Contoh Organisasi Matriks
Organisasi matrix (Foto: slideplayer.info)

Organisasi Matriks dan Komite, Struktur & 4 Persamaan

Diposting pada

Organisasi memiliki berbagai bentuk, yakni lini, fungsional, komite dan matriks dalam menggerakkan alur komunikasi dalam lembaga tersebut.

Emma Dina – Organisasi.co.id

Struktur organisasi adalah pengaturan berbagai elemen sebuah organisasi agar efektif dan efisien pada tempat dan fungsinya masing-masing untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

Hal ini agar penyusunan struktur organisasi yang jelas pada fungsi-fungsi setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.

Biasanya, struktur organisasi terbuat  dengan bentuk bagan (organization chart).

Baca Juga Organisasi: Struktur Organisasi, Kelebihan Kekurangan, Makna Kotak dan Garis

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih jauh Struktur Organisasi Matriks dan Organisasi Komite.

Definisi Dan Bentuk Struktur Organisasi Matriks

Struktur Organisasi Matriks adalah struktur organisasi fungsional dengan struktur organisasi divisional.

Di gabungkan agar saling menutupi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada kedua bentuk struktur organisasi tersebut.

Struktur organisasi matriks memberikan kekuasaan atau wewenang multi/ganda.

Yaitu hak dan kekuasaan sejajar atau horison­tal oleh manajer proyek. Sementara hak dan kekuasaan secara fungsionalnya dapat disesuaikan. Dengan keahlian serta tugas yang melekat padanya sampai proyek telah selesai pengerjaan.

Dalam bentuknya struktur organisasi matriks biasa kita kenal juga dengan struktur organisasi proyek.

Karena para karyawan yang telah berada di unit kerja fungsional, wajib mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang telah mendapatkan tugask atau di perintahkan kepadanya.  

Struktur organisasi ini sering terpakai oleh perusahaan yang berskala besar atau perusahaan-perusahaan multinasional.

Tetapi struktur organisasi matriks ini dapat beresiko terjadinya multi komando.

Yaitu seorang karyawan wajib untuk melapor kepada dua pimpinan sekaligus. Yakni pimpinan yang sebelumnya tempat karyawan berada, di unit kerja fungsional lalu pimpinan proyek.

Hal itu menyebabkan berbagai potensi masalah antar unit juga cukup besar karena adanya uraian tugas yang sama dan terdapat kepentingan ganda dari masing-masing pimpinan. 

Strukutr Manajemen Matrix
Bagan Struktur Matrix (Manajemenrumahsakit.net)

Sehingga hal tersebut memerlukan koordinasi kuat.

Dalam mengatasi masalah yang timbul, biasanya manajer proyek memberi jaminan untuk melaksanakan hak dan kekuasaannya dalam memberikan perintah. Sebagaimana manajer proyek tersebut akan langsung melapor dan mempertanggung jawabkan pada manajer puncak.

Kelebihan Struktur Matriks

Kelebihan struktur organisasi ini terletak pada fleksibilitas dan kemampuannya dalam melihat konflik- konflik  khusus maupun masalah teknis yang unik.

Organisasi ini juga tidak akan mengganggu struktur organisasi yang pernah ada.

Seperti Menghindari/mengurangi kepentingan fungsional,  Menentukan atau memindahkan tenaga spesialis secara efisien.

Lebih flexibel daripada struktur divisional, Memberi kebebasan lebih besar kepada anggota organisasi, Menyeimbangkan antara efisiensi (cost control) dan kecepatan (responsiveness).

Sehingga organisasi Matrik dapat mencapai tingkat koordinasi yang menjadi kebutuhan walaupun dengan tuntutan “ganda”.

Kelemahan Bentuk Matriks

Sedangkan kelemahannya yaitu jika manajer proyek tidak dapat mengkoordinir dari berbagai bagian yang berbeda tersebut.

Sehingga bisa kesulitan dalam mengembangkan tim yang solid dan mekanisme organisasi menjadi membingungkan (rancu).

Lalu dapat Mendorong terjadinya perebutan kekuasaan dengan yang lain, serta sulit untuk menyeimbangkan antara kepentingan fungsional dan proyek.


Serta biaya relatif tinggi. Struktur organisasi memiliki struktur yang tidak sederhana dan cenderung rumit.

Relatif sulit karena terdapat kepentingan ganda dan sangat membutuhkan kordinasi yang kuat.

Baca juga: Struktur Organum, Wibawa Institusi Dan Alur Pengambilan Keputusan Lembaga

Definisi Dan Bentuk Struktur Organisasi Komite

Struktur Organisasi Komite adalah bentuk struktur organisasi yang terpakai oleh perusahaan dengan menerapkan struktur komite.

Sebagaimana, tugas kepemimpinan dan tugas khusus lainnya wajib terlaksana serta bertanggungjawab secara keseluruhan oleh sekelompok pejabat. Yang berupa dewan atau pimpinan komite tersebut.

Hak dan Kekuasaan oleh komite berbeda-beda. Ada komite yang mempunyai Hak dan Kekuasaan untuk mengambil fungsi-fungsi manajemen.

Dan ada pula komite yang tidak mempunyai Hak dan Kekuasaan untuk membuat keputusan.

Ada komite yang berhak membuat keputusan, tetapi ada pula yang terikat pada suatu masalah. Yang dihadapi tanpa mempunyai Hak dan Kekuasaan.

Untuk membuat keputusan. Ada komite yang bertugas memberikan rekomendasi kepada pimpinan-pimpinan manajer. Dapat kita katakan bahwa Hak dan Kekuasaan yang ada pada komite terdiri dari berbagai macam

Jenis struktur organisasi komite terdiri dari 2 macam yaitu bedasarkan wewengannya, yaitu ;

  1. Executive Committe (Pimpinan Komite) adalah posisi pucuk pimpinan organisasi. Memiliki anggota yang di berikan hak dan kekuasaan secara langsung (lini) yang kuat.
  2. Staff Committee (Bawahan), yaitu karyawan yang mempunyai batasan terbatas dengan hak dan kekuasaan staf.

Sedangkan dalam bentuknya struktur organisasi komite seperti  tugas pimpinan. Dilaksanakan secara kolektif.

Dan tanggung jawabnya pun secara keseluruhan. Lalu semua anggota memiliki wewenang yang sama besarnya.

Dan ketika mengambil keputusan, keputusan itu merupakan keputusan semua anggotanya.

Struktur Komite
Bentuk Organisasi Komite (Foto: Websiteedukasi.com)

Sehingga asas musyawarah sangat di tonjolkan pada struktur organisasi komite. Kemudian pelaksana di kelompokan berdasarkan bidang / komisi tugas tertentu yang harus di laksanakan dalam bentuk tugas.

Organisasi komite dapat memiliki sifat formal atau informal sebagaimana mereka tersebut dapat di bentuk sebagai bagian dari struktur organisasi formal.

Dengan tugas-tugas dan wewenang dibagikan secara khusus.

Karena itu, struktur organisasi komite memiliki struktur yang tidak sederhana dan merupakan organisasi yang besar.

Biasanya bergerak di bidang perbankan, asuransi, niaga.

Menurut sifatnya, komite dapat dibedakan menjadi beberapa bagian. Yaitu;

Komite yang bersifat Formal

Adapun Komite Formal, ciri-cirinya adalah sebagi berikut :

  1. Didirikan atas dasar hak dan kekuasaan yang membentuk.
  2. Adanya tempat dalam struktur organisasi.
  3. Tujuannya jelas.
  4. Menerima delegasi hak dan kekuasaan dan tugas tertentu.

Komite yang bersifat Informal

Sedangkan komite dengan bentuk informal, ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan dari eksekutif yang berwenang tidak ada / tidak di buat.
  • Tidak mendapatkan tugas yang bersifat khusus.
  • Semua personilnya berkumpul secara spontan berdasarkan kebutuhan yang sama, dan kegiatan bersama itu akan membantu untuk tercapainya tujuan bersama.
  • Personilnya kita sebut dengan istilah task group, task orientes, atau task force (gugus tuga).

    Komite ini berbentuk tanpa adanya pendelegasan wewenang.
  • Komite yang bersifat Permanen (tetap)
  • Berdiri secara formal sehingga memiliki ciri-ciri seperti komite formal.
  • Tidak  memiliki batas waktunya, sepanjang organisasi masih memerlukan komite tersebut.

    Komite yang bersifat temporer (sementara)
  • Berdiri secara informal sehingga memiliki ciri-ciri seperti komite informal.
  • Jika berbentuk secara formal maka mempunyai batas waktu sebentar / sementara. Dan akan di bubarkan setelah tugas di komite selesai.

Kelebihan organisasi komite

Pengambilan keputusan (Decision Making) dalam pengambilannya berlangsung dengan baik karena terjadi musyawarah antara pemegang saham maupun dewan.

Kepemimpinan yang bersifat cenderung tidak meminta masukan dari anggotanya (otokratis) kemungkinan yang sangat kecil.

Adanya Mutasi atau pindah jenis pekerjaan (tour of duty) maka dapat pengembangan karier terjamin.

Sedangkan kelemahannya proses pengambilan keputusan (decision making) sangat lambat. biaya operasional rutin sangat tinggi.

Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab, sebab keputusan merupakan keputusan bersama.

Lalu ketika ada voting suara, Adanya tirani mayoritas yang dapat memaksakan keinginannya.

Persamaan dan Perbedaan Matrix dan Komite.

Struktur Organisasi Matrix Dalam Perusahaan
Bentuk Struktur Organisasi Matrix (Foto: Ilmu Manajemen Industri.com)

Dalam sebuah struktur organisasi yang di bentuk sering kali terjadi, adanya persamaan misalnya saja struktur organisasi matrix dan komite antara lain:

  1. Sama-sama memiliki biaya yang relatif tinggi.
  2. Kedua struktur organisasi ini dapat Menentukan atau memindahkan tenaga spesialis secara efisien.
  3. Struktur organisasi memiliki struktur yang tidak sederhana dan cenderung rumit.
  4. Kedua struktur organisasi ini, Membutuhkan kordinasi yang baik dengan satu pihak dan pihak yang lain demi mencapai tujuan masing-masing pihak dan berakhir dengan tujuan bersama. 

Jika ada persamaan, maka ada juga perbedaan dari struktur organisasi Matrix dan Komite antara lain :

  1. Dalam struktur organisasi komite, semua anggota memiliki hak dan wewengan serta memiliki tanggung jawab yang sama.
    Sedangkan organisasi Matrix memiliki hak dan wewengan serta tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan yang di perintah atau di tunjuk sebelumnya.
  2. Di struktur organisasi Matrix dapat beresiko terjadinya multi komando dari  seorang karyawan untuk melapor kepada dua pimpinan sekaligus. Yaitu pimpinan di unit kerja fungsional dan pimpinan proyek. Sedangkan di struktur organisasi komite tidak ada multi komando.

Selain kedua Struktur Organisasi Matriks dan Organisasi Komite, sedikit penjelasan bahwa terdapat jenis-jenis struktur organisasi lain pada perusahaan, antara lain : 

1. Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization)

Struktur organisasi ini paling umum dan sering mereka gunakan oleh sebuah organisasi atau perusahaan.

Karena pembagian kerjanya mereka lakukan berdasarkan tugas dan fungsi yang telah di tetapkan pada masing-masing manajemen.

Pengelompokan satuan unit kerja mereka terapkan sesuai skill dan keterampilan yang sama pada setiap karyawan.

Inilah yang menyebabkan jenis struktur organisasi ini, sangat tepat dan sering di pakai untuk menghasilkan beberapa jenis produk atau jasa layanan saja, pada sebuah organisasi maupun perusahaan.

Struktur organisasi ini memiliki Kelebihan untuk menekan biaya operasional perusahaan, dan dapat memudahkan tim manajerial untuk melakukan evaluasi pada kinerja karyawan. 

Tetapi sangat kita sayangkan, dalam menerapkan jenis organisasi ini. Bisa berdampak pada kesulitan dalam berdiskusi antara unit kerja yang satu dengan lainnya. Juga memiliki keterbatasan pelatihan manajemen umum bagi karyawan juga. 

2. Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization)

Jenis struktur organisasi ini mengkategorikan berdasarkan pengelompokan pada kesamaan produk, jasa/servis/layanan, pasar, dan letak geografisnya.

Biasanya struktur organisasi ini untuk berskala menengah sampai perusahaan besar, dan biasanya memiliki biaya operasional yang lebih tinggi untuk dikeluarkan dengan struktur organisasi fungsional.

Sedangkan masalah terjadi, pada saat  alokasi sumber daya. Serta distribusi biaya-biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan.

3. Struktur Organisasi Lini

Struktur organisasi lini. Berhubungan antara atasan dengan bawahan secara langsung dan vertikal.

Dalam struktur organisasi ini berhubungan dengan garis komando atau garis wewenang.

Sebagaimana sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan karyawan dengan jabatan terendah.

Karena itu, organisasi lini lebih dikenal dengan struktur organisasi militer.

Kelebihan dalam struktur organisasi lini adalah pimpinan terletak pada satu orang saja.

Sedangkan kelemahannya ketergantungan pada satu orang dalam struktur hierarkinya.

4. Struktur Organisasi Lini dan Staff

Struktur organisasi penggabungan antara beberapa kombinasi dari struktur organisasi lini dengan asas komando atau struktur organisasi militer.

Tetapi tugas pimpinan dapat dibantu oleh beberapa staff. Struktur organisasi ini sangat cocok diterapkan pada perusahaan berskala kecil.

Karena tingginya disiplin moral para karyawan dapat mengerjakan tugasnya masing-masing.

Tetapi solidaritas masih kurang karena banyak dari karyawan yang tidak saling mengenal satu sama lain.

Demikian penjelasan tentang Organisasi Matrix dan Komite, dengan persamaan dan perbedaan yang ada pada kedua struktur tersebut.

2 komentar

  1. Seluruh struktur tersebut sama baiknya, semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, kita sebagai pemilik organisasi harus tau bentuk struktur apa yang paling cocok dengan keadaan organisasi kita, sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *