prinsip birokrasi
Max Weber(mudabicara.com)

Prinsip Birokrasi Berdasarkan Teori Weber: 6 Jenis

Diposting pada

Prinsip birokrasi memegang peranan penting dalam sebuah organisasi. Birokrasi sendiri adalah organisasi masyarakat yang telah tersusun secara ideal. Tika, Konsep Organisasi – organisasi.co.id

Cara mencapai birokrasi adalah melalui aturan, formalisasi, proses dalam organisasi, serta struktur. Adapun beberapa ahli yang bertahun-tahun mendukung model birokrasi antara lain Fayol, Taylor, dan Weber.

Mereka mendukung beberapa model birokrasi untuk meningkatkan efektivitas administrasi pada sebuah organisasi. Di sisi lain, Max Weber merupakan sosok bapak birokrasi.

Birokrasi sendiri berasal dari kata bureaucracy (inggris). Dengan pengertian adalah suatu organisasi dengan struktur piramida berupa komando.

Kebanyakan orang berada di tingkat bawah daripada atas dan umumnya terjadi pada bidang administrasi maupun militer.

Kebanyakan organisasi yang menjalankan sistem birokrasi memiliki aturan yang ketat namun proses operasionalnya cenderung tidak efisien.


Pengertian Birokrasi Oleh Beberapa Pakar

Sebelum memahami prinsip birokrasi, ada baiknya mengetahui pemahaman mengenai birokrasi oleh beberapa pakar.

Organisatoris lain baca ini: Teori Komunikasi Dasar Organisasi: 3 Pendekatan

Max Weber

Menurut seorang sosiolog asal Jerman bernama Max Weber, birokrasi merupakan bentuk organisasi yang secara penerapan berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai.

Maksudnya adalah sistem otoritas secara rasional oleh berbagai aturan. Tujuannya untuk mengorganisir pekerjaan yang menjadi tanggung jawab banyak orang.

Frits Morstein Marx

Salah satu ilmuwan asal Jerman-Amerika menyebutkan bahwa birokrasi merupakan tipe organisasi oleh pemerintah modern untuk menjalankan tugas-tugas mereka yang bersifat khusus.

Peter M. Blau dan Charles H. Page

Keduanya adalah sosiolog asal Amerika. Menurut keduanya, birokrasi merupakan tipe organisasi untuk mencapai tugas-tugas administratif yang besar. Caranya adalah dengan mengkoordinir secara sistematik pekerjaan yang banyak orang lakukan.

Riant Nugroho Dwijowijoto

Beliau merupakan seorang penulis buku yang berjudul ‘Anatomi Daerah’. Menurutnya, birokrasi merupakan lembaga yang kuat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas potensi.

Hal ini berlaku pada hal-hal yang baik dan buruk. Keberadaaannya adalah sebagai instrumen administrasi yang bersifat rasional dan netral dalam skala besar.

Dennis Wrong

Sebagai seorang profesor di Universitas New York, beliau berpendapat bahwa birokrasi merupakan organisasi yang dapat mencapai satu tujuan tertentu melalui bermacam tujuan.

Birokrasi dalam sebuah organisasi menduduki komando yang tegas bersifat bagaikan piramida. Oleh sebab itu adanya birokrasi mampu membuat pembagian kerja yang jelas. Setiap orang secara spesifik dan sesuai peraturan serta ketentuan umum akan menuntun usaha dan sikap mereka dalam mencapai tujuan.

Para karyawan terpilih berdasarkan keterlatihannya dan kompetensi mereka sehingga pekerjaan tersebut cenderung akan mereka lakukan seumur hidup.

Hegel dan Karl Marx

Sebagai filsuf asal Jerman, keduanya memberikan pengertian jika birokrasi adalah alat untuk melakukan perubahan sosial dan pembebasan.

Mereka juga berpendapat jika birokrasi adalah media untuk mengkomunikasikan kepentingan partikular dengan kepentingan umum.

Namun dari sisi Karl Marx, ia menganggap jika birokrasi adalah alat dari kelas yang berpengaruh untuk mendominasi kekuasaan di atas kelas-kelas sosial lainnya.

Birokrasi memihak pada kelas partikular.


Konsep Dan Prinsip Birokrasi Menurut Max Weber

prinsip birokrasi
contoh birokrasi (dkampus.com)

Max Weber adalah orang yang paling berpengaruh di dunia karena ajarannya terhadap ilmu pengetahuan sosial. Beliau terkenal karena ilmunya mengenai pembirokrasian masyarakat.

Beliau juga menaungi banyak aspek dari administrasi publik modern hingga pendekatan klasik. Selanjutnya hal-hal itu memiliki sebutan “Weberian civil service”.

Jauh sebelum Weber mengenalkan konsepnya, masyarakat telah mengenal istilah “bureaucracy” yang berasal dari Inggris. Dalam Kamus Bahasa Inggris dari Oxford, kata ini telah ada dalam beberapa edisi yang berbeda.

Yakni pada tahun 1818 dan 1860. Teori yang ideal oleh Weber merupakan sebuah teori birokrasi yang ideal. Beliau mencoba merumuskan sesuatu walaupun masih abstrak mengenai seharusnya organisasi yang ideal.

Ia menggambarkan tipe birokrasi ideal dalam artian yang positif mambuat apapun lebih rasional dan efisien. Dominasi karismatik dan tradisional menjadi salah satu karakternya.

Birokrasi bagi beliau akan menjadi tidak efisien ketika keputusan merupakan hasil individu. Dalam atribut birokrasi modern, hal-hal yang harus tercakup adalah efek daya peningkatan terhadap perbedaan ekonomi dan sosial,

kepribadian, hingga imp-lementasi sistem kewenangan yang praktis. Adapun prinsip birokrasi menurut Weber antara lain:

Birokrasi beroperasi dalam sistem hierarki

Menurutnya, sistem hierarki pada birokrasi adalah vertikal yang ketat serta komunikasi antar pekerja yang perlu memiliki batasan sesuai dengan jabatannya.

Merancang sistem birokrasi supaya memiliki pembagian kerja

Dengan pembagian kerja, aliran klasik yang menganggap manusia sebagai mesin akan tercipta yang mana dalam mesin mengandung beberapa spare part dengan spesifikasi yang berbeda-beda dalam kinerja.

Birokrasi dengan alur kekuasaan yang terpusat

Organisasi akan menjadi paling efektif dengan manajemen pusat yang terkontrol terhadap proses pengambilan keputusan serta kegiatan pekerja.

Sistem tertutup

Birokrasi memiliki sistem tertutup dan seharusnya memang menutup diri dari lingkungan. Tujuannya agar tidak mengganggu kinerja organisasi.

Peraturan adalah hal penting dalam birokrasi

Segala hal di organisasi harus memiliki peraturan tertulis supaya segala hal berjalan dengan formal dan teratur.

Functioning or authority (fungsi kekuasaan)

Dalam hal ini terbagi menjadi tiga yaitu:

1. Traditionally authority adalah kekuasaan yang berasal dari kepercayaan tradisional. Contohnya adalah Ratu Elizabeth sebagai ratu Inggris dan ini merupakan kepercayaan lama.

2. Charismatic Authority yaitu kekuasaan yang berdasarkan kemampuan seseorang untuk menarik hati dan berinteraksi dengan orang lain. Tipe kekuasaan ini sangat tidak stabil.

3. Rational – legal authority merupakan kekuasaan yang diperoleh atas kemampuan individu. Ini merupakan dasar dari functioning of authority.

Kelebihan Sistem Birokrasi Max Weber

Apa saja yang menjadi kelebihan dari prinsip birokrasi Weber? Antara lain adalah adanya prosedur untuk mengatur organisasi dan pentingnya peraturan serta norma.

Beliau percaya jika peraturan harus ada secara rasional dan seharusnya memang ada untuk segala hal yang berlaku di dalam organisasi. tentu saja peraturan tersebut haruslah tertulis.

Dalam teori Weber, sebuah birokrasi memiliki spesialisasi pekerjaan dan deskripsi kerja. Dengan pembagian tugas yang spesifik maka pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan cepat.

Oleh sebab itu tidak ada benturan kepentingan karena tumpang tindih pekerjaan.

Prinsip Weber pun menekankan pada hierarki otoritas yang formal. Dengan demikian akan terjadi pemudahan pengkoordinasian. Para pekerja akan mengetahui posisi mereka dan akan mengikuti perintah.

Kelebihan lainnya adalah mampu menukar personil yang bertanggung jawab. Inilah pentingnya tugas organisasi yang relatif dan apabila hendak membandingkannya dengan anggota organisasi tertentu pun akan menjadi mudah.

Selanjutnya, profesionalisme dan impersonality dalam hubungan antar personal di dalam sebuah organisasi akan mengarahkan individu ke arah tugas organisasi.

Anggota organisasi tentu harus berkonsentrasi pada tujuan organisasi. Prioritas yang tinggi dari tugas-tugas organisasi menjadi penting.

Setiap uraian tugas akan diberikan kepada seluruh anggota organisasi. Hal ini adalah garis besar terkait tugas formal hingga tanggung jawab kerja.

Para pekerja wajib memiliki pemahaman mengenai keinginan perusahaan dari kinerja yang mereka kerjakan. Bahkan rasionalitas dan prediksi dalam mencapai tujuan organisasi akan meningkatkan stabilitas organisasi.

Organisasi menurut Weber harus dijalankan sesuai kaidah untuk pemangkasan logis dan hal itu mampu untuk diprediksikan.

Menurut Weber, birokrasi adalah sistem kekuasaan.

Pemimpin harus mempraktekkan kontrol atas bawahan dan menekankan aspek disiplin.

Oleh sebab itu beliau memasukkan birokrasi ke dalam sistem legal rasional. Legal karena tunduk pada aturan-aturan yang tertulis dan dapat dilihat siapapun.

Rasional artinya adalah dapat dipahami serta jelas sebab dan akibatnya. Jika tidak ada kontrol di dalamnya maka akan terjadi kekuasaan absolut.

Organisasi pun tidak akan berjalan secara rasional lagi. Oleh sebab itu penting adanya pembatasan pada setiap kekuasaan.

Hal-hal yang perlu dibatasi adalah kolegialitas. Yaitu keterlibatan orang lain dalam pengambilan keputusan. Namun di sisi lain, prinsip ini dapat diterapkan untuk mencegah korupsi kekuasaan.

Tidak hanya hal-hal itu, Weber juga menerapkan pemisahan kekuasaan. Namun hal ini tidak akan stabil kecuali adanya pembatasan akumulasi kekuasaan.

Pemerintah juga membutuhkan administrasi amatir jika mereka tidak mampu membayar orang-orang yang dapat mengerjakan tugas birokrasi.

Ketika suatu organisasi memiliki dasar-dasar prinsip, maka organisasi tersebut dapat mengatasi ketidakefisienan dan ketidakpraktisan yang ada.

Birokrasi adalah bentuk paling efisien dalam sebuah organisasi. ini merupakan alat yang paling efisien dari kegiatan administratif yang memiliki skala besar.

Organisatoris lain baca ini: Teori Birokrasi dan Birokrat: Jenis, Budaya di Indonesia

Jenis-Jenis Birokrasi Negara

prinsip birokrasi
birokrasi (kemenkopmk.com)

Birokrasi dalam setiap negara berbeda-beda. Sebagai contoh, di Amerika Serikat terdapat empat jenis birokrasi:

Di Amerika Serikat, terdapat 4 jenis birokrasi yaitu:

1. The Cabinet Departments yaitu departemen-departemen di dalam kabinet

2. Federal Agencies atau agen-agen federal

3. Federal Corporation yaitu perusahaan-perusahaan federal milik federal, dan

4. Independent Regulatory Agencies atau agen-agen pengaturan independen

Di dalam sebuah kabinet, departemen-departemen terdiri dari beberapa lembaga birokrasi. Mereka berbeda sesuai tugasnya.

Antara lain departemen pendidikan, departemen tenaga kerja, hingga departemen pertahanan. Masing-masing mereka memiliki tugas utama untuk melaksanakan kebijaksanaan umum.

Hal itu tentunya telah digariskan oleh lembaga eksekutif maupun lembaga Yudikatif.

Contohnya di Indonesia, agen-agen federal antara lain Batan (Badan Tenaga Atom Nasional), Antariksa Nasional, dan Lembaga Penerbangan.

Korporasi-korporasi federal di Indonesia adalah birokrasi yang dapat memadukan posisinya sebagai agen pemerintah sekaligus sebagai lembaga bisnis.

Contohnya adalah BUMN (Badan Usaha Milik negara). Negara memang terkadang adalah pihak yang menentukan pengangkatan jabatan dan para pejabatnya.

Organisatoris lain baca ini: Teori Kontingensi dalam Organisasi: Pengertian, 4 Aliran

Namun dalam kasus ini, ia adalah lembaga bisnis yang mempunyai pengaruh untuk memutuskan apakah akana da pengembangan organisasi atau justru pemangkasan termasuk juga jenis modalnya.

Contoh perusahaan jawatan milik negara adalah Garuda Indonesia, Bank Mandiri, Hingga PJKA.

Selain itu, ada pula agen-agen pengaturan independen yang merupakan jenis birokrasi yang terakhir. Ia terbentuk dari kebutuhan untuk menyelenggarakan regulasi ekonomi akan dunia bisnis. Pelaksanaannya berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Di Indonesia, saat ini ada Badan Penyehatan Perbabnkan Nasional (BPPN). Fungsinya untuk restrukturisasi kalangan bisnis di Indonesia yang di masa lalu banyak merugikan keuangan negara.

Kesejahteraan masyarakat karena kredit-kredit macet mereka menjadi terancam. Ada pula organisasi lain seperti KPK, KPU, dan KPPU yang menaungi birokrasi Indonesia terhadap hal-hal tertentu.