Kompos
Definisi pupuk kompos (Foto: bisnisukm.com)

Kompos dan Kandang: 2 Perbedaan Jenis Pupuk Organik

Diposting pada

Kompos dan kandang, adalah dua jenis pupuk organik yang sangat penting untuk memberikan nutrisi pada tanah atau media tanam. Berikut pembahasannya.

Ayu Maesaroh, organisA51 – organisas.co.id

Dunia pertanian organik memang menjadi topik pembahasan yang tidak pernah ada habisnya. Rasanya berkecimpung dalam pertanian organik, seperti berada di dunia baru, tidak bertemu lagi dengan mobil-mobil yang suka parkir sembarangan.

Atau melihat motor-motor yang bahkan suka menyalip, dan tidak melihat kondisi jalan. Yang ada kita melihat hijaunya daun, udara yang sangat sejuk, orang-orang yang bersusah payah untuk menanam tanaman organik.

Yang kemudian hasil dari pertanian tersebut akan didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk dengan wilayah yang ada di tempat untuk melakukan pertanian organik tersebut.

Namun, sebelum itu kita harus memperhatikan terlebih dahulu beberapa aspek, saat akan melaksanakan pertanian organik. Yakni masalah nutrisi dari tanaman yang akan tertanam dengan sistem demikian.

Dan salah satunya dengan pupuk alami. Hal tersebut merujuk kepada konsep awal dari pertanian organik, yang sama sekali tidak menggunakan pupuk atau bahan kimia lain agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Pupuk alami tersebut pun ada jenisnya, dan dalam artikel kali ini, akan membahas dua pupuk alami tersebut secara lebih detail. Berikut ulasannya:


Pengertian Pupuk Kompos

Secara umum dan yang kita mengerti, pupuk jenis demikian adalah pupuk yang terbuat dari berbagai bahan (sisa) tanaman ataupun beberapa sayuran dan buah, hingga daun.

Kemudian mendapatkan proses dicampur menjadi satu, lalu terkelola sedemikian rupa, sehingga menjadi pupuk alami yang dapat dipakai oleh banyak petani untuk tanaman mereka.

Adapun beberapa pendapat lain tentang hal tersebut, antara lain:

KBBI

Menurut KBBI, pupuk jenis demikian adalah pupuk yang terdiri atas beberapa bahan organik seperti buah, sayur, daun, dan sejenisnya.

Yang mendapatkan proses untuk menjadi pupuk alami. Sehingga para petani dapat menggunakan pupuk tersebut sebagai nutrisi dari tumbuhan yang mereka tanam.

Menurut Wield

Beliau sendiri mempunyai pendapat tentang pupuk jenis “kompos”, yang mana menurutnya, jenis yang terdiri atas beberapa bahan organik, serta beberapa bahan hijau lainnya (seperti daun dan sejenisnya).

Lalu bahan-bahan tersebut sengaja tercampur, agar mendapatkan proses pembusukan dan pembuatan pupuk bisa lebih cepat.

Organisatoris lain baca ini: Bakteri Fotosintetis: Pengertian, 5 Jenis Hingga Manfaat

Jika disimpulkan, maka pupuk “kompos” adalah jenis pupuk yang terdiri atas beberapa bahan alami seperti daun, beberapa bahan organik, dan sebagainya.

Diproses agar mengalami pembusukan lebih cepat, sehingga proses untuk membuat pupuk tersebut bisa lebih mudah juga. Oleh karenanya, dalam praktek menggunakan pupuk tersebut, perlu takaran tertentu agar mendapatka hasil tanaman yang lebih baik.


Jenis-jenis Pupuk Kompos

Jenis kompos
Jenis kompos (Foto: hellomagetan.com)

Kemudian ada beberapa jenis pupuk kompos, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung dengan kebutuhan para petani.

Mengingat tidak semua pupuk bisa sesuai dengan tanaman organik yang menjadi fokus para petani. Oleh karenanya jenis pupuk tersebut, terbagi atas beberapa jenis dengan perbedaan masing-masing. Antara lain:

Kompos Cacing

Cacing yang terpakai dalam pembuatan jenis pupuk tersebut adalah cacing tanah. Proses pembuatan jenis kompos cacing tersebut, adalah dengan menguraikan kandungan dari bahan organik, bersama dengan beberapa mikroorganisme lain.

Sehingga nantinya nutrisi yang didapatkan dari tanaman bisa lebih baik. Cacing jenis tanah sendiri sudah mendapatkan banyak penelitian, yang mengatakan bahwa hewan tersebut dapat mempermudah prosesnya, serta mempunyai unsur hara yang tinggi.

Beberapa unsur hara tersebut antara lain seperti fosfor, nitrogen, vitamin, serta mineral.

Jenis Basage

Yang kedua adalah jenis Basage. Jenis ini terbuat dari ampas tebu, yang mana sudah menjadi limbah. Kemudian diproses sedemikian rupa, sehingga menjadi pupuk organik.

Pupuk Basage sangat penting untuk meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini merujuk ke kandungan C/N dari Basage, sekitar 220, dan hal tersebut termasuk ke kategori tinggi.

Jenis Bokashi

Adalah pupuk organik yang terbuat dari beberapa proses fermentasi bahan-bahan organik, dengan menggunakan sistem fermentasi teknologi effective mikroorganism 4 (EM 4).

Karena mengalami fermentasi, maka bentuk dari sistem teknologi tersebut terdiri dari beberapa mikroorganisme, lalu ada bahan-bahan organik, serta media cair yang tercampur menjadi satu.


Kemudian terproses dengan waktu yang telah tertentukan. Tujuan dari proses tersebut, adalah meningkatkan kesuburan tanah, ketika Bokashi tersebut terpakai.

Itulah beberapa jenis dari pupuk tersebut, yang bisa terpakai oleh para petani.


Keunggulan dan Kekurangan Pupuk Kompos

Namun, apa keunggulan dan kelemahan jenis pupuk demikian? Karena perlu diketahui bahwa hal yang tercipta oleh tangan manusia, kadang mempunyai kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Dan hal tersebut perlu adanya pembelajaran, sehingga bisa mengerti bagaimana cara alternatif yang pas untuk dilakukan demi kepentingan bersama. Berikut penjelasannya.

Keunggulan

Yang jelas adalah dari kesuburan tanah. Dengan menggunakan pupuk alami jenis apapun termasuk jenis kompos. Sangat membantu tanah agar mendapatkan unsur hara kembali.

Sehingga hasil dari tumbuhan yang tertanam, bisa lebih optimal ketimbang menggunakan jenis pupuk dengan bahan kimia, dan sejenisnya.

Kelemahan

Namun, dibalik hal tersebut, ada beberapa kelemahan yang kadang menjadi hambatan tersulit untuk bisa konsisten melakukan pembudidayaan secara organik.

Yang paling terasa adalah masalah perawatan dari tanaman organik. Untuk para pembudidaya, perlu adanya dana lebih untuk bisa memberikan perawatan yang maksimal.

Mulai dari pupuk sebagai nutrisi, kemudian perawatan lain yang harus ada dana tersendiri. Pun juga dengan peminat dari tanaman tersebut.

Memang tidak sedikit yang melirik tanaman tersebut, tapi jarang yang mau dan tergerak untuk membelinya. Hal tersebut merujuk kepada harga pasaran dari tanaman tersebut yang terbilang mahal.

Jadi, tidak semua kalangan bisa membelinya. Satu lagi yang juga menjadi beban, adalah masalah lahan yang akan menjadi media tanam.

Bahkan rasanya permasalahan tersebut kerap kali tidak mendapatkan solusi yang benar-benar membantu, apalagi dengan sekarang ini.

Lahan benar-benar jarang bisa kita dapatkan. Sekalinya dapat, harga dari tanah tersebut menjulang tinggi, sehingga membutuhkan dana lagi yang lebih besar.

Dan kiranya, perlu adanya kebijakan dari pemerintah, untuk bisa memberikan solusi tentang hal tersebut. Selain memberikan pekerjaan kembali kepada para petani.

Juga mengembalikan kembali Indonesia yang sering dijuluki sebagai negara agraria, dengan segala kekayaan alam serta budayanya.

Definisi Pupuk Kandang

Definisi pupuk kandang (Foto: rimbakita.com)

Yang selanjutnya adalah Pupu Kandang. Pupuk kandang adalah pupuk jenis organik yang terbuat dari kotoran hewan seperti ayam, sapi, ataupun kambing.

Kemudian melalui proses sedemikian rupa, untuk menjadi pupuk alami, yang dapat terpakai oleh para petani organik. Adapun pengertian pupuk tersebut menurut beberapa ahli, yakni:

Menurut Distan

Ia memaparkan bahwasannya pupuk kandang adalah jenis nutrisi organik untuk tanaman, dengan terbuat dari beberapa kotoran hewan seperti ayam, domba, sapi, serta kambing.

Yang mana kita tahu, bahwa kotoran hewan tersebut mempunyai kandungan unsur hara baik, bagi tanah.

Abdurrahman, dkk

Dalam bukunya yang terbit pada tahun 1999, ia mengemukakan bahwa pupuk kandang merupakan jenis nutrisi untuk tumbuhan yang berasal dari kotoran hewan, dengan jenis bisa meningkatkan kesuburan tanah.

Ia juga melanjutkan bahwa selain pupuk tersebut meningkatkan kesuburan tanah, juga dapat memperbaiki tanah secara fisik. Seperti misalnya memberikan nutrisi agar unsur hara dapat meningkat kembali.

Soepardi

Dalam bukunya yang terbit pada tahun 1983, mengatakan bahwa pupuk jenis tersebut adalah pupuk yang terbuat dari kotoran hewan ternak, baik yang berbentuk padat atau feses, ataupun dalam bentuk urine atau cair.

