Kata Pembuka Sidang

Kata Pembuka Saat Memimpin Sidang, 8 Variasi

Saat memimpin sidang, maka pilihan kalimat awal yang tepat dengan kata pembuka menarik, menjadi salah satu hal penting. Untuk menarik perhatian peserta sidang.

Komunikasi, Organisasi.co.id

Oleh karena Komunikasi merupakan kebutuhan dalam sebuah lembaga atau instansi untuk menyampaikan dan atau menyimpan pesan kepada orang lain serta lingkungan.

Komunikasi organisasi termasuk proses persidangan merupakan sebuah prose pengiriman pesan organisasi dalam kelompok baik formal maupun informal (Wiryanto, 2005).

Sebagaimana dalam pembahasan dalam artikel sebelumnya, tentang Komunikasi Organisasi. Bahwa organisasi membutuhkan komunikasi secara internal maupun eksternal.

Kemampuan komunikasi seorang pimpinan sidang sangat mempengaruhi proses pengiriman pesan dalam sebuah organisasi, dalam hal ini mengarahkan peserta untuk pencapaian tujuan.

Dalam hal sidang formal menjadi pembahasan dalam artikel ini, atau bukan rapat biasa. Adapun sidang yang pada artikel ini adalah sidang pleno/Paripurna serta sidang komisi.

Pemilihan Kata Pembuka Saat Memimpin Sidang

Gaya memimpin sidang, terdiri dari: The Controlling style, The Equalitarian Style, The Structuring style, The Dynamic style, The Relinguishing style, dan The Withdrawal style, silahkan baca pada model komunikasi.

Dalam hal memimpin sidang, maka:

  1. Asertif: The Equalitarian Style
  2. Demokratis: The Structuring style, Dynamic style, Relinguishing Style
  3. Agresif: The Controlling style, The Withdrawal Style

Seorang pemimpin sidang, tidak hanya memiliki sikap lembut, namun hal tertentu harus mampu memperlihatkan sikap tegas utnuk mengendalikan proses persidangan.

Seorang pimpinan saat selesai membuka persidangan, Palu Sidang: Sejarah, 3 Aturan Ketukan Dan Tata Cara. Maka selanjutnya seorang pengendali sidang dengan posisi sebagai Steering Committee atau pemimpin rapat menjalankan tugasnya.

Adapun Kata-kata pembukaan setelah membuka pleno maupun komisi adalah sebagai berikut (silahkan pilih sesuai dengan kebutuhan).

Kata Pembuka Setelah Pembukaan

  1. Para hadirin yang kami muliakan, menjadi sebuah kehormatan dalam persidangan ini, karena bapak ibu (atau saudara-saudara), hadir pada pertemuan ini. Pada siang/pagi/malam ini, kita akan bersama-sama membahas materi dalam sidang paripurna/komisi.
  2. Bapak Ibu (atau saudara-saudari), tahukah kita semua, bahwa kebesaran lembaga ini tertunjang oleh aktifitas bapak ibu, baik langsung maupun tidak langsung. Maka untuk membangkitkan semangat kebersamaan organisasi ini, maka hari ini kita melaksanakan sidang atau pertemuan .
  3. Organisasi yang saat ini sedang melakukan musyawarah pada hari ini, dengan agenda sidang Pleno/Komisi saat ini, menjadi sebuah upaya untuk menjaga kesinambungan organisasi.
  4. Bapak Ibu Yang berbahagia, sebuah program kemanusiaan untuk memanusiakan manusia. Bahkan misi syiar Agama, kesemuanya membutuhkan proses secara sistematis, dengan proses menyelesaikan misi program kerja. Oleh karenanya, hari ini kita telah berproses untuk mengembangkan organisasi kita ini.
  5. Para Peserta yang berbahagia, bilamana hari ini kita menyelenggarakan kegiatan dengan niat kita semua untuk kemaslahatan umat, maka yang kita lakukan adalah bernilai ibadah. Untuk hal tersebut, mari memurnikan niat kita semua, dengan memasuki agenda sidang Pleno/komisi (sebutkan nama sidangnya).
  6. Ketika para professor. Dikenang. Karena penemuannya, sementara seorang teknokrat akan dikenang dengan karyanya. Maka buatlah anak cucu kita bangga karena semangat solidaritas kita membangun lembaga ini. Semoga saja bisa beradaptasi pada masa yang akan datang.
  7. Banyak cara membuktikan loyalitas, dan integritas kepada bangsa, bahwa yang mengbadi pada negara bukan hanya yang berstatus pegawai negeri. Akan tetapi penggiat organisasi sepanjang, untuk kebaikan lingkungan, itu juga wujud pengabdian.
  8. Proses memerdekaan Negara ini, melalui serangkaian persidangan yang panjang. Oleh BPUPKI hingga PPKI, oleh karena itu sejarah pelaksanaan sidang pleno dan paripurna kali ini, meski tidak lagi dalam rangkaian memproklamasikan kemerdekaan melainkan mengisi kemerdekaan.

Penutup

Kelihaian seorang sterring diuji pada saat berlangsungnya sebuah persidangan. Sebab hasil akhir sebuah pertemuan adalah kesimpulan, sebagaimana tujuan dari rapat tersebut dilaksanakan.

Pemilihan kalimat yang tepat dan sesuai sangat mempengaruhi perhatian peserta. Ketertarikan peserta akan sangat mempengaruhi psikologi peserta sebuah pertemuan tersebut.

Demikian kata pembuka dalam persidangan, selanjutnya silahkan melakukan variasi sesuai dengan kebutuhan pada sidang yang akan berlangsung.

Organisasi lain:

  1. Organisasi Pemerintahan RI Dan NGO Di Indonesia
  2. Teori Organisasi Dasar, Arti, Struktur, Persidangan Dan Periode Kepengurusan
  3. Belajar Neuro Linguistik Program

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *