zaman batu
peninggalan zaman batu (insanpelajar.com)

Zaman Batu (Mesolitikum): Pembagian 2 Bagian Besar

Diposting pada

Zaman batu hadir pada masa nenek moyang atau dikenal sebagai manusia purba. Tidak sedikit ahli sejarah yang mengusik sejarah mengenai jaman ini. Satu yang paling terkenal adalah Zaman Mesolitikum.

Tika, Konsep Organisasi – organisasi.co.id

Ada empat zaman yang terkenal di masa lalu yaitu Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum, dan Neolitikum. Dari uraian tersebut, jelas nampak bahwa Mesolitikum adalah jaman batu tengah atau madya.

Dari masa ke masa, perbedaan jaman ini memberikan dampak pada kebudayaan dan peninggalan-peninggalan lainnya. Oleh sebab itu, para ahli sejarah mampu mengkategorikan masing-masing jaman melalui fosil yang ada.

Setiap masa memiliki ciri khas masing-masing. Tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk berbudaya dan menambah akal pikiran dari masa ke masa.


Pengertian Zaman Mesolitikum

Berasal dari bahasa Yunani, Mesos artinya tengah dan Lithos artinya batu. Zaman ini terjadi kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu pada masa Holosen.

Jika membandingkannya dengan zaman Paleolitikum, pada masa ini perkembangan budaya sudah jauh lebih maju. Faktor penyebabnya adalah kondisi alam yang stabil dan tenang serta spesies manusia yang pola pikirnya lebih cerdas.

Di zaman Mesolitikum,Homo Sapiens muncul dan mengambil alih tatanan masyarakat. Hal ini tercantum dalam buku The Dawn of Europe karya V Gordon Childe di tahun 1947.


Ciri-Ciri Zaman Batu

zaman batu
zaman batu (katamasa.com)

Pada masa ini manusia berburu dan meramu makanan. Mereka mengenal cocok tanam sederhana dan pada akhir masa batu, barulah mereka memproduksi makanan dengan mengubah bentuk awalnya.

Kehidupan msyarakatnya berpindah-pindah namun menyukai letak pemukiman di pinggir pantai, Alasannya karena dekat dengan sumber makanan mereka.

Sampah dapur yang bernama Kjokkenmoddinger merupakan jejak kebudayaan mereka yang khas. Terdapat pula manusia-manusia pendukung seperti dari suku Semang, Suku Atca, Suku Irian, Suku Sakai, dan Suku Aborigin.

Sebagai era peralihan antara jaman batu tua ke batu muda, maka ciri-ciri yang menonjol dari zaman mesolitikum adalah:

  • Masyarakat mengenal cocok tanam sederhana selain berburu sebagai sarana mencari makanan.
  • Metode mengumpulkan makanan masih menjadi ciri khas dari zaman ini.
  • Manusia mulai membuat kerajinan gerabah dengan menggunakan tangan mereka.
  • Manusia purba mulai mencoba hidup menetap di beberapa lokasi seperti tepi pantai maupun goa.
  • Alat yang mereka gunakan sebagian besar adalah peralatan dengan tekstur kasar atau dari tulang.


Bentuk Keyakinan Zaman Batu Mesolitikum

zaman batu
peninggalan zaman batu (insanpelajar.com)


Kepercayaan manusia pada masa mesolitikum tidak jauh berbeda dengan masa Paleolitikum. Mereka telah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme.

Mereka juga percaya dengan roh nenek moyang serta kekuatan supranatural dari benda-benda mati.

Organisatoris lain baca ini: Zaman Prasejarah: Definisi, Ciri, Kelebihan Kekurangan

Kepercayaan mereka semakin kuat ketika mereka mulai menetap ke gua-gua di sekitar sumber air serta persisir pantai.

Animisme merupakan kepercayaan terhadap leluhur yang telah tiada sedangkan dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benada mati yang mereka anggap masih memiliki kekuatan ghaib.

Pembagian Dan Penjelasan Bagian Besar Zaman Batu

Zaman batu yang terdiri atas empat periode tersebut melahirkan perbedaan kehidupan dan kebudayaan. Mereka adalah:

Zaman Batu Mesolitikum

Penemuan fenomenal pada zaman ini adalah Kjokkenmoddinger serta abris sous roche. Kedua peninggalan tersebut membuktikan jika pola hidup masyarakat adalah semi nomaden. Mereka hidup di goa maupun tepi pantai.

Cara mereka mencari makanan adalah dengan meramu, berburu, hingga bercocok tanam. Alat-alat berburu pun terbuat dari bebatuan kasar dan tulang.

Manusia pada masa ini sudah mengenal adanya kepercayaan bahkan mereka dapat mengerti seni tulis. Masih banyak peninggalan lain yang ada termasuk penggunaan kapak dalam mencari makanan.

Zaman Paleolitikum

Zaman batu ini disebut juga zaman batu tua. Tandanya adalah kehidupannya yang nomaden dan mengumpulkan makanan dari alam sekitar. Orang-orang juga hidup berkelompok.

Dalam mencari makanan, mereka menggunakan alat-alat sederhana dan menggunakan sistem bahasa dengan isyarat sederhana.

Manusia di masa ini telah mengenal adanya kepercayaan Animisme dan Dinamisme.

Organisatoris lainnya baca ini: 

Animisme adalah mereka meyakini jika setiap benda mempunyai roh. Hal itu nampak dari tulang belulang manusia di dalam goa dan mereka memberikan sesaji akan hal itu.

Dinamisme merupakan sebuah keyakinan jika setiap benda mempunyai kekuatan ghaib. Adanya Menhir adalah bukti dari keyakinan ini. Menhir menjadi alat untuk meletakkan sesaji.


Namun pada masa ini belum ada peninggalan benda-benda untuk pemujaan dan sebagainya.

Zaman Neolitikum

Nama lainnya adalah zaman batu muda yang mana masa itu adalah masa prasejarah. Manusia mulai pandai menghaluskan batu dan menggunakan alat-alat dari batu yang sudah mereka haluskan.

Pada masa ini pula terjadi revolusi kebudayaan yang sangat besar. Mereka mulai membuat makanan sendiri dan mulai memahami sistem barter serta beternak dan bertani.

Kondisi pasar saat itu telah ada sebagai lokasi bertransaksi. Manusia mulai menjadi pribadi yang kreatif demi menukar kepemilikan mereka dengan bahan lain yang mereka perlukan.

Zaman Megalitikum

Nama lainnya adalah jaman batu besar. Nama tersebut adalah cerminan hasil peninggalan masyarakat yang kebanyakan berupa batu-batu besar.

Sarkofagus, menhir, dan masih banyak lagi lainnya merupakan hasil pada era ini. Semuanya adalah benda-benda untuk memperlancar proses pemujaan.

Bentuk Peninggalan Zaman Mesolitikum

Jejak-jejak pada masa Mesolitikum hadir dalam berbagai kebudayaan. Mereka adalah:

Kebudayaan Bascon-Hoabinh

Merupakan salah satu kebudayaan yang memiliki peran besar dalam prasejarah Indonesia. Muncul sekitar tahun 10.000 hingga 4.000 SM, kebudayaan ini berasal dari Mekong, Vietnam.

Organisatoris lain baca ini: 2 Peninggalan Utama Zaman Mesolitikum: Abris Sous Roche Dan Kjokkenmoddinger

Kemudian masuk ke Indonesia sekitar 2000 SM melalui jalur barat dan timur. Jalur barat melalui Melayu Austronesia dan mereka meninggalkan beberapa hasil budaya.

Contoh hasil budaya tersebut adalah kapak Sumatera, peralatan dari tulang, serta kapak Pendek.

Dari jalur Timur melalui Papua Melanosoid dan meninggalkan alat serpih atau Flakes.

Selanjutnya ada pula mayat yang berjongkok dan bercat merah dengan tujuan mengembalikan kehidupan mereka.

Kjokkenmoddinger

Adalah sampah dapur berupa fosil yang menggunung dengan tinggi nyaris 7 meter. Sampah tersebut berupa kulit kerang hingga tempurung siput.

Kata Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark. Kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah.

Inilah bukti jika pada masa ini manusia hidup menetap. Fosil ini terdapat di sepanjang timur Pantai Sumatera.

Ada pula kapak genggam yang berbeda dengan kapak pada masa Paleolitikum. Kapak itu bernama Pebble. Adapun peneliti dalam hal ini adalah dr. PV Van Stein Callenfels di tahun 1925.

Abris Sous Roche

Istilah ini adalah nama bagi rumah tempat tinggal manusia kala itu. Pertama kalinya ditemukan di Lawa.

Kebudayaan Toala (Zaman Batu Mesolitikum)

Kondisi saat mayat meninggal dikubur di dalam gua sampai semua tulangnya mengering. Tulang itu lalu diberikan ke pihak keluarga.

Namun pihak perempuan biasanya menggunakannya sebagai kalung. Oleh sebab itulah peninggalan-peninggalan kebudayaan ini didominasi oleh peralatan dari batu dan tulang.

Manusia pada masa ini menjaga dan melanjutkan cara bertahan hidup para leluhurnya. Peninggalan tersebut berupa kalsedon, jaspis, dan obsidian.

Tidak sedikit juga yang meninggalkan batu yang mirip dengan batu api yang berasal dari Eropa.

Kebudayaan Tulang dari Sampung

Sampung Bone Culture bertandakan adanya peralatan dari tulang belulang di daerah Sampung.

Inilah yang menutup kebudayaan yang berkembang pada jaman ini.

Semakin berkembangnya zaman, tentunya kebudayaan pun semakin maju. Adanya peninggalan kebudayaan pada masa Neolitikum terbagi menjadi Kebudayaan Kapak Persegi dan Kebudayaan Kapak Lonjong.

Von Heine Geldern adalah yang pertama kali menyebutkan nama Kapak Persegi. Berbentuk persegi panjang dan trapesium, jenis yang besar bernama beliung atau cangkul.

Kapak berukuran kecil bernama tatah atau tarah. Penyebarannya meluti wilayah Indonesia bagian barat. Contohnya adalah Jawa, Bali, dan Sumatera.

Ada pula yang bernama Kapak Bahu. Bentuknya mirip kapak persegi namun pada bagian tangkai berisi leher mirip botol persegi.

Untuk kebudayaan kapak lonjong, bentuk keseluruhan alat adalah bulat dengan ujung lancip.

Bagian tangkai adalah lancip dan bagian bulat yang umumnya diasah untuk menjadi tajam.

Kleinbell adalah kapak lonjong kecil dan yang berukuran besar adalah walzenbell. Penyebarannya di Indonesia bagian timur seperti Minahasa, Seram, dan Papua.

Lanjut pada perhiasan, tembikar, hingga pakaian, dapat ditarik kesimpulan, mereka yang hidup di masa Neolitikum telah berpakaian.

Tak hanya itu, perhiasan mereka pun berupa gelang dan kalung dari batu indah telah banyak dijumpai di Jawa.

Tembikar atau periuk belanga ada di lapisan atas bukit-bukit kerang di Sumatera dengan gambar-gambar.

Bahkan saking modern nya pada masa itu, manusia tidak lagi memakan makanan mentah. mereka belajar memproduksi makanan dan tidak sekedar mengumpulkan.


Tuliskan 4 Bentuk Budaya Zaman Mesolitikum

Terdapat empat bentuk budaya yang terkenal dan benar-benar menggambarkan jaman mesolitikum.

Kjokkenmoddinger

Inilah yang paling terkenal. Berasal dari bahasa Denmark, Kjokken artinya dapur, dan modding artinya sampah. Bentuk sampah ini adalah kulit siput dan kerang. Keduanya menggunung hingga tingginya mencapai 7 meter.

Banyak terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra.

Abris Sous Roche

Hasil budaya ini terdapat di gua-gua dan mengindikasikan jika masyarakat tinggal di gua. Pertama kali ditemukan oleh Von Stein Callenfels di Goa Lawa Ponorogo tahun 1928 hingga 1931.

Kapak Genggam

Pada tahun 1925, Von Steinn Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang. Saat itu bukit tersebut berada di sepanjang pantai timur Sumatra.

Nampaklah kapak genggam yang bentuknya berbeda dari periode Paleolitikum. Kapak tersebut bernama Pebble atay kapak Sumatra. Pebble ini terbuat dari batu kali yang pecah di sisi luarnya dan tetap kasar.

Bagian dalamnya akan dibuat menyesuaikan kebutuhan pemakai.

Kapak Pendek (Hachecourt)

Ditemukan oleh peneliti yang sama, bentuk kapak ini lebih pendek dari kapak Sumatra. Itulah sebabnya ia memiliki nama kapak pendek.

Penutup

Sangat penting untuk mempelajari sejarah. Dengan perkembangan sejarah, manusia menjadi tau dan mampu mengembangkan kebudayaan ke arah lebih baik.

Mencintai sejarah artinya membuat kita hidup lebih lama. Jadi jangan mencoba melupakan sejarah.

Semoga artikel ini memberi manfaat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *