A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI): Berisiko mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa.
Marilynn E. Doenges: Suatu kerentanan terhadap ketidakcukupan pengiriman oksigen dan nutrisi ke tingkat seluler yang disebabkan oleh penurunan volume intravaskular, kegagalan pompa jantung, atau perubahan tonus vaskular secara mendadak.
Jean-Louis Vincent & Daniel De Backer: Kondisi yang mengancam jiwa akibat penggunaan oksigen yang tidak adekuat oleh sel (hipoksia seluler), yang sering kali bermanifestasi sebagai hipotensi, meskipun syok dapat terjadi dengan tekanan darah yang tampak normal melalui kompensasi awal.
Ackley & Ladwig: Kerentanan individu terhadap kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat, yang jika tidak segera diintervensi, akan berkembang menjadi kegagalan organ multipel.
American Heart Association (AHA): Suatu keadaan klinis yang ditandai dengan perfusi jaringan yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, biasanya disebabkan oleh masalah pada volume sirkulasi, kekuatan pompa jantung, atau resistensi vaskular sistemik.
B. FAKTOR RISIKO
Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada keberadaan faktor-faktor yang dapat memicu kegagalan sirkulasi, antara lain:
- Hipovolemia: Kehilangan cairan aktif (mis. perdarahan hebat, dehidrasi berat, luka bakar luas).
- Hipoksemia: Penurunan kadar oksigen dalam darah yang ekstrem.
- Hipoksia Jaringan: Ketidakcukupan suplai oksigen pada tingkat seluler.
- Hipotensi: Tekanan darah yang tidak adekuat untuk memperfusi organ vital.
- Sepsis: Respon sistemik terhadap infeksi yang menyebabkan vasodilatasi masif dan kebocoran kapiler.
- Sindrom Respons Inflamasi Sistemik (SIRS): Peradangan meluas yang mengganggu stabilitas hemodinamik.
C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Tingkat Syok (L.03032) menurun dengan kriteria hasil:
- Kekuatan nadi meningkat.
- Tingkat kesadaran membaik (GCS meningkat).
- Saturasi oksigen meningkat.
- Mean Arterial Pressure (MAP) membaik (dalam rentang normal 70–100 mmHg).
- Output urin membaik (>0,5 ml/kgBB/jam).
- Akral dingin dan pucat menurun.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat dan pencegahan perburukan kondisi melalui Pencegahan Syok (I.02068) dan Pemantauan Cairan (I.03121):
Observasi
- Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi napas, tekanan darah, MAP).
- Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD).
- Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, pengisian kapiler/CRT).
- Identifikasi tanda awal syok (mis. takikardia, gelisah, napas cepat).
Terapeutik
- Berikan oksigenasi untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%.
- Persiapkan akses intravena large-bore untuk resusitasi cairan jika diperlukan.
- Atur posisi supine dengan kaki ditinggikan (modified Trendelenburg) jika tekanan darah menurun signifikan, kecuali ada kontraindikasi.
Edukasi
- Jelaskan penyebab dan faktor risiko syok kepada keluarga.
- Anjurkan segera melapor jika merasakan tanda-tanda seperti pusing hebat, lemas, atau sesak napas.
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian cairan kristaloid (mis. NaCl 0,9% atau Ringer Laktat) sesuai kebutuhan.
- Kolaborasi pemberian antiinfektif atau vasopresor jika diindikasikan secara medis.
E. KONDISI KLINIS TERKAIT
Diagnosa ini sering ditemukan pada pasien dengan kondisi medis berikut:
- Perdarahan masif (mis. trauma, pasca operasi, perdarahan saluran cerna).
- Trauma berat (multiple trauma).
- Luka bakar luas.
- Infeksi berat (Sepsis/Syok Septik).
- Penyakit jantung koroner (Acute Myocardial Infarction/AMI).
- Gagal jantung kongestif.
- Dehidrasi berat (mis. akibat diare akut, muntah terus-menerus).
- Anafilaksis (reaksi alergi berat).
- Cedera tulang belakang (Syok Neurogenik).
DAFTAR PUSTAKA
Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Flynn Makic, M. B., Martinez-Kratz, M. R., & Zanotti, M. (2020). Nursing Diagnosis Handbook: An Evidence-Based Guide to Planning Care (12th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
American Heart Association (AHA). (2020). Part 3: Adult Basic and Advanced Life Support: 2020 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation, 142(16_suppl_2).
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Vincent, J. L., & De Backer, D. (2013). Circulatory Shock. New England Journal of Medicine, 369(18), 1726-1734.






