BermaiN tennis Meja
Servis Pada Kegiatan Tenis Meja (Foto: Danslavitrin)

Induk Organisasi Tenis Meja Indonesia Dan Internasional

Diposting pada

Tenis Meja, sebagai salah satu cabang Olahraga, memiliki Induk Organisasi, untuk para atlit dalam kegiatan mereka.

Oleh: Veronika Adjeng

Bagi masyarakat Indonesia, tenis meja bukan sekadar olahraga populer untuk para atlet profesional saja.

Induk Organisasi Tenis Meja
Permainan Tenis Meja (Foto: Unsplash.com)

Masyarakat biasa dalam cakupan yang kecil,  mulai dari rukun tetangga hingga provinsi dan tingkat nasional.

Kerap menjadikannya sebagai pertandingan wajib untuk memeriahkan suatu acara khusus. Seperti Hari Kemerdekaan sampai hari peringatan olahraga nasional.

Tenis Meja, Olahraga Populer di Indonesia

Alasan tenis meja menjadi olahraga dan permainan kesukaan masyarakat Tanah Air cukup banyak. Selain karena mengasyikkan, tenis meja juga mudah dimainkan.

Bet Dan Bola Ping Pong
Bet dan Bola Ping pong untuk permainan olahraga Tenis Meja (Foto: Freepik.com)

Hanya memerlukan meja khusus dan peralatan sederhana yang mudah kita beli, kita bisa mulai belajar permainan tenis meja. Kita juga dapat memainkan tenis meja di dalam ruangan lho!

Serba-Serbi Tenis Meja Yang Wajib Kita Ketahui

Tenis meja atau ping pong termasuk ke dalam golongan permainan bola kecil.

Nama resmi untuk olahraga tenis meja di Republik Rakyat Tiongkok adalah 乒乓球 atau dalam Pinyin merupakan pīngpāng qiú yang berarti bola ping pong.

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), permainan tersebut menggunakan bola kecil atau pingpong dan pemukul bernama bet berlapis karet dan meja khusus.  

Praktiknya tenis meja adalah olahraga yang bisa kita mainkan secara tunggal dan ganda.

Pemain akan saling berhadapan, di antaranya terletak meja tenis meja berbahan kayu lengkap dengan net khusus.

Untuk sekadar bermain, kita bisa belajar dan memahami beberapa hal lain yang saling terkait di bawah ini.

Sejarah Permainan Tenis Meja

Bermula dari sebuah permainan indoor untuk masyarakat kelas atas setelah makan malam, tenis meja ternyata berasal dari negara Inggris.

Pada abad ke-19 warga negara Inggris menyebut permainan ini dengan nama whiff whaff dan menjadikannya sebagai salah satu alternatif hiburan saat musim dingin.

Para tentara Inggris yang bertugas di India atau Afrika Selatan saat itu mengembangkan tenis meja dan membawanya kembali ke inggris.

Baca juga organisasi : Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional

Sejak tahun 1880-an. Awalnya permainan tersebut memanfaatkan susunan buku sebagai net di atas meja, sementara buku dan bola golf berfungsi sebagai pemukul dan umpan.

Penemuan Merk Bola

Sebelum menjadi merek dagang milik perusahaan Inggris, J. Jaques dan Son Ltd., sebutan ping pong sangat familiar bagi penduduk Inggris.

Setelah merek tersebut muncul tahun 1901, istilah ping pong mengalami pergeseran arti, yaitu permainan yang menggunakan peralatan milik J. Jaques tersebut. Alhasil permainan tersebut kemudian berganti nama menjadi tenis meja.

Pada tahun yang sama, sebuah inovasi bagi dunia tenis juga muncul. James W. Gibb, seorang pecinta tenis meja yang sedang melakukan perjalanan menuju AS tahun 1901.

Penemuan Bet

Menemukan bola seluloid yang cocok untuk permainan tersebut. Versi modern dari raket tenis meja juga berhasil tercipta.

Penciptaan raket dengan tambahan selembar karet berbintik pada kayu yang di haluskan merupakan hasil temuan dari E.C. Goode.

Kepopuleran permainan tenis meja membuat Jaques, pemilik merek dagang ping pong di Inggris, menjual hak nama tersebut pada Parker Brothers di Amerika.

Akhirnya pada tahun 1920 Parker Brothers mendirikan organisasi dan menjadikan haknya sebagai merek dengan nama lain yang lebih umum.

Tidak sampai di situ saja, perjalanan tenis meja sebagai permainan dan olahraga yang mendunia masih terus berjalan.

Sejak tahun 1921-1930, perkumpulan untuk para atlet dan asosiasi khusus untuk tenis meja terus bermunculan.


Asosiasi Tenis Mejad Pertama di Inggris

Bermula dari Inggris yang membentuk Asosiasi Tenis Meja (TTA), berlanjut pada pembentukan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Pada tahun 1926.

Sekitar tahun 1930, Edgar Snow melontarkan ketertarikannya akan tenis meja di Red Star Over China.

Berlanjut ke Amerika Serikat yang membentuk Asosiasi Tenis Meja pada tahun 1933 dan saat ini sudah berubah nama menjadi Tenis Meja Amerika.

Sebuah perusahaan alat olahraga dari Inggris bernama S.W. Hancock Ltd., menemukan inovasi paling mutakhir dari sebuah raket tenis meja.

Penemuan Raket Tenis Meja Terbaik

Mengalami beberapa perubahan bentuk raket untuk mencapai kesempurnaan.

Pada tahun 1950, perusahaan tersebut memerkenalkan raket berbahan karet berlapis lembaran spons di bagian dasar.

Hasilnya tidak hanya memuaskan para pecinta tenis, melainkan menjadi sebuah perubahan besar pada permainan. Karena bisa bisa meningkatkan kecepatan dan perputaran bola saat bermain.

Kejuaraan Dunia Tenis Meja Pertama

Kejuaraan Dunia resmi untuk tenis meja pertama kali berlangsung di Inggris pada tahun 1926. Barulah Olimpiade tahun 1988 memperkenalkan tenis meja sebagai cabang salah satu cabang olahraga.

Kota Seoul di Korea Selatan menjadi tuan rumah pertama untuk pelaksanaan gelaran Olimpiade tersebut.

Baca juga: Induk Organisasi Bola Voli, Nasional Dan Internasional

Federasi Tenis Meja Internasional, Organisasi Induk Dunia

International Table Tennis Federation atau ITTF. Yang dalam bahasa Indonesia berarti Federasi Tenis Meja Internasional.

Merupakan badan resmi yang mengatur semua asosiasi tenis meja nasional dari setiap negara yang menjadi anggotanya.

ITTF juga memiliki peran sebagai pengawas aturan dan regulasi, serta mengupayakan peningkatan teknologi dalam olahraga tenis meja.

Lapangan Tenis Meja
Lapangan tenis Meja (Foto: Unsplash.com)

Badan tersebut juga mengemban tugas sebagai penanggung jawab atas terselenggaranya berbagai kompetisi internasional, termasuk Kejuaraan Dunia Tenis Meja pertama kali di London pada tahun 1926.

Dengan jumlah anggota mencapai 140 negara, kita wajib tahu informasi penting yang berkaitan dengan badan ini.

ITTF memiliki kantor pusat yang bertempat di Lausanne, Swiss. Rapat umum tahunan atau RUPS rutin terlaksana oleh semua asosiasi anggota ITTF.

Untuk memutuskan agenda perubahan konstitusi; hukum untuk tenis meja; aplikasi keanggotaan; dan lainnya, keputusan melalui pemungutan suara.

Pertemuan dan pembahasan rutin tersebut. Juga digunakan untuk memiliki presiden ITTF. Wapres eksekutif dan perwakilan kontinental untuk mengemban jabatan selama empat tahun.

Terdapat sebuah komite eksekutif yang tersusun oleh presiden, wapres eksekutif dan ketua komisi atlet ITTF.

Bersama dengan perwakilan kontinental dan presiden dari enam federasi kontinental atau yang mendapatkan rekomendasi. Komisi eksekutif bertugas untuk membentuk dewan direktur atau terkenal dengan istilah board. Dewan ini kemudian mengelola pekerjaan ITTF, terutama dalam RUPS.

Baca juga: Wadah Para Perenang, Sejarah Induk Organisasi Dengan Atlit Tercantik

Sejarah ITTF

William Henry Lawes dari Wymondham dan sembilan orang perwakilan dari negara Austria, Cekoslowakia, Inggris, Jerman, Hungaria, India, Swedia, Cekoslowakia dan Wales mendirikan ITTF pada tahun 1926.

Turnamen internasional pertama dan Kejuaraan Tenis Meja Dunia berhasil terlaksana oleh ITTF pada tahun yang sama.

Berlin di Jerman menjadi tempat pertama gelaran turnamen internasional tersebut, sementara London di Inggris adalah tuan rumah pertama untuk kejuaraan dunia olahraga tenis meja.

Perubahan Ukuran Bola Tenis Meja

Terjadi perubahan peraturan mendasar sesuai ketetapan ITTF menjelang akhir tahun 2000.

Dalam rangka menjadikan tenis meja lebih layak untuk dinikmati sebagai tontonan di televisi.

ITTF mengubah peraturan ukuran diameter bola dengan tujuan, supaya hambatan udara pada bola meningkat serta secara efektif memerlambat permainan itu sendiri.

Semula diameter bola tenis meja adalah 38 mm, kemudian berganti menjadi 40 mm.  

Setelah Pertemuan Eksekutif di Guangzhou, Cina; pada 29 Februari 2008, ITTF sepakat terhadap ketetapan kelayakaan atlet untuk bermain di asosiasi yang baru.

Ketetapan tersebut kemudian mendorong negara yang termasuk dalam keanggotaan ITTD untuk melatih dan mengembangkan atlet lokalnya.

Sejarah Tenis Meja di Indonesia

Menurut Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia atau PTMSI, tenis meja merupakan permainan yang sudah terkenal sejak tahun 1930.

Para penjajah Belanda menjadikan permainan tersebut sebagai sebuah hiburan dan hanya beberapa orang Indonesia saja yang boleh memainkan ping pong ini.

Pada tahun 1948, tenis meja kemudian menjadi salah satu cabang olahraga di Pekan Olahraga Nasional atau PON yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah.

Bukan hanya skala dunia yang memiliki induk organisasi, namun Indonesia juga memproklamirkan assosiasi tenis meja tanah air.

Tentu saja sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional di Solo, sudah terbentuk sebuah organisasi bagi para atlet dan pemain ping pong Indonesia.

Tepatnya tahun 1939, pemain tenis meja sepakat untuk berkumpul dan membuat Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia atau PPPSI.

Tujuan keberadaan organisasi ini tak lain adalah mewadahi pemain dan atlet tenis meja Indonesia.

Selang beberapa tahun kemudian, PPPSI berubah nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia atau PTMSI.

Perubahan ini merupakan hasil dari kongres yang berlangsung pada tahun 1958 di Surakarta, Jawa Tengah. Hingga saat ini, PTMSI menjadi induk organisasi tenis meja untuk Indonesia.

Untuk menunjukkan eksistensi organisasi di kancah benua Asia, PTMSI menjadi anggota federasi tingkat Asia. Federasi tersebut ialah Table Tennis Federation of Asia atau TTFA.

Tak hanya itu saja, PTMSI juga sudah menjadi anggota resmi International Table Tennis Federational atau ITTF.

PTMSI, Organisasi Induk Yang Mengatur Kegiatan Olahraga Tenis di Tanah Air

Sudah tersebutkan sebelumnya bahwa Persatuan Tenis Meja atau PTMSI merupakan organisasi khusus yang bertugas untuk mengatur perihal olahraga tenis meja di Indonesia.

Berdiri pada tahun 1939 dengan nama PPPSI, organisasi ini berganti nama menjadi PTMSI sejak tahun 1958.

Muncul polemik berkaitan dengan penamaan pengurus untuk tenis meja di Indonesia.

Pengurus besar dan pengurus pusat untuk olahraga tersebut. Dipisahkan.

Pengurus besar tenis meja di Tanah Air merupakan PB PTMSI, kepanjangannya ialah Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

Sementara pengurus pusatnya adalah PP PTMSI dengan kepanjangan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Jabatan ketua umum kedua pengurus tersebut berubah setiap empat tahun sekali.

Hal Wajib Yang Harus Kita Tahu Berkaitan Dengan Organisasi PB PTMSI dan PP PTMSI

Saat ini PB PTMSI sebagai pengurus besar olahraga tenis meja di Indonesia mengemban tugas untuk melaksanakan sistem keolahragaan nasional.

Visi dari PB PTMSI ialah menjadikan tenis meja Indonesia unggul dan terdepan di Asia.

Dalam rangka mencapai visi tersebut, PB PTMSI memiliki misi, yaitu membuat organisasi untuk tenis meja lebih rapi dan baik; membuat tenis meja Indonesia berprestasi.

Setara dengan olahraga lain dan mumpuni untuk bersaing di cakupan internasional; serta membuat organisasi tenis meja mandiri.

Susunan Personalia Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Masa Bakti 2018-2022 tercantum di dalam SK.105 Tahun 2019.

Peter Layardi Lay merupakan ketua umum PB PTMSI, sementara Viola Kurniawan menjabat sebagai ketua harian pada organisasi ini.

Masih ada jajaran penting lainnya di dalam organisasi PB PTMSI, yaitu dewan pelindung, pembina dan penasihat; wakil ketua umum I-III; Sekjen dan wakitlnya; bendahara dan wakilnya, serta beberapa pengurus bidang dan komisi. 

Setelah PB PTMSI, kita juga wajib mengetahui beberapa informasi yang berkaitan dengan PP PTMSI Memiliki kepanjangan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

Organisasi tersebut bertugas untuk melaksanakan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai gelaran pekan olahraga berskala internasional, seperti Asian Games, SEA Games, Olimpiade dan masih banyak lagi.

PP PTMSI merupakan organisasi nasional dan satu-satunya badan yang memiliki tanggung jawab untuk menghimpun dan melakukan organisasi, serta membina kegiatan prestasi olahraga tenis di Tanah Air.

Badan Hukum PTMSI

Badan hukum PP PTMSI terkukuhkan dengan sebuah pengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. Indonesia Nomor AHU-00811347.AH.01.07 Tahun 2016.

Berdasarkan Pasal 1 ayat 25 UU RI No. 3 Tahun 2003 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pasal 47 dan Pasal 48 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan., PP PTMSI adalah Induk organisasi  cabang olahraga tenis meja di Indonesia.

Selain mengenalkan olahraga tenis meja ke seluruh masyarakat Indonesia, PP PTMSI punya tugas lainnya.

Organisasi tersebut berusaha untuk memasyarakatkan permainan ini, dalam rangka mencapai prestasi secara maksimal.

Sebagai imbas positif dari hal tersebut, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan meningkat serta persatuan dan kesatuan bangsa semakin kokoh.

Setelah melalui pembinaan secara nasional dan pembinaan, serta memupuk dan membina persahabatan antar negara dengan penyelenggaraan gelaran olahraga tenis meja.

Adapun kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh organisasi ini berhubungan dengan dunia olahraga tenis meja internasional.

Menjadi wakil Tanah Air dalam induk olahraga tenis meja kelas dunia melalui keanggotaannya pada ITTF; tenis meja Asia melalui keanggotaannya pada ATTU; serta tenis meja Asia Tenggara melalui keanggotaannya pada SEATTA.

PTMSI sendiri telah menyatakan sebagai anggota ITTF sejak tahun 1961.

Peraturan Tenis Meja Yang Berlaku Saat Ini

Tenis meja merupakan cabang olahraga yang memiliki tiga nomor permainan.

Pertama adalah nomor single, yaitu permainan tenis meja yang pemainnya terdiri dari tunggal putra atau tunggal putri.

Kedua adalah double (ganda), yaitu permainan tenis meja yang pemainnya terdiri dari ganda putra atau ganda putri.

Ketiga ialah double campuran (ganda campuran), yaitu permainan tenis meja yang pemainnya terdiri dari satu putera dan satu putri untuk setiap tim.

Terdapat peraturan permainan tenis meja tunggal yang harus diperhatikan oleh pemain dan atlet, antara lain:

  1. Nilai atau poin 1 diberikan setiap bola mati;
  2. Pergantian servis yang dilakukan pemain, setelah mencapai poin kelipatan 2;
  3. Pemain yang memegang servis, bebas menempatkan bola dari seluruh sisi lapangan;
  4. Setiap set dalam permainan akan berakhir setelah pemain mencapai nilai atau poin 11;
  5. Kemenangan permainan terjadi setelah pemain yang sama mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set;
  6. Deuce yang terjadi di dalam permainan akan berakhir setelah terjadi selisih nilai 2, misalnya 15-13, 18-16, dan seterusnya.

Peraturan permainan tenis meja untuk ganda adalah sebagai berikut:

  1. Nilai atau poin 1 diberikan setiap bola mati;
  2. Pergantian servis yang dilakukan pemain, setelah mencapai poin kelipatan 2;
  3. Pemain diharuskan untuk menerima bola dari lawan secara bergantian;
  4. Pemain yang memegang servis, hanya boleh menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan;
  5. Kemenangan permainan terjadi setelah tim yang sama mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set;

deuce yang terjadi di dalam permainan akan berakhir setelah terjadi selisih nilai 2, misalnya 15-13, 18-16, dan seterusnya.

Demikian artikel yang membahas dunia tenis meja, dengan peraturan dan induk organisasi yang mengatus secara nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *