Konsep Ilmu Linguistik
Komunikasi, dengan kajian Fonetik linguistik (Foto: Dictio.id)

Konsep Fonologi (Fonetik Fonemik) Dan Intonasi: Pengertian, Jenis Dan Contoh

Diposting pada

Fonologi merupakan konsep ilmu pengetahuan bahasa yang membahas tentang bunyi, makna dalam suprasegmental menjadi intonasi dalam komunikasi.

Komunikasi, Organisasi.co.id

Dalam ilmu bahasa dan ilmu linguistik, mengkaji secara mendalam tentang Fonologi.

Konsep Fonologi (Fonetik Dan Fonemik)

Fonologi merupakan gabungan kata, Fono dan logos. Fon atau Fono adalah bunyi, sementara logos (logic) adalah ilmu. Dengan demikian fonologi diartikan sebagai ilmu bunyi.

Dalam pembahasan awal, pengertian atau definisi Fonologi oleh beberapa ahli (pakar).

Definisi Konsep Fonologi

Kridalaksana (2012), Fonologi merupakan bidang dalam ilmu linguistik yang membahas tentang bunyi-bunyi bahasa sesuai dengan fungsinya.

Ihza (2012), Fonologi adalah bidang ilmu pengetahuan, dalam hal linguistik yang mempelajari tentang bunyi. Perubahan bunyi yang memberikan makna secara luas dalam bahasa tertentu.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Fonologi adalah ilmu tentang bunyi bahasa, mencakup sejarah dan teori perubahan bunyi (Depdikbud, 1988)

Clark dkk (1990), Fonologi merupakan bidang yang berkaitan erat dengan kajian, bagaimana cara manusia berbahasa, mendengar ujaran yang diterima. Didalamnya terdapat diksi. Bunyi bahasa asing, serta perbaikan dalam bertutur (pengucapan fon dan suku kata).

Fonologi adalah ilmu yang memperlajari tentang runtutan-runtutan bunyi, yang berasal dari penyebutan huruf atau penggabungan huruf (suku kata). Dalam satu kalimat.

Pembagian: Cabang Fonologi

Fonologi terdiri dari dua:

  1. Fonetik, dan
  2. Fonemik.

#Fonetik

Dijelaskan oleh O’Connor, 1982, Fonetik suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang mengkaji tentang bagaimana manusia menghasilkan sebuah bunyi bahasa. Mengartikan gelombang bunyi, dan didengarkan serta diberikan makna atas bunyi tersebut.

Fonetik mengkaji tentang bunyi-bunyi dari sebuah kata, tanpa melakukan pengkajian dan perbedaan makna kata yang disebutkan.

Pembagian Jenis Fonetik

Dalam pembahasan lebih lanjut, fonetik terdiri dari 3:

1) Fonetik Artikulatoris,
2) Fonetik Akustik, dan
3) Fonetik Auditori.
1) Fonetik artikulatoris

Pernah mendengar komentar aktor, yang menjadi juri buat penyanyi. Berkata begini “Perbaiki artikulasi kamu”. Atau “Itu cengkok kamu, harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan artikulasi”

Mereka menyebut kata artikulasi, sebenarnya mereka secara tidak langsung membahas tentang organisasi penyebutan kata. Yang dalam pembahasan ini disebut dengan Fonetik Artikulatorius.

Artikulatorius, atau artikulasi dalam ilmu kedokteran, merupakan suatu gerakan yang dihasilkan oleh suatu sendi.

Dalam definisi lanjut, Fonetik artikulatoris atau fonetik organis biasa juga disebut fonetik fisiologis. Fokus pada kajian tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat-alat ucap manusia.

Alat Bunyi Pada Manusia
Gambar Alat Bunyi Pada Manusia (Foto: Slideshare.info)

Pada beberapa literatur menyebutkan bahwa alat ucap, (disamping yang ada digambar diatas). Juga terdapat organ lain, yang masih berhubungan dengan proses menghasilkan bunyi.

Menurut Marsono (2006: 7) Alat ucap, terdiri dari :

  1. Paru-paru
  2. Batang tenggorokan,
  3. Pangkal tenggorokan,
  4. Pita-pita suara,
  5. Krikoid,
  6. Tiroid,
  7. Aritenoid,
  8. Dinding rongga tenggorokan.
  9. Epiglotis,
  10. Akar lidah,
  11. Pangkal lidah,
  12. Tengah lidah,
  13. Daun lidah,
  14. Ujung lidah,
  15. Anak tekak,
  16. Langit-langit lunak,
  17. Langit-langit keras,
  18. Gusi dalam,
  19. gusi belakang,
  20. ceruk gigi,
  21. lengkung kaki gigi,
  22. Gigi atas – dental,
  23. Gigi bawah – dental,
  24. Bibir atas – labial,
  25. Bibir bawah – labial.
  26. Mulut,
  27. Rongga mulut, dan
  28. Rongga hidung.
Alat Ucap Pada Konsep Linguistik Fonologi, Fonetik Artikulatorius
Alat Ucap Pada Konsep Linguistik Fonologi, Fonetik Artikulatorius

Jadi fonetik artikulatorius, adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana bunyi dihasilkan oleh alat suara.

Bunyi yang terdengar, dipengaruhi oleh tekanan udara yang dihasilkan dari paru-paru, berjalan melalui fharix/larinx.

Melewati Pita Suara (ibarat terompet), dan lidah, gigi, bibir serta gusi yang berfungsi sebagai alat tekan pada terompet. Menghasilkan bunyi.

2) Fonetik Akustik,

Jika fonetik artikulatorius, membahas bunyi sampai di bibir, maka dari bibir (mulut) merambat ke udara, kajiannya sudah berbeda.

Hal itu masuk dalam pembahasan fonetik akustik.

Fonetik akustik membahas tentang rambatan (gelombang) bunyi, dengan kecepatan dan frekuensi melalui udara. Dengan beberapa hal yang mempengaruhi: Specktrum, tekanan, intensitas, skala db (desibel), resonansi, akustik produksi bunyi.

Pernah melihat lampu di sebuah amplifier, merah kuning dan hijau? semakin tinggi suara yang ditangkap oleh mic, maka lampu yang ada diamplifier tersebut berkedip. Hijau ke kuning, dan merah.

Semakin keras semakin mendekati atau berwarna merah.


Nah yang diukur oleh alat pengeras suara tersebut, memiliki kecendrungan fonetik akustik. Meskipun antara keduanya (artikulatoris dan akustik) tidak terpisahkan.

Namun secara hukum fisika yang bisa diukur hanyal fonetik akustik.

3) Fonetik Auditori

Fonetik akustik ketika suara merambat ke udara.

Dan ketika gelombang tersebut diterima oleh daun telinga memasuki membran timpani, yang ada didalam telinga. Maka itulah Fonetik Auditori.

Otak menganalisa bunyi, menyesuaikan dengan memori yang ada didalam otak. Dan mengartikannya.

Sehingga ketika mendengar kata “Sungai” secara cepat otak mengartikan, bahwa itu adalah saluran air, yang mengalir menuju kelaut.

Fonetik auditori, mendengarkan bunyi atau suara yang merambat, kajian lanjutnya adalah mentranslate (mengartikan) bunyi.

Fungsi mengartikan (makna) bunyi merupakan fungsi neurologis (sistem saraf). Sangat erat dengan ilmu THT dalam ilmu medis.

#Fonemik

Jika fonetik, mempelajari bunyi (apapun bunyi), dan tidak menganalisa apa makna perbedaan bunyi.

Maka fonemik lebih detail menganalisa bunyi, untuk tujuan (fungsi) menganalisa perbedaan makna dari runtutan bunyi tersebut.

Contoh:

P-A-D-I

P-A-G-I

Fonetik memandang bahwa penyebutan kata PADI, dengan menggunakan lidah tengah (pada huruf D). Sementara penyebutan kata PAGI, menggunakan pangkal lidah (huruf G).

Fonemik mengalisa bahwa Padi yang dimaksud adalah jenis tumbuh-tumbuhan yang ditanam di sawah. Sementara Pagi adalah waktu ketika terbit matahari.

Mengenai kajian Fonemik akan dibahas pada artikel lain.

Adapun mengenai pembagian Fonologi, terdapat perbedaan antara Indonesia dengan Amerika.

Di Amerika Fonologi adalah Fonetik, atau Fonetik adalah Fonologi. Sementara Fonemik merupakan bagian dari Fonologi.

Sementara di Indonesia, Konsep Fonologi itu terdiri dari 2: Yakni Fonetik dan Fonemik.

Konsep Intonasi

Dikutip dari Britannica.com

Intonation, in phonetics, the melodic pattern of an utterance. Intonation is primarily a matter of variation in the pitch level of the voice (see also tone). But in such languages as English, stress and rhythm are also involved. Intonation conveys differences of expressive meaning (e.g., surprise, anger, wariness).

Intonasi, merupakan kajian dalam fonetik, nada dari ucapan. Intonasi pada hakikatnya adalah masalah variasi yang berbentuk tingkat nada suara, Dimana dipengaruhi oleh: penjiwaan (emosi) dan ritme. Intonasi merupakan keterwakilan secara ekspresif.

Pengertian Intonasi

Terdapat beberapa pakar yang menjelaskan tentang pengertian intonasi, diantaranya:

Halim (1984:1), Intonasi merupakan pilar utama dalam wacana verbal (lisan). Dan ikut pula dalam membangun kohesi wacana dalam komunikasi verbal (lisan).

Amran Halim (1984:88), Intonasi merupakan sebuah partikel sebagai pola tinggi nada dan gelombang, atau menjadi sebuah gerak tinggi nada.

Gorys Keraf (1991), Intonasi merupakan sebuah kerja sama antara nada, durasi (waktu), tekanan. Dan perhentian (jeda) yang menyertai suatu tutur, dari awal hingga perhentian yang terakhir.

Dari pengertian diatas, bahwa Intonasi adalah tinggi rendahnya nada suara yang dihasilkan secara Fonetik. Yang dipengaruhi oleh kecepatan penyebutan bunyi.

Jeni-jenis Intonasi

Intonasi merupakan keterwakilan jiwa dengan ritme tertentu dalam penyampaian makna kata secara fonemik.

Dalam pembagiannya, Intonasi (tekanan suata) terdiri dari 3 jenis, yakni:

  1. Penekanan dinamik,
  2. Penekanan nada, dan
  3. Penekanan tempo

Penekanan Dinamik

Keras atau Lembut. Penekanan Dinamik adalah keras atau lembutnya pengucapan sebuah kata. Dan hal ini berhubungan dengan artikulasi fonetik dari alat bunyi. Yang disebutkan diatas.

Contoh Penekanan Dinamik, kata yang di bold ucapkan dengan keras.

Saya menulis artikel tidak copy paste (Saya: Bukan orang lain)

Saya menulis artikel tidak copy paste (Menulis Artikel: tekun dan teliti)

Saya menulis artikel tidak copy paste (Tidak Copy Paste: orisinil dalam karya)

Penekanan bunyi pada kata, menggambarkan makna kata yang disebutkan. Agar tidak menciptakan perbedaan makna dalam penyebutannya.

Penekanan Nada

Penekanan nada, adalah pengucapan satu kata atau suku kata dengan tekanan yang berbeda.

Penekanan Tempo

Tempo atau kecepatan, dalam mengucapkan suatu kata atau kalimat. Penyebutan kata dengan cepat berbeda dengan penyebutan kata yang diperlambat.

Ketiga jenis Intonasi yang disebutkan diatas, kesemuanya dipakai saat berkomunikasi dengan orang lain.

Demikian artikel tentang fonologi, yang membahas tentang kajian pengetahuan Fonetik dan Fonemik. Sementara Intonasi merupakan salah satu bagian dari ilmu linguistik dan bagian dari ilmu fonologi.

Organisasi: Konsep Organisasi, 12 Perbedaan Organisasi Tradisional Dan Modern

Sumber Kajian:
Chaer, Abdul.2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Marsono. 1989. Fonetik. Djogyakarta: Universitas Gagjah Mada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *