Keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati berdasarkan spesies (Foto: belajaronline-bersama.web.app)

Keanekaragaman Hayati: Organik dan 6 Manfaat

Diposting pada

Keanekaragaman hayati, adalah salah satu sumber alam yang mempunyai berbagai manfaat di berbagai bidang. Termasuk dalam pertanian organik. Berikut beberapa ulasan selengkapnya.

Ayu Maesaroh, organisA51 – organisasi.co.id

Hal yang terpenting dalam berbagai jenis kegiatan yang melibatkan alam, pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya keragaman hayatinya.

Saking pentingnya, keragaman hayati tersebut mempunyai berbagai jenis, hingga tidak sedikit beberapa ilmu pengetahuan, yang mulai memilah dan memilih, mengelompokkan mereka.

Ke dalam beberapa kelompok yang ada, tergantung dari jenis mereka, ekosistem yang pas untuk mereka, dan sebagainya. Di tambah dengan kegiatan seperti bertani organik.

Yang mana sangat membutuhkan komponen alam dalam proses penanaman tumbuhan yang mereka tanam menggunakan sistem organik.

Tapi, apa sebenarnya keragaman hayati tersebut? Dan bagaimana kegunaannya dalam masalah pertanian organik? Berikut beberapa pembahasannya.

Keanekaragaman Hayati

Definisi keanekaragaman hayati
Berbagai jenis keberagaman hayati (Foto: znews.id)

Sebelum itu, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu mengenal arti dari kata tersebut. Ada beberapa pendapat mengenai hal tersebut.

Meski demikian, secara umum keragaman hayati adalah makhluk hidup yang tinggal di dunia, dengan keragaman mereka, entah dari ciri fisik, dan sejenisnya.

Kemudian mereka memberikan manfaat kepada siapa saja yang memanfaatkannya, dalam berbagai hal positif. Ada juga yang mengatakan bahwa keragaman hayati, adalah makhluk hidup.

Organisatoris lain baca ini: Pertanian Organik: Pengertian, Kegunaan Dan Peluang

Yang tinggal di dunia dengan berdasarkan atas 3 pengelompokkan, yakni berasal dari tingkat gen, ekosistem, sampai dengan ke tingkat spesies.

Begitu juga beberapa ahli yang mengemukakan pendapat mereka mengenai keragaman hayati tersebut, antara lain:

Sudarsono

Dalam bukunya yang terbit pada tahun 2005, beliau memaparkan bahwa keragaman hayati adalah hal yang menyangkut dengan variasi dari ketersediaan genetik.

Yang mana juga bergantung dengan keragaman ekosistem yang ada.

Global Village Translation

Mengartikan bahwa kata tersebut, merupakan sebuah kelimpahan dari salah satu genetik tertentu dari semua habitat yang ada.

Entah pada bagian darat, udara, ataupun di perairan sekalipun.

Bappenas

Mengemukakan bahwa keragaman hayati adalah segala hidup makhluk hidup yang ada di bumi. Mulai dari makhluk hidup dengan struktur yang sederhana.

Sampai dengan mereka yang dapat berpikir sekalipun.

Ani Mardiastuti

Dalam bukunya yang tercantum pada tahun 1999, beliau mengatakan bahwa keragaman hayati adalah sebuah kelimpahan dari varian sumber daya alam hayati.

Entah sumber daya alam hayati tersebut berasal dari hewan, ataupun tumbuhan.

Convention on Biological Diversity

Memamaparkan bahwa keragaman hayati adalah berbagai sumber daya alam hayati yang terdiri atas beberapa hal. Yakni keberagaman jenis, ekosistem, dan sejenisnya.

Jika kita simpulkan, maka keragaman hayati adalah berbagai jenis sumber yang hidup di bumi, berdasarkan beberapa hal, seperti dari jenis ekosistem, jenis dari makhluk tersebut, dan sebagainya.

Maka, manusia pun ikut ke dalam keragaman hayati, yang mana manusia termasuk ke dalam jenis struktur kerangka yang cukup rumit, dan mereka mempunyai kemampuan berfikir untuk mengolah keragaman hayati yang ada.

Keanekaragaman Hayati dalam Hal Jenis

Sejalan dengan hal tersebut, ada beberapa jenis keragaman yang sudah kita singgung sebelumnya. Ialah berdasarkan jenis mereka.

keragaman hayati berdasarkan jenis, terbagi atas menjadi 2 bagian. Ialah berdasarkan spesies, dan juga berdasarkan genetik.

Berikut penjelasannya:


Tingkat dari Genetik

Tingkat genetik tersebut, lebih menitikberatkan pada keunikan dari bentuk fisik keragaman hayati. Seperti manusia, yang mana antara individu satu dengan yang lain berbeda, walaupun terlihat sama.

Begitu juga dengan beberapa keragaman hayati yang seperti tumbuhan dan hewan. Mereka mempunyai keunikannya tersendiri, entah dari warna tubuh, dan sebagainya.

Tingkat Spesies

Untuk jenis ini, lebih menitikberatkan kepada pengelompokkan berdasarkan spesies atau asal dari sumber daya hayati tersebut.

Contoh paling konkret adalah pohon kelapa, yang mana antara satu dengan yang lainnya berbeda. Hal tersebut merujuk kepada tempat beberapa jenis pohon kelapa tumbuh, dan berkembang.

Sehingga mau tidak mau, mereka harus beradaptasi.

Keanekaragaman Hayati dalam Pembagian Ekosistem

Berdasarkan ekosistem (Foto: dosenpendidikan.co.id)

Adapun jenis lainnya, yang juga menjadi kriteria pembagian keragaman hayati yang ada di Indonesia. Mengingat negara tercinta mempunyai keragaman hayati yang luar biasa banyak.

Dan tersebar ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Mereka pun terbagi atas ekosistem, yang mana mengikuti iklim, suhu dan sejenisnya di tempat mereka tinggal. Beberapa jenis pembagian ekosistem antara lain:

Berdasarkan Ekosistem Pantai

Pantai sangat terkenal dengan suhu yang begitu panas, pun dengan udara yang tidak jarang membuat kulit manusia menjadi lembab.

Secara otomatis, untuk ketersediaan air dan sebagainya, juga berkurang. Oleh sebab itu tidak sedikit jenis tumbuhan dan hewan dapat berada di lingkungan demikian.

Seperti pohon kelapa dan sejenisnyalah, yang bisa survive dalam keadaan demikian.

Di Daerah Persawahan

Tempat ini mempunyai tingkat kelembaban tinggi, serta air yang cukup banyak. Tidak heran jika ada begitu banyak juga keragaman hayati yang tinggal di daerah demikian.

Seperti misalnya tanaman padi, hewan seperti cacing, lintah, dan sejenisnya.

Hutan Tropis

Pada daerah ini, hampir mempunyai tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Beberapa pohon pada jenis ini, berbentuk besar dan tinggi, bak menyentuh langit yang ada di atas sana.

Tidak heran jika di kawasan hutan tersebut, lebih banyak keragaman hayati dengan tingkat kebuasan yang cukup tinggi, dan kehati-hatian yang tinggi juga.

Ekosistem Pasir

Hampir seperti beberapa jenis ekosistem sebelumnya, namun untuk jenis ini lebih ekstrim ketimbang yang sudah kita singgung.

Di daerah pasir sangat jarang adanya hujan turun. Kemudian permukaan tanah banyak yang retak, akibat kekurangan air sebagai asupan makanan mereka.

Sehingga tidak heran jika berada di tempat kawasan demikian, jarang menemukan tanaman. Yang ada hanya kaktus dan sejenisnya, sebagai salah satu keragaman hayati yang bertahan.

Jenis dan Bentuk Keanekaragaman Hayati dalam Pertanian Organik

Keanekaragaman hayati dalam bidang pertanian (Foto: tirto.id)

Sejalan dengan pembahasan di atas, ada pula beberapa keragaman hayati lain yang juga mereka tumbuh dan berkembang pada ekosistem yang sudah dibuat sedemikian rupa.

Ialah keragaman hayati dalam pertanian organik. Kita sangat paham bagaimana pertanian organik sangat membutuhkan beberapa berbagai pihak dari alam.

Organisatoris lain baca ini: Bakteri Fotosintetis: Pengertian, 5 Jenis Hingga Manfaat

Yang mana ada yang membantu untuk mengoptimalkan beberapa tumbuhan yang ditanam oleh para petani organik, namun ada juga yang harus dihindarkan.

Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa keragaman hayati yang berada dalam ekosistem tersebut, antara lain:

  • Gulma
  • Hama
  • Variasi tumbuhan, dan
  • Beberapa jenis hewan lainnya.

Perlu diperhatikan, ekosistem pertanian lebih menitikberatkan pada variasi tumbuhan yang mereka tanam. Kemudian mendapatkan perawatan dari para petani organik, yang kemudian mereka mendapatkan hasil panen dari tumbuhan yang mereka tanam tersebut.

Pun juga dengan beberapa mikroorganisme yang mampu membantu tumbuhan dalam mendapatkan nutrisi dari tanah.

Mengingat ada beberapa mikroorganisme yang mampu menguraikan beberapa nutrisi yang ada di tanah, serta memberikan unsur hara baik bagi tanah.

Yang kemudian antara mikroorganisme dan beberapa jenis lain bersatu, dan bahu membahu untuk membantu tanaman bisa tumbuh lebih optimal lagi.

Manfaat Keanekaragaman Hayati dalam Pertanian Tradisional

Meski demikian, ada beberapa manfaat daripada keanekaragaman dari hayati yang kita punya, terutama di Indonesia yang mempunyai jumlah yang bayak.

Dengan mereka bisa dimanfaatkan ke berbagai bidang, alhasil manusia mempunyai jalan agar mereeka dapat berkontribusi dalam bidang yang mereka laksanakan.

Hanya melalui beberapa tanaman yang ada, serta alat-alat canggih, kemudian menyatu. Menjadi sebuah penemuan, yang akhirnya bertujuan dapat terpakai oleh banyak orang.

Jadi, apa saja manfaatnya? Berikut beberapa ulasannya:

Menjadi Sumber Pangan

Kita paham betul bagaimana manusia membutuhkan banyak nutrisi, yang kemudian berujung kepada sistem imun yang bisa tahan banting terhadap virus dan bakteri, yang mana dapat menjadi sumber penyakit.

Kandungan seperti bermacam vitamin, mineral, serat, protein, dan sebagainya. Adalah komponen-komponen penting bagi manusia.

Pada Bidang Kesehatan

Yang mana keragamana hayati sering menjadi obat alternatif bagi sebagian orang, ketika mereka sudah menyerah dan tidak menemukan jalan, ketika mereka berobat melalui jalan medis.

Dan tidak sedikit pula yang berhasil dengan jalan alternatif tersebut, hingga pada akhirnya membuat sebagian orang lain, memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai ramuan obat yang mereka racik.

Aspek Kecantikan

Sering menemukan beberapa produk kosmetik yang terbuat dari bahan alami? Pastinya sudah tidak asing kan ya dengan beberapa produk kecantikan seperti lulur, dan beberapa produk bodycare lainnya.

Adanya beberapa produk tersebut, memberikan gambaran, bahwa keragaman hayati dalam hal ini adalah tumbuhan, dapat menjadi alternatif dalam merawat kesehatan kulit manusia.

Dalam Bidang Fashion

Adapun beberapa orang yang memanfaatkan keragaman hayati di bidang fashion. Yang mana mereka memanfaatkan beberapa bagian yang ada dalam keragaman hayati dalam bentuk hewan.

Kemudian mereka rancang sebagai aksesoris fashion design, ataupun rancangan baju dengan memakai material demikian. Makanya tidak heran jika harganya pun fantastis.

Dalam Aspek Kebudayaan

Di beberapa daerah di Indonesia, ada beberapa warganya yang masih menganut agama zaman dahulu. Sehingga mereka menggunakan beberapa tanaman untuk dimanfaatkan sebagai alat upacara sakral.

Seperti misalnya upacara kematian, lalu jika dalah agama Islam, menggunakan hewan sebagai qurban di hari raya Idul Adha, dan sebagainya.

Sebagai Sumber Pendapatan

Seperti misalnya profesi nelayan, petani, peternak, dan sebagainya. Adalah jenis profesi yang memang membutuhkan keberagaman hayati, dengan cara membudidayakan mereka, kemudian dijual.

Yang kemudian pendapatan tersebut mereka gunakan lagi sebagai pemenuhan beberapa kebutuhan rumah tangga, atau sekedar kebutuhan keseharian para petani, nelayan, peternak, serta beberapa pedangan lainnya.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai keanekaragaman hayati. Dari beberapa hal tersebut, dapat kita simpulkan bahwasannya keragaman mereka memberikan banyak faedah kepada manusia dan beberapa makhluk hidup lain.

Mereka memberikan kontribusi yang baik, sehingga kehidupan dengan sistem mutualisme tetap berjalan dengan baik pula. Namun, terkadang ada juga yang pada akhirnya serakah ketika mengerti konsep demikian.

Alhasil, keberagaman hayati yang ada, mendapatkan kerugian, dan kemalangan akibat keserakahan daripada berbagai oknum yang ada.

Jadi, boleh memanfaatkan mereka, namun dengan batas yang wajar, serta ada timbal balik dari kita kepada mereka. Sehingga kita untung, bumi juga demikian.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. Pengertian keragaman hayati
  2. Manfaat
  3. Jenis keragaman hayati
  4. Berdasarkan ekosistem
  5. Keragaman hayati pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *