Konsepsi Organisasi Tradisional
Kegiatan masyarakat tradisional secara teroganisir di Batas Negeri, Indonesia Timor Leste (Foto: Batasnegeri.com)

Organisasi Tradisional, Modern, Millenial, Perbedaan 3 Jenis Organon

Diposting pada

Sikap terorganisir sudah ada sejak masa lampau, Organisasi Tradisional telah melahirkan banyak manajemen klasik, Bagaimana perbandingan Organisasi Modern, Millenial dan apa kelebihannya?

Oleh Israwati

Organisasi.co.id, Konsep – Sepanjang sejarah penciptaan manusia ke bumi, organisasi telah muncul, bersamaan dengan kelahiran manusia. Semenjak diciptakannya hawa, maka semenjak itu pula. Organisasi telah lahir dibumi.

Sehingga kegita bertanya tentang sejak kapang ada organisasi, maka jawaban kegalauan adalah sejak kelahiran Hawa. Sebab dengan kelahiran St Hawa, membuat Nabi Adam AS berkumpul dengannya.

Meski belum memiliki struktur didalamnya, namun interaksi antara keduanya telah berjalan.

Pekerjaan Nabi dan Rasul Adalah Organisasi

Tidak bisa ditolak, bahwa semenjak Nabi Adam AS, kemudian Nabi Idris AS, yang mengetahui cara menjahit dan menulis. Merawat kuda dan astronomi.

Nabi Musa dengan kemampuan membuat perahu, Nabi Ibrahim AS menghadapi Firaun, dimana Nabi musa AS dibantu oleh Nabi Harun AS.

Kemampuan Nabi Ibrahim AS mengatur sistem untuk berdakwah kepada Firaun adalah Organisasi. Menunjuk Nabi harun AS sebagai juru bicara adalah refleksi organisasi.

Belum lagi ketika belajar kisah dari Nabi Ilyas AS dan Ilyasa AS, dimana keduanya memiliki kemampuan organisasi untuk menghadapi kaum Madyan yang serakah.

Jika mereka melakukan pekerjaan secara terorganisir, maka tidak bisa dilakukan penolakan bahwa mereka telah mengeranisir diri. Dalam pengertian lanjut, organisasi dan komunikasi organisasi telah berkembang sejak itu.

Kelebihan Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS, dalam berkomunikai dengan binatang. Lebih spesifik Nabi Sulaiman AS melakukan komunikasi dengan binatang. Bahkan Nabi Sulaiman mengetahui alpanya burung Hud-hud disaat pemeriksaan pasukan.

Nabi Sulaiman telah menerapkan konsep organisasi pasukan dengan cara yang benar dan baik. Dengan laporan burung hud-hud. Tentang keberadaan Kerajaan Saba yang dipimpin oleh Ratu Bilqis.

Menaklukkan tanpa pertumpahan darah, tapi menaklukkan hati Ratu Bilqis dalam pelukannya secara Islami. Merupakan narasi aplikatif sebuah organisasi. Sebut saja mereka telah melaksanakan organisasi dengan cara tradisional.

Dari hal diatas, sampai kepada zaman tulis menulis dan pengetahun, menghasilkan pakar manajemen. Meneliti tentang organisasi dan meneliti tentang manajemen.

Definisi Organisasi Tradisional

Pada perkembangan di era modern, organisasi ikut diberikan labelisai modernis. Untuk menciptakan pembeda antara cara berorganisasi masa lampau (purba) dengan organisasi masa kini.

Pengertian Organisasi

Pengertian organisasi berbeda antara satu dengan yang lain, berdasarkan standar keilmuan, penelitian dan pengalaman masing-masing.

Ada beberapa definisi, atau Arti daripada organisasi itu sendiri, hal ini telihat dengan banyaknya pakar yang memberikan penafsiran tentang organisasi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyebutkan Arti Organisasi adalah Kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu;
Kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama;

Pendapat Chester, Organisasi merupakan pekerjaan yang dilakukan bersama, (Hanya bisa dilakukan dengan 2 orang atau lebih dari 2 orang) dengan menggunakan struktur organisasi atau bentuk sebuah organisasi dalam melaksanakan tugas organisasi.

Sementara Stoner berpendapat bahwa organisasi adalah suatu pola yang menyebabkan terjadinya korelasi dengan arahan seorang manajer, untuk mencapai atau mewujudkan tujuan bersama. Dikutip dari Guru Pendidikan.

Melengkapi teori Organisasi ini, maka dasar hukumnya adalah dalam Al Quran:

Al-Maidah ayat 2 :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ…

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa”.

Organisasi hanya bisa dilakukan jika terdapat 2 orang atau lebih. Dalam ajaran Islam sudah memberikan batasan, bahwa pertemuan 2 orang untuk saling menolong. Merupakan tugas misi kemanusian untuk bertakwa kepada Allah SWT. Serta menjauhkan diri dari perbuatan salah atau dosa.

Pengertian Tradisional

Padanan kata tradisional adala konservatif, konvensional; kuno, lama, lapuk (ki), tua, usang ant modern

Pengertian Tradisional Menurut KBBI

  1. sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun
  2. menurut tradisi (adat) (Sumber Jagokata.com)

Soerjono Soekamto (1990), Definisi tradisional dari Soerjono Soekamto adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat (komunitas) secara langgeng (berulang-ulang).


WJS Poerwadaminto (1976), Arti tradisional menurutnya merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dalam sosial kemasyarakatan yang dikerjakan secara terus menerus, berupa adat, budaya, kebiasaan dan juga aliran kepercayaan.

Bastomi (1984:14), Tradisional merupakan upaya untuk mempertahankan roh dari sebuah kebudayaan, dengan tradisi sistem kebudayaan akan menjadi kokoh.

Sehingga dengan demikian, tradisional (sesuatu yang bersifat kuno) untuk mempertahankan tradisi, merupakan kejadian yang ada disaat kita (generasi sekarang) belum lahir. Seperti itulah sekira simpelnya pengertian tradisional itu sendiri.

Pengertian Modern

Kata modern muncul sejak abad ke XVI (16), dengan kelahiran konsep dan teori Dezcartes, yang melakukan perlawanan dengan teori tradisional (agama). Mereka memiliki kajian dan pandangan bahwa agama bukanlah sumber konsep dan pengetahuan yang benar.

Melainkan akal dan pengetahuan sebagai sumber kebenaran logika. Teori ini turut terinspirasi oleh konsep skolastik yang diajarkan oleh Plato, Socrates dan Asritoteles.

Kata modern lahir setelah kelahiran kata renaissance.

Skolastik yang merupakan metode dan teori terapan Aristoteles pada abak ke XIV (14). Sebagaimana diketahui bahwa Aristoteles merupakan murid dari Plato dan turunan ilmu dari Socrates.

Pencarian ilmu pengetahuan untuk menjawab segala keraguan ilmu dengan konsep teori kristiani oleh Aristoteles. Dipandang sebagai konsep lama dan ketinggalan zaman.

Semenjak penentangan itulah (abad XVI) mulai dikenal kata “modern”

Alat Dengan teknologi Modern
Alat modern dalam menggarap sawah, sebagai tanda penemuan teknologi mutakhir (foto: Istimewa)

Wibert E. Moore, memberikan pengertian Modernisasi merupakan suatu transformasi total dalam kehidupan secara terstruktur dalam bidang teknologi dan organisasi sosial dari yang tradisional atau cara lama ke arah pola-pola ekonomis dan politis yang dilakukan oleh negara-negara Barat yang telah stabil.

Tradisional ditinggalkan menuju arah modern. Meninggalkan karena negara telah stabil dan dilakukan secara politis serta tujuan ekonomi. Bermakna bahwa modernisasi bukanlah dilakukan tanpa tujuan ekonomi dan politis.

Pada intinya, modern adalah industri (kemajuan teknologi alat berat) dengan melakukan produksi secara massif. Dan meninggalkan cara tradisional (Agama).

Definisi Milenial

Sejak kapan kata millenial (milenial) itu muncul?

Kelahiran kata Modern oleh Dezcartes denagn menyebut seluruh filsuf Yunani awal dengan konsep skolastik Aristoteles. Untuk membedakan anatar generasi dulu dengan sekarang (dizaman itu tahun 1600 M).

Maka istila kata modern sebagai simbolisasi generasi, yang hidup di tahun 1600 sebagai generasi modern. Sementara yang sebelumnya adalah tradisional (agamis, adat).

Organisasi Milenial
Kemajuan Teknologi Milenial Dengan Kemampuan Komunikasi Internet Sinkron dan Asinkron (Foto: Laduni.Id)

Setelah lahir kata Milenial dengan label generasi Y. Dimana generasi X digolongkan adalah generasi modern + tradisional.

Kata generasi Y identik dengan kata milenial. Dimana generasi Y telah disebutkan sejak tahun 1993 dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Horovitz.

Artikel utama majalah Advertising Age mencetuskan istilah Generasi Y untuk menggambarkan anak anak yang masih berusia 11 tahun atau lebih muda serta remaja yang akan datang sepuluh tahun kemudian yang didefinisikan sebagai kelompok yang berbeda dari Generasi X.

Berkembang, kemudian tahun 2000 sebagai abad Millenial. Yang melakukan penggambaran bahwa generasi dan kondisi demografi pada tahun 2000 telah terjadi perubahan drastis dimasa datang.

Tidak hanya teknologi alat berat yang mengalami revolusi pada sebutan revolusi industri. Namun terjadi kemajuan tak tekendali pada efek Komunikasi informasi daring (dalam jaringan) atau internet seperti yang ada sekarang ini.

Dari ketiga pengertian dasar diatas sehingga dilakukan kajian mengenai perbedaan organisasi Tradisional, Organisasi Modern dan Organisasi Milenial.

Bagaimana perbedaan ketiganta, serta keuntungan dan Kelebihan.

Konsepsi Organisasi Tradisional, Modern Dan Milenial Serta Perbedaan Organonnya

Tidak ada satupun organisasi yang melabelisasi diri dengan nama “Organisasi Tradisional”, misalnya Organisasi Tradisional Kajian Hadits.

Ataupun “Organisasi Modern” dengan memberi nama Organisasi Modern Pembuatan Traktor dan sebagainya. Sehingga dalam hal formal, tidak ada organisasi tradisional, maupun modern dan Milenial.

Adapun para pakar memberikan definisi organisasi dengan berbagai perbedaan ketiganya adalah, dengan melihat ciri-ciri dari ketiganya.

Ciri Organisasi Tradisional

Teori mengenai organisasi tradisional berkembang pada tahun 1900, dalam sejarah sampai tahun 1950.

Hal ini masuk akan dengan melihat dekade munculnya kata tradisional modern. Pada tahun 1600. Yang mulai melakukan pembedahan pengertian antara kata tradisional dengan kata modern.

Dengan konsepsi filsafat manajemen menjadi sumber literasi pada tahun 1776. Dalam konsepsi teori produksi jarum pentul.

Tahun 1900 melahirkan filsuf teori-teori tradisional, seperti Taylor, Fayol dan Max Weber. Dalam peneleitiannya tentang teori organisasi klasik.

Mereka membagi pekerjaan dengan sistem hierarki yang ketat, dengan standar yang lebih terukur, pemberian reward atau hadiah dalam pekerjaan.

Fokus kerja pada organisasi tradisional:

  1. Manajemen melakukan kontrol penuh terhadap pekerjaan
  2. Perencanaan, proses dan evaluasi melekat pada manajemen organisasi, sementara pekerja hanya melaksanakan.
  3. Manajemen memiliki kewenangan “penuh” terhadap hukuman dan hadiah kepada bawahan,
  4. Sistem kelas kerja dalam organisasi menyesuaikan tingkatan dan jabatan (hierarki),
  5. Pekerjaan dilakukan dengan cara-cara manual, misalnya menulis dengan tangan, atau mesin ketik.
  6. Organisasi tradisional bersifat tertutup, artinya konsep dan bentuk organisasi dan penentuan kerja baku. Sehingga tidak dilakukan perubahan yang ada didalamnya.
  7. Menempatkan anggota organisasi atau karyawan, setingkat dengan mesin. Yang harus terus menerus produktif. Dan jika tidak produktif, bisa diganti kapan saja, tanpa mengenal hak mereka.

Sifat Organon Modern

Organisasi atau organon modern, sejalan dengan lahirnya organisasi buruh. Dimana para buruh yang jenuh dengan aturan otokratik hierarkikal para manajem perusahaan.

Sehingga para buruh melakukan sebuah perlawanan untuk mengubah berbagai bentuk dan metode komunikasi dan perlakuan terhadap anggota.

Ketika organisasi tradisional memberlakukan bawahan sebagaimana memperlakukan mesin.

Zaman perburuhan, dengan bergesernya pola produksi, dari manual menjadi produksi dengan alat berat.

Menjadikan pekerja memiliki persaingan dan terjadinya konflik didalam perusahaan.

Revolusi organisasi tradisional menjadi organisasi modern, merupakan sebuah adaptasi zaman.

Beberapa Ciri Kerja Organisasi Modern:

  1. Pekerjaan dilakukan dengan menggunakan teknologi (alat berat)
  2. Organisasi lebih bersifat terbuka dengan lingkungan luar terhadap perbedaan,
  3. Pengambilan keputusan lebih demokratis,
  4. Hierarki adalah struktur pengambilan kebijakan, namun dalam pengambilan keputusan dengan mengedepankan musyawarah.
  5. Pekerjaan dilakukan dengan cara otomatis atau menggunakan sistem operasi canggih dari alat.
  6. Pekerjaan dan tugas serta jabatan bersifat sementara. Dan bisa dikerjakan oleh orang lain, atau mutasi.

Bentuk Organon Milenial

Organon atau Organisasi Milenial adalah bentuk perlakuan organisasi yang terjadi di zaman millenial. Dengan kemajuan teknologi informasi baik sinkron maupun asinkron.

Memiliki perbedaan dengan organisasi modern. Dimana organisasi millenial memiliki sifat:

  1. Pengerjaan tugas dengan memanfaatkan fasililitas aplikasi daring,
  2. Hubungan antara atasan dan bawahan hampir tanpa batas,
  3. Melakukan pekerjaan bisa dimana saja dan kapan saja,
  4. Organisasi Milenial, “memaksa” kaum modernis untuk ikut dengan adaptasi kemajuan teknologi informasi.
  5. Terjadi peningkatan kinerja organisasi karena arus komunikasi yang tanpa batas.
  6. Karena peningkatan kinerja, menjadikan tingginya beban kerja.
  7. Bersifat bebas dalam hal komunikasi.
  8. Pengambilan keputusan, memaksa hilangnya hierarki, karena komunikasi yang tidak terbatas sehingga menyulitkan manajemen. Untuk mengambil keputusan yang cepat.

Demikian teori tentang organisasi tradisional, organisasi modern dan milenial. Memiliki perbedaaan mendasar dalam hal perlakuan teknologi, baik alat berat (modern), maupun di zaman kemajuan teknologi informasi (milenial).

Dalam kesimpulannya bahwa Organisasi tradisional jauh lebih baik dalam hal santun dan saling menghargai dibandingkan organisasi milenial.

Sementara kemajuan teknologi di zaman milenial membuat organisasi ini melakukan pekerjaan lebih cepat dibanding organisasi tradisional.

Meski demikian, tidak bisa kita menerapkan kembali secara total organisasi tradisional di zaman milenial.

Melainkan melakukan adaptasi dengan zaman.

Materi Konsep Organisasi: Konsep Organisasi, 12 Perbedaan Organisasi Tradisional Dan Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *