Struktur Tim Sukses Pilkada

Pada kontestasi Pilkada, seorang kandidat atau calon Bupati/Walikota bersama pasangannya (Wakil), Harus memiliki Struktur Tim Sukses yang kuat.

Struktur, Organisasi.co.id

Selanjutnya, Semua kandidat, Gubernur, Walikota dan Bupati (Wakil) memiliki keinginan untuk memenangkan pertarungan dalam pilkada. Namun pada kenyataanya hanya menghasilkan satu pemenang, sementara kandidat harus lebih dari satu orang.

Untuk tujuan memenangkan pertarungan tersebut, maka membutuhkan struktur yang kuat dalam tim pemenangan atau tim sukses pilkada.

Tugas Tim sukses

Dalam hal penamaan, maka tim sukses merupakan komite yang bertugas memenangkan kandidat, sehingga kekalahan seornag kandidat, maka hal itu merupakan kekalahan tim sukses ityu sendiri.

Adapun tugas tim sukses, yaitu:

  1. Kampanye (Campaign), (Kode A)
  2. Stabilitas (Stabilizer), (Kode B)
  3. Counter (Pertahanan) (Kode C), dan
  4. Attacking (Penyerangan), (Kode D)

4 bagian tersebut merupakan 4 tugas dari sebuah komite atau tim sukses yang akan menentukan menang atau kalah dalam proses pemilihan.

Dalam hal kampanye misalnya, seorang perosinil dalam tim sukses harus mampu meramu materi kampanye untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas kandidat.

Note: Popularitas (tingkat keterkenalan), Elektabilitas (Tingkat keterpilihan).

Tim Sukses juga berfungsi untuk menstabilkan kondisi ketika terjadi trouble, atau blunder saat melakukan kampanye.

Sementara itu, Counter adalah upaya bertahan dari semua serangan, baik berupa Negatif Campaign maupun Black Campaign.

Attacking adaslah upaya melakukan serangan kelemahan lawan.

Misalnya kandidat lain, merupakan mantan narapidana, maka serangan akan mengarah kepada kasusnya sebelumnya. Bertujuan menggoyahkan formasi serangan lawan. Sebab mereka sibuk melakukan recovery (stabilizer).

Organisasi lain: Desain Struktur Organisasi, Mudah Dengan 2 Cara Menggunakan Excel

Timses Calon kepala Daerah
Timses berperan dalam Pemenangan Kepala Daerah (Foto: Harian Momentum)

Struktur Dan Formasi Tim Sukses Pilkada

Dalam hal pembentukan tim sukses, maka secara selektif harus mampu mengambil anggota tim. Maka Layaknya sebuah klub sepakbola, maka pemain yang masuk dalam formasi tim, merupakan pemain terbaik, dengan kelamahan yang minim.

Sehingga anggota tim sukses merupakan representasi dari kandidat yang akan bertarung pada kontestasi tersebut.

Meskipun materi kampanye telah ada sesuai dengan visi misi kandidat, tapi kualitas tim sukses sangat memberikan pengaruh dalam formasi struktur tersebut.

Susunan Tim pemenangan, yakni:

  1. Garis Koordinasi dan
  2. Garis Komando,

#A Garis Koordinasi

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel Struktur Organisasi, Kelebihan Kekurangan, Makna Kotak dan Garis.

Maka garus koordinasi ini, berbentuk konsultasi yang tidak bersifat perintah, melainkan bersifat pertimbangan. Maka yang mengambil keputusan adalah pimpinan pada tim sukses.

Garis Koordinasi yaitu:

  1. Penasehat,
  2. Pakar dan
  3. Konsultan

#A1. Dewan Penasehat

Dewan Penasehat merupakan sekumpulan orang yang berisi dengan personil sepuh atau pensiunan dan atau para tokoh, selanjutnya mereka Bertugas memberikan nasehat bijak dalam pergerakan sebuah Tim pemenangan.

Dalam hal ini, Dewan Penasehat memiliki kewenangan memberikan nasehat kepada Kandidat maupun kepada pimpinan Tim Pemenangan.

Dalam hal posisi Dewan Penasehat biasanya berisi para ketua atau pimpinan partai pengusung, Tokoh pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan sebagainya.

#A2. Dewan Pakar

Komposisi Dewan pakar berisi, dengan jiwa yang lebih energik dengan kepakaran yang mereka miliki.

Dewan pakar lebih aktif dalam memberikan saran kepada tim pemenangan, sedikit berbeda dengan dewan Penasehat, namun lebih banyak menunggu dari tim pemenangan maupun kandidat. Dewan Pembina aktif bergerak memberikan kontribusi saran sesuai dengan kepakarannya.

#A3. Konsultan

Konsultan, merupakan orang atau person yang membangun sebuah strategi pemenangan.

Menganalisasi secara objektif dari pergerakan tim pemenangan baik lawan maupun kawan. Melakukan analisa perbandingan.

Konsultan memiliki kemampuan dan pengalaman dalam hal pemenangan Pilkada ataupun Pileg. Selanjutnya Posisinya yang objektif sebagai posisi yang memberikan saran serta menjelaskan potensi mendang atau kalah.

#B. Garis Komando

Garis komando dalam penjelasan ini adalah Komando dari Kandidat Kepada Tim Sukses, dan Komando Dari Pimpinan atau Ketua Tim kepada bawahan.

Dalam hal struktur komenadi tim pemenangan ini yakni terdiri dari:

  1. Komite Pimpinan
  2. Bagian/Divisi

Komite Pimpinan Terdiri dari:

#B1. Master Campaign

Dalam hal pemenangan, ada yang memakai Master Campaign (MC) berdiri sendiri, dibawah kandidat, namun dalam hal lain, ada yang tidak menggunakan MC sebab kewenangannya sama dengan Konsultan.

Master Campaign bermakna sumber data dan materi kampanye, yang akan menjadi isu pemenangan.

#B2. Ketua Atau Kordinator

Ketua atau koordinator merupakan penanggung jawab seluruh aktifitas pemenangan, yang bertanggung jawab langsung kepada Kandidat, jika tidak memakai Master Campign.

Namun jika tedapat Master Campign, maka Ketua Bertanggung Jawab kepada MC secara langsung.

#B3. Wakil Ketua Atau Wakil Koordinator

Pada struktur pemenangan dengan jumlah personil yang besar dengan kapasitas masing-masing, maka membutuhkan posisi wakil ketua yang bertugas melakukan penanganan tugas khusus.

Biasanya wakil ketua diberikan tugas menangani bagian-bagian atau divisi yang ada pada struktur bawah.

#B4. Sekretaris

Menjadi rahasia umum bahwa sekretaris adalah bertugas dalam urusan administrasi, maka Dalam hal pembuatan susunan mengadopsi bagan sesuai artikel Struktur Organisasi

#B5. Wakil Sekretaris

Wakil sekretaris ada jika terdapat wakil ketua, sebab dalam hal pelaksanaan kegiatan, maka wakil sekretaris memiliki fungsi mendampingi wakil ketua. Sesuai dengan bidangnya.

#B6. Bendahara

KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara), merupakan 3 serangkai dalam struktur pemenangan.

Karena Bendahara merupakan personil yang bertugas untuk mengatur pembiayaan dalam tim pemenangan.

#B7. Liaizon Officer

LO atau Liaizon Officer, merupakan penghubung antara Kandaidat/Tim pemenangan dengan lembaga lainnya, misalnya KPUD maupun Panwas atau Lembaga lainnya.

Dalam hal pembentukannya, biasanya menempatkan beberapa orang, dengan tujuan spesifik. Misalnya LO yang khusus ke KPUD dan LO khusus ke Panwas. Meskipun juga ada pula yang hanya menentukan satu orang LO.

#B8. Juru Bicara

Jubir atau juru bicara, merupakan persona yang bertugas berbicara pada publik mengenai kegiatan ataupun kegiatan-kegiatan serta program yang terencana.

#B9. Divisi Data Dan survey

Divisi ini merupakan sebuah bagian. Yang menjadi simpul data pemenangan, berisi data Jumlah relawan, mencakup: Nama, Alamat, NIK, Nomor KK, Nomor Handphone dan Nama Relawan.

Selain itu, data juga memiliki tugas melakukan survey kepada pemilih, selanjutnya melakukan analisa dan mengarsipan data, sehingga kebutuhan data kandidat, akan terjawab oleh bagian ini.

#B10 Divisi Logistik

Bagian ini khusus menangani segala bentuk logistik, berupa spanduk, poster dan lain sebagainya. Keberadaannya adalah untuk mengetahui jumlah dan persebaran logistik pada lapangan.

#B11 Divisi Saksi Dan Pemantau

Bagian saksi dan pemantau memiliki tugas mengamankan suara saat pemilihan. Khusus saksi akan menyaksikan jumlah suara sah dan suara batal.

Keberadaanya sangatlah vital dalam tim pemenangan, sebab merupakan personal yang bertugas menyetujui atau menolak hasil pemungutan suara pada tingkat TPS, PPK, hingga KPUD.

Saksi TPS berada dalam lingkungan TPS. Sementara itu pemantau merupakan anggota yang bertugas melakukan pemantauan luar TPS. Mengarahkan pemilih (pendukung), serta koreksi jumlah pemilih.

Sisi lain, ada saksi bayangan yang bertugas mengetahui target suara perTPS, dan berapa kekurangan. Selanjutnya mengenali berrapa jumlah pemilih yang belum hadir.

#B12 Divisi Media

Merupakan bagian yang khusus menangani Media Atau melakukan publikasi. Bertujuan melakukan pendataan media internal (kawan) dan media eksternal. Serta mengenali media netral

#B13 Divisi Hukum

Bagian yang khusus berisi bagian hukum, bertujuan melakukan pendampingan dan pembelaan secara hukum kepada kandidat maupun tim pemenangan dalam melakukan kampanye.

#B14 Divisi Kampanye

Bagian Kampanye adalah berisi para Juru Kampanye, baik mimbar maupun juru kampanye lapangan yang terus bergerak kelapangan.

Dibekali berbagai isu penting berhubungan dengan kandidat.

#B15 Divisi Relawan

Dalam hal menampung para relawan pemenangan, maka membutuhkan satu bagian khusus namanya Bagian Relawan. Melakukan pendataan jumlah dan personil relawan yang ada.

Dalam keberadaanya, Relawan ini memiliki berbagai bentuk dan corak masing-masing dalam melakukan pergerakan. Dengan metode yang berbeda.

Bergantung dari visi dan misi dari Tim Relawan tersebut. Adapun skalanya berbeda satu sama lain, ada yang memiliki skala wilayah: Desa/Kelurahan, Kecamata. Maupun skala Gender: Laki-laki dan perempuan. Ataupun skala Umur, misalnya umur remaja, dewasa maupun lansia.

Demikian susunan struktur pemenangan atau tim sukses pilkada, baik skala Kabupaten/kota maupun provinsi. Karakter tim sukses merupakan gambaran dari tim pemenangan. Dalam melakukan ekspansi dan kampanye kepada masyarakat pemilih.

Organisasi lain:

  1. Teori Organisasi Dasar, Arti, Struktur, Persidangan Dan Periode Kepengurusan
  2. Organisasi Pemerintahan RI Dan NGO Di Indonesia
  3. Komunikasi Organisasi: Pengertian, 6 Model Dan Fungsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *