitungan aba-aba yang ada, ataupun tanda lain, yang mengharuskan mereka meluncur.

Pun ketika saat meluncur, diusahakan melakukannya dengan sempurna, melintasi arena kolam renang secepat mungkin, dari standar dari perlombaan tersebut

Pencetus Organisasi Renang

Sejarah renang (Foto: narmadi.com)

Seperti yang kita singgung sebelumnya, bahwa olahraga renang ini sudah ada, bahkan sejak sebelum dunia merasakan zaman canggih seperti sekarang ini.

Perlu kita ketahui, renang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1800-an, di Eropa. Kala itu, banyak orang yang kemudian memakai gaya dada untuk menjadi satu gaya yang sering terpakai oleh beberapa atlet atau orang-orang.

Dan karena hal tersebut, gaya dada menjadi satu hal yang tercantum dalam peraturan di organisasi renang taraf internasional tersebut.

Namun, tidak semua orang menyukai gaya tersebut, terutama orang-orang inggris kala itu. Hingga pada tahun 187-an awal, ada salah satu pencetus gaya lain untuk menjadi alternatif dari gaya tersebut.

Ialah Arthur Trudgen, yang mana menciptakan gaya bebas versi dirinya. Hal tersebut adalah hasil ia mengamati beberapa gaya bebas yang ada pada suku indian waktu itu.

Kemudian ia perkenalkan dengan namanya, yakni “gaya Trudgen”. Untuk perlombaan sendiri, renang pertama kali diperlombakan pada akhir tahun 1890-an.

Dan dari hal tersebutlah, tercetus organisasi renang bertaraf Internasional, guna menjadi wadah bagi beberapa penggiat olahraga renang, serta berniat menjadi seorang atlet profesional.

Tepatnya pada tahun 1908, FINA atau singkatannya adalah Federation Internationale de Natation berdiri, dan mulai merumuskan beberapa hal waktu itu.

Pencetus sekaligus menjadi presiden pertama dari organisasi ini, adalah George Hearn. Ia berasal dari Britania Raya, dan menjabat sebagai Presiden untuk FINA pertama kali, pada tahun 1908 sampai dengan 1924.

Sekarang Presiden yang menjabat, ialah Dr. Julio Maglione, yang menjabat dari tahun 2009 sampai dengan sekarang. Awal dari pembentukan FINA sendiri, terdapat hanya 8 negara yang sah, menjadi anggota resmi.

Namun, seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tahun 2018, FINA telah mempunyai anggota resmi lebih dari 190-an negara, yang tersebar di belahan dunia.

Struktur Bagan Organisasi Renang

Sejalan dengan hal tersebut, kemudian organisasi renang di tingkat internasional tersebut, mulai bergerak, membuat berbagai aturan yang ada.

Sehingga nantinya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para anggota dari berbagai negara di dunia, tertarik untuk menjadi anggota mereka secara resmi.

Pada saat itu, memang PR besar dari FINA, adalah mensosialisasikan olahraga “renang” ke berbagai negara yang ada di belahan dunia tersebut.

Hingga sekarang sudah lebih daru 100 lebih anggota resmi dari FINA, termasuk Indonesia. Bahkan sekarang sudah terbagi atas 5 regional untuk wilayah yang mendapat naungan dari organisasi ini.

Beberapa diantaranya seperti:

  1. AASF singkatan dari Asian Amateur Swimming Federation
  2. CANA untuk wilayah Afrika
  3. ASUA singkatan dari Amateur Swimming Union of Americans
  4. LEN, ialah Ligue Europeenne de Natation
  5. OSA untuk wilayah Oceania

Setelah hal tersebut, maka struktur dari FINA, yakni organisasi internasional dari olahraga renang, terdiri atas 2 hal, yakni Presiden, serta anggota pengurus kongres. Kedua hal tersebut sangat penting dan erat kaitannya.

Terutama ketika akan menyelenggarakan beberapa kompetisi, dan perlu adanya pengawasan dari FINA sendiri, terkait perlombaan regional, yang diadakan oleh beberapa wiayah tadi.

Renang dan Kaitannya dengan Perempuan

Renang dan perempuan (Foto: bolaskor.com)

Terlepas dari pembahasan tersebut, dari kita, mungkin pernah mendengar beberapa pemberitaan yang menyentil olahraga renang, bahkan sempat viral di media sosial.

Ialah “seorang wanita yang berenang mereka bisa hamil”. Hal tersebut kemudian menjadi topik yang benar-benar menghebohkan. Bahkan tidak sedikit para ahli yang mengerti demikian, pun ikut speak up.

Seperti dilansir dari antaranews.com, bahwasannya bisa saja ada hal demikian, namun dengan syarat, seorang pria melakukan penetrasi (pembuahan) yang harus benar-benar dekat dengan anatomi dari seorang wanita.

Pun dengan pemberitaan lain yang kaitannya perempuan dengan olahraga renang ini. Yang mana mungkin sangat banyak para wanita merasakan hal ini, ialah “catcalling” yang bahkan sangat tidak etis untuk wanita.

Hal tersebut sempat viral di salah satu aplikasi yang sekarang banyak orang menggunakannya, ialah “Tik Tok”. Ia mengatakan bahwa ketika ia berenang, ada salah satu penghuni apartemen yang berteriak kepadanya, mengatakan “Buka dikit mbak”.

Sungguh, betapa seksis orang-orang demikain bukan? Catcalling rasanya sudah ada, bahkan sebelum kejadian tersebut.

Organisatoris lain baca ini: Perlengkapan Renang: Pengertian Hingga 4 Jenis Bikini

Namun dari hal tersebut kita bisa paham, bagaimana kejamnya seorang yang seksis, melihat demikian, dan secara tidak langsung mereka beruforia, membayangkan hal yang bahkan seorang wanita sangat membencinya.

Benar, menjadi “objek seksualitas mereka” secara tidak langsung. Padahal kita paham, bahwasannya pakaian untuk aktivitas berenang, memang demikian.

Bahkan untuk yang berhijab pun sudah tersedia, dan memang demikian bentuknya. Sungguh, betapa seksisnya negeri kita, negeri yang kita tinggali, dan menjadi tempat kita tumbuh dan berkembang.

Dan bukankah sudah tidak zamannya, untuk kita sebagai insan manusia terus menggunakan hal tersebut, agar nantinya mendapat notice dari seseorang yang kita maksud?

Atau bahkan melakukan hal ekstrem lainnya, karena orang tersebut tidak merespon? Bukankah sudah tidak zamannya lagi? Atau masih ada yang menggunakan cara tersebut agar mendapatkan perhatian dan respon dari seseorang?

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai organisasi renang internasional. Dari hal tersebut, bisa kita simpulkan, bahwasannya untuk mencetuskan suatu hal, memang harus ada sebuah inspirasi yang menjadi motivasi gerak mereka.

Dan kemudian dari hal tersebut, ada sebuah tanggungjawab yang akhirnya harus mereka lakukan, demi kemajuan suatu hal yang mereka geluti tersebut.

Sampai kepada kejayaan mereka, dan melahirkan berbagai atlet profesional, yang kemudian dari mereka, mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga renang, kancah internasional.

Meski demikian, hal tersebut harus selaras dengan perlakuan dari masyarakat tentang olahraga tersebut. Mengingat olahraga apapun pasti ada aturannya tersendiri.

Dan menggunakan salah satu jenis pakaian yang bertujuan untuk memudahkan gerak di air, tidak berarti menjadikannya sebagai bahan untuk melakukan hal-hal seksisme.

Yang bahkan tidak sedikit orang tidak menerima hal tersebut terjadi, apalagi kepada seorang perempuan. Dan memang sudah seharusnya di era seperti sekarang.

Tidak lagi ada hal demikian? Dan rasanya menghargai sesama manusia dan tidak melihat sisi gender, adalah tindakan yang bijaksana untuk sekarang?

Karena siapa lagi yang akan dapat menghapus budaya seksisme selain kita bangsa Indonesia, di wilayah kita sendiri. Bahkan seksisme sendiri sudah begitu sangat merugikan orang banyak.

Perlakuan yang sungguh tidak pantas, apalagi terlaksana di area umum. Apalagi sudah jelas di depan orang banyak, meski apartemen.

Sangat jelas menandakan bagaimana seksisme masih ada, bahkan sampai era digital seperti sekarang. Sungguh miris memang, melihat bagaimana kondisi saat ini. Membutuhkan orang-orang yang begitu sadar, mengangkat bagaimana isu seksisme ini memang harus benar-benar di kikiskan.

Daftar Pustaka

  1. Renang
  2. Arti kata renang
  3. FINA
  4. Federasi renang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *