Persatuan Olahraga Dayung Indonesia
Dayung Sebagai cabang Olahraga (Foto: Okezone)

Sejarah Dan Induk Olahraga Dayung

Diposting pada

Olahraga dayung merupakan olahraga yang memakai dayung sebagai alatnya dan memerlukan media air, seperti sungai, laut, atau danau.Cindy Kharisma Putri, Olahraga – Organisasi.co,id

Olahraga ini memiliki dua teknik dalam permainannya, yaitu dayung maju dan dayung mundur.

Terdapat Induk Organisasi bagi pecinta Dayung Seluruh Indonesia dan skala nasional.

Tidak hanya menjadi olahraga yang menyehatkan tubuh, dayung juga masuk dalam pertandingan dan berbagai kompetisi, bagian dari: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional

Atlit Dayung Nasional
Atlit Dayung nasional (Foto: Tempo)

Baik nasional maupun internasional. Permainannya berbentuk tim atau perseorangan. Untuk tim, biasanya berisi antara dua hingga sembilan pemain.

Dayung memiliki manfaat yang tidak kalah remeh. Olahraga ini dapat melatih kekuatan otot bagian lengan, menguatkan dan mengencangkan otot. Selain itu, dapat melatih kekuatan genggaman tangan.

Mendayung juga bisa melatih motorik kasar dan halus, serta membakar lemak tubuh atas. Hal ini membantu dalam membakar kalori dalam tubuh.

Sejarah Dayung Indonesia dan Dunia

Sejarah dayung sendiri tidak dapat di tentukan bangsa mana yang pertama kali menemukan olahraga yang menggunakan kekuatan tangan ini.

Karena sejarah kegiatan dayung sudah ada sejak zaman kuno. Pada masa kuno manusia belum mengenal tulisan, sehingga menyulitkan para ahli untuk mengungkapkan dengan pasti dari negara mana dayung berasal.

Jika meniliki sejarah Nabi, maka Nabi yang menjadi pelaut ulung adalah Nabi Nuh AS dengan kisah bahtera untuk menghadapi banjir dan menenggelamkan umat. Apakah pada masa itu, sudah ada sampan? (Sumber: Rasul Ulul Azmi Beserta Nabi Dan Kitabnya, Utusan Allah SWT)

Dayung sudah ada sejak dahulu, karena dasarnya dari kapal yang di kayuh dengan dayung. Namun, belum ada pelaksanaan pertandingan dayung seperti sekarang.

Menurut catatan masyarakat Mesir pada tahun 1430 SM, para pejuang Amenhotep atau Amenopis II terkenal dalam hal mendayung.

Di Kepulauan Aeneas, para gadis melakukan salah satu acara pemakaman yang di buat oleh Raja Aeneas untuk menghormati ayahnya.

Kemudian pada abad ke-13, warga Venesia mengadakan Festival Regata yang di dalamnya terdapat lomba dayung perahu antara satu dengan lainnya (Husni, 1990: 98).

Untuk balap dayung sendiri, secara modern bermula dari persaingan antara para waterman profesional.

Pertandingan ini bertempat di Sungai Thames, London. Perlombaan ini lambat laun menarik minat masyarakat.

Pertandingan Pertama Dayung

Tercatat sudah 5000 pertandingan terselenggara antara tahun 1835 – 1851. Para bangsawan tertarik untuk mengikuti pertandingan ini, sehingga menyebar ke hampir seluruh sungai di Britania Raya pada abad 19.

Pertandingan ini menyebar hingga Amerika. Mereka membentuk berbagai komunitas. Pertandingan pertama kali berlangsung pada tahun 1762 di Sungai Schuylkill antar tongkang 6-oared.

Pada tahun 1843, klub dayung perguruan tinggi di Amerika terbentuk dengan di Univesitas Yale. Acaranya bernama The Harvard-Yale Regatta yang menjadi olahraga tertua di Amerika Serikat.

Pertandingan Dayung
Salah Satu Cabang Dayung (Foto: Indosport)

Hingga akhirnya berdiri federasi dayung internasional bernama FISA (Federation Internationale des Societes d’Aviron) pada 25 Juni 1892.

Organisatoris lain membaca ini: Induk Olahraga Catur (Sejak Abad Ke7) Dunia dan Indonesia

Ukuran Dayung dan Jenis Lomba Olahraga

Dayung dapat juga kita sebut sebagai pisau. Untuk pertandingan, dayung sendiri memiliki beberapa ukuran.

Dayung untuk amatir atau bukan pendayung, digunakan untuk menggerakkan perahu. Untuk mengayuh: 250–300 cm, sapuan dayungnya antara 340–360 cm tiang.

Memiliki  satu ujung datar sepanjang 50 cm dan lebar 25 cm, yang bernama bilah.

Dayung klasik berbahan dasar kayu, sedangkan dayung modern berbahan serat karbon yang lebih mahal dan tahan lama. Dayung sculling lebih pendek dan memiliki luas bilah yang lebih kecil daripada dayung sapuan yang setara.

Namun, area bilah gabungan dari sepasang dayung lebih besar dari pada satu sapuan dayung, sehingga pendayung saat mendayung bekerja melawan lebih banyak air daripada saat mendayung mendayung.

Dayung biasanya dihiasi atau dicat dengan menyertakan logo tim mereka.

Karena banyak tim olahraga memiliki logo yang tercetak di kaus mereka, klub dayung secara khusus melukis bilah yang dikaitkan dengan setiap tim.

Ada banyak peraturan berbeda yang mengatur balapan. Hal ini umumnya sesuai peraturan oleh badan pengelola di negara tertentu misalnya, Dayung Inggris di Inggris dan Wales , Dayung Australia di Australia , dan USRowing di Amerika Serikat.

Dalam kompetisi internasional, aturan ditetapkan oleh badan pengatur dunia, Fédération Internationale des Sociétés d’Aviron (FISA).

Aturannya sebagian besar serupa tetapi bervariasi. Misalnya, Mendayung Inggris mengharuskan pengemudi untuk memakai alat bantu apung setiap saat, sedangkan peraturan FISA tidak mengharuskan.

Cabang Pertandingan Dayung

Pertandingan dayung juga memiliki beberapa cabang, yakni:

Dayung Kano

Dayung Kano merupakan salah satu jenis dengan 1 atau 2 orang pendayung, tergantung dengan lebar dan besar perahu Kanoitu sendiri.

Cara memainkannya harus berada dalam posisi sedikit jongkok, mendayung di bagian samping dan menyeimbangkan posisi tubuh agar tidak berat sebelah.

Cabang olahraga ini menitikberatkan pada tekanan pada bagian kaki depan serta daya dorong air yang kuat agar mendapat kecepatan yang baik.

Dayung Rowing

Dayung Rowing merupakan jenis kegiatan dayung yang memiliki jenis perahu yang panjang serta alat pendayung yang sudah terpasang dan memanjang.

Olaharaga ini, menitikberatkan pada tumpuan dan dorongan kaki untuk memberikan tekanan yang lebih pada dayungan. Jumlah pendayung jenis dayung ini tergantung pada kelas.

Latihan yang dapat kita lakukan adalah memperkuat kekuatan dorongan kaki untuk berjalan dengan cepat menggunakan perahu Rowing.

Dayung Perahu Naga

Dayung Perahu Naga merupakan salah satu jenis dayung yang melibatkan 10 sampai 12 orang. Jenis dayung ini menitikberatkan pada kekompakan tim serta kekuatan dorongan.

Hal yang menarik adalah olahraga ini bisa sangat menyenangkan ketika masing-masing anggota bisa kompak untuk melakukan dorongan. Namun ketika ada yang tidak kompak maka laju perahu akan semakin lambat.

Latihan untuk jenis olahraga mendayung ini adalah latihan mendayung dan kekompakan tim. Latihan mendayung berfungsi untuk melatih kekuatan otot. Sedangkan, kekompakan tim dapat menambah peluang kemenangan sebuah tim.

Organisatoris lain membaca ini: Baseball dan Softball Amatir, Struktur Induk Olahraga Dan Aturan

Induk Organisasi Olahraga Dayung Nasional dan Internasional

Pada kancah internasional, olahraga para pendayung memiliki induk organisasi bernama FISA ( Fédération Internationale des Sociétés d’Aviron). Induk organisasi ini berpusat di Lausanne, Swiss. Berdiri dengan perwakilan dari Belgia, Prancis, Adriatica (sekarang Italia), dan Italia di Turin pada tanggal 25 Juni 1892.

Logo FISA
Logo FISA, Dayung Internasional (Foto: Olimpic)

Induk organisasi ini berdiri karena sebagai tanggapan atas kepopulernya dayung.

Juga kebutuhan akan peraturan-peraturan yang jelas mengenai hal-hal seperti panjang lomba, komposisi perahu, dan kelas berat.

Juga, pada saat itu, taruhan dayung sangat populer, dan para pendayung atau pelatih sendiri sering bertaruh.

Status amatir tidak diketahui dalam olahraga. Sehingga bisa saja ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari ini. Sehingga menyebabkan korupsi.

FISA merupakan federasi olahraga internasional tertua dalam kegiatan Olimpiade. Oleh karena itu, organisasi ini mendapat pengakuan dari Komite Olimpiade Internasional.

Hingga tahun 2015, FASI sudah memiliki lebih dari 142 anggota. Berfungsi sebagai pengawas Piala Dunia Dayung, Kejuaraan Dunia Dayung, dan berbagai kejuaraan dayung lainnya.

Kejuaraan dayung pertama kali terlaksana di lingkungan Eropa yang bernama Kejuaraan Dayung Eropa. Ini menjadi pertandingan pertama oleh FISA pada tahun 1893 di Orta, Italia.

Kejuaraan Dunia Dayung atau World Rowing Championships sendiri telah ada untuk pertama kali sejak tahun 1962.

Pertandingan pertama dilaksanakan di kota Lucerne, Swiss. Pada saat itu, kejuaraan ini berlangsung setiap empat tahun hingga tahun 1974. Setelahnya, pertandingan ini terschedul tahunan bersamaan dengan penambahan acara berat badan pria. Menyusul bagi wanita pada tahun 1985.

Olahraga mendayung masuk ke Olimpiade sejak tahun 1900. Lalu, sejak tahun 1996, selama Olimpiade (Musim Panas), Kejuaraan Dunia pada saat yang bersamaan.

Kejuaraan Oleh FISA

Hingga sekarang, FISA telah menyelenggarakan banyak kejuaraan, seperti:

  • Piala Dayung Dunia, dimulai sejak 1997
  • Kejuaraan Dayung Dunia, diadakan setiap tahunnya
  • Kejuaraan Dunia Dayung Junior, berlangsung sejak tahun 1967, bagi atlet berusia kurang dari 18 tahun
  • Kejuaran Dayung U-23 Dunia, berlangsung sejak tahun 1976, bagi atlet yang masih muda tetapi diatas 18 tahun dan belum berusia 23 tahun
  • Kejuaraan Pesisir Dayung Dunia, berlangsung sejak tahun 2006
  • Kejuaraan Dunia Dayung Indoor, merupakan kejuaraan baru yang berlangsung pertama kali tahun 2018.
  • World Rowing Masters Regatta, sejak tahun 1973 bagi atlet berusia lebih dari 27 tahun
  • World Rowing Sprint, sejak tahun 2002. Setiap tim membawa 13 pedayung yang berisi 5 wanita, 7 pria, dan seorang cox.

Indonesia juga memiliki induk organisasi dayung tempat bernaung para atlet. Induk organisasi tersebut bernama PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia).

Organisatoris lain membaca ini: Ikatan Motor Indonesia, Sejarah, Visi, Induk, 7 Cara Registrasi

Misi Organisasi FISA

Induk organisasi FISA ini memiliki misi:

  • Memasyarakatkan olah raga dayung melalui kerjasama dengan para pemangku kepentingan, dalam bidang olahraga, pendidikan, wisata, industri, promosi, perdagangan dan lain-lainnya
  • Meningkatkan semangat fanatisme para pembina, pelatih dan atlit untuk membela panji Indonesia
  • Memacu peningkatan prestasi melalui insentif yang memadai
  • Memperkuat kemampuan managerial melalui pola kepemimpinan, koordinasi, kemandirian dan kebersamaan
  • Mengoptimalkan dukungan IPTEK olah raga dayung antara lain berupa pemanduan bakat atlit,pemenuhan kebutuhan peralatan latihan dan lomba, serta sport medicine yang diperlukan
  • Menciptakan atmosfir lingkungan yang mendorong semangat untuk berprestasi, melalui berbagai upaya pendekatan
  • Menumbuh kembangkan kemampuan daerah dan masyarakat untuk menyelenggarakan pemanduan bakat, pelatihan, lomba, serta menyediakan sarana dan prasarana olahraga dayung

Induk Organisasi Dayung Nasional

Di Indonesia sendiri tidak diketahui secara pasti bagaimana olahraga ini masuk. Namun, dayung masuk Provinsi Aceh pada tahun 1972. Lima tahun setelahya, berdiri Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Aceh pada tanggal 4 Agustus 1977.

Provinsi Aceh akhirnya menjadi pusat dalam latihan pembelajaran olahraga bagi pelajar. Pusat pelatihan ini memiliki badan organisasi yang bernama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Organisasi ini berdiri pada tahun 1996.

Karena minat terhadap dayung yang tinggi. Maka, pada tahun 2004 berdirilah PPLP cabang dayung.

Sejak berdiri, organisasi ini telah melahirkan banyak atlet nasional yang berprestasi, baik di kanca nasional, maupun internasional.

Logo PODSI
Logo Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia atau PODSI (Foto:Podsi.or.id)

Hingga saat ini, PODSI telah berhasil menyelenggarakan berbagai kejuaran, baik nasional hingga internasional yang bertempat di Indonesia, seperti:

Kejuaraan nasional:

  • Kejurda (hanya daerah tertentu), penyelenggaraannya setiap tahun, Porda 4 tahun sekali
  • Kejurnas senior, penyelenggaraanya setiap tahun sejak 1998. Sebelumnya ’75, ’76, ’80, ’83,’84,’86,’88
  • Kejurnas yunior & usia 15 Tahun, penyelenggaraannya setiap tahun sejak 1991
  • Kejurnas PPLP , penyelenggaraannya setiap tahun & POPNAS setiap 2 tahun oleh Depdiknas.

Kejuaraan internasional yang bertempat di Indonesia:

  • 1986 Kejuaraan Rowing Asia Tenggara di Jatiluhur.
  • 1989 Kejuaraan Canoe Asia ke IIIdi Jatiluhur
  • Sea Games 1987 (Rowing, Canoeing & Dragon Boat) di Jatiluhur
  • Sea Games 1997 (Rowing, Canoeing & Dragon Boat) di Jatiluhur
  • 1999 Kejurnas & Rowing Open Asia Tenggara, di Danau Ranau
  • 2001 Kejurnas & Rowing Open Asia Tenggara, di Danau Toba
  • 2008 Asia Beach Games I, di Bali (Dragon Boat)

Dayung memiliki sejarah penciptaan yang panjang. Proses yang didahului bukanlah suatu yang mudah. Kini, olahraga tersebut mendapat penggemar oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Bahkan masuk ke ajang bergengsi dunia, Olimpiade.

Referensi tambahan: Podsi.or.id

5 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *