Persatuan Gulat Seluruh Indonesia: 7 Sejarah dan Tata Cara Permainan

persatuan gulat seluruh indonesia
gulat (umma.id)

Olahraga yang memiliki sedikit peminat adalah gulat. Namun apapun yang terjadi, olahraga ini masih tetap eksis seeksis keberadaan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia.

Tika, olahraga – organisasi.co.id

Bacaan Lainnya

Sejarah Olahraga Gulat

Kita perlu mengetahui definisi gulat terlebih dahulu sebelum mempelajari sejarahnya. Gulat merupakan kontak fisik yang terjadi antara dua orang. Salah satu harus mampu mengontrol musuh atau menjatuhkannya melalui teknik-teknik seperti mengunci lutut, meninju, menahan, mengunci leher, dan menjatuhkan.

Teknik-teknik tersebut dapat membuat luka yang cukup serius. Itulah sebabnya olahraga ini terkesan menakutkan dengan mengandalkan lengan dan kaki untuk melawan atau bertahan.

Terdapat dua kategori dalam olahraga ini yaitu gaya bebas dan gaya Greco. Ada pula gaya romawi yang menyatakan bahwa pegulat sangat tidak boleh menangkap lawan di bawah garis pinggangnya. Mereka juga tidak boleh menggaet kaki lawan dengan kaki secara aktif.

Jauh sebelum adalanya persatuan olahraga gulat seluruh Indonesia, sejak 15 ribu tahun yang lalu, sebuah gua di Prancis menggambarkan relief menunjukkan aktivitas dan teknik para pegulat. Dalam mitologi Bangsa Babilonia dan Mesir, hal ini menunjukkan sejarah yang rinci.

Munculnya Teknik Gulat

Dalam epik Gilgames bangsa Babilonia, menurut tradisi barat, terdapat sebuah cerita kemenangan seorang pahlawan untuk memberantas kejahatan dengan teknik-teknik gulat.

Sedangkan dalam sejarah Yunani Kuno, gulat telah menjadi kompetisi. Tidak ada aturan dalam gulat. Akan tetapi tetap menjadi salah satu cabang olahraga olimpiade.

Palaestra atau sekolah gulat banyak terdapat di Yunani. Mereka juga bergulat di dalam lubang pasir (skamma) dan secara konsisten mereka menutup diri oleh minyak damn dan debu sebelum akhirnya masuk ke arena pertandingan.

Pada intinya, pegulat tidak boleh membunuh lawan. Sekalipun ini merupakan olahraga yang ekstrim, terdapat beberapa aturan penting untuk itu. Kita kerap melihat atlet gulat babak belur pada gaya bebas. Mereka juga nampak berdarah-darah namun semua tentu ada penanganan dan tekniknya.

organisatoris lain baca ini : Membuat Struktur Organisasi Excel dan Word: 8 Cara

Perkembangan Olahraga Gulat

gulat (suara.com)

Dari masa Yunani kuno berlanjutlah ke jaman Mesir Kuno. Pertarungan gulat bertujuan menunjukkan kemampuan militer tentara kepada bangsawan serta menunjukkan kecakapan fisik.

Seorang peneliti bernama Wolfgang Decker menyebutkan jika gulat merupakan sebuah bentuk pelatihan untuk para tentara.

Dijaman mesir kuno, pertarungan gulat merupakan upaya untuk menunjukan kecakapan fisik dan kemampuan militer para tentara kepada para bangsawan. Wolfgang Decker, seorang peneliti olahraga dijaman mesir kuno, berpendapat bahwa gulat terutama sekali digunakan sebagai bentuk pelatihan bagi tentara.

Di Indonesia, persatuan gulat seluruh Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Setelah sebelumnya muncul persatuan gulat bayaran, maka tanggal 7 Pebruari 1960, muncullah organisasi gulat amatir Indonesia.

Pertemuan untuk membahas organisasi tersebut berlangsung di rumah Kol. R. Rusli di Bandung. Kemudian dari hasil organisasi gulat amatir Indonesia berubah nama menjadi Persatuan gulat Seluruh Indonesia (PGSI).

Kiprah PGSI

PGSI mengadakan seleksi nasional pertama kali setelah adanya kejuaraan dunia di Yokohama tahun 1961. Terpilihlah empat pegulat untuk mewakili Indonesia.

Mereka adalah Rahman Firdaus di kelas 68 kg gaya bebas, Sudrajat di kelas 62 kg gaya bebas, Yoseph Taliwangso di kelas 68 kg gaya Yunani – Romawi, dan Elias Margio di kelas 62 kg gaya Yunani.

Penamping mereka adalah Kapten Obos Purwono sebagai manajer dan pelatih Batling Ong. Tidak menjadi pemenang, namun Indonesia kembali mengasah para pegulat mereka melalui PON V di tahun yang sama.

Di tahun selanjutnya, Asian Games IV berlangsung di Jakarta dan Indonesia hanya mampi meraih dua perunggu di kelas 52 kg dan 63 kg. Keduanya menggunakan gaya Yunani – Romawi. Tahun selanjutnya di pertandingan Ganefo I para pegulat Indonesia memperoleh perak di jelas 70 kg dan perunggu di kelas 97 kg.

Tahun selanjutnya, PGSI mengirimkan para pegulat ke Korea Utara dan RRC. Hingga akhirnya setelah siap mereka muncul di PON VI di Jakarta. Akan tetapi kondisi politik menyebabkan terhanbatnya kemajuan para pegulat.

Tahun demi tahun pegulat Indonesia masih belum bisa mencapai langkah ke Internasional. Hingga akhirnya di tahun 1974 Indonesia mantap mengukuti Asian Games VII di Teheran. Tahun 1980 PGSI mengirim pegulat ke Rumania dan dua tahun kemudian ke New Delhi.

Saat ini Indonesia telah memiliki banyak atlet gulat berprestasi bahkan ada yang mengharumkan Indonesia di kancah dunia. Inilah peran PGSI.

Aturan Bermain Gulat

aturan gulat (merdeka.com)

Persatuan Gulat Seluruh Indonesia telah mengatur aturan dalam permainan ini. Sebelumnya mari kita mengetahui teknik gulat terlebih dahulu. Kurang lebih terdapat tujuh teknik olahraga gulat. Mereka adalah:

a. Dorongan

Para penyerang berusaha menguasai lawan mereka dengan kuncian dan mendorong mereka hingga jatuh ke matras. Lawan akan terus mendapat tekanan sampai akhirnya tidak dapat lagi bergerak.

b. Tarikan

Penyerang akan menarik tangan atau kepala lawan ketika mereka berhadapan. Tujuannya untuk menghilangkan konsentrasi dan keseimbangan lawan.

Kemudian penyerang akan berusaha menguasai lawan dan memutar badan mereka ke samping atau ke belakang badan lawan. teknik selanjutnya adalah dengan mengangkat dan melakukan kayang.

Pegulat yang berhasil menguasai lawan akan memperoleh dua poin. Jika langsung melakukan teknik angkatan dan bantingan maka poinnya adalah tiga.

c. Gulungan

Kedua pegulat yang berada di posisi bawah dapat melakukan teknik ini. Terdiri atas gulungan kaki, gulungan kepala, dan gulungan pinggang. Jika dapat melakukan gulungan maka poin yang diperoleh adalah dua.

d. Bantingan

Menyerang lawan baik tubuh bawah, atas, hingga keduanya adalah teknik bantingan. Terdiri atas bantingan kepala, pinggang dan lengan. Poin yanga akn diperoleh pegulat yang melakuakn teknik bantingan adalah tiga namun jika tidak sempurna maka hanya akan memperoleh dua poin.

Bantingan dan kuncian akan menyebabkan pegulat mendapat kemenangan dengan bantingan.

e. Mengeblok

Menahan serangan lawan melalui tekanan di bagian punggung penyerang dengan kedua tangan berada di bahu kanan dan kiri penyerang. Selanjutnya orang yang menahan ini akan menekan penyerang dengan cara berlutut di atas matras.

Pada teknik ini, pegangan tidak boleh lepas sambil terus berusaha menyerang balik. Pegulat akan memutar badan ke arah punggung penyerang dan mendapat dua poin.

Wasit akan bertugas menentukan apakah penyerang mendapatkan poin atau tidak. Di samping itu sebaiknya pegulat mengetahui apa saja yang boleh dan tidak dalam pertandingan gulat. Jangan sampai teknik-teknik yang digunakan dapat mematikan lawan.

f. Mengunci

Lawan akan terjatuh saat mendapat serangan dengan posisi terlentang. Pegulat akan terus menekan atau mengunci dan menang dengan bantingan kunci.

g. Angkatan

Sebelum melakukannya maka pegulat harus menguasai lawan terlebih dahulu. Pegang pinggang, kaki, dan paha lawan dengan penguasaan di belaang. Kunci pinggang lawan.

Teknik angkatan terbagi atas tiga. Mereka adalah teknik angkatan kaki, angkatan pinggang, dan kayang. Ketiganya bisa dalam keadaan posisi di bawah maupun atas. Teknik kayang menghasilkan lima poin dan lainnya adalah 3 poin.

Kini saatnya kita mempelajari aturan permainan ini sebagaimana pembahasan dalam Persatuan Gulat Seluruh Indonesia.

Pembagian olahraga gulat adalah:

  1. Gulat kategori Mini : 6 – 12 tahun
  2. Anak-anak : 13 -16 tahun
  3. Gulat Junior : 17 – 20 tahun
  4. kategori Senior : > 20 tahun

Sebelum bertanding, para pegulat menggunakan baju internasional yaitu biru atau merah sesuai sudut kedatangan. Wasit berada diantara kedua pegulat, tepatnya di lingkaran tengah. Mirip pertandingan sepakbola, peluit berbunyi dengan tangan wasit sebelah kanan atau kiri lurus.

Wasit akan menarik kembali tangannya.

Pegulat selama bertanding harus memakai baju internasional (wrestlingsuit) sesuai dengan warna dari sudut mana dia berada, biru atau merah.

Wasit berada diantara kedua pegulat di lingkaran tengah, satu tangan diluruskan ke depan, kemudian peluit dibunyikan dan lengan wasit ditarik kembali.

Ketika saat bertanding dua orang pegulat hanya diam beberapa saat, maka wasit akan menyebut “open” untuk membuka serangan di kedua area. Kedua pegulat akan mengadakan kontak satu sama lain dan membuat serangan. Jika masih tetap diam maka wasit akan mengucapkan “action“.

Kedua pegulat wajib mengikuti arahan wasit karena jika tidak bereaksi maka wasit akan menghentikan pertandingan serta mmeberikan peringatan kepada kedua pegulat. Jika hal ini terulang kembali, maka dengan press met atau persetujuan wasit, maka ia harus memberi angka hukuman.

Bahkan melalui hukuman itu baik juri maupun ketua pertandingan dan penonton akan melihatnya.

Induk Organisasi Gulat Dunia dan Indonesia (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia)

Pembawa gulat ke Indonesia adalah orang-orang Belanda. Sebelum itu olahraga ini telah ada berupa gulat tradisional. Kepopulerannya meningkat saat Belanda membawanya menjelang abad ke 20.

Indonesia memiliki sebuah Persatuan gulat seluruh indonesia (PGSI) di tahun 1960. Dalam hal ini gulat merupakan kegiatan dengan tenaga namun dapat juga memiliki pengertian sebagai pertarungan atau perkelahian antara dua orang dengan sangat sengit. Tujuannya adalah untuk mengalahkan lawannya.

Saat olimpiade modern di Yunani pertama kali, olahraga gulat masuk dengan gaya Romawi dan Bebas. Lambat laun PGSI menjadi bagian dari persatuan olahraga gulat amatir Internasional. Sama halnya dengan gulat, pada dasarnya organisasi ini menaungi ketahanan diri dan bela diri lainnya.

Untuk gulat amatir terdapat dua orang pegulat. Ada beberapa teknik dasar yang membutuhkan strategi. Namun akhirnya dunia menciptakan khusus organisasi gulat dalam naungan UWW (United World Wrestling) atau Uni Gulat Dunia.

Penutup

gulat (mediaindonesia.com)

Olahraga gulat melibatkan dua petarung. Adanya dua orang ini akan saling menyerang untuk melumpuhkan lawannya. Bahkan mulanya olahraga ini terkenal sebagai olahraga yang menakutkan karena dapat berakibat fatal.

Di Indonesia, gulat berada di bawah naungan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia dan di dunia, ia berada di dalam naungan UWW. Kedua organisasi tersebut akan mengatur jalannya pertandingan, pemilihan atlet, hingga hal-hal lainnya yang berhubungan dengan gulat.

Sebagai masyarakat Indonesia yang menyukai berbagai jenis olahraga, sudah saatnya kita mempertahankan prestasi negara di bidang olahraga atau justru meningkatkannya. Inilah gunanya organisasi induk.

Organisatoris lain baca ini : 7 Teknik Olahraga Gulat Amatir, Dan Induk Nasional & Dunia

Daftar Pustaka

Olahraga Gulat: Pengertian,Sejarah, Teknik, Peraturan

Pos terkait