RISIKO HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL (D.0102)

A. DEFINISI

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Berisiko mengalami evaluasi atau perasaan negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan klien sebagai respons terhadap situasi saat ini.

NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Rentan terhadap pengembangan persepsi negatif tentang harga diri sebagai respons terhadap situasi saat ini, yang dapat mengganggu kesehatan.

Bacaan Lainnya

Gail W. Stuart Suatu kerentanan individu dalam mengalami gangguan penilaian diri terhadap keberhargaan, diri sendiri, kapabilitas, atau keberhasilan yang terjadi secara spesifik karena adanya ancaman terhadap integritas fisik atau kegagalan dalam menjalankan peran.

Mary C. Townsend Ketidakmampuan yang mungkin terjadi pada individu untuk mempertahankan evaluasi diri yang positif sebagai akibat dari stresor yang tiba-tiba, seperti kehilangan, perubahan status kesehatan, atau kegagalan fungsional yang bersifat sementara.

Lynda Juall Carpenito Kondisi di mana individu berisiko mengalami transisi dari kondisi harga diri yang adaptif menjadi maladaptif, yang dipicu oleh peristiwa eksternal yang spesifik dan menuntut upaya penyesuaian kognitif serta emosional yang tinggi.

B. DEFINISI ILMIAH

Risiko harga diri rendah situasional merupakan kondisi kerentanan psikologis di mana individu berisiko mengalami evaluasi diri negatif atau perasaan tidak adekuat terhadap diri sendiri maupun kemampuannya sebagai respons terhadap situasi atau peristiwa spesifik saat ini. Secara psikologis, hal ini melibatkan fluktuasi dalam komponen harga diri (self-esteem) yang bersifat sementara namun dapat berdampak signifikan pada integritas ego jika tidak dilakukan intervensi dini.

C. FAKTOR RISIKO (ETIOLOGI)

Kondisi ini dipicu oleh berbagai stresor situasional yang mengancam konsep diri. Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan tinjauan literatur keperawatan jiwa, faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

Perubahan Fisik dan Fungsi Penyakit fisik akut atau kronis, gangguan gambaran diri, atau penurunan fungsi tubuh secara tiba-tiba.

Stresor Sosial dan Peran Gangguan peran sosial, transisi perkembangan, kegagalan dalam mencapai target, atau adanya harapan yang tidak realistis dari lingkungan maupun diri sendiri.

Riwayat dan Lingkungan Perasaan tidak berdaya, kurangnya kontrol terhadap lingkungan, riwayat pengabaian, penolakan, atau trauma akibat penganiayaan baik secara fisik, psikis, maupun seksual.

Aspek Kognitif Kurangnya pemahaman atau distorsi kognitif terhadap situasi yang sedang dihadapi sehingga individu gagal memaknai peristiwa secara objektif.

D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Tujuan utama intervensi adalah mencapai Harga Diri Meningkat (L.09069) dengan kriteria hasil sebagai berikut:

Peningkatan Aspek Positif Penilaian diri positif, perasaan memiliki kelebihan, dan minat mencoba hal baru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Perbaikan Afektif Penurunan frekuensi perasaan malu, rasa bersalah, dan perasaan tidak mampu dalam menghadapi tantangan harian.

Perbaikan Psikomotor Postur tubuh yang tegak dan kontak mata yang adekuat saat berkomunikasi menunjukkan kembalinya kepercayaan diri individu.

E. INTERVENSI KEPERAWATAN

Strategi penanganan difokuskan pada penguatan mekanisme koping dan restrukturisasi kognitif melalui pendekatan berikut:

Promosi Harga Diri (I.09308)

Observasi: Identifikasi pengaruh budaya, usia, dan gender terhadap persepsi diri serta monitor pernyataan yang merendahkan diri sendiri secara berkala.

Terapeutik: Motivasi individu untuk terlibat dalam afirmasi positif dan menetapkan tujuan yang realistis melalui metode SMART goals serta fasilitasi lingkungan yang mendukung penerimaan diri.

Edukasi: Latih cara berpikir positif dan teknik menghadapi kritik atau perundungan (bullying) untuk memperkuat pertahanan ego.

Dukungan Penampilan Peran (I.13478)

Membantu individu mengidentifikasi peran baru atau perubahan peran akibat kondisi sakit, serta memfasilitasi adaptasi terhadap transisi tersebut melalui diskusi mendalam dan teknik bermain peran (role play).

Promosi Kesadaran Diri (I.09311)

Mendorong eksplorasi pikiran dan perasaan untuk memahami motivasi di balik setiap perilaku serta membantu mengurangi penggunaan mekanisme pertahanan diri yang tidak sehat seperti penyangkalan (denial) terhadap realitas situasi.

F. KONDISI KLINIS TERKAIT

  1. Cedera traumatis
  2. Pembedahan
  3. Kehamilan
  4. Kondisi baru terdiagnosis (mis. diabetes melitus)
  5. Stroke
  6. Penyalahgunaan zat
  7. Demensia

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR). Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing.

Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Wolters Kluwer.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2018–2020. Oxford: Wiley-Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Stuart, G. W. (2014). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Louis, Missouri: Elsevier Health Sciences.

Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2017). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *