perkembangan pertanian
perkembangan pertanian (yuksinau.com)

Bakteri Fotosintetis: Pengertian, 5 Jenis Hingga Manfaat

Diposting pada

Bakteri Fotosintetis membantu penyerapan nutrisi pada tanaman. Ia mengubah senyawa organik menjadi zat bioaktif maupun asam amino dengan bantuan cahaya matahari.Tika, organisA51 – organisasi.co.id

Makhluk hidup membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas kehidupannya. Salah satu makhluk hidup adalah tanaman.

Ia merupakan makhluk hidup yang nampak pasif namun sebenarnya juga aktif dalam membuat makanannya sendiri melalui proses yang kita kenal dengan Fotosintesis.

Jadi, kegiatan ini membutuhkan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Materi video silahkan tonton pada link berikut ini:

Bakteri Fotosintetis: Pengertian, Jenis Dan Manfaat Bagi Tanaman

Bagaimana sebenarnya proses fotosintesis itu? Mulanya karbon dioksida diambil oleh mulut daun (stomata) di malam hari.

Bahan-bahan lain seperti air juga ada melalui peran akar dalam tanah. Dari sanalah air terbawa oleh sistem transportasi dalam tumbuhan berpa Floem dan Xilem.

Saat cahaya matahari tersedia, klorofil akan menyerap cahaya. Terjadilah Fotosintesis yang menghasilkan glukosa. Namun energi ini terolah kembali menjadi lemak, protein, dan lainnya.

Inilah yang menjadi nutrisi bagi hewan dan manusia yang mengkonsumsi tumbuhan hijau. Tak hanya memberi manfaat berupa nutrisi, fotosintesis juga bermanfaat bagi lingkungan.

Proses ini membutuhkan karbon dioksida yang mana merupakan hasil pembuangan respirasi pada mausia dan hewan. Enam molekul Karbon Dioksida (CO2 akan bereaksi dengan 6 molekul air (H2O) untuk menghasilkan satu molekul glukosa dan enam molekul Oksigen.

Dengan persamaan: 6CO2 + 6H2O + cahaya = C6H12O6 + 6O2

Pada hasil ini, Oksigen lepas ke udara yang kita hirup dan CO2 akan menjadi glukosa padat sebagai bahan konsumsi tumbuhan dengan air.

Jadi, proses ini berfokus pada klorofil yang mana membutuhkan sinar matahari untuk melakukan tugasnya untuk membuat glukosa. Sebab itulah fotosintesis terjadi di pagi dan siang hari, pada umumnya.

Terdapat dua macam reaksi fotosintesis.

Reaksi gelap

Pada reaksi ini tidak membutuhkan cahaya matahari, namun tidak akan terjadi jika tidak didahului oleh rekasi terang. Tujuannya adalah untuk mengubah karbon dioksida menjadi glukosa.

Reaksi Terang

Terjadi saat ada sinar matahari, yaitu di pagi dna siang hari. Adanya cahanya matahari akan merubah molekul air menjadi hidrogen dan oksigen.


Sehubungan dengan perlunya cahaya matahari dalam proses fotosintesis, hal ini membuat tanaman tidak dapat optimal dalam melakukannya jika tanpa bantuan “alat” untuk menangkap sinar tersebut.

Sebab itulah, terdapat bahan bantu agar tanaman dapat berfotosintesis dalam waktu kapan pun. Ia bernama Bakteri Fotosintesis.


Pengertian Bakteri Fotosintetis

bakteri fotosintetis
bakteri (hellosehat.com)

Photosynthetic bacteria (PSB) adalah sejenis bakteri autotrof yang dapat berfotosintesis karena memiliki pigmen bernama Bakteriofil a maupun b.

Keduanya mampu memproduksi pigmen berwarna ungu, hijau,dan merah untuk menangkap energi matahari yang merupakan salah satu bahan penting dalam fotosintesis.

Dengan bantuan sinar matahari, bakteri ini akan mengubah bahan organik menjadi zat bioaktif maupun asam amino.

Organisatoris lain baca ini: Kepanjangan dari FIFA: Sejarah Organisasi, 6 Zona

Jenis Bakteri Dan Rumus Kimia

Sebelum mengetahui manfaat bakteri, mari berkenalan terlebih dahulu dengan bakteri. Ia merupakan organisme bersel satu yang tidak memiliki membran sel. Oleh sebab itu ia termasuk golongan prokariotik.

Tidak ada rumus kimia untuk bakteri. Keberadaannya terbagi atas berbagai bentuk, bukan atas rumus kimia. Struktur selnya sendiri cukup sederhana. Ia tidak memiliki mitokondria maupun kloroplas, tidak memiliki inti sel, dan juga tidak ada kerangka sel.

Bakteri Berdasarkan Bentuk

Bentuk Basil atau batang

Variasi dari bentuk basil adalah monobasil, diplobasil, dan streptobasil. Contohnya adalah Bacillus antrachis dan streptobacillus.

Bentuk Kokus atau bulat

Adapun jenis ini terdiri atas micrococcus, diplococcus, tetracoccus, sarcina, staphylococcus, dan streptococcus. Contoh bakteri dengan bentuk ini yaitu staphylococcus bulgaricus.

Bentuk Spiral

Pada bentuk ini, bakteri akan melengkung seperti spiral. Variasinya meliputi vibrio atau seperti koma, spiral jika lengkungnya lebih dari setengah lingkaran, serta pirochete yang melengkung dengan fleksibel.

Contoh bakterinya yaitu Treponema palidum.

Berdasarkan Karakteristik Dinding Sel

Pengelompokan bakteri atas karakteristik dinsing sel pertama kali diperkenalkan oleh Hans Christian Gram. Beliau mengelompokkannya berdasarkan pewarnaan gram.

Bakteri gram negatif

Merupakan bakteri dengan lapisan peptidoglikan yang tipis dan mampu menyerap warna merah.

Kelompok ini antara lain Streptococcus, Streptomyces, dan Mycrobacterium tuberculosis.

Bakteri gram positif

Adalah bakteri dengan lapisan peptidoglikan yang tebal serta dinsing sel yang mampu menyerap warna violet. Contoh: Vibrio, bakteri ungu, dan Enterobacteria.

Bakteri tidak berdinding sel

Sesuai dengan jenisnya, ia tergolong bakteri tanpa dinding sel. Salah satu jenisnya adalah bakteri Micoplasma.

Bakteri Tergantung Letak dan jumlah Flagela

Flagela adalah bulu cambuk merupakan bagian dari struktur sel dengan bentuk batang maupun spiral. Peletakannya adalah pada dinding sel dan berfungsi sebagai alat gerak.

  1. Satu flagela di salah satu sisi (Pseudomonas aeruginosa)
  2. Satu flagela di setiap sisi (Aquaspirilum serpens)
  3. Beberapa flagela di salah satu sisi (Pseudomonas fluoroscent)
  4. Penetrik atau flagella di seluruh bagian (Salmonella typhosa)
  5. Tidak berflagela (Escherichia coli)

Cara Mendapatkan Makanan

Bakteri Autotrof (bakteri Fotosintetis)

Adalah jenis bakteri yang dapat memproduksi makanannya sendiri. Terdiri atas bakteri fotoautotrof (membutuhkan cahaya matahari untuk membuat makanannya.

Caranya adalah dengan mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya adalah bakteri ungu dan hijau). Inilah yang merupakan bagian dari bakteri fotosintetis.

Selanjutnya adalah bakteri kemoautotrof yang memanfaatkan reaksi kimia untuk membuat makanannya dengan mengambil bahan organik.

Bakteri Heterotrof

Merupakan bakteri yang mendapatkan makanan dari organisme lain. Terdiri atas bakteri parasit yang memperoleh makanan dari inangnya. Sifatnya adalah merugikan. Contohnya Mycobacterium tuberculosis.

Selanjutnya ada bakteri apatogen yang tidak menimbulkan penyakit. Bakteri saprofit yang mendapatkan makanan melalui sisa-sisa organisme lainnya contoh adalah Escherichia coli.

Bakteri patogen yang menimbulkan penyakit seperti clostridium tetanii, Eubacteria yang merupakan bakteri murni seperti monera, dan archaebacteria yang hidup di tempat ekstrim.

Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

Terbagi menjadi bakteri yang membutuhkan oksigen dan bakteri yangtidak membutuhkan oksigen. Adapun sebutan bagi bakteri yang membutuhkan oksigen adalah aerob.

Termasuk di dalamnya adalah bakteri nitrifikasi yang berfungsi mengubah amonia menjadi nitrat. Adapun contoh bakteri yang tidak membutuhkan oksigen (anaerob) adalah Micrococcus denitrificans.

Jenis ini dapat mengubah senyawa menjadi metan.


Manfaat PSB

fotosintetis
fotosintetis i (rimbakita.com)

Bakteri fotosintesis ternyata tidak hanya bermanfaat bagi tanaman tetapi juga bagi ternak dan ikan. Namun kita perlu mengenal manfaatnya bagi tanaman terlebih dahulu.

  • Dapat menambah kadar nitrogen pada tanaman.
  • Membantu menambahkan Hidrogen Sulfida pada tanah yang berasal dari dekomposisi bahan organik.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat.
  • Menjadi sumber mineral asam nukleat, asam amino, polisakarida, dan juga senyawa aktif fisiologis.
  • Kualitas rasa pada tanaman menjadi meningkat.
  • Pertumbuhan akar tanaman lebih cepat.
  • Biaya penggunaan pupuk kimia dapat ditekan.
  • Membuat tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama.

Sebagai sebuah bakteri baik, PSB mampu memberikan manfaat pada hewan ternak, ikan, dan bahkan pengolahan air limbah.

Ia berperan dalam mengurangi gas dan limbah yang berada di tempat penampungan ternak. Bakteri ini juga menambah nutrisi yang berperan dalam penambahan berat badan ternak dan ikan.

Rasa dan kualitas daging ikan dan ternak lebih baik, serta keduanya lebih tahan dari penyakit.

Di sisi lain, pada pengolahan air limbah, bakteri fotosintesis berperan dalam mengurangi pengaruh bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Tidak hanya itu, ia juga membantu mengolah air limbah.

Bakteri fotosintetis memiliki peran yang sangat penting dalam kualitas tanaman. Seperti yang telah kita ketahui, fotosintetis tidak hanya terjadi di pagi atau siang hari. Bahkan saat gelap pun ia dapat berlangsung.

Walaupun bakteri ini mengikat sinar matahari, namun keberlanjutan kegiatan fotosintetis akan berlangsung baik ketika pengikatan sinar berlangsung optimal.

Fokus kita saat ini adalah memaksimalkan adanya PSB dalam tumbuhan. Dengan demikian pertumbuhan tumbuhan pun menjadi optimal.

Jenis bertani dengan bahan alami memang tidak mudah. Tidak sedikit yang mengeluarkan banyak biaya dalam penggunaannya. Untuk itu, sebaiknya kita mmepelajari tips dan trik dalam membuat PSB.

Cara Membuat PSB Secara Alami

Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuat PSB (Photosynthsis bacteria). Cukup menyediakan 2 sendok makan MSG atau penyedap makanan merk apapun, 2 butir telur ayam, dan empat sendok makan saos ikan.

Kemudian siapkan botol bekas berukuran 1,5 liter dan air secukupnya.

Cara membuatnya adalah:

  • Pecahkan telur dan campurkan dengan saos ikan dan MSG hingga tercampur sempurna.
  • Isilah botol dengan air bersih namun sisakan sedikit ruang untuk rongga udara.
  • Tambahkan tiga sendok makan campuran bahan ke dalamnya.
  • Tutup botol dengan rapat dan kocok hingga air menjadi pekat keruh.
  • Jemur botol tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung selama minimal delapan jam sehari.
  • Lakukan hingga 15 sampai 30 hari hingga larutan di botol itu berubah warna menjadi warna merah.
  • Bakteri siap dipakai.

Lalu bagaimana penggunaannya pada tanaman?

Ambil sebanyak 10 hingga 15 ml larutan dan campur dengan 2 liter air bersih. Semprotkan pada batang, daun, hingga tanah di sekitar tanaman.

Ada begitu banyak manfaat dari pemberian bakteri alami ini. Selain menciptakan budidaya organik, kita juga ikut melestarikan alam, terutama tanah.

Pada dasarnya budidaya organik adalah sebisa mungkin mengurangi penggunaan pestisida dan bahan kimia karena potensinya dalam mencemari lingkungan.

Inilah yang kemudian perlu kita tanamkan bahkan dalam pemberian media. Ada banyak media yang ramah lingkungan, termasuk di dalamnya penggunaan pupuk yang juga ramah lingkungan.

Penggunaan sekam, arang, bahkan pupuk kandang juga sangat ramah lingkungan dan murah. Hanya saja memang hasilnya tidak bisa cepat dan sangat berlimpah seperti pada penggunaan bahan kimia.

Penutup

Bakteri fotosintetis merupakan bakteri pembantu pada proses fotosintetis yang dapat kita buat secara alami.

Dengan pembuatan bakteri secara alami, maka penanaman organik dapat dilakukan dengan mudah. Fungsinya adalah untuk mengembalikan nutrisi pada tanah. Sehingga bumi menjadi seimbang kembali.

Organisatoris lain baca ini: Pertanian Organik: Pengertian, Kegunaan Dan Peluang

Daftar Pustaka

  1. Apa Itu Fotosintesis? Berikut Pengertian, Proses dan Manfaatnya bagi Kehidupan

2. 5 Jenis-jenis Bakteri Beserta Contohnya yang Perlu Dipahami,

6 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *