Organisasi berdasarkan formalitas yang mempunyai berbagai jenisnya
Organisasi formal (Foto: beritaku.id)

Organisasi Berdasarkan Formalitas: ResmI dan Tidak Resmi

Diposting pada

Organisasi berdasarkan formalitas, tergantung kepada kepentingan, tujuan, serta target dari adanya pembentukan perkumpulan tersebut, Lalu, bagaimana penjelasannya? Luluk Fadiyah – Organisasi.co.id

Organisasi, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Saat ini banyak sekali berkembang organisasi-organisasi ada pada sekeliling kita, baik yang bergerak pada bidang politik, pendidikan, kesenian, hiburan, dan bidang lainnya. Sebenarnya arti dari organisasi sendiri apa?

Organisasi adalah sekumpulan orang yang berada dalam satu lingkaran (wadah) dengan tujuan juga asas yang sama. Masing-masing anggota akan saling bekerja sama dalam mencapai tujuan dari organisasi.

Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, anggota dari sebuah organisasi berdasarkan formalitas ini, akan bersama-sama mengupayakan tercapainya sebuah tujuan yang telah terencana. Tiga elemen pokok dari sebuah organisasi yaitu :

  1. Di dalam sebuah organisasi ada interaksi antar anggota yang saling berkesinambungan
  2. Organisasi memiliki tujuan yang telah terencana dan yang akan tercapai oleh setiap anggota
  3. Dalam organisasi terdapat struktur organisasi yang jelas, mulai dari jabatan dan tugas

Penjabaran Tentang Organisasi Formal

Organisasi berdasarkan formalitas harus memiliki struktur yang jelas
Organisasi formalitas dengan struktur yang jelas (Foto: easybiz.id)

Adalah sebuah organisasi yang memiliki susunan kepengurusan yang jelas, mulai dari jabatan yang paling tinggi hingga jabatan yang terendah. Organisasi formal juga memberi kejelasan tentang pembagian tugas dari masing-masing anggota di dalamnya.

Dengan kata lain, organisasi formalitas lah merupakan organisasi yang di dalamnya sudah memiliki susunan berdasarkan kepengurusan yang jelas dengan pembagian kerja untuk masing-masing bagian yang saling berkesinambungan.

Organisatoris lain baca ini: Menembak dan Berburu: Sejarah, Induk Organisasi

Jabatan dalam sebuah organisasi memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas yang sudah menjadi mandat pada jabatan tertentu. Dalam pelaksanaanya, tiap anggota saling berinteraksi untuk mengkoordinasikan tugas yang harus terlaksana hingga upaya-upaya yang akan dilakukan dalam mencapai sebuah tujuan.

Anggota dalam organisasi formal tidak boleh bertindak sesukanya, ada aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam bekerja. Untuk aturan yang berlaku oleh masing-masing organisasi dapat berbeda sesuai dengan kebijakan yan telah terancang sebelumnya.

Definisi Organisasi Formal Oleh Beberapa Pakar

Teori organisasi dari para ahli (Foto: niasrs.wordpress.com)

Beberapa pakar telah mendefinisikan mengenai organisasi, definisi yang diberikan oleh beberapa pakar antara lain ada yang memiliki kesamaan dalam penjabarannya, ada juga yang memiliki perbedaan dalam penjabarannya.

Namun secara umum, organisasi formalitas merupakan sebuah wadah berdasarkan prinsip yang menampung anggota-anggota di dalamnya dengan memiliki tujuan yang sama. Seluruh kegiatan yang terlaksana oleh masing-masing anggota sudah terpimpin dan terkendali dengan baik. Menurut beberapa pakar, definisi dari organisasi formal yaitu :

  • Paul Preston dan Thomas Zimmerer memberikan definisi bahwa “Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectivies” yang artinya organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang tersusun dalam kelompok-kelompok yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi merupakan suatu pola dari beberapa hubungan dari orang-orang dengan arahan untuk tujuan yang sama.
  • James D. Mooney mendefinisikan organisasi dengan sebuah sistem dari perserikatan manusia di dalamnya dalam mencapai tujuan bersama.
  • Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa organisasi merupakan bentuk kerjasama antar anggota dalam mencapai tujuan bersama.
  • Prof Dr. Sondang P. Siagian memberikan pendapat bahwa organisasi adalah segala bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah menjadi target dalam ikatan yang mana terdapat seseorang hingga beberapa orang yang menjabat sebagai atasan dan seorang atau sekelompok orang dengan jabatan sebagai bawahan.

Pendapat Pakar Lainnya

  • Kochler memberikan definisi bahwa organisasi merupakan sistem interaksi yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang dalam mencapai sebuah tujuan.
  • J. William Schulze (1949), Organisasi merupakan penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat perlengkapan, ruang kerja dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, yang berkumpul dalam hubungan yang teratur dan efektif untuk mencapai tujuan yang sudah menjadi target.
  • Harleigh Trecker (1950), Organisasi adalah perbuatan atau proses mengumpulkan atau mengatur kelompok-kelompok yang saling berinteraksi dan instansi menjadi suatu keseluruhan yang bekerja.
  • Ralp Currier Davis (1951), Organisasi adalah suatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama dalam satu kepemimpinan.
  • Ernest Dale (1952), Organisasi adalah sebuah proses perencanaan. Ini berkaitan dengan hal menyusun, mengembangkan dan memelihara suatu struktur atau motif hubungan-hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu badan usaha.
  • John D. Millet (1954), Organisasi adalah orang-orang yang bekerja sama dengan mengandung ciri-ciri dari hubungan -hubungan manusia yang tampak dari aktivitas kelompok.
  • John Price Jones (1955), Organisasi adalah stuktur dan peralatan yang tersusun dari orang-orang dan benda-benda yang mana suatu usaha yang telah terencana teratur dalam pelaksanaannya.

Syarat dan Contoh Organisasi Formalitas

Syarat organisasi formalitas (Foto: tentik.com)

Setiap organisasi memiliki syarat khusus yang harus dipenuhi, hal tersebut menjadi acuan dasar organisasi dapat berlangsung dengan baik. Begitu juga organisasi formalitas, syarat–syarat yang harus dimiliki berdasarkan organisasi formal adalah :

  1. Memiliki anggota yang bergabung di dalamnya dan setuju dengan tujuan dari organisasi tersebut.
  2. Setiap anggota harus memiliki kesadaran bahwa mereka merupakan adalah salah satu anggota dari organisasi tersebut.
  3. Antara anggota yang satu dengan anggota yang lain memiliki interaksi yang baik.
  4. Memiliki visi dan misi yang jelas.
  5. Meratanya pembagian kerja sesuai dengan jabatan dari masing-masing anggota yang bergabung.

Bentuk Komunikasi Organisasi Formal

Ilustrasi organisasi formal (Foto: hot.liputan6.com)

Dalam organisasi formalitas, selalu terjadi interaksi antara anggota berdasarkan satu dengan anggota lainnya secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi yang yang berlaku untuk berinteraksi biasanya dengan menggunakan bahasa formal dan sifatnya berorientasi terhadap kepentingan organisasi.

Organisatoris lain baca ini: Olahraga Dansa Indonesia: 2 Teknik, Induk Organisasinya

Hubungan kerja yang rasional dalam organisasi formal memberikan kemudahan bagi anggota dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab yang mereka miliki.

Komunikasi yang berlaku umumnya berupa tata tertib kerja dan berbagai petunjuk kerja dalam organisasi. Bentuk komunikasi dalam organisasi formalitas dapat tergolong berdasarkan tiga jenis, yaitu :

Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal adalah jenis komunikasi secara mendatar, yang mana pertukaran pesan antara dua belah pihak dilakukan secara mendatar atau menyamping.

Pertukaran pesan berlaku oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan atau kesetaraan jabatan, komunikasi horizontal berfungsi untuk mnginformasikan suatu kegiatan atau tugas tertentu juga mengkoordinasikannya dengan parner atau orang yang senasib (memiliki jabatan yang setara).

Metode ini memberikan kemudahan bagi anggota dengan jabatan yang sama dalam berkomunikasi tanpa merasa canggung.

Komunikasi Diagonal

Jenis ini adalah komunikasi yang berlangsung antara pihak yang satu dengan pihak yang lain meskipun dedngan jabatan yang berbeda.

Pelaku dari komunikasi diagonal memiliki perbedaan memiliki tingkat jabatan yang tidak sama, namun komunikasi ini bermanfaat sebagai alat delegasi sebuah tugas atau informasi penting antara atasan kepada bawahan. Atau sebaliknya, antara bawahan yang menanggapai atau merespon terkait tugas atau informasai yang telah diberikan oleh atasan.

Komunikasi Vertikal

Adalah komunikasi yang dilakukan antara atasan dan bawahan, yang mana keduanya memiliki perbedaan status jabatan. Komunikasi ini hanya berlaku oleh satu pihak saja, yaitu dari atasan kepada bawahan (orang yang memiliki jabatan di bawahnya).

Komunikasi tersebut sangat penting dalam sebuah organisai, sebab hal ini menjadi kunci utama dalam sebuah organisasi yang mana harus adanya perbedaan kesetaraan komunikasi antara orang yang memiliki kedudukan tertentu dengan orang yang berkedudukan di bawahnya agar pendelegasian tugas dapat terkontrol dengan baik.

Kelebihan Kekurangan Organisasi Formalitas

Organisasi berdasarkan formalitas mempunyai kelebihan dan kekurangannya
Kelebihan dan kekurangan organisasi formalitas (Foto: harmony.co.id)

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan dari organisasi formalitas, dan terbagi berdasarkan tiga poin, yakni:

Kelebihan Organisasi Formal :

  • Adanya pembagian tugas yang jelas
  • Komunikasi dan koordinasi mudah dilakukan
  • Membentuk disiplin anggota

Kekurangan Organisasi Formal :

  • Dalam operasionalnya membutuhkan biaya tinggi
  • Rendahnya tingkat loyalitas anggota
  • Ketidakjelasan antara perintah dan saran

Pengertian Organisasi Informal

Pengertian organisasi informal (Foto: diadona.id)

Organisasi informal adalah wadah bagi orang-orang yang saling terlibat dalam suatu kegiatan untuk tujuan tertentu yang tidak disadari. Namun, organisasi informal sebenarnya dapat berganti menjadi organisasi formal jika di dalamnya terjadi kegiatan yang terstruktur dan memiliki struktur jabatan yang jelas.

Salah satu contoh dari organisasi informal adalah perkumpulan ibu-ibu arisan di suatu perumahan, mereka melakukan sebuah kegiatan berkumpul untuk suatu tujuan tertentu secara sepontan dan tanpa mereka sadari.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Organisasi Olahraga, Sejak 4000 SM Dalam Skala Dunia

Jenis ini memiliki fungsi menetapkan, memperkuat dan meneruskan norma-norma yang telah ada kepada seluruh anggota. Organisasi informal juga memberikan kepuasan dan status sosial kepada setiap anggota yang ikut bergabung di dalamnya.

Organisasi tersebut juga memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut adalah kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam organisasi informal, yaitu :

Kelebihan :

  • Adanya kepuasan bagi setiap anggota
  • Komunikasi yang berlaku bersifat santai dan tidak terkesan canggung
  • Dukungan terhadap organisasi cukup tinggi

Kekurangan :

  • Menimbulkan adanya ketidak cocokan terhadap perubahan organisasi
  • Mudah timbul konflik antar anggota
  • Sebagai sarana dalam berkembangnya berita palsu

Dasar Hukum dan Contoh Organisasi Formal

Dasar hukum dari organisasi berdasarkan formalitas
Dasar hukum organisasi formal (Foto: id.berita.yahoo.com)

Berdirinya sebuah organisasi memiliki dasar hukum yang dapat memberikan kekuatan secara hukum bagi organisasi tersebut, begitu juga dengan organisasi formal. Kebebasan dalam berorganisasi sebenarnya telah terjamin dan terlindungi oleh Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28.

Isi dari undang-undang tersebut menjelaskan bahwa jaminan kemerdekaan berserikat, berkumpul juga memberikan pendapat dalam berorganisasi merupakan salah satu perwujudan dari terlaksananya hak asasi manusia.

Pada pasal 28 J ayat (2) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjelaskan bahwa dalam melaksanakan hak asasi dan kebebasannya baik secara mandiri atau berkelompok memiliki batasan-batasan hingga aturan yang telah ada dalam undang-undang yang berlaku.

Selanjutnya dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1985 menjelaskan bahwa organisasi kemasyarakatan Indonesia yang mengatur adanya pengertian, asas, ciri, tujuan, fungsi, pendaftaran, hak dan kewajiban dalam berorganisasi. Undang-undang tersebut menjadi aturan atau dasar hukum dalam berorganisasi formal agar memiliki kejelasan di mata hukum.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Hockey Indonesia, Sejarah Induk & 6 Aturan

Suatu organisasi dapat bertahan jika memiliki dasar hukum yang kuat, keberadaannya akan terlindungi dan terjamin oleh negara selama organisasi yang berdiri tidak menentang aturan-aturan dalam peraturan yang ada.

Organisasi akan mendapat perlindungan dari pemerintah apabila pembentukannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, kegiatan yang berlaku dalam organisasi juga teratur dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan negara.

Apabila mendapati adanya organisasi yang dapat membahayakan anggota, masyarakat dan pemerintahan maka organisasi tersebut dapat menerima sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan atau hal terbburuk yang dapat terjadi adalah pembubaran secara paksa. Contoh dari organisasi formal adalah :

  1. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)
  2. Perseroan Terbatas (PT)
  3. Sekolah atau institusi yang dikelola secara resmi dan terstruktur
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  5. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
  6. Negara
  7. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
  8. Dll

Daftar Pustaka:

  1. https://jurnalmanajemen.com
  2. http://agustocom.blogspot.com