Siapa Pendiri PSHT | Definisi dan 6 Fungsi

Siapa Pendiri PSHT
Sumber: Detikcom

Dari sekian banyak mengenai organisasi siapa pendiri PSHT dengan segala kontroversi hari ini, sebenarnya bagaimana tentang diri mereka, dan kenapa bisa eksis hingga sekarang? ~ Struktur organisasi

Siapa pendiri PSHT mungkin jadi pertanyaan pertama saat kamu mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate. Wajar saja, karena organisasi ini punya sejarah panjang dan filosofi yang dalam. 

Bacaan Lainnya

PSHT bukan sekadar perguruan silat, tapi juga wadah pembentukan karakter dan persaudaraan. Memahami siapa sosok di balik berdirinya PSHT akan bantu kamu menghargai setiap nilai yang diajarkan.

Banyak orang mengenal PSHT hanya dari gerakannya. Tapi sejarahnya jauh lebih bermakna dari itu.

Ada perjuangan, tekad, dan cita-cita luhur yang mendasari setiap ajaran. Melalui artikel ini, kamu akan mengenal lebih dekat tokoh penting di balik berdirinya PSHT.

Asal Usul PSHT

Kalau kamu baru mengenal PSHT, pasti muncul pertanyaan tentang asal usulnya. Organisasi ini bukan hanya tempat belajar bela diri, tapi juga membentuk karakter dan rasa persaudaraan. 

Untuk lebih memahami nilainya, kamu perlu tahu bagaimana awal mula PSHT berdiri dan berkembang. Mari kita telusuri sejarahnya bersama.

1. Berawal dari Sedulur Tunggal Kecer

Sebelum bernama PSHT, organisasi ini bernama Sedulur Tunggal Kecer. Pendiri organisasi ini ialah Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo pada tahun 1903 di Jombang, Jawa Timur. 

Beliau adalah putra dari seorang mantri cacar dan masih keturunan Betoro Katong, pendiri Ponorogo. Siapa pendiri dari organisasi PSHT? Sosok inilah yang menjadi awal mula perjalanan panjangnya.

2. Belajar Silat dari Daerah ke Daerah

Ki Ageng punya semangat tinggi belajar silat ke berbagai tempat. Ia mengunjungi Parahiyangan, Jakarta, Lampung, Padang, hingga Aceh.

Semua itu ia lakukan untuk memperluas wawasan dan teknik bela diri. Tahun 1902, ia kembali ke Surabaya membawa bekal ilmu yang luar biasa.

3. Mendirikan Aliran Joyo Gendelo Tjipto Muljo

Setelah kembali ke Jawa Timur, ia membentuk aliran sendiri. Ia menamai pencak silat yang ia ajarkan sebagai Joyo Gendelo Tjipto Muljo.

Ajaran ini tak hanya berisi jurus, tapi juga nilai hidup. Pada tahun inilah benih-benih ajaran PSHT mulai ditanamkan.

4. Berganti Nama Menjadi Persaudaraan Setia Hati

Tahun 1907, perkumpulan berubah nama menjadi Persaudaraan Setia Hati atau PSH. Tempatnya berada di Desa Winongo, Madiun, Jawa Timur.

Ia menambahkan kata “persaudaraan” untuk memperkuat rasa kebersamaan antar anggota. Nilai ini menjadi ciri khas yang sampai sekarang masih terjaga.

5. Ki Hadjar Hardjo Oetomo Pimpin PSH

Tahun 1922, tongkat kepemimpinan dipegang oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Beliau adalah tokoh pergerakan nasional yang juga ahli pencak silat. Dalam kepemimpinannya, PSH mulai terkenal sebagai wadah perjuangan.

Bahkan Belanda sempat menganggap PSH sebagai organisasi yang membahayakan.

6. PSH Jadi Target Penindasan Belanda

Belanda menganggap PSH sebagai pusat latihan untuk melawan penjajah. Karena itu, Ki Hadjar ditangkap dan dibuang ke beberapa wilayah.

Meski begitu, semangat organisasi tetap menyala di kalangan pemuda. Siapa pendiri organisasi silat PSHT tetap terkenang karena nilai-nilai warisannya.

Organisatoris lain juga baca ini: 11 Posisi Jabatan Tertinggi di Perusahaan Apa Saja

7. Usulan Nama Baru dari Seorang Murid

Tahun 1942, muncul usulan mengganti nama PSH menjadi PSHT. Usulan itu datang dari RM. Soetomo Mangkoedjojo, murid Ki Hadjar yang juga seorang pegawai bank.

Usulan ini baru disepakati pada Kongres PSH tahun 1948. Sejak saat itulah nama Persaudaraan Setia Hati Terate resmi terpakai.

8. PSHT Makin Terstruktur dan Terorganisir

Setelah berganti nama, PSHT makin berkembang sebagai organisasi besar. Dipimpin oleh RM. Soetomo Mangkoedjojo, lalu Irsad, Santoso, hingga RM. Imam Koesoepangat.

Masing-masing membawa pembaruan dalam ajaran dan struktur organisasi. Perubahan ini membuat PSHT lebih kokoh secara nasional.

9. Masa Keemasan di Era Tarmadji Budi Harsono

Tahun 1981, kepemimpinan beralih ke Tarmadji Budi Harsono. Pada masa inilah PSHT berkembang secara masif dan menyebar ke seluruh dunia.

Anggotanya mencapai belasan juta orang dari berbagai latar belakang. Bahkan yayasan dan padepokan besar berhasil ia bangun untuk memperkuat identitas PSHT.

10. Nilai Luhur Tetap Dijaga hingga Sekarang

Meski zaman terus berubah, nilai PSHT tetap terjaga. Ajaran pendirinya tetap berlanjut secara turun-temurun di seluruh cabang.

PSHT tidak hanya membentuk fisik, tapi juga memperkuat moral dan kebijaksanaan. Siapa pendiri organisasi PSHT tidak boleh kita lupakan karena dari beliaulah semua ini bermula.

Jika kamu tertarik untuk memperdalam nilai-nilai PSHT, memahami sejarah adalah langkah awal yang penting.

Lewat kisah perjuangan dan pengorbanan para pendahulu, kamu bisa belajar tentang makna persaudaraan sejati. 

Struktur Organisasi PSHT

Organisasi PSHT
Sumber: Pexels

Kalau kamu ingin paham PSHT lebih dalam, kamu wajib tahu strukturnya. Organisasi ini tidak berdiri tanpa sistem.

Semua sudah tertata rapi dan jelas pembagiannya. Dengan begitu, tujuan utama PSHT bisa tercapai secara maksimal.

1. Majelis Luhur

Majelis Luhur adalah bagian tertinggi dalam struktur organisasi PSHT. Tugas utamanya adalah menjaga kemurnian ajaran dan nilai-nilai luhur. Siapa saja anggotanya? 

Majelis ini terdiri dari ketua, sekretaris, dan beberapa anggota terpilih. Biasanya, mereka adalah tokoh senior yang punya pengalaman panjang dalam PSHT.

Majelis ini juga sering menjadi tempat rujukan dalam mengambil keputusan besar.

Jadi, kalau ada hal prinsipil yang menyangkut arah organisasi, semua akan berdiskusi di sini. Di sinilah semangat dan filosofi PSHT dijaga tetap utuh.

2. Majelis Ajar

Kalau kamu pernah ikut latihan, pasti tahu ada guru atau pelatih. Nah, di tingkat pusat, ada yang namanya Majelis Ajar.

Tugasnya adalah menjaga sistem pengajaran dan kurikulum pencak silat PSHT. Majelis Ajar terdiri dari ketua dan anggota yang ahli dalam bidang pengajaran.

Organisatoris lain juga baca ini: Materi Retorika dan Keprotokoleran HMI | 3 Bagian

Mereka bertugas memastikan materi ajar tetap sesuai dengan nilai dasar.

Termasuk menyusun pedoman latihan, ujian, hingga pembinaan teknik. Dari sinilah semangat ajaran dari siapa pendiri pertama PSHT terus menurun ke generasi baru.

3. Pengurus Pusat

Pengurus Pusat adalah otak penggerak kegiatan harian PSHT secara nasional.

Mereka bertanggung jawab atas program, administrasi, serta hubungan luar organisasi. Pengurus Pusat punya beberapa bagian penting yang bekerja sesuai bidang masing-masing:

  • Ketua Umum: Pemimpin tertinggi dalam operasional harian PSHT. Bertugas mengoordinasi semua kegiatan pusat.
  • Biro Umum: Mengatur urusan administratif dan dokumen organisasi.
  • Biro Humas: Mengelola komunikasi dan hubungan publik. Termasuk publikasi informasi kepada anggota.
  • Biro Hukum: Bertugas menyusun dan menjaga legalitas organisasi.
  • Departemen Teknik Pencak Silat Tradisi: Mengembangkan dan menjaga keaslian teknik tradisional PSHT.
  • Departemen Teknik Pencak Silat Prestasi: Fokus membina atlet dan mengelola kejuaraan silat.
  • Departemen Pengembangan Kerja Sama: Menjalin relasi dengan pihak luar, termasuk lembaga dan pemerintah.

Dengan struktur ini, PSHT bisa terus berkembang. Semua berjalan dengan arah yang jelas dan tujuan yang sama.

Nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh siapa yang menjadi pendiri PSHT tetap dijaga dan diteruskan.

Tugas dan Fungsi PSHT

Siapa Pendiri PSHT
Sumber: Pexels

Kalau kamu mengenal PSHT hanya dari jurus dan sabuk, itu belum cukup. PSHT bukan hanya soal teknik bela diri, tapi juga punya peran besar dalam membentuk karakter. 

Lewat struktur dan sistem yang kuat, PSHT menjalankan berbagai tugas penting. Berikut ini adalah enam tugas dan fungsi utama PSHT yang wajib kamu tahu.

1. Membina Mental dan Karakter Anggota

Tugas utama PSHT bukan hanya melatih fisik, tapi juga membentuk kepribadian.

PSHT mengajarkan anggotanya untuk bersikap jujur, sabar, dan bertanggung jawab. Dalam setiap latihan, kamu akan mendapat pemahaman tentang nilai moral.

Inilah yang membedakan PSHT dari sekadar perguruan silat biasa.

Dengan dasar ini, setiap anggota PSHT akan jadi pribadi yang tangguh dan bermartabat.

Mereka menjalani latihan pengendalian diri, bukan menyalahgunakan kekuatan. Itulah semangat yang menjadi warisan siapa pendiri PSHT kepada generasi penerus.

2. Menjaga dan Mengembangkan Pencak Silat Tradisional

Fungsi penting lain dari PSHT adalah melestarikan budaya bangsa. Pencak silat tradisional jadi warisan yang harus kita jaga bersama.

Melalui latihan rutin dan ujian kenaikan tingkat, teknik-teknik lama tetap ada secara konsisten. Tradisi ini tidak boleh punah, apalagi tergantikan oleh tren asing.

Selain mengajarkan teknik, PSHT juga menjaga filosofi di balik gerakan silat.

Kamu akan belajar tentang makna dan sejarah di setiap jurus. Dengan begitu, kamu nggak cuma jadi petarung, tapi juga pelestari budaya.

3. Mempersatukan Anggota Melalui Rasa Persaudaraan

PSHT menanamkan nilai persaudaraan tanpa membeda-bedakan latar belakang. Baik kamu dari desa, kota, atau luar negeri, semuanya sama.

Latihan bersama membuat kamu saling mengenal dan saling menghargai. Rasa persatuan ini tumbuh dari kebersamaan dan tujuan yang sama.

PSHT punya semboyan “Setia Hati”, yang artinya hati yang jujur dan setia. Dalam praktiknya, kamu diajarkan untuk saling mendukung sesama anggota. Inilah alasan PSHT bisa terus besar hingga sekarang.

4. Menjadi Wadah Pembinaan Prestasi

Selain mengembangkan silat tradisional, PSHT juga fokus pada prestasi. Banyak atlet nasional berasal dari organisasi ini.

Mereka dilatih secara sistematis untuk bersaing di ajang kejuaraan. Mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

PSHT menyediakan pelatih khusus untuk bidang prestasi. Kamu yang punya minat bertanding bisa diarahkan sesuai bakatmu. Fungsi ini membantu PSHT ikut berkontribusi bagi dunia olahraga Indonesia.

5. Menyebarkan Nilai Kejujuran dan Kebaikan

Ajaran PSHT menekankan pentingnya berbuat baik dalam kehidupan. Dalam setiap pertemuan, nilai kejujuran selalu ditekankan. Kamu akan dibiasakan berkata benar, bersikap adil, dan tidak sombong. Semua ini adalah bekal penting dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai ini diajarkan oleh para pelatih sejak awal latihan. Semangatnya masih sesuai dengan ajaran dari siapa yang menjadi pendiri PSHT yang menjunjung tinggi moralitas.

Jadi, PSHT bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang akhlak.

Organisatoris lain juga baca ini: Ciri Organisasi Modern Adalah| 4 Bentuk

6. Menjadi Sarana Pembangunan Sosial dan Kebangsaan

PSHT tidak berdiri sendiri, tapi aktif dalam kegiatan masyarakat.

Organisasi ini sering mengadakan kerja bakti, donor darah, hingga pelatihan kepemudaan.

Tujuannya untuk membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab.

Lewat kegiatan sosial, PSHT ikut membangun bangsa dari akar rumput. Kamu pun bisa berkontribusi langsung dalam kegiatan nyata.

Dengan ini, peran PSHT dalam pembangunan karakter bangsa makin terlihat jelas.

Pendiri PSHT kini sudah kamu ketahui dengan lebih utuh. Tak hanya namanya, tapi juga peran dan warisan ajarannya.

Sosok ini bukan hanya pendiri, tapi juga pembentuk nilai-nilai luhur yang masih bertahan hingga sekarang.

Kamu jadi lebih paham bahwa PSHT tumbuh dari semangat kebaikan dan pembinaan karakter.

Sebagai anggota atau simpatisan, kamu tentu punya tanggung jawab menjaga warisan itu.

Terus amalkan ajarannya dalam hidup sehari-hari. Jadilah bagian dari generasi yang tetap setia pada nilai-nilai luhur.

Dan saat ada yang bertanya siapa pendiri PSHT, kamu bisa menjawabnya dengan yakin dan penuh rasa hormat.

Sumber:

  1. CNN Indonesia
  2. UKM UGM
  3. PSHT.or.id
  4. Liputan 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *