pupuk kascing

Pupuk Kascing: Pengertian, 2 Jenis dan Cara Pembuatan

Diposting pada

Pupuk memegang peranan penting bagi kesuburan tanah. Kita umum mengenal pupuk kandang dan pupuk kompos, namun pernahkan mendengar pupuk kascing?Tika, OrganisA51 – organisasi.co.id


Pengertian Pupuk Kascing (Bekas Cacing)

Tanaman membutuhkan media tanam yang baik yang mampu menunjang pertumbuhannnya. Umumnya media tersebut adalah tanah, namun sebenarnya media tanam tumbuhan tidak hanya tanah.

Sekam, arang, dan jerami dapat menjadi media tanam. Semua media tanam memiliki kandungan mineral dan unsur hara. Akan tetapi seiring pertumbuhan dari tumbuhan itu sendiri, kandungan ini akan berkurang.

Ibaratnya, tanaman juga membutuhkan makanan untuk tumbuh. Lama-kelamaan makanan tersebut habis sehingga perlu penambahan kembali. Inilah yang kita kenal dengan pupuk.

Pupuk pada tanaman terdiri atas pupuk alami dan buatan.. Penggunaan pupuk alami terbilang lebih ramah lingkungan daripada pupuk buatan.

Hal itu karena ia terbuat dari senyawa makhluk hidup yang telah terurai oleh mikroorganisme sehingga lebih dapat menyatu dengan kebutuhan tanah atau media tanam.

Salah satu pupuk alami adalah pupuk Kascing. Arti kata kascing adalah Bekas Cacing. Sesuai dengan namanya, jenis pupuk organik ini terbuat atas peran serta cacing.

Cacing ternyata tidak hanya berperan untuk menggemburkan tanah. Ternyata keberadaannya juga dapat membuat pupuk melalui kotorannya. Bahkan kandungan unsur haranya pun cukup tinggi.

Selain murah dan mudah, ternyata pupuk kascing mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara efektif.

Organisatoris lain baca ini: Bahan Makanan Organik: Alasan dan 5 Jenisnya

Kandungan Hara Dalam Pupuk Kascing

Sebagai pupuk organik padat yang sangat baik bagi kesuburan tanaman dan tanah, pupuk ini ternyata memiliki kandungan unsur hara yang cukup banyak.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, pupuk kascing menganding Kalsium sebesar 30,52%, Karbon 27,13%, Nitrogen 1,79%, Kalium 1,79%, dan Fosfat 0,85%.

Dengan semua kandungan ini, pupuk tersebut menjadi efektif untuk membuat tanaman menjadi subur karena kelebihannya dalam menggemburkan tanah. Tentu ini juga jauh lebih baik daripada pupuk kimia.

Bahkan cara membuatnya sangat mudah yaitu dengan memberi makan cacing. Melalui proses pemberian makanan pada cacing ini, maka selanjutnya cacing kan mengeluarkan kotoran yang mana langsung dapat menjadi pupuk.

Pemberian makan pada cacing juga mudah yaitu hanya dari sampah-sampah organik yang telah hancur dan bercampur dengan pupuk kandang.

Organisatoris lain baca ini: Pertanian Organik: Pengertian, Kegunaan Dan Peluang


Jenis-Jenis Cacing Untuk Dibiakkan

cacing(kompas.com)

Membiakkan cacing menjadi sebuah solusi hemat waktu dan tenaga namun memberikan manfaat yang melimpah. Bahan-bahan pakan cacing juga tidak sulit didapatkan.

Bahkan jika pada akhirnya harus mengolah kotoran cacing, kita tidak memerlukan peralatan yang canggih. Hanya perlu menjaga kelembaban media dan mengontrolnya selama dua hingga tiga hari sekali.

Untuk masalah pakan, kita hanya perlu memberi para cacing makanan selama seminggu sekali.

Sifat dari pupuk kascing tidak merusak tanah sehingga kita boleh menggunakannya secara terus menerus. Baik bagi tanah maupun tanaman, hal ini tidak akan berakibat merusak.

Adapun jenis cacing yang dapat menghasilakn pupuk bekas cacing antara lain:

  • Lumbricus trestris
  • African Night Crawler

Cacing pertama berasal dari Amerika Latin. Sangat cocok jika ingin mengembangkannya akrena daya perkembangbiakannya sangat cepat. Ia memiliki ukuran diameter tubuh sekitar 0,1 hingga 0,5 cm dengan panjang mencapai 30 cm.

Jenis cacing kedua berasal dari Afrika Barat dengan iklim subtropis namun dapat berkembang pada iklim tropis seperti Indonesia. Ukurannya mirip dengan cacing tanah pada umumnya.

Perlu kita ketahui pula bahwa cacing adalah hermaprodit. Ia memiliki dua jenis kelamin. Namun bukan berarti hal ini mempermudah kita untuk melakukan kawin silang dengan beda spesies.

Alangkah baiknya untuk mengembangkan cacing-cacing yang sejenis dalam satu area.

Cara Melakukan Pengembang Biakan Cacing

Berbagai macam cara perlu kita pelajari jika hendak mengembangbiakkan cacing. Hal terpenting adalah dengan mengetahui karakteristik cacing tersebut.

Media hidup cacing boleh dari daun maupun kulit buah markisa. Kemudian untuk makanannya, kita dapat menggunakan limbah pertanian dari para petani setempat.

Cacing mempunyai lima buah jantung. Dengan demikian, ia mampu hidup di kedalaman tanah dengan kadar oksigen yang sangat sedikit.

Tidak heran jika cacing juga bermanfaat bagi kesehatan kulit, jantung, dan berbagai penyakit pada manusia. Salah satunya adalah penyakit tipus.

Cacing yang berkembangbiak ini kemudian menghasilkan pupuk organik cair yang boleh kita ambil sebulan sekali. Namun bisa jadi lebih lama dari itu karena tergantung dari kelembaban media.

Cara pengambilannya juga harus pada media yang baru. Untuk media lam tidak boleh dengan kelembaban berlebih. Hal ini untuk memastikan agar telur cacing dapat menetas dengan baik.

Serbuk kayu dapat menjadi media hidup cacing yang sangat praktis.

Bagi cacing malam atau African Night Crawler, makanan mereka adalah batang pisang dan kotoran sapi dan mereka makan sebanyak berat tubuh mereka.

Produksi pupuk tergantung dari jumlah cacing yang ada dan jumlah makanannya. Ketika hendak mengetahui berapa banyak pupuk yang dihasilkan, kita perlu melihat kotodan cacing yang akan muncul pada tumpukan paling atas.

Cara memanennya adalah dengan saringan untuk memisahkan pupuk dengan cacing, Pupuk pun langsung dapat kita gunakan ataupun kita kemas. Sementara itu, cacing dapat kembali kita gunakan.

Masa berkembangbiak cacing adalah dengan bertelur dalam waktu tujuh hari yang mana satu ekor cacing menghasilkan satu hingga dua butir telur. Satu telur akan meghasilkan lima hingga 10 ekor cacing.

Cara Membuat Pupuk Bekas Cacing

kascing (tulisanndeso.com)

Setelah kita mengetahui cara mengembangbiakkan cacing dan juga jenis-jenis cacing untuk pupuk, kini saat nya kita mengetahui tata cara membuat pupuk bekas cacing versi kita sendiri.

Jika kita memiliki lahan yang sempit, kita tidak perlu menyediakan media dan pakan yang sangat banyak bagi cacing. Pertama, siapkan semacam kandang, kotoran sapi, cacing, sekop, dan penyiram air.

Jangan lupa sebelum memulai, kita harus mengetahui karakteristik cacing yang kita kembangkan.

Membuat Kandang

Pertama-tama, buatlah kandang terlebih dahulu menggunakan atap yang tidak memantulkan panas. Dinding kandang boleh dengan tembok atau bambu. Pastikan lantai bersemen agar cacing tidak keluar dari kandang,

Kita dapat berinisiatif dengan menggunakan sebagian lantai rumah kita jika memang tidak membutuhkan pupuk dalam jumlah besar.

Angin-anginkan kotoran sapi terlebih dahulu barulah letakkan pada lantai kandang. Ratakan kurang lebih setingi 10 cm dengan lebar 1 m dan panjang 2,5 m.

Jika sudah rata, barulah taburkan benih cacing pada kotoran sapi tersebut. Sebagai tambahan informasi, makanan cacing tidak hanya sebatas kotoran sapi. Kita dapat menggunakan sisa sayuran atau sampah dari petani.

Caranya dengan memotong-motongnya menjadi partikel yang lebih kecil sehingga lebih mudah terurai. akndungan gizinya cukup banyak untuk menutrisi cacing dan membuatnya bereproduksi.

Amati Cacing

Ketika cacing bersedia untuk memakan kotoran sapi, maka nantinya secara otomatis ia akan masuk ke dalam. Namun jika tidak, maka ia akan keluar dari kotoran sapi tersebut.

Agar cacing tidak keluar dan mau tidak mau memakan kotoran sapi, maka taburkan pupuk kascing yang telah jadi di sekeliling media sehingga cacing tidak memiliki sumber makanan lain.

Amati setelah tiga hari, maka akan terbentuk vermikompos. Ia merupakan kompos dari perombakan bahan-bahan organik oleh cacing tanah.

vermikompos ini merupakan pupuk lembut yang bverubah warna dan siap untuk kita panen. Jika belum mau memanennya maka tambahkan kembali kotoran sapi setiap hari.

tambahkan seberat cacing yang tersebar karena cacing akan memakan makanan sebanyak berat badannya. Jika kotoran sapi setiap tiga hari, maka jumlahnya menjadi tiga kali berat cacing.

Hitungannya harus tepat jika cacing sebanyak 100 ekor akan berkembang biak menjadi 100 ribu ekor dalam setahun.

Mengamati Lingkungan Kandang

Cacing membutuhkan kelembaban. Itulah sebabnya media perlu kita siram, terutama di musim panas. Lakukan secukupnya karena jika terlalu kering atau terlalu basah maka dapat mematikan cacing.

Gunakan gembor untuk penyiraman dan jadwalkan sesuai keadaan cuaca. ketika muism kemarau, maka lakukan setiap pagi dan sore. Kemudian ketika musim hujan lakukan 3 hari sekali atau menyesuaikan dengan keadaan media.

Cara Memanen

Cara untuk memanen pupuk yang telah jadi adalah dengan melihat perubahan bentuk kotoran sapi yang nampak seperti remah serta beruabh warna menjadi hitam kecoklatan. Biasanya proses ini terjadi setengah bulan lamanya.

Agar cacing tidak terpanen, maka lakukan dengan memancing cacing agar berpindah ke tempat lain. Mula-mula buatlah alur di tengah-tengah kumpulan pupuk yang sudah jadi.

Lalu tambahkan kotoran sapi sehingga cacing akan berpindah kesana. Saring atau ayak pupuk yang telah jadi dan masukkan dalam kantong plastik sebagai sediaan media tanam.

Dalam hal ini, pupuk bekas cacing memiliki manfaat yang cukup tinggi bagi tanah dan tanaman. ia mampu meningkatkan pertumbuhan generatif dan vegetatif pada tanaman hias, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Tidak hanya itu, pupuk ini juga dapat meningkatkan penampilan tanaman menjadi lebih cantik dengan tekstur pohon yang sangat baik.

Jadi, pupuk ini cocok untuk campuran media tanam terutama pada persemaian serta mengandung hormon yang mampu memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisika tanah.

Sifat kontinyu pada pupuk kascing membuatnya banyak digunakan bagi pecinta lingkungan. Ia tidak merusak tanah dan boleh untuk kita pakai secara terus menerus tanpa ada efek negatif baik itu bagi tanaman maupun bagi tanah.

Unsur-unsur kimia dalam pupuk ini juga mudah untuk terserap oleh tanaman. Sebab itulah ia sangat berguna bagi pertumbuuhan tanaman.

Adanya mikroba yang terkadung pada kascing juga dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Bahkan jumlah mikroba tersebut beserta aktivitasnya yang tinggi akan mempercepat pelepasan unsur-unsur hara.

Penutup

Pupuk bekas cacing (kascing) berasal dari kotoran cacing. Proses pembuatannya cukup mudah. Tidak hanya mudah dan murah, pupuk ini juga baik bagi keberlangsungan tanah.

Begitu banyaknya manfaat dari penggunaan kascing sehingga membuat banyak petani beralih untuk menggunakannya.

Mereka tidak perlu mengkhawatirkan tindakan mereka dalam merusak tanah karena terbukti kandungan hara dalam kascing cukup tinggi dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Daftar Pustaka

  1. Pupuk Kascing
  2. Mari Mengenal Cacing!
  3. Cara Membuat Pupuk Kascing Dari Kotoran Sapi