Kualitas dari pupuk tersebut tergantung dari beberapa hal, seperti nutrisi pada hewan ternak, umur hewan ternak, serta kualitas dari hewan ternak.

Organisatoris lain baca ini: Bahan Makanan Organik: Alasan dan 5 Jenisnya

Jika kita simpulkan, maka pupuk kandang adalah jenis yang terbuat dari kotoran hewan seperti ayam, domba, sapi, serta kambing.

Yang mana terdapat beberapa kandungan baik untuk kesuburan tanah serta peningkatan dari unsur hara. Tapi hal tersebut akan berefek.

Ketika ada barometernya seperti umur dari hewan tersebut, kualitas pakan, serta kesehatan dari hewan tersebut.


Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Kandang

Kemudian, ada beberapa pembahasan yang masih ada kaitannya dengan hal tersebut, yakni kekurangan serta kelebihan dari Pupuk kandang.

Karena seperti yang sudah kita singgung dari awal, benda buatan apapun oleh manusia, pasti ada kekurangan dan kelebihannya.

Yang mana dua hal tersebut dapat kita pelajari dengan baik, dan mencari alternatif agar menjadi penengah. Sehingga kerugian dan keuntungan, tidak terlalu terasa begitu tinggi ataupun rendah.

Berikut beberapa pembahasannya:

Kelebihan

Yang pasti dari kelebihan sendiri, adalah tanah dapat terbantu dari segi nutrisi. Terutama dengan unsur hara yang memang menjadi komponen pentingnya.

Kemudian nutrisi untuk tumbuhan sendiri juga tercukupi. Benar-benar sehat, dan pastinya hal tersebut akan berpengaruh kepada kualitas dan rasa dari hasil panen tumbuhan.

Kekurangan

Sayangnya kembali lagi, pupuk kandang tidak seperti jenis pupuk anorganik. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa panen dan memetik buahnya.

Selanjutnya adalah dari segi harga pupuk tersebut. Lagi-lagi, tidak bisa dianggap remeh soal harga. Para petani harus benar-benar merogoh kocek untuk bisa membeli pupuk kandang yang dimaksud.

Dengan harapan agar nantinya, hasil panen akan memberikan kualitas yang lebih baik, ketimbang menggunakan pupuk obat.


Cara Melakukan Fermentasi Pupuk Kompos/Kandang

Proses fermentasi pupuk (Foto: progres.id)

Untuk membuat pupuk kandang atau sejenisnya, ada beberapa cara untuk memfermentasikannya. Fermentasi tersebut bertujuan untuk mempersiapkan nutrisi untuk tanaman.

Selain itu juga menghindarkan tanaman dari hama, gulma, dan sejenisnya. Maka, beberapa cara tersebut antara lain:

Teknologi EM 4 dan Casting

Untuk membuat pupuk kandang atau sejenisnya, bisa menggunakan EM 4 dengan dicampur dengan cacing yang akan membantu penguraian pupuk di dalam tanah nantinya.

Caranya dengan mempersiapkan beberapa bahan seperti kotoran hewan, dan beberapa bahan alami lainnya. Kemudian air dengan ukuran 1 ember, yang nantinya akan dicampur dengan EM 4.

EM 4 ini adalah mikroorganisme yang nantinya akan membantu penguraian dalam pupuk organik. Campur EM 4 ke dalam air, lalu campurkan juga bahan lain seperti Molase, yang mana berbentuk cair dengan ukuran pemberian 2 tutup botol.

Setelah itu aduk rata. Pun dengan beberapa bahan untuk pupuk lain, dicampur sampai rata. Setelah rata, campurkan air yang tadi ke pupuk yang sudah rata. Setelah itu, saring sampai pupuk tersebut lembab.

Kiranya sudah lembab, masukan cacing yang nantinya akan menjadi casting (cacing yang membantu penguraian nutrisi pupuk di tanah), secara merata. Tunggu sampai dengn 1 bulan.

Mengandalkan Bahan Organik

Jika tidak ada cacing, maka bisa menggunakan bahan organik yang tadi untuk menjadi bahan utama dalam fermentasi. Juga tidak lupa dengan racikan air yang tadi, harus ada.

Mengingat hal tersebut untuk mempermudah dalam penguraian nutrisi pupuk di tanah. Sehingga tanah bisa mendapatkan makanan sesuai dengan keinginan.

Namun, dalam masa fermentasi juga harus adanya kontrol sebanyak 4 kali dalam 1 bulan. Sehingga bisa mengerti sudah di level mana fermentasi tersebut berhasil .

Sekian ulasan kali ini, terimakasih.

Daftar Pustaka

  1. Definisi dan jenis pupuk kompos
  2. Kelebihan dan kekurangan
  3. Definisi, kelebihan dan kekurangan Pupuk Kandang
  4. Pupuk kandang menurut para ahli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